
Di Kerajaan Phanthom...
Seperti biasa sang Raja selalu duduk di singgasananya dengan segala keagungan yang ia miliki. Menunggu dan terus menunggu si pujaan hati sampai datang menghampirinya.
Sang Raja dikenal sebagai Malaikat berwujud Iblis. Kemurahan hatinya dan kebaikan hatinya layaknya malaikat akan tetapi, ia tetaplah iblis. Kerajaan Phanthom memang unik. Sejak zaman leluhur mereka masih hidup, kehidupan mereka semua layaknya para manusia di bumi. Mereka tidak menerapkan tugas para iblis sesungguhnya karena itu, Kerajaan Phantom menutup diri dari kerajaan iblis lainnya. Kesombongan, keangkuhan, kesesatan bahkan kejahatan tidak pernah dilakukan rakyat Kerajaan Phanthom.
Kerajaan Phanthom memiliki beberapa kebijakan, jika ingin hidup layaknya manusia tinggal dan hidup tenanglah di Kerajaan Phanthom. Dilarang keras untuk menyesatkan manusia, sesama iblis bahkan makhluk klan lainnya. Bahkan jika sampai membunuh siapapun itu menjadi abu adalah hukuman mereka.
Kerajaan Phanthom juga dikenal sebagai Kerajaan Hantu, karena letak lokasi kerajaan itu tidak terdeteksi bahkan tidak ada yang pernah memasukinya. Untuk menjaga rakyatnya akan gangguan dari iblis kerajaan lain, sang Raja terdahulu membuat kabut labirin yang terletak agak jauh dari batas Kerajaan Phantom. Jika ada yang berani memasuki kabut labirin, sudah dipastikan tidak akan pernah bisa keluar tanpa izin dari sang Raja. Karena itulah, iblis lain tidak mengetahui jelas tentang Kerajaan Phanthom. Yang berhasil masuk hanyalah rakyat Phanthom yang memiliki tatto di dada kiri mereka yang bergambar lambang Kerajaan Phanthom. Dan tatto tersebut dapat membimbing mereka ke jalan yang benar untuk masuk ke Kerajaan Phanthom melewati kabut labirin.
Pernah suatu kali, Maharaja nekat menerobos masuk kabut labirin. Maharaja adalah Raja dari para Raja iblis yang berkuasa atas dunia iblis.
~Flashback On~
Maharaja yang penasaran tentang rumor adanya Kerajaan Phanthom, nekat memasuki kabut labirin yang terlihat sangat pekat. Bahkan dengan kekuatan terbesarnya kabut itu tidak hilang. Dalam pertemuan antar para Raja Iblis, Raja dari Kerajaan Phanthomlah yang paling misterius keberadaannya. Karena tidak pernah menampakkan diri dan hanya memperlihatkan siluet wajah di dalam bayangan hitam, terlihat iris ruby yang menyala dengan dua tanduk.
Sang Maharaja pun nekat memasuki kabut itu dan selama 7 hari ia tidak bisa keluar dari kabut bahkan tidak menemukan Kerajaan Phanthom.
Seorang Iblis tampan berwujud manusia tengah memasuki sebuah ruangan yang mewah dan terlihat seperti singgasana. Terlihat seorang Iblis dengan angkuhnya duduk tepat di kursi singgasana dengan tatapan datar dan senyum mengejek di wajahnya.
"My Lord, ada sebuah pesan dari dewan Kerajaan Maharaja untuk Anda,"ucap Iblis itu setelah bersujud hormat pada sang Raja.
"Mereka meminta tolong untuk membebaskan Maharaja itu, bukan?" jawab sang Raja.
"Benar, My Lord. Anda sudah seminggu ini mempermainkan Maharaja itu di dalam kabut. Akan menjadi masalah jika mereka tahu Anda mempermainkannya," jawab Iblis itu.
"Kau tahu, mempermainkan Iblis itu sangat menyenangkan. Tenang saja, aku tidak akan membunuhnya. Aku tidak ingin menjadi penggantinya jika ia mati," jawab sang Raja sambil terkekeh.
Iblis itu hanya terkekeh mendengar jawaban dari sang Raja. Ia mengakui jika kekuatan Rajanya lebih tinggi dari sang Maharaja, tetapi sang Raja tidak ingin menjadi Maharaja, karena sang Raja tidak ingin membuat dunia iblis menjadi gempar akan keberadaannya.
"Baiklah aku akan melepaskannya. Tetapi aku sendiri yang akan datang ke sana. Sangat tidak sopan jika ia dijemput dengan bawahanku saja," lanjut sang Raja, lelaki iblis yang terlihat sebagai tangan kanan sang Raja itu pun hanya mengangguk.
