Six Husband From Hell

Six Husband From Hell
Episode 10


__ADS_3

Setelah kejadian semalam Sakura menyerahkan mahkotanya kepada Lazark, kini gadis itu memikirkan apa yang telah dilakukannya sampai ia memberikan mahkotanya pada Lazark. Ia pun tidak mengerti sama sekali dengan dirinya saat ini. Padahal belum tentu pasti Lazark mencintainya. Ia tidak boleh percaya begitu saja pada keenam calon suaminya itu.


Sinar mentari sudah memasuki celah jendela kamar Sakura. Sesaat ia mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


"Selamat pagi, Hime. Bagaimana keadaanmu?" sapa Lazark yang ternyata masih di samping Sakura sambil memeluk erat.


"Pagi, aku baik-baik saja. Menyingkirlah, aku ingin mandi," jawab Sakura lalu beranjak dari ranjang.


Akan tetapi, Lazark menahannya lalu mengecup sekilas bibir Sakura. Merengkuhnya di pelukan Lazark.


"Kau tidak memberikanku morning kiss, Hime," jawabnya bersungut-sungut.


Sakura menghela napasnya kasar, lalu mengecup sekilas bibir Lazark. Lazark tidak tinggal diam, ia malah terus mengecup dan menggigit bibir Sakura. Lazark memperdalam ciumannya, ditekannya tengkuk leher Sakura untuk memperdalam ciuman mereka. Seperti tidak ada hari esok Lazark bermain panas pagi ini.


Lazark meremas buah dada Sakura dengan kedua tangannya. Membuat Sakura mendesah, ciumannya pun tidak dilepaskan Lazark.


"Kau sudah basah, Hime. Apa kau ingin bermain beberapa ronde pagi ini?" bisik Lazark di telinga Sakura.


Sakura tidak menjawab, ia lebih fokus mengatur napasnya dan gairahnya agar tidak terlihat. Sedikit menyusahkan karena tangan Lazark bermain-main di bagian bawah tubuhnya.


"Kupikir jawabanmu adalah 'Ya'," jawab Lazark sendiri sambil menyeringai.


Lazark memasukan 2 jarinya sekaligus ke dalam liang kenikmatan milik Sakura. Sakura mendesah menahan gelora gairahnya. Lazark mempercepat gerakan tangannya dan membuat Sakura tidak bisa menahan orgasmenya . Dikecupnya bibir Sakura lagi dan lagi sambil mempercepat tempo gerakan tangannya.


"Ahhh.. Lazark.. aku...," desah Sakura.


"Ya, Hime. Lepaskanlah, jangan menahannya. Sebut namaku," jawab Lazark.


"Ahh ... emhh ... Lazaaaarkk," beberapa saat kemudian Sakura mencapai orgasmenya di pagi ini.


Saat Lazark sudah ingin memasukan miliknya terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


Tok tok tok


"Shit..," umpat Lazark


Sakura bernapas lega, setidaknya pagi ini ia tidak akan berwajah lemas di depan ayahnya. Terdengar suara Sean memanggilnya dari luar kamar.


"Nona Sakura, apakah Anda sudah bangun?" tanya Sean.


"Ya, sebentar," jawab Sakura sambil mendorong tubuh Lazark dari atas tubuhnya.


Sakura bangkit dan memasang baju tidurnya, sedangkan Lazark sudah memakai bajunya hanya saja kancing kemejanya tidak ia kancingkan. Sakura bergegas membuka kunci pintunya yang lumayan banyak itu. Saat membuka pintu, Mysth berdiri di depannya di dampingi Sean di sebelahnya.


"Mysth, Sean. Ada apa? Ahh, aku lupa pasti Ayah menunggu di meja makan."


"Tidak, Nona. Tuan Leonardo sudah pergi pagi tadi. Ada meeting dadakan di kantor. Saya di sini hanya mengantar Tuan Mysth karena ia tidak ingin sarapan pagi sendirian," jawab Sean sambil melirik Mysth sesaat.


"Kalian mengganggu waktu kami berdua. Tidak lihatkah kalian, aku sedang membuat Putra mahkota?" Lazark datang menghampiri sambil mengancingkan kemejanya.


"Aww...," lenguh Lazark.


Sakura menyikut dada Lazark dengan keras.


"Jangan dengarkan Lazark. Mysth masuklah. Sean, bawakan sarapan untuk kami," jawab Sakura menarik lengan Mysth.


"Baiklah, Nona," jawab Sean lalu menutup pintu kamar.


Lazark hanya mengikuti Mysth dan Sakura dan duduk di sofa. Terlihat Sakura memeluk lengan Mysth, dan Mysth hanya tersenyum samar dan mendengarkan celotehan Sakura.


