Six Husband From Hell

Six Husband From Hell
Episode 33


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya, Sakura menghilang bagaikan ditelan kegelapan. Sebastian dan Nico mencari hilangnya sang Ratu Kerajaan Phanthom. Di sisi lain persiapan peperangan dari kelima kerajaan sudah selesai.


Hari ini, di mana hari peperangan dimulai. Puluhan ribu prajurit kerajaan sudah siap di depan kabut terlarang. Sedangkan Sebastian tidak menyiapkan bala tentaranya karena ia tidak membutuhkan bantuan untuk melawan lima kerajaan terkuat itu.


"My Lord, mereka sudah berkumpul di dekat kabut terlarang," lapor Nico dengan ketenangannya.


"Apa kau belum menemukan Ratuku?" Sebastian bangkit dari kursi singgasananya.


"Maafkan hamba, My Lord. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Lady Sakura di manapun," jawab Nico sambil menunduk.


"Sial, rencana kita telah gagal." Sebastian menghentakkan kakinya hingga membuat istananya bergetar.


"Lalu bagaimana dengan mereka, My Lord?" tanya Nico sedikit mundur karena Sebastian sudah menguarkan aura kegelapan di tubuhnya.


"Aku yang akan membereskan semuanya, kau jaga saja para rakyatku," titah Sebastian.


"Tetapi, My Lord." Sebastian menatap tajam Nico dan Nico hanya bisa menunduk takut.


Aura kegelapan semakin melingkupi tubuh Sebastian. Perlahan namun pasti Sebastian kembali ke wujud aslinya.


Iblis tampan itu menyeringai, tubuhnya seakan lebih ringan dengan memakai wujud dirinya yang sebenarnya. Tidak, ini hanyalah 25% dari wujud dirinya yang sebenarnya. Sebastian melangkah maju dan menghilang begitu saja dari hadapan Nico.


"Sial, hanya dengan auranya saja sudah membuatku lemas dan gemetar seperti ini," rutuk Nico sambil mencoba berdiri dan mengikuti Sebastian ke kabut terlarang.


Nico tidak bisa meninggalkan Tuannya begitu saja, meskipun pada akhirnya ia hanya dapat melihat pertarungan yang terjadi tanpa membantu Sebastian.


Sebastian berjalan dalam kabut putih terlarang dengan santai, sesekali ia menggerakan jemarinya untuk menghilangkan kabut putih yang ia buat. Setelah kabut putih itu benar-benar hilang, Sebastian berhenti melangkah dan menatap datar apa yang kini di hadapannya.


Puluhan ribu iblis terlihat dengan berbagai macam bentuk, sebagian dari mereka terbang untuk menyerang dari udara. Sebastian menyeringai keji.


"Kupikir kalian hanya akan membawa segelintir pasukan," sapa Sebastian pada lima Raja Iblis jauh di depannya.


"Kami tahu, kau bukan Iblis sembarangan," jawab Viper yang kini memakai wujud iblisnya.


"Yah, 40.000 tahun membuatku bosan menunggu akan datangnya kematianku," jawab Sebastian sambil terkekeh.


"Jadi, kau yang membuat kabut putih itu?" tanya Shine yang telah mengamati Sebastian dari awal kedatangannya.


"Entahlah, aku tidak mengingatnya," jawab Sebastian enteng.


"Sial! Kau mempermainkan Lord Orlando dalam kabut itu?" Viper menggertakkan rahangnya.


"Aku hanya melindungi kerajaanku dari Iblis seperti kalian," jawab Sebastian sambil tersenyum miring.


Seketika Kerajaan Phanthom semakin terlihat karena kabut yang dihilangkan Sebastian. Nico datang lalu berlutut di belakang Sebastian.


"My Lord," panggil Nico.


"Jaga kerajaanku jangan sampai ada yang menyentuh bahkan memasuki perbatasan,” titah Sebastian.


"Yes, My Lord," jawab Nico mengangguk patuh.


"Ahh ... jangan kau bunuh mereka yang mencoba menyerang perbatasan kerajaan, berikan mereka padaku atau kau tahan terlebih dahulu," lanjut Sebastian.


"Tetapi, My Lord."


"Aku harus menyegelnya, jika tidak ia akan menguasai tubuhku," jawab Sebastian tanpa menoleh ke arah Nico, Nico tercengang dan hanya bisa mengangguk patuh.


