Siswiku Canduku

Siswiku Canduku
Bab 32


__ADS_3

Chandra tidak sempat merasa segan ketika menanyakan keberadaan Mishall pada Tristan. Karena mereka sempat bertemu, jadi Chandra sangat berharap bahwa sahabatnya itu tahu keberadaan mantan siswinya. Mengabaikan sakit atau lelah, Chandra yang baru saja turun dari taksi segera menghampiri Tristan yang sibuk bermain basket di halaman. Rautnya penuh harap, karena tidak ingin mengambil keputusan salah lagi.


"Tris, lo tau ... Mishall di mana sekarang?" tanya Chandra, sedikit tersengal karena berlari dari gerbang hingga posisi lapangan basket sahabatnya itu.


"Nggak," jawab Tristan tidak acuh, sembari memasukkan bola ke dalam keranjang dengan mudah. "Sudah tentukan pilihan? Gue bakalan ngasih info seperlunya."


Chandra diam sebentar. Jawabannya mungkin akan membuat sang sahabat bahagia, tetapi ... ia juga akan menemukan kebahagiaan lain jika bersama Mishall. Chandra harus melapangkan dada, bahwa yang ia butuhkan adalah siswinya, bukan Shila.


"Sudah."


Kegiatan men-dribble Tristan terhenti usai mendengar ucapan Chandra. Dengan sebelah alis terangkat, dan senyum yang menyiratkan kemenangan, Tristan bertanya, "Siapa?"


"Lo seharusnya tau!" balas Chandra kesal. "Lo tau Mishall sekarang di mana?"


Senyum Tristan semakin lebar. Lalu memberikan anggukan pelan. "Dia ke rumah ibu angkatnya. Mau pamitan. Shila yang bantu dia ketemu sama ibu kandungnya—yang ternyata pelacur juga. Cepetan ke sana, sebelum dia beneran pergi, dan bakalan mustahil buat lo jangkau lagi."


Chandra tidak mendengarkan dengan baik ucapan Tristan. Ia segera berlalu dari rumah Tristan, menggunakan taksi yang sama. Selama perjalanan, doanya hanya diisi tentang harapan bahwa Mishall masih menunggunya. Bahkan, ia tidak sempat mendoakan diri sendiri sebuah keamanan dari amukan Shila nantinya jika tahu bahwa ia memilih perempuan lain.


Hal yang membuat Chandra yakin pada pilihannya ini, adalah ucapan Widya. Jika seandainya Chandra mencintai Shila, seharusnya ia merasakan hal istimewa pada Mishall yang berubah menjadi cinta baru. Jadi, ia tidak punya alasan untuk mempertahankan Shila lagi.


Chandra, di sudut hatinya paling dalam, ia berdoa bahwa kali ini dirinya tidak salah pilih lagi. Namun, ia sudah sangat yakin, bahwa apa pun yang akan terjadi ke depan ... bahkan meski itu sebuah bahaya besar yang Shila janjikan, Chandra tidak akan peduli. Ia akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk melindungi Mishall, dan dengan senang hati membuat perempuan itu bahagia dalam kondisi apa pun.


Tuhan sepertinya mendengarkan doa Chandra, karena ketika ia tiba di rumah ibu angkat Mishall, ia masih menemukan perempuan incarannya itu di dalam rumah. Abaikan tata krama, Chandra langsung masuk ke rumah. Membuat tiga pasang mata tertuju padanya.


Terutama Mishall, ia langsung berdiri melihat gurunya dengan sangat terkejut.


Tidak membiarkan mereka dalam kebingungan terlalu lama, pria mengambil dua langkah besar menghampiri mantan siswinya, menarik sebelah tangan Mishall secara kasar, menabrakkan perempuan itu di dadanya, kemudian didekap sangat erat.


Inilah kenyamanan yang Chandra mau. Tidak ada kekhawatiran mengenai ancaman senjata tajam atau cakaran bahkan gigitan dari perempuan dalam dekapannya. Tidak ada kegelisahan. Murni hanya sebuah ketenangan dan kedamaian. Chandra bersumpah, siap mempertaruhkan apa pun untuk memiliki perempuan ini di sisinya.


Apa pun.