"Ahh... aku mandi dulu, jika Sean datang kalian makan duluan saja," ucap Sakura sambil melangkah masuk ke kamar mandi.


Setelah yakin Sakura masuk dan tidak keluar, Lazark memulai pembicaraan dengan Mysth.


"Jadi, di mana yang lain?" tanya Lazark sambil memasang earphone miliknya.


Mysth tidak menjawab seperti biasanya, ia menatap lurus pintu kamar mandi Sakura yang menutup tadi.


Lazark memutar bola matanya jengah, ia tahu lelaki di depannya itu sulit untuk diajak bicara normal. Suara langkah kaki seperti tergesa-gesa terdengar dari luar, beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka dengan keras.


"Hime-chan !!!" teriak orang itu.


"Shine, kau terlalu berisik. Hime sedang di kamar mandi saat ini," jawab Lazark.


Shine masuk kamar dan diikuti Viper, Shin dan Rozenth. Shin duduk di samping kiri Mysth. Viper duduk di satu kursi berdekatan dengan sofa. Shine dan Rozenth duduk di sebelah kanan dan kiri Lazark.


"Lazark, kau benar-benar melakukannya?" tanya Shine.

__ADS_1


"Ya, dan itu sangat nikmat sekali. Baru kali ini aku merasakan pelepasan yang begitu aku dambakan. Itu sangat melegakanku," jawab Lazark kegirangan.


"Arrghh ... sial, aku juga ingin merasakannya," Shine geram.


"Lalu bagaimana rencana kita?" tanya Rozenth mengalihkan pembicaraan.


"Aku akan mempersiapkan pernikahan kita 3 hari lagi. Kalian hanya perlu bersiap-siap mengabarkan ke kerajaan kalian," jawab Viper, mereka semua mengangguk mengerti.


Ketukan pintu terdengar kembali, pintu terbuka memperlihatkan Sean yang datang dengan membawa makanan di atas nampan.


"Saya membawakan sarapan pagi Nona Sakura," ucap Sean sambil meletakkan beberapa makanan untuk sarapan Sakura.


"Maafkan saya jika mengganggu, Tuan. Apakah ada yang bisa saya bawakan kemari?" ucap Sean sambil menawarkan.


"Bawakan kami Earl Grey tea," jawab Viper, Sean mengangguk lalu pamit keluar.


Setelah Sean keluar kamar, Sakura keluar dengan pakaian dress putih dengan panjang sampai di atas lututnya. Rambutnya sudah mengering dengan digerai tertata rapi.


"Kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Sakura setelah melihat para calon suaminya berkumpul.


"Kami hanya ingin mendengar kisah bercintamu dengan Lazark," jawab Shine dengan polosnya.


Wajah Sakura memerah seketika, gadis itu langsung saja menutup wajah dengan kedua tangannya. Tingkah Sakura terlihat sangat imut di mata para Pangeran.


"Hime, jangan merona seperti itu. Kau membuatku ingin menerkammu saat ini juga," goda Shin.


Sakura hanya membuang muka, wajahnya masih terlihat merona. Gadis itu berjalan mendekati mereka dan duduk di samping kanan Mysth.


"Kalian sudah sarapan?" tanya Sakura.


Entah kenapa Sakura menjadi jinak seperti ini, sebelumnya ia menolak para Pangeran dengan pernikahan yang tidak masuk akal seperti itu. Sikapnya yang dingin kini menjadi hangat. Entah apa yang terjadi, membuat para Pangeran cemas dengan keadaan Sakura.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Sakura, mereka hanya menatap takjub ke arah Sakura. Sakura yang merasa jengah ditatap seperti itu, mengambil piring yang berisikan makanan dan menghiraukan tatapan para calon suaminya itu.


"Apa aku tadi salah dengar?" tanya Viper tampaknya memang sedikit terkejut.


"Kau tidak salah dengar aku mendengarnya juga," jawab Shine dengan mata berbinar-binar, Sakura hanya menaikkan satu alisnya menatap tidak mengerti.


Tidak ada yang berbicara lagi, sampai Sakura selesai memakan sarapannya. Ketukan pintu lagi, tidak membuyarkan lamunan atau keterkejutan mereka. Sean masuk dan meletakkan cangkir berserta teko kecil yang berisikan Earl Grey tea dan menuangkan isinya ke cangkir Pangeran masing-masing.


Melihat keterdiaman mereka sambil menatap Sakura lekat-lekat dan tidak percaya. Sean hanya memutar bola matanya saja lalu beranjak keluar kamar.


"Aku mengingat semuanya. Jadi, berhentilah menatapku seperti itu," ucap Sakura dingin.


Mysth yang sudah tahu hanya terdiam sambil tersenyum. Sakura berdiri sambil menarik tangan Mysth. Tampak dari wajah mereka sudah mulai cemas.


