Sistem Simulasi

Sistem Simulasi
Chapter 31


__ADS_3

Akhirnya Rein mengerti, kenapa Teknik Siluman tidak begitu populer.


Itu karena arah transformasi setiap orang berbeda dan tidak pasti apakah arah yang mereka tuju memberikan mereka kekuatan yang kuat.


Mengetahui bahwa Teknik Siluman adalah Esensi Netral, Rein bingung apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


Jalan mana yang harus dia pilih?


"Sistem, apakah aku bisa mencoba mencari arah Transformasi lain?" Rein bertanya kepada Sistem.


[ Itu adalah hal yang mungkin, tapi disarankan untuk memilih pilihan yang tersedia karena Host tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk mencari arah baru ]


Rein mengangguk dan mengerti, ini bisa diartikan dia adalah seorang pengguna aplikasi, bagaimana dia yang tidak mengetahui dasar pemrograman akan membuat aplikasi baru?


Namun, walaupun apa yang dikatakan Sistem adalah benar, Rein tidak ingin mengambil pilihan yang tersedia untuk saat ini, dia ingin mencobanya terlebih dahulu. Lagipula ini adalah pondasi masa depannya, dia harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.


"Aku mengerti, tapi bisakah aku mencobanya terlebih dahulu dan mencari arah baru?" Rein bertanya.


[ Fitur baru di tambahkan - Kreator ]


[ Host bisa mencoba menciptakan pilihan baru sesuai kemampuan Host sendiri ]


Melihat itu, Rein mengangguk. Dia melihat antarmuka sistem di depan matanya, dan menu kreator muncul di bagian paling atas.


Rein mengkliknya dan memilih fitur Kreator.


Segera Rein bisa merasakan kendali tubuhnya lagi dan bisa bergerak. Pada saat bersamaan, Teknik Tubuh Siluman yang telah dia aktifkan sebelumnya menjadi redup.


"Jelaskan fitur Kreator." Rein berkata pada Sistem.


[ Kreator : Host bisa menciptakan Teknik, Serangan, dan lainnya di Dunia Simulasi. Dengan fitur Creator, Dunia Simulasi akan membantu Host untuk mengarahkan ke jalan yang benar untuk menciptakan sesuatu yang baru ]

__ADS_1


Penjelasannya sederhana, tidak memiliki banyak informasi.


Rein tidak begitu mengerti, tapi Dunia Simulasi akan membantunya mengarahkannya ke jalan yang benar?


Dia bisa mencobanya nanti untuk mengetahui apa artinya itu, segera Rein menutup matanya dan memikirkan suatu bentuk baru yang ingin dia ciptakan.


"Tidak harus berpegang pada Makhluk hidup... Esensi, makhluk ular di hutan membentuk esensi mereka sendiri, apa yang di artikan sebagai Esensi bukan satu bentuk seperti kekuatan atau kecepatan, namun gabungan dari banyak hal dan akhirnya membentuk esensi." Rein segera berpikir dengan otaknya.


"Aku tidak perlu mengincar kekuatan, kecepatan atau hal lainnya, namun apa yang paling cocok denganku..." Memikirkan ini, Rein akhirnya menemukan arah yang benar dalam jalan kultivasinya.


Setiap kemampuan sangat berguna, jika suatu kemampuan tidak berguna, itu berarti kemampuan itu digunakan oleh orang yang salah.


Seorang Kultivator kuat bukan karena Teknik yang mereka miliki sangat kuat atau karena Teknik kuno... Tapi orang-orang kuat pada umumnya seperti.


Tapi Rein yakin, jika dia ingin melangkah lebih tinggi di jalan kultivasi, dia harus memiliki kekuatan yang sangat cocok dengan dirinya sendiri!


Jika dia mewarisi peninggalan orang lain, dia hanya akan mengikuti jejaknya. Dan setelah dia sampai di akhir, pada akhirnya dia harus mencari jalannya sendiri dan tidak bisa lagi menggunakan warisan yang dia gunakan sebelumnya.


Jika dia siap mandiri sejak dini, kenapa tidak?


Walaupun jalan awalnya akan sangat sulit, namun saat orang lain baru saja memikirkan untuk menjadi mandiri, dia sudah berjalan jauh di depan orang lain dan bisa berjalan dengan kedua kakinya sendiri saat orang lain masih belajar merangkak.


