
Hari yang ditunggu-tunggu para Pangeran pun tiba. Persiapan pesta pernikahan pun sudah selesai. Tidak ada masalah sampai saat ini. Bisa dibilang begitu, kecuali ketika Sakura sehari yang lalu berusaha untuk kabur.
Sangat disayangkan, ia tertangkap oleh mereka para Pangeran. Dengan mudah mereka menangkap Sakura. Dengan berakhir mereka terpaksa harus mengancam Sakura. Mereka belum mengerti mengapa Sakura kabur dan di matanya seperti membenci para Pangeran. Apa yang terjadi?
Saat ini Sakura telah selesai dirias oleh salah satu pelayan wanita. Sakura menyuruhnya keluar dan pelayan itu menurutinya. Jika kalian tahu penjaga di depan pintu ada 5 Iblis untuk menjaga Sakura agar tidak kabur.
Sakura bangkit dari tempat duduknya sambil memegang seikat bunga dan berjalan ke arah jendela besar. Terlihat sekali Sakura sangat cantik di hari pernikahannya ini. Lagi-lagi Sakura melamun, mengingat apa yang terjadi kemarin. Sangat menyayat hatinya dan kepercayaannya terhadap para Pangeran. Apa yang ia rasakan saat ini hanyalah rasa benci, rasa yang teramat benci. Jika ia bisa membunuh, ia akan sangat senang hati langsung membunuh keenam Pangeran itu
.
~Flashback On~
Sakura melangkahkan kakinya mengelilingi mansion besar milik Leonardo. Menghilangkan gelisah dan jenuh yang mengarungi isi kepalanya.Bersantai sesaat mungkin tidak akan merugikannya.Kedua kaki kecilnya melewati lorong- demi lorong, kamar demi kamar hingga tanpa sadar ia telah sampai di sebuah ruangan yang membuatnya berhenti melangkah.
Terdengar beberapa orang berbicara di ruangan itu. Sakura mendekatinya dan mencoba mendengarkan dari luar. Sakura mengenal suara-suara itu dan mencoba konsentrasi untuk mendengarkan percakapan mereka.Mereka adalah para pria yang akan dijodohkan dengannya.
"Jangan sampai ada yang mengganggu proses pernikahan kita, untuk pesta, aku sudah menyiapkannya." ujar Viper.
"Kita akan mendapat kekuatan itu setelah proses pernikahan. Ini sangat menyenangkan. Lalu, setelah itu kita apa kan Hime?" kali ini Shine yang berbicara.
"Kita hanya perlu membuatnya jatuh cinta pada kita, setelah sudah kita pun akan mendapatkan kekuatan lebih, seperti dalam ramalan itu." jawab Shin.
"Setelah apa yang kita dapatkan kita hanya perlu mendapatkan Putra Mahkota dari Hime. Setelah selesai kita bisa membuang Hime." kata Viper.
"Mysth, apa kau benar-benar mencintainya?" tanya Lazark.
"Tidak, aku hanya perlu kekuatan itu lalu terserah kalian mau apa kan dia," jawab Mysth dingin.
Seperti tersambar petir mendengar Mysth berbicara seperti itu. Tubuh Sakura gemetar seketika, menahan amarah dan juga benci yang kini memuncak.
"Kau kejam seperti biasanya, Mysth," kata Shin.
"Kita adalah Iblis, dan Hime hanyalah manusia biasa. Aku tidak memerlukan sesuatu yang pasti akan mati dengan cepat. Lagipula Iblis tidak bisa mencintai," jawab Mysth dengan mudahnya.
Sakura menundukkan wajahnya, ia benar-benar telah salah menilai orang lain.Seharusnya ia tidak tidak terjebak dalam cinta masa lalunya.
"Cinta adalah suatu kutukan bagi Iblis, kita hanya memiliki nafsu. Selama kau tidak merasakan cinta, kita bisa membuang Hime, jika kita merasakan cinta kepada Hime ... kalian tahu apa yang harus kalian lakukan, bukan?" suara Viper kembali terdengar.