"Sial, sudah berapa lama aku di sini dan tidak bisa menemukan kerajaan itu. Dengan kekuatanku saja tidak bisa menghilangkan kabut ini. Bahkan teleport pun tidak bisa digunakan ditambah para monster yang haus akan darah selalu bermunculan. Sebenarnya apa yang terjadi di sini?!" gerutu sang Maharaja.
Sang Maharaja memilih mengistirahatkan dirinya sejenak. Beberapa saat kemudian terlihat lingkaran sihir yang terbentuk tidak jauh darinya. Maharaja itu hanya mengernyitkan dahinya melihat apa yang terjadi dengan lingkaran sihir yang terbentuk.
Detik berikutnya muncullah dua iblis berwujud manusia dengan segala ketampanannya. Maharaja itu hanya mengernyitkan dahinya melihat kemunculan kedua iblis tersebut.
"Kau...,"
__ADS_1
"Maafkan keterlambatan kami, Lord Lucifer. Saya adalah Raja dari Kerajaan Phanthom. Dewan Kerajaan meminta tolong padaku untuk mengeluarkan Anda dari kabut ini," jawab lelaki iblis itu.
"Tidak seterlambat itu. Panggil saja aku dengan Orlando, dalam keadaan seperti ini membuatku tidak suka berbicara formal. Apakah kau bisa keluar dari kabut ini? Sebelum para monster haus darah itu kembali lagi," jawab sang Maharaja.
"Tentu saja, My Lord. Karena saya yang membuat kabut ini. Baiklah dengan kedatangan Anda sangat tidak terduga, sebaiknya kita ke Kerajaan Phanthom terlebih dahulu," jawab sang Raja sambil tersenyum.
Orlando hanya mengangguk, lelaki iblis yang diketahui tangan kanan sang Raja Phanthom membuat teleport kembali dan mereka menghilang begitu saja. Mereka muncul tepat di gerbang perbatasan wilayah kerajaan. Betapa takjubnya Orlando ketika memasuki wilayah Kerajaan Phanthom.
"Apa aku di surga?" gumam Orlando dengan mata membulat.
"Tentu tidak, inilah wilayah Kerajaan Phanthom, My Lord," jawab sang Raja sambil terkekeh.
"Pantas saja kau dijuluki Malaikat berwujud Iblis. Ternyata ini yang kau perbuat dengan kerajaanmu sendiri?!" ucap Orlando dan hanya mendapat kekehan dari sang Raja Phanthom.
"Bisa dibilang seperti itu, saya sudah hidup selama 40.000 tahun. Dan saya tidak bosan melihat kerajaan saya yang seperti ini," jawab sang Raja, Orlando kembali membulatkan matanya.
"Kau bahkan jauh lebih tua dariku, apa ini wujud aslimu?" tanya Orlando menatap tidak percaya.
"Saya tahu, Anda berusia 18.000 tahun. Tentu saja ini wujud asli saya, saya tidak ingin bertindak tidak sopan di depan Anda dengan memakai wujud palsu," jawab sang Raja, Orlando hanya terkekeh mendengar penjelasan sang Raja.
Saat mereka diperjalanan menuju ke istana, para iblis yang bertemu mereka di jalan bersujud hormat dengan senyum mereka di wajah mereka. Karena terakhir kali sang Raja menampakkan dirinya itu sekitar 1000 tahun yang lalu.
Sesampainya di Istana Kerajaan Phanthom. Orlando disambut dengan hangat oleh para petinggi Kerajaan. Orlando tidak habis pikir dengan budaya di Kerajaan Phanthom. Istana Kerajaannya seperti kerajaan Iblis akan tetapi, desa dan kota milik Kerajaan Phanthon bagaikan tempat tinggal para malaikat.
"Saya ingin membuat perjanjian dengan Anda, Lord Orlando," ucap sang Raja setelah mereka berdua puas berkeliling di dalam istana.
"Perjanjian seperti apa yang kau inginkan?" jawab Orlando sambil menaikkan satu alisnya.
"Saya ingin semua iblis tidak mencoba masuk ke dalam kabut itu atau mereka akan hilang dan mati di dalam kabut. Saya tidak ingin Kerajaan Phanthom terusik dengan Iblis lain yang ingin memperluas daerah kekuasaannya. Saya hanya ingin hidup tentram," jawab sang Raja.
"Tentu saja, aku akan membuat daerah kabut itu menjadi daerah terlarang. Tetapi, akanku umumkan kedatanganku ke semua kerajaan dan memperjelas dengan adanya Kerajaan Phanthom yang kini jelas menempatkan posisi terbesar kedua di dunia iblis setelah wilayah Kerajaan Lucifer," jawab Orlando.