"Apa yang cocok untukku?" Pertanyaan ini terlintas di benak Rein.


Mengenal diri sendiri adalah hal yang paling sulit, jauh lebih mudah untuk mengenal orang lain.


"Pikirkan, apa yang ingin aku lakukan dengan Teknik Siluman? Kenapa aku memilihnya? Itu untuk bertahan hidup, berlari saat berada dalam bahaya, bersembunyi… jadi apakah aku seorang pengecut?" Rein memikirkan ini di dalam benaknya.


Apakah dia seorang pengecut? Dia sendiri juga tidak tahu.


Apakah dia penakut? Untuk hal ini, Rein yakin bahwa dia penakut. Hidup hanya satu kali, dia berasal dari bumi, melihat orang-orang disekitarnya bisa membalikkan gunung di telapak tangan mereka, bagaimana dia tidak takut?

__ADS_1


"Tidak, aku tidak pengecut, aku hanya takut masalah! Takut masalah akan datang dan akan menyebabkan kematianku! Namun masalah akan selalu datang, karena ini adalah hidup, aku mempelajari Teknik Siluman untuk bersembunyi, berharap masalah tidak bisa menemukanku.


"Tapi sekarang berbeda, aku takut masalah karena aku terlalu lemah! Tapi sekarang nasibku berubah! Jadi aku harus mengubahnya, bagaimana untuk menyelesaikan masalah!" Memikirkan ini, Rein segera membuka matanya yang memiliki tatapan yang tajam.


"Tidak perlu memikirkan bentuk atau apa yang ingin aku ciptakan, cukup mengandalkan naluri ku sendiri." Rein bergumam.


Setelah mengatakan itu, Rein mulai mengaktifkan Teknik Tubuh Siluman, dan mulai membuat gerakan yang halus dengan kaki, tangan, dan nafasnya.


Setelah itu, dengan pikirannya, sebuah pedang muncul di tangannya, dan dia menebas ke depan.


Namun tidak ada esensi apapun saat dia melakukan semua itu, tapi Rein tidak khawatir, dia tetap melanjutkan melakukan semua gerakan dan ingin menangkap naluri yang terkubur jauh di dalam jiwanya.


Rein melakukan itu selama 1 jam, namun hanya terdapat Esensi samar dalam gerakannya.


Saat esensi samar muncul, Dunia Simulasi mulai membantu Rein.


Dengan bantuan Dunia Simulasi, Rein mampu merasakan esensi samar sebelumnya dengan mudah, dan dia hanya perlu melanjutkan mencari ke arah itu sampai esensi sepenuhnya terbentuk.


Melihat ini Rein hanya bisa menghela nafas kagum.


Dia sudah sadar akan kesulitan mencari jalan sendiri, saat dia merasakan Esensi samar sebelumnya, jika ini di dunia luar, dia khawatir sangat sulit untuk mendapatkan esensi samar seperti sebelumnya. Bahkan jika dia mampu merasakan esensi samar lagi, dia tidak yakin esensi itu sama dengan esensi sebelumnya.


Bisa dikatakan Dunia Simulasi ini seperti sebuah game, saat dia mencapai sesuatu, Dunia Simulasi akan menyimpan Checkpoint perkembangan untuknya, dan jika dia gagal, dia bisa berjalan lagi ke Checkpoint sebelumnya.


"Sistem, apakah itu mungkin untuk merasakan esensi yang berbeda jika aku mencoba untuk merasakan esensi tertentu?" Rein bertanya pada Sistem.


[ Kemungkinan itu cukup besar. Mencari Esensi terkadang mudah dan sulit. Bukan tidak mungkin saat kamu mencari Esensi cahaya, kamu malah berjalan ke arah Esensi Api. Tapi untuk kasus Host sendiri, Esensi yang bisa ditemukan akan berbeda karena Host mendasari semuanya dengan diri naluri, dan bukan esensi tertentu ]


Mendengar ini Rein menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, inilah yang dia takuti.


Lupakan kesulitan untuk menciptakan Esensi sepenuhnya, jika dia bisa menciptakan banyak Esensi karena mengikuti nalurinya, bagaimana dia harus memilih?

__ADS_1


Apakah dia akan terjebak karena merasa tidak cocok dan terus mencari esensi baru?


__ADS_2