"Sudah selesai berbincangnya? Kami sudah lama menunggu," ujar Lazark mulai kesal.


"Baiklah, mari kita mulai pertunjukannya," jawab Sebastian sambil tersenyum simpul.


Seketika langit menjadi gelap, guntur saling bersahutan. Sebastian masih tetap diam di tempatnya tetapi kekuatannya yang dapat mengendalikan apa pun membuatnya hanya merapalkan mantra. Saat itu juga banyak iblis yang terkena sambaran petir dan menjadi abu.


"Sial! Tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya ia sudah membunuh ratusan iblis hanya dengan petirnya," umpat Lazark yang melihat para tentara kerajaan banyak terkena sambaran petir.


"Serang!!!" teriak Rozenth memerintahkan pasukan kerajaannya untuk melawan Sebastian.


Hoaaaahhh


Sebastian merentangkan tangan kirinya ke depan, seketika angin, api dan tanah bersatu seperti tembakan laser yang berasal dari tangannya itu meratakan lawannya di depan.


Ratusan pasukan iblis terpental jauh terkena serangan dari Sebastian. Derap langkah ribuan pasukan yang masih menghampiri Sebastian membuat tanah bergetar seperti gempa.


Tanpa mengatakan apa pun Sebastian menundukan sedikit kepalanya dan menajamkan pandangannya, menyeringai seram melebihi iblis-iblis yang berlarian ke arahnya.

__ADS_1


Saat para iblis terlihat semakin dekat Sebastian melangkahkan kakinya yang semakin lama semakin cepat berlari ke arah pasukan iblis.


Saat pasukan iblis hampir bertabrakan, mereka berteriak membangkitkan semangat mereka untuk membunuh Sebastian, hunusan pedang, ayunan morning star, tombak dan segala macam senjata siap menghantam tubuh Sebastian yang tepat berada di hadapan mereka.


Tiba-tiba aura kegelapan menyelimuti tubuh Sebastian seperti api yang berwarna hitam.


SWIINGG


Sebastian berteleportasi, menghilang dari pandangan ribuan pasukan yang menyerangnya dan membuat mereka melihat ke sekitarnya mencari keberadaan sang Raja Iblis.


Sebastian yang ternyata berteleportasi ke langit itu seketika meluncur dari langit tanpa disadari pasukan iblis di bawahnya. Spirit hitam yang menyelimuti tubuh Sebastian berubah menjadi ribuan anak panah yang melayang di sekitarnya hingga membuat langit semakin gelap.


Ribuan anak panah itu meluncur cepat ke arah para pasukan iblis dan salah satunya berubah menjadi tombak yang digenggam oleh Sebastian. Iblis tampan itu melesat dengan cepat dari langit.


Ribuan anak panah itu berhasil menusuk tubuh para pasukan iblis yang telah menyadari keberadan Sebastian. Pasukan iblis yang masih bisa bertahan dari hujaman anak panah itu tidak bisa bergerak sama sekali saat Sebastian melesat dengan tombaknya.


DUMMM


Ledakan itu membuat kerumunan pasukan iblis itu bertebaran ke segala arah, gelombang angin yang dihasilkan dari ledakan hunusan tombak yang menusuk tanah itu terasa hingga sisa pasukan yang belum menyerang.


Kawah besar terlihat sangat mengerikan saat kabut debu yang menyelimuti Sebastian mulai memudar, ribuan iblis itu mati secara mengenaskan dengan masih tertancap anak panah spirit hitam di tubuh mereka.


Perlahan spirit hitam itu memudar, Sebastian yang masih menggenggam tombak di tengah-tengah kawah ciptaannya mulai diserbu dan dikelilingi musuh yang masih bangkit. Wajahnya menyeringai kasar pada para iblis di hadapannya, seorang iblis yang paling depan menyerang dengan pedang yang siap ditebaskan pada Sebastian.


BUGHH


Sebuah pukulan bersarang di wajah iblis itu dan membuatnya terpental jauh, sesaat sebelum iblis itu terpental pedang yang berada di genggamannya direbut oleh Sebastian.


Sebastian berlari ke tengah kerumunan pasukan yang menyerangnya dengan menyibak beberapa pasukan iblis untuk membuka jalan bagi dirinya dengan menggunakan pedang yang ia rebut.