"Jangan ke mana-mana," bisik Chandra. Ia tidak peduli pada dua pasang mata yang membulat sempurna karena sikapnya. Malah menambahkan keterkejutan dua perempuan itu dengan mencium bagian samping kepala Mishall. "Tuduhan kamu benar, tentang perasaan saya. Bahwa sebelum ini ... saya sebenarnya belum menaruh hati pada siapapun, bahkan Shila sekalipun. Cinta itu ... baru saya rasakan ke kamu."

__ADS_1


Mishall mengabaikan kebingungannya setelah mendengar itu. Tangannya yang semula menganggur di samping tubuh, kini bergerak untuk membalas pelukan pria itu sama eratnya, bahkan lebih. Memosisikan kepala di dada Chandra hingga menemukan kenyamanan, sehingga Mishall bisa mengeluarkan air matanya.


...***...


Dibanding menjelaskan apa yang terjadi pada semua orang, Chandra memilih membawa Mishall menepi ke belakang rumah sehingga mereka bisa mengobrol dengan nyaman. Ia terlebih dahulu menjelaskan kepergiannya selama tiga hari, hingga akhirnya meyakinkan diri bahwa hatinya sudah memilih Mishall.


"Yang kamu bilang bener. Saya sebenarnya belum cinta Shila. Mungkin karena ... iba? Pertama kali saya lihat dia ... dia seperti bidadari yang terluka, dan saya tergugah buat bantu dia berobat, dan menganggap berlebihan rasa itu. Apalagi pas Shila nggak bisa ketemu sama laki-laki yang bisa menerima kekurangan dia, saya semakin antusias untuk bantu dia tanpa memikirkan apa pun ... dengan menikahinya. Sejak saat itu, saya sama sekali tidak merasakan arti ketenangan dan kebahagiaan. Dua hal itu baru saya temukan saat bersama kamu," jelas Chandra. Ia menatap lurus ke depan selama proses berceritanya, barulah setelah selesai, ia melirik Mishall yang hanya menunduk dalam. Ia meraih tangan Mishall untuk digenggam, dibawa ke atas pahanya. Berhasil membuat perempuan itu langsung bersemu merah. "Saya sebelumnya takut ambil risiko ini karena ... berbahaya. Bukan cuma buat saya, tapi kamu juga. Cuman, kalau saya terus-terusan sembunyi karena takut ... saya merasa bukan laki-laki. Saya berhenti bersembunyi mulai sekarang. Saya mau melindungi kamu ... apa pun yang terjadi, apa pun bahayanya. Segera ... Shila bakalan saya bebaskan dari pernikahan ini."


"Aku juga ... jujur aja, Pak. Kesel karena Pak Chandra masih mau berusaha perbaiki hubungan dengan istri Pak Chandra itu, padahal udah disakiti secara fisik berkali-kali, bahkan diancam dibunuh. Apa yang aku bilang di apartemen, dan apa yang aku lakuin kemarin ... murni buat bikin Pak Chandra berpaling dari perempuan berbahaya kayak Shila, karena ... aku juga ikutan ngerasa sakit lihat Pak Chandra luka-luka."


Chandra menarik perempuan itu bersandar di bahunya. Merasa tersentuh, karena ia dipedulikan hingga sedetail itu, padahal, sudah terlalu banyak kalimat menyakitkan yang Chandra katakan pada perempuan ini.


"Maaf, sudah hina-hina kamu kemarin, dan makasih ... masih mau pilih saya padahal saya kayaknya jahat banget kemarin."


"Pak Chandra mau perbaiki hidup aku. Aku nggak punya alasan buat marah," balas Mishall penuh keyakinan. Ia menengadah pada Chandra untuk mempertemukan tatap mereka.


"Oke ... pasangan kasmaran. Kalian pikir cinta bisa bikin kalian kenyang?!" seru seorang perempuan yang tampak berkulit seputih susu, dengan mata teduh khas. Mudah bagi Chandra menyimpulkan bahwa perempuan itu adalah ibu kandung dari kekasihnya ini. "Mishall berhenti sekolah tanpa keahlian apa pun, sementara laki-laki ini ... dia tidak bisa lanjut pekerjaannya karena video kalian sudah tersebar ke guru di sekolah. Laki-laki ini sudah dipastikan dipecat. Sekarang, kalian mau makan apa nantinya?"


Mishall menjauhkan kepalanya hati-hati, ketika Chandra menatapnya dengan pelototan, meminta penjelasan atas ucapan perempuan asing itu.