Sakura membalikkan tubuhnya, dengan gontai ia berjalan untuk kembali ke kamarnya.Memasuki kamar yang luas, Sakura memilih duduk di sofa dekatdengan jendela.
"Sepertinya aku terlalu naif dan bodoh,” Gumam Sakura sambil menatap luar jendela.
“ Hahaha... seharusnya aku sadar dengan posisiku," gumam Sakura kembali sambil meredakan tangisanya.
Sakura mengepalkan kedua tangannya, tanpa banyak pikir lagi ia mengambil dompet miliknyadan berlari keluar rumah menuju tempat mobil pribadinya terpakir. Dengan wajah senyum seperti biasanya para penjaga tidak ada yang mengetahui ika dirinya akan melarika diri.
“Nona, ini sudah lama, apa Anda ingin pergi ke suatu tempat?” tanya salah seorang penjaga gerbang itu.
“Aku ada urusan sedikit, sebelum tengah malam aku akan kembali,” jawab Sakura sekenanya dan tanpa ada yang curiga para penjaga itu membukakan gerbang besar mansion itu.
Sakura melesatkan mobilnya setelah pintu gerbang itu terbuka. Ini sudah malam, tidak ada kereta malam ini. Sakura melarikan mobil miliknya ke arah pantai. Mobilnya pasti dipasang sebuah GPS, karena itu ia harus ekstra hati-hati untuk memakainya. Sakura memberhentikan mobilnya di dekat pantai, membuka pintu dan berjalan keluaruntuk mencari sebuah tumpangan. Tidak berselang lama sebuah mobil barang melintas di hadapannya.
"Nona, ini sudah malam. Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini?" tanya supir itu.
__ADS_1
"Aku ingin pergi ke bandara, apa Anda bisa mengantarku? Aku akan memberi Anda sejumlah uang," jawab Sakura dengan wajah sedikit memelas.
Orang itu terlihat seperti berpikir tapi, sesaat setelahnya ia memberikan senyuman.
"Baiklah Nona, naiklah," jawabnya.
Sakura langsung saja menaiki kursi penumpang, mobil itu itu pun kembali melesat menuju bandara.Di Bandara tersebut helykopter miliknya terparkir tanpa ada yang mengetahui.
“Nona, kau menghubungiku secara mendadak. Apa terjadi sesuatu di cabang perusahaanmu?” tanya seorang pria yang sudah pasti ia adalah pilot milik Sakura.
“Ya, kita pergi ke pulau pribdiku terlebih dahulu. Aku akan memanggilmu lagi jika urusanku di pulau milikku sudah selesai.” jawab Sakura dan pria itu hanya mengangguk.
Mereka berangkat dan meninggalkan bandara.Membutuhkan waktu 35 menit untuk sampai, setelah sampai Sakura langsung saja memasuki mansionyang hanya di ketahui Sean dan dirinya.Tidak ada yang mengetahui jika pulau kecil dengan mansion besar itu adalah milik Sakura.
Memasuki sebuah kamar, Sakura merebahkan tubuhnya dengan mata terpejam. Ia lelah dan sangat lelah.
Pagi hari para Pangeran mendatangi kamar Sakura. Akan tetapi terkunci, beberapa kali dipanggil lewat interkom tidak ada jawaban. Lazark langsung mendobrak pintu dan betapa terkejutnya mereka tidak ada seorang pun di dalam kamar.
"Aku mencium aroma tubuh Hime tetapi, sangat jauh. Sepertinya di luar pulau ini," ujar Rozenth.
"Hime melarikan diri," jawab Shin.
"Apa ia mendengar pembicaraan kita?" tanya Shine.
"Sepertinya, cepat cari Hime," titah Vipermereka menghilang dalam sekejap.
Pagi yang indah, Sakura membuka matanya dan bergegas membersihkan tubuhnya. Ia tidak bisa berlama-lama di tempat itu, Sean sudah pasti dapat menemukan dirinya dengan mudah.