Sebagian pasukan berlari ke arah Nico, dan siap menyerang iblis itu.


TRANKK


TRANKK


TRANKK


Tubuh Sebastian sedikit mendongak saat berlari sembari menyerang musuh, setelah berada di tengah kerumunan itu Sebastian mengokohkan kuda-kudanya dan mulai membunuh satu persatu lawannya, tebasan-tebasan pedang itu menjatuhkan lawan-lawannya. Sebuah spirit hitam kembali keluar dan kini menjadi sebuah pedang, membuat Sebastian kini menggunakan dua buah pedang saat melawan ribuan iblis itu.


"Ah sial, kalian tidak boleh aku bunuh, itu titah Tuanku. Meski begitu ... datanglah padaku makhluk-makhluk bodoh!" dengus Nico seraya mengeluarkan pedang miliknya.


PRANKK


PRANKK


Ratusan hunusan pedang berhasil ditangkis oleh Nico. Beberapa pasukan berhasil ia buat lemah. Nico mengganti senjatanya dengan sebuah kunai yang disambungkan dengan seutas rantai besi, rantai itu menyala merah menunjukan jika benda itu sangat panas.


Nico menyerang kaki setiap pasukan iblis yang menyerangnya, sengaja ia lakukan agar membuat para iblis itu tidak dapat berdiri. Besi yang merah menyala dan sangat panas tentu saja dapat memotong benda apa pun bahkan kaki para iblis. Yang kini terlihat saling menyeret tubuhnya masing-masing karena sudah tidak memiliki kaki.


Ayunan kunai berantai itu terus berayun memutar bagaikan baling-baling baja tajam. Sudah sulit menghitung berapa jumlah kaki iblis yang terpotong. Nico terus menyerang berusaha agar tidak memakan waktu sebelum para iblis menumbuhkan lagi kaki mereka. Beberapa iblis mulai bisa bangkit menyerang.


"Ah sialan, kalian seperti kadal saja!"


SWING


SWING


Nico kembali membabi-buta menyerang iblis-iblis itu. Kini ia terlihat menyerang hampir seluruh tubuh setiap iblis itu, bukan hanya kaki, kini tangan pun menjadi sasaran kebuasan Nico.


"My Lord!!!" Nico berteriak kepada Sebastian jika iblis-iblis tanpa kaki dan tangan itu siap dikorbankan untuk Sebastian.


"Baiklah!" ucap Sebastian tanpa membalas teriakan Nico.


Seketika Sebastian yang lama telah bermain-main dengan para musuhnya itu, ia pun mengeluarkan jurusnya yang sangat mengerikan. Spirit hitam kembali menyelimuti tubuhnya dan seolah menjadi baju zirah berduri pada tubuhnya itu.


"HHHUUUAAAAAA!!!?" teriaknya sembari perlahan melayang dan seketika dia berputar dan membuat spirit hitamnya menjadi pedang raksasa, putaran tubuhnya membuat puluhan ribu pasukan itu mati terkapar dihempaskan oleh pedang raksasa yang berputar di tengah kericuhan.


Seketika ia berteleportasi saat melihat puluhan ribu pasukan musuh yang sudah terbujur kaku karena ulahnya. Tubuh Sebastian berteleportasi ke tempat Nico berada, spirit hitam dalam tubuhnya yang terlihat semakin kuat itu dengan sekejap mengangkat ribuan musuh yang sudah dibuat tidak berdaya oleh Nico itu ke udara.


Tangannya yang mengayun sejajar dengan ribuan musuh yang melayang di udara itu seketika diayunkannya ke arah musuh yang tersisa hingga membuat tubuh para iblis itu melesat cepat dan seperti hujan yang menghujani puluhan ribu musuh yang tersisa.


"Sebenarnya aku bisa menghabisi kalian semua dengan hanya kejapan mataku!" ucap Sebastian sarkasme.


"Sial!!!" dengus Viper.

__ADS_1


"Ternyata dia memang sangat kuat!" kali ini Lazark yang berbicara.


"Tidak perlu banyak bicara!!!" tukas Lazark, "kita habisi bedebah itu! Shine, Zen, bersiaplah!!" lanjutnya.


"Matilah kau!!!" dengus Shine yang ternyata sudah berlari ke arah Sebastian.