"Baiklah, jika itu keinginan Anda, My Lord," jawab sang Raja sambil menunduk hormat.
"Sepertinya aku tidak melihat Ratumu sedari tadi, apa Beliau sedang sibuk?" tanya Orlando.
"Saya belum memiliki Ratu, tetapi saya sudah menemukan pujaan hati saya, My Lord," jawab sang Raja sambil tersenyum.
"Begitukah? Baguslah kalau begitu, seharusnya di usiamu yang setua ini sudah memiliki cicit," gurau Orlando, sang Raja Phanthom hanya terkekeh mendengar gurauan Orlando.
__ADS_1
Mereka tertawa bersama, tidak lama setelah itu Orlando ingin kembali. Dengan terpaksa Orlando hanya diantar dengan tangan kanan sang Raja. Karena tiba-tiba kesehatan sang Raja memburuk.
"Siapa namamu?" tanya Orlando saat dalam perjalanan keluar wilayah perbatasan Kerajaan.
"Nama hamba Nico Esmer, My Lord," jawab tangan kanan sang Raja.
"Aku ingin bertanya padamu beberapa hal," Orlando megangguk dan kembali berbicara.
"Silahkan, My Lord," jawab Nico sesopan mungkin.
"Apa kau tahu alasan mengapa Lord Phanthom tidak mau menjadi Maharaja? Aku tahu kekuatannya jauh di atasku," tanya Orlando penasaran.
"Seperti dengan julukan yang diberikan semua Iblis padanya, My Lord. Lord Phanthom atau Malaikat berwujud Iblis, Lord Phanthom tidak suka dengan peperangan dan tidak suka diusik. Lagipula tidak semua Iblis menyukai kedamaian seperti yang dibuat Lord Phanthom, bahkan Lord Phanthom tidak mengikuti leluhur kita untuk menjerumuskan manusia. Lord bahkan membantu para manusia karena itu, pasti para Iblis tidak akan mengakuinya. Itulah mengapa Lord Phanthom tidak ingin menjadi Maharaja. Bahkan dirinya tidak ingin diketahui banyak Iblis," jawab Nico panjang lebar.
Orlando hanya mengangguk mengerti, mereka kembali berjalan tanpa berkata apa pun lagi, hingga mereka sampai di luar kabut. Banyak prajurit dan para Dewan yang menanti kembalinya sang Maharaja dari luar kabut. Mereka sempat terkejut dengan kedatangan Orlando bersama dengan seseorang Iblis.
"Ucapkan terima kasihku untuk Lord Phanthom," ucap Orlando kepada Nico.
"Yes, My Lord. Kalau begitu hamba permisi," pamit Nico dan diberi anggukan oleh Orlando.
Nico menghilang saat tubuhnya kembali memasuki kabut. Setelah kejadian itu, Orlando memberikan pengumuman bahwa adanya Kerajaan Phanthom dengan menjadi kerajaan terbesar kedua setelah Kerajaan Lucifer. Dan dilarang keras memasuki kawasan Kerajaan Phanthom yang diselimuti kabut putih.
~Flashback Off~
"Nico, bagaimana menurutmu tentang Istriku?" tanya sang Raja.
"Aku sudah bertemu dengan Ratu, beliau sangat lucu. Ratu tidak menyadari kehadiranku," jawab Nico.
"Apa menurutmu dia cantik?" tanya sang Raja.
"Apa yang kau tanyakan? Itu tidak perlu jawaban. Orang buta pun bisa mengetahuinya. Ratu sangatlah cantik sampai ia menutup wajahnya pun sudah terlihat sangat jelas," jawab Nico menggebu-gebu.
"Apa aku pantas untuknya?" tanya sang Raja kembali.
"Tentu saja, meski kau Tuanku yang sangat menyebalkan, kau tetaplah temanku juga. Aku sudah melihat banyak gadis dan wanita. Dan hanya Ratu Sakuralah yang sangat cocok denganmu. Dan Ratu pun hanya cocok bersanding denganmu," jawab Nico.
Sang Raja merasa lega mendengarnya, ia semakin yakin dan semakin ingin cepat membawa Sakura Michaelis, Ratu Kerajaan Phanthom menduduki tahtanya di dunia Iblis.
"Aku akan pergi ke dunia manusia untuk bertemu dengannya kembali." putus sang Raja lalu berjalan keluar ruang singgasananya.
__ADS_1
Nico hanya diam sambil tersenyum melihat tingkah Tuannya yang akhirnya kembali memiliki cinta.