"Mysth, ikut aku," ucap Sakura sambil menarik tangan Mysth dan Iblis itu hanya mengangguk senang.


Mereka hanya diam sepeninggalan Sakura dan Mysth. Setelah beberapa menit Viper angkat bicara.


"Kalian pergilah mengabarkan pernikahan kalian. Aku akan mengurus persiapan upacaranya,"ucap Viper lalu menghilang.


"Aku akan mengabarkan Kerajaan Azazel. Mysth pasti tidak akan mengabarkan ke kerajaannya sendiri," jawab Shin.


Yang lain hanya mengangguk lalu hilang secara bersamaan. Mereka tidak ingin memikirkan apa yang barusan terjadi. Jika ingatan Sakura saat masih kecil sudah kembali. Itu adalah masalah besar bagi mereka. Para tunangan mereka ingin membunuh Sakura dan menyisakan trauma yang mendalam. Hanya Mysth-lah yang bisa menjaga Sakura pada saat itu.


Sakura berjalan memasuki perpustakaan pribadinya sambil menarik Mysth. Gadis itu duduk di sofa yang cukup besar dengan Mysth yang hanya diam sambil mengelus kepala Sakura.


"Aku senang kau mengingatku, Hime-sama," ucap Mysth pada akhirnya setelah diam tak bersuara.


Sakura hanya diam, pandangannya kosong menerawang.


"Apa kau masih mencintaiku, Hime-sama?" tanya Mysth.


Sakura menatap mata Mysth sendu. Apakah ia masih mencintai Mysth? Mysth adalah cinta pertama Sakura, Sakura jatuh cinta akan suara Mysth yang menurutnya merdu dan indah. Sakura hanya mengangguk malu, itu yang Sakura rasakan. Ia bahkan tidak tahu apakah Mysth juga mempunyai perasaan yang sama terhadapnya.


Mysth langsung memegang dagu Sakura dan mendekatkan wajahnya.


"Aku juga sangat mencintaimu, tubuhku, dan jiwaku hanya untukmu, Hime-sama," jawabnya lalu melumat bibir Sakura dengan lembut.


Mysth langsung merebahkan tubuh Sakura di sofa. Sofa itu cukup besar dan memiliki ukuran besar seperti satu ranjang.


Sudah cukup lama Mysth menahan gairahnya sejak Sakura berumur 10 tahun. Mysth selalu memperhatikan Sakura dan membuatnya semakin jatuh cinta. Demi Sakura, ia tidak pernah meniduri wanita lain. Walaupun sudah berpuluh-puluh wanita cantik berada di depannya bahkan menggodanya dengan sangat intim. Yang ia inginkan hanyalah di atas tubuh Sakura.


Mysth membuka dress Sakura dengan lembut tanpa Sakura ketahui. Saat tubuhnya dan tubuh Mysth tidak memakai sehelai benang, Sakura baru menyadarinya. Wajahnya semakin merona, dan Mysth sangat menyukai itu.


Dilumatnya kembali bibir manis Sakura yang beraroma mint dan lavender. Sangat menenangkan dan membuatnya semakin bergairah. Diremasnya kedua buah dada Sakura dengan lembut semakin lama semakin menuntut. Desahan-desahan semakin terdengar di telinga Mysth.

__ADS_1


Jemari Mysth semakin turun ke perut Sakura, lalu mengecup, menjilat dan menggigit kecil buah dada Sakura.


"Ahh....Mysth...,"


"Ya sayang, teruslah mendesah untukku," jawab Mysth.


Mysth melanjutkan aktifitasnya di dada Sakura. Tidak hanya itu tangannya sudah mengelus pusat gairah Sakura. Dengan sabar dan sudah merasakan basah di jemarinya Mysth langsung memasukkan 2 jarinya ke dalam liang kenikmatan milik Sakura.


"Ahh ... Mysth ... kau membuatku gila ... ahh ... ehm...," desah Sakura sambil mencengkram sisi sofanya.


"Ya, aku akan membuatmu gila akan diriku, Hime-sama. Aku terlalu mencintaimu, sangat," jawab Mysth sambil terus menggerakan tangannya dengan tempo cepat.


Sakura sudah hampir mencapai klimaksnya setelah 10 menit Mysth menggerakan dan mempercepat tempo gerakan tangannya.


"Myyyysstthh...," teriak Sakura sambil melepaskan pelepasannya.


Sakura mengatur napasnya yang terengah-engah dan detak jantungnya yang berdebar dan menggila. Mysth menyeringai, tidak ingin melewatkan kesempatan kali ini Mysth langsung melumat lagi bibir Sakura, dengan perlahan namun pasti, iblis itu memasukkan miliknya sekali hentakan ke dalam kewanitaan milik Sakura.


