
Tiga hari telah berlalu.
Siang hari, di Dojo Akademi Golden Nimbus.
Rein saat ini sedang beristirahat di Dojo sekolah. Dalam 3 hari terakhir, dia kembali berlatih dengan intens dan tidak kenal lelah, dan topik tentangnya muncul lagi di antara para murid.
Saat dia berada di rumah sakit, Rein mengetahui bahwa banyak murid lainnya yang mencoba berlatih dengan keras seperti dirinya sendiri. Namun sebagian besar murid berhenti setelah hari kelima.
Salah satu alasannya adalah tubuh mereka tidak mampu mengikuti latihan yang intens seperti itu.
Dan hal lainnya karena mereka merasa bosan dan tidak memiliki motivasi lagi untuk meneruskan latihan jangka panjang mereka.
Rein bisa mengerti, sejujurnya dia sangat mengenal kenapa orang-orang tidak mampu bertahan.
Ini seperti di Bumi kehidupan sebelumnya, dia ingat saat dia masih di bumi, di malam hari, suatu pencerahan akan datang dan memotivasinya untuk olahraga dan memiliki bentuk tubuh yang bagus. Melakukannya di minggu pertama masih baik-baik saja, tapi untuk melanjutkannya membutuhkan motivasi dan tekad yang cukup.
Tentu saja Rein gagal saat itu.
Dia memiliki Sistem Simulasi di dunia ini, dan motivasinya selalu ada, dia hanya perlu menguatkan tekadnya. Namun orang lain tidak memiliki Sistem Simulasi, dan motivasi mereka tidak mampu bertahan lama.
Walaupun sebagian besar murid tidak mampu, ada beberapa yang mampu menjalani latihan intens selama 2 minggu berturut-turut seperti dirinya.
Ada tiga orang, dua pria dan satu wanita.
Akan bohong jika Rein tidak mengagumi ketiganya, bahkan dia sendiri tidak percaya diri akan mampu melakukan itu tanpa dorongan Sistem Simulasi.
Tiga orang hanya mampu bertahan selama dua minggu bukan karena mereka lebih lemah dari Rein, tapi tubuh mereka tidak sanggup untuk mengikuti dan membutuhkan istirahat.
Rein berbeda.
Di berlatih Teknik gerakan di Dunia Simulasi, semua gerakannya halus dan tepat, setiap gerakan menguatkan tubuhnya. Tapi orang lain tidak, walaupun gerakan mereka tidak akan menimbulkan cedera seperti daging mereka robek seperti Rein, tapi tubuh mereka secara perlahan akan memiliki kotoran karena gerakan mereka belum sempurna dan akhirnya harus mengistirahatkan tubuh mereka sebelum melanjutkan.
Selesai memakan makanan yang dia bawa, Rein kembali berlatih Teknik Siluman.
Walaupun energinya telah penuh dan bisa mencoba untuk menerobos, tapi dia tidak melakukannya karena apa yang dikatakan Kakek Sion masuk akal, dan dia kekurangan pondasi saat ini.
"Apa yang dikatakan kakek benar, esensi Teknik meresap ke dalam tubuhku. Jika Teknik ini sepenuhnya menyatu dengan tubuhku, hanya dengan serangan acak, serangan itu akan memiliki esensi Teknik Siluman." Rein berpikir di dalam benaknya saat melakukan Teknik Tinju Siluman di Dojo Sekolah.
__ADS_1
Boom!
Tinjunya meledakkan udara dan membuat udara di depannya bergetar.
Rein menarik nafas dalam-dalam dan melanjutkan set gerakan Tinju Siluman lainnya.
Saat Rein sibuk berlatih di Dojo Sekolah, David teman sekelasnya datang mendekatinya saat ini.
"Hei Rein, ada seseorang yang mencarimu." David berkata saat dia melihat gerakan tinju Rein yang halus seperti air.
Sial, dia benar-benar meningkat dengan cepat... David berpikir di dalam benaknya.
Jujur saja, dia agak termotivasi saat melihat Rein yang biasa-biasa saja seperti dirinya mampu meningkat sejauh ini.
Rein menyelesaikan satu set Tinju Siluman dan berhenti, menoleh ke belakang dan menatap David : "Apakah Viola mencariku? Aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku hanya memiliki waktu luang di akhir pekan."
Rein berkata dengan tenang, tanpa terengah-engah sedikitpun.