PRANNKK


Dua buah pedang saling menghantam satu sama lain. Sebastian hanya terkekeh saat menerima hantaman pedang itu.


SWIINGG


Keempat Raja lain tiba-tiba berada di sekitar Sebastian dan membuat Sebastian menjadi pusarannya.


"Apa kalian begitu takut melawanku satu lawan satu?" tanya Sebastian dengan senyum bengisnya.


"Haaa? Kami takut?" jawab Rozenth, "bukankah kau yang harusnya menjawab pertanyaan itu? Aku tahu kau sulit untuk dikalahkan, jika hanya satu lawan satu aku tahu dan tidak munafik jika kau akan menguras energi kami dan membunuh kami dengan cepat!!" lanjutnya.


"Hahaha ... para pecundang sedang bekerja sama rupanya!" tukas Sebastian.


"Tutup mulutmu itu!!" bentak Lazark.


Lazark datang menyerang pertama dari keempat raja yang lain. Ia mengeluarkan akar yang menjulur dari tangannya dan berusaha meraih tubuh Sebastian. Namun Sebastian berhasil menghindar dan mencincang akar itu.


Mysth yang berada di balik pandangan Sebastian langsung menyerang lawannya itu dengan hunusan pedang. Sebastian menghindari tebasan-tebasan pedang itu dengan gerakannya yang cepat.


BUGHH


Lengan Mysth berhasil dipukul dan membuat pedangnya terpental jauh.


BRAAKK


Sebuah pukulan bersarang di wajah Mysth dan sebuah tendangan Sebastian lesatkan ke arah perut Shine yang mencoba menyerangnya dari sisi lain. Sebastian diserang dari segala arah oleh kelima raja iblis. Namun, Sebastian yang memang lebih cekatan dari yang lain, iblis itu berhasil menghindari setiap serangan dengan mudah.


Seseorang melompat terbang dan melayang dengan pedang raksasa di tangannya.


BUUGGHH


Sebastian berhasil menyibak pedang raksasa yang digunakan oleh Viper itu menggunakan dark spirit yang berasal dari tubuhnya yang keluar. Seketika pedang dark spirit itu berubah menjadi lengan iblis yang sangat besar lalu kembali menjadi spirit yang menyala-nyala pada tubuh Sebastian.


"Siapa lagi selanjutnya?" Sebastian mendengus kasar.


"Biar aku yang menghadapinya sendiri!!" ucap Rozenth sembari berlari menyerang Sebastian.


"Pastikan kali ini kau bersungguh-sungguh menghabisinya, Rozenth!” ucap Mysth sembari menatap tajam ke arah Rozenth.


Rozenth berlari dengan sorot mata yang tajam dan mencoba menusuk pada mata Sebastian.


Aura kegelapan muncul saat Rozenth berlari ke arah Sebastian, kakinya perlahan melayang di atas tanah seraya perlahan tubuhnya berubah dimulai dari punggungnya yang mengeluarkan sayap kelelawar raksasa lalu berlanjut pada tubuhnya yang berubah drastis menjadi seekor naga buas.


RROOOAARR


Auman itu tidak menggetarkan sedikit pun rasa takut pada diri Sebastian.


"Sepertinya aku akan menikmati pertarungan ini!" desis Sebastian yang mulai membentuk spirit hitam miliknya menjadi sebuah sayap.


Keduanya saling terbang saling menerjang. Pukulan dan sambaran api membuat permandangan di area perang menjadi menyeramkan. Pertarungan keduanya sangat sengit, Rozenth yang membusungkan dadanya dan terbang sedikit menjauh dari Sebastian itu mulai menghembuskan napas apinya.


WUUSSHH


"Apa yang kau bakar, Bodoh?!" ujar Sebastian yang entah sejak kapan sudah berada di balik punggung Rozenth.


Seketika Sebastian mencabik tubuh naga Rozenth dengan pedang yang dibuatnya dari spirit hitam miliknya.Keduanya bertarung sembari terbang ke angkasa, keduanya berputar-putar saling menyerang satu sama lain.


Tanpa mereka sadari posisi mereka kini sudah menembus awan. Sebastian yang terlihat berada di genggaman kedua tangan naga Rozenth itu berusaha lepas dari posisinya.


 


 


***


 


 

__ADS_1


__ADS_2