"Ahh ... Mysth ... ini ... sungguh ... hmmp...."


sebelum Sakura menyelesaikan kalimatnya bibirnya sudah dilumat oleh Mysth. Mysth langsung menggerakkan tubuhnya dengan santai, ia belum ingin membuat Sakura ***. Mysth ingin membuat Sakura menggila padanya, pada tubuhnya dan pada semua yang ia miliki.


"Mysth ... harder...," pinta Sakura, Mysth hanya tersenyum sambil meremas buah dada Sakura.


"Tidak sayang, aku akan membuatmu menggila terlebih dahulu. Hari ini masih panjang, Hime-sama," jawabnya sambil menyeringai.


"Ahhh... ehm...," desah Sakura.


1 jam berlalu, Mysth masih bermain santai pada Sakura. Sakura sudah sedikit menggila karena permainan Mysth. Iblis itu mulai mempercepat tempo gerakannya. Membuat Sakura semakin terbang, lalu memelankan lagi tempo gerakan Mysth membuat Sakura seketika terjatuh dari terbang tingginya.


"Mysth.. kau ingin membunuhku?" gurau Sakura yang sudah hampir kehilangan akal sehatnya.


Mysth hanya tersenyum, iblis tampan itu mempercepat temponya sambil menghisap buah dada Sakura. Hingga akhirnya Mysth dan Sakura sudah hampir sampai dengan pelepasan mereka dan...


"Myyyssthh...," teriak Sakura lemah.


Mysth memang sudah mendapatkan pelepasannya akan tetapi, ia masih ingin terus dan terus bermain di atas Sakura. Tidak membuang waktu. Mysth mengubah gaya bercintanya yang kini Sakura terlungkup. Langsung di masukkannya kejantanan Mysth ke dalam kewanitaan milik Sakura.


Tidak ada kata istirahat, berbagai gaya ia lakukan sampai mencapai pelepasannya yang ke 10 kali. Sakura terkulai lemas di pelukan Mysth, iblis itu memeluk Sakura dengan erat bagai tidak akan pernah kembali ke masa ini.


"Aku mencintaimu," bisik Mysth di telinga Sakura.


"Apa kau pernah bercinta dengan wanita lain?" tanya Sakura tiba-tiba.


Mysth menatap Sakura heran, bagaimana mungkin ia bercinta dengan wanita lain jika yang hanya ia masuki hanyalah Sakura.


"Tidak pernah," jawabnya singkat.


"Maafkan aku," ucap Sakura lagi.


"Untuk?"


"Karena aku bercinta dengan Lazark terlebih dahulu daripada denganmu," jawab Sakura Lirih.


"Tidak masalah, Lazark adalah temanku. Setidaknya ia juga mencintaimu sama halnya denganku," jawab Mysth lalu mencium leher Sakura.


Setelah istirahat beberapa lama, Mysth dan Sakura kembali bercinta sampai hari menjelang malam. Terus dan terus sampai Sakura benar-benar kelelahan Mysth akan berhenti lalu beristirahat, tidak lupa makan siang dan malam pun mereka di perpustakaan pribadi Sakura.


Sakura benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi, cintanya yang dulu ia pendam kepada Mysth, membuatnya takut akan ditolak oleh Iblis tampan itu. Akan tetapi, Mysth-lah yang nyatanya mencintai Sakura saat Sakura lahir di dunia.


"Sangat mencintaimu," bisik Mysth di telinga Sakura sambil menghentakkan tubuhnya dengan keras.


Membuat Sakura kembali mendesah. Hari ini yang Mysth tunggu-tunggu. Bisa memeluk Sakura dengan erat sambil bercinta seharian. Cintanya tidak pernah hilang. Cintanya terus tumbuh dan saat ini sudah mekar menjadi bunga cinta abadi.


Setelah sudah mencapai puncaknya, hari menjelang malam. Sakura dan Mysth kembali ke kamar Sakura dan melanjutkannya di kamar mandi. Sambil membersihkan tubuh Sakura dan dirinya. Setelah selesai mereka melanjutkannya kembali di kingsize milik Sakura.


Lagi dan lagi, membuat Mysth tidak ingin melepaskan Sakura barang sedetik pun. Untuk yang kesekian kalinya Sakura dan Mysth mendapatkan pelepasannyanya. Sakura jatuh lemas dan merasa lelah. Tidak menunggu lama ia jatuh tertidur. Mysth tidak mengeluarkan miliknya dari liang kewanitaan milik Sakura. Iblis itu hanya menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut sambil memeluk Sakura dengan eratnya, lalu membisikkan sesuatu.


"Aku mencintaimu, Hime-sama."


 


 


***


 

__ADS_1


 


__ADS_2