Melihat Rein yang merasa biasa saja saat berlatih Teknik Siluman, David merasa iri, namun dia tahu bahwa Rein berlatih sangat keras untuk mencapai ini, jadi dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena tidak sebaik Rein.
"Tidak, ini bukan Viola, tapi murid Akademi lain." David berkata dengan tenang.
"Hah? Murid Akademi lain? Jika aku ingat dengan benar... Teman-teman yang aku kenal bergabung dengan Akademi di kota lain dan tidak berada di kota ini." Rein mengerutkan kening.
Walaupun Rein tidak begitu aktif bersosialisasi, dia masih memiliki teman yang tinggal di panti asuhan. Teman diluar panti asuhan bisa dia hitung dengan jari tangan kanannya, termasuk Viola.
"Tidak, itu bukan temanmu." David menggelengkan kepalanya.
"Bukan temanku? Lalu, kenapa dia mencariku?" Rein bingung.
Segera berbagai pikiran muncul di dalam benaknya.
Apakah itu bawahan organisasi misterius? Atau seseorang yang tahu bahwa dia memiliki Buku Teknik tingkat tinggi? Pikiran Rein menjadi liar dan mulai menebak-nebak.
"Dia mengatakan ingin menantangmu berduel." David berkata dengan santai, namun dari nada suaranya, dia sepertinya agak bersemangat tentang hal ini.
"Berduel? Errr... Walaupun aku agak terkenal di dalam Akademi, bukankah itu agak berlebihan hingga namaku tersebar di Akademi lain?" Rein berkata dengan tidak pasti.
__ADS_1
"Hmm... Apa yang kamu katakan masuk akal, tapi bukan karena kamu terkenal atau tidak, tapi ini menyangkut Viola." David berkata dengan nada main-main.
"Viola? Jika itu menyangkut Viola, kenapa aku di bawa-bawa?" Rein bertanya dengan bingung.
"Apakah kamu lupa bahwa minggu lalu, Akademi kita mengirim murid akademi ke acara 'Dua Belas Akademi' yang diadakan enam bulan sekali? Acara itu khusus untuk mempertemukan para jenius muda di setiap akademi di kota kita, dan Viola mengikuti acara itu." David berkata.
"Lalu?" Rein bertanya.
Acara Dua Belas Akademi adalah acara Sparring untuk murid jenius di akademi.
Setiap Akademi akan memilih beberapa Jenius untuk dibawa ke Acara itu. Dan di sana, setiap murid akan saling berkenalan dan melakukan Sparring untuk di antara mereka sendiri.
Acara ini untuk menunjukkan ke semua murid bahwa di atas langit masih ada langit, jadi mereka tidak bisa berpuas diri dengan diri mereka saat ini.
Walaupun acara ini seperti pertemuan biasa, namun ada kompetisi kecil di acara itu beserta hadiahnya.
Acara Dua Belas Akademi digunakan untuk mempersiapkan acara tahunan, yaitu acara 'Alpha City'.
Acara Alpha City diadakan 4 bulan sebelum akhir tahun ajaran Akademi.
Seluruh murid Akademi atau orang luar yang percaya diri bisa mendaftar untuk memperebutkan gelar Alpha City.
Dan sepuluh besar peserta di Acara Alpha City akan mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Acara ini dibatasi dengan usia peserta maksimal 20 tahun.
Pada intinya, Acara Dua Belas Akademi memiliki tujuan untuk mengasah murid-murid mereka dan mengenali lawan mereka nanti di acara Alpha City.
"Setelah aku menceritakan sampai sini, kamu juga tidak mengerti?" David memandang Rein seolah-olah dia bodoh.
Apakah aku seharusnya tahu? Rein berpikir di dalam benaknya dan terdiam.
"Baiklah, tidak perlu menunda lebih jauh. Intinya Murid tahun pertama Akademi Akadia jatuh hati dengan Viola. Jadi dia mencari tahu Viola lebih jauh dan menemukan bahwa Viola dekat dengan kamu, jadi dia memutuskan untuk menantang kamu untuk berduel." David berkata dengan agak bersemangat.
“…” Rein.
Apa-apaan ini? Kamu mengejar Viola, kenapa aku yang harus dipukuli? Rein berpikir di dalam benaknya, tidak mengerti jalan pikiran orang itu.
__ADS_1