"Mishall ...." Chandra memanggil dengan nada lirih. "Saya bakalan cari kerjaan lain. Kamu nggak perlu khawatir. Masalah uang, itu tugas saya nanti." Ia membantu merapikan rambut pendek Mishall agar tidak menempel di wajahnya yang basah. "Kamu percaya saya."


Chandra berusaha meyakinkan kekasihnya, tetapi ... ia bahkan ragu dengan kalimatnya sendiri. Shila jelas tidak akan membiarkannya menemukan pekerjaan yang pas, sementara meminta bantuan Arfan dan Tristan ... hampir mustahil.


...***...


Sebanyak apa pun sahabat yang dimiliki, pada akhirnya ... manusia harus menyelesaikan masalahnya secara mandiri. Chandra merasakannya sekarang. Dipaksa berdiri di atas kaki sendiri, sementara kini ada seorang perempuan yang harus ia pikul sebagai tanggungjawab. Fakta buruknya, ia tidak memiliki bekal berupa kesiapan menghadapi hidup, sementara dirinya dituntut untuk langsung memberi makan anak perempuan orang lain sekarang.


Daniel juga tidak bisa memberikan pekerjaan, karena Chandra tidak punya keahlian apa pun di bidang musik. Teman-teman guru Chandra tidak bisa diharapkan, karena mereka kini menatap jijik padanya. Namanya memburuk, dan ini semakin memperumit masalah.


Sekarang ... buntu. Padahal kemarin, ia bisa mencarikan banyak pilihan pekerjaan pada Mishall, tetapi ia kini tidak bisa menemukan jalan untuk dirinya sendiri.


Jika hanya makan sehari-hari, Chandra mungkin bisa mengusahakannya, bagaimana pun sulitnya. Ia bisa menjadi kuli, satpam, atau apa pun itu. Namun, melihat bagaimana Mishall begitu mendambakan banyak barang mewah ... Chandra lebih merasa tidak berguna dibandingkan mengajarkan kekasihnya untuk hemat.

__ADS_1


"Shila ... bahkan harga ikat rambutnya sampai jutaan. Beruntung banget, ya?" ucap Mishall, sembari melirik Chandra yang kini menjadi bantalannya. Ia merapatkan tubuhnya untuk berbagi kehangatan dengan Chandra, karena selimut dan kasur tipis tidak terlalu membantu menghalau dingin.


Embusan napas panjang Mishall menutupi kekaguman perempuan itu pada foto Shila. Ia meletakkan ponselnya di samping kepala, lalu memeluk Chandra lebih erat. Malam ini jauh lebih indah daripada sebelumnya, karena tidak ada lagi kata hinaan, tidak ada tekanan. Murni hanya karena cinta yang menguasai mereka hingga batas kepuasan.


"Tapi ... miliki kamu rasanya jauh lebih mahal dari apapun," kata Mishall, sembari memamerkan senyum terbaiknya. "Shila bahkan nggak bisa miliki kamu sekarang."


Chandra memaksakan senyum, demi menghargai usaha Mishall dalam menghiburnya. Tangannya digunakan untuk menyisir rambut lembut milik perempuan ini, sampai Mishall hampir kehilangan kesadaran.


"Jadi, kapan kamu temui Shila buat resmikan perceraian kalian?" tanya Mishall.


Chandra meneguk ludah secara kasar. Ia sedikit merunduk untuk mencium puncak kepala Mishall penuh sayang.


"Besok."



......Dari angka 1 - 10, berapa nilai yang bakalan kamu kasih untuk bab ini? Beritahu aku di kolom komentar📌......


...Oh ya, akan ada banyak lagi cerita seru di akun @Es_Pucil, follow supaya nggak ketinggalan info! ...


...***...


...Kalau kamu nggak sabaran, kamu bisa baca cerita ini secara lengkap di :...


...Ka Be Em : Es_Pucil...


...***...


...Mari kenalan :...


...Instagram : es.pucil...


...Facebook : Es Pucil III ...

__ADS_1


...🔺🔺🔺...


...Tolong dengan sangat, jangan buat aku merasa menyesal/kapok bikin cerita; jangan plagiat dan upload ceritaku di mana pun itu, tanpa dapat izin dariku. ...


__ADS_2