Sakura menuruni tangga yang menuju ke arah dapur besar, para pelayan selalu datang 2 hari sekali dan hari ini sepertiya mereka tidak datang. Di bukanya lemari pendingin dan ia emndapatkan banyak bahan makanan segar tersaji di sana.
“Apa bunuh diri itu begitu menyakitkan?”gumam Sakura.
Plaakk
Tiba-tiba saja tangannya terpukul hingga menjatuhkan pisau itu.
"Ehh...," Sakura menoleh dan mendapati lelaki bersurai kuning keemasan itu menatapnya tajam
"Mysth...," Sakura membulatkan kedua matanya.
‘Mengapa tiba-tiba ia di sini? bagaimana ia bisa menemukanku? Sial, harusnya aku cepat-cepat pergi dari sini.’
Plaaakkk
‘Tiba-tiba Mysth menamparku, tunggu. Ini sakit, pipiku merah seketika. Kulihat di sampingku sudah ada mereka, yang lain juga datang. Apa yang mereka lakukan di sini? Dan lagi mengapa Mysth menamparku? Harusnya aku yang menamparnya.’
"Apa yang kau lakukan?!" bentak Mysth.
‘Aku hanya diam tidak menjawab, kulihat yang lain sudah memakai earphone. Ugh, sial jadi hanya aku yang bisa mendengar bentakan Mysth?’
"Hime-san, kami tahu kau mendengar pembicaraan kami. Mengapa kau lakukan itu sampai sejauh ini?" tanya Rozenth.
‘Tunggu, aku tidak mengerti yang mereka maksud. Aku kan hanya pergi, meninggalkan mereka. Tetapi ekspresi mereka berbeda.’ Sakura mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kami tahu, kau pasti sangat sakit hati pada kami. Maafkan kami, kami berjanji tidak melakukan itu padamu, Hime. Tolong jangan lakukan itu lagi," kata Shin.
"Jika, kau ingin bunuh diri lagi. Akanku pastikan Ayahmu hidup menderita sampai mati," Mysth berkata sambil mencengkram bahuku.
"Heh?! Bunuh diri?" jawab Sakura sambil mengusap-usap pipinya yang ditampar Mysth.
‘Sungguh ini masih menyakitkan dan panas, kupikir ia menamparku memakai kekuatan iblisnya itu. Dasar iblis, tidak bisakah menamparku dengan sedikit pelan tanpa kekuatan iblisnya.’ batin Sakura yang merasa kesal.
"Hime, kau benar-benar membuat kami frustrasi," kata Viper sambil berjalan mondar mandir.
‘Mereka pikir aku akan bunuh diri?!’nyaris saja Sakura ingin tertawa.
"Apa-apaan kalian itu?! Siapa yang ingin bunuh diri?! Kalian pikir dengan kekejaman kalian dengan memperalatku membuatku sakit hati lalu membunuh diriku? Apa kalian pikir, kalian sebegitu berharganya untukku? Jangan terlalu percaya diri! Kalian hanya membuatku muak dan tidak lagi ingin melihat wajah kalian. Membunuh diriku sendiri itu terlalu bagus untuk kalian. Dasar Iblis !!!" jawab Sakura lalu pergi meninggalkan mereka yang terdiam.
“Apa-apaan mereka itu, menyebalkan. Aku harus pergi dari sini juga” Sakura mengambil dompet miliknyalalu bersajalan ke arah pintu.
Saat ia membuka pintu kamarnya untuk pergi dari mansion ini, Mereka berenam ada di depan pintu kamarnya.
"Ohh, shit.. ada apa lagi?! Menyingkir dari depanku. Aku tidak ingin melihat wajah kalian, dan satu lagi. Pernikahan kita batal," ujar Sakura sambil menerobos melewati mereka.
Tidak tinggal diam, Viper menarik lengan Sakura hingga membentur dada bidangnya.
"Pernikahan kita akan berlangsung besok, aku tidak ingin ada penolakan. Atau kau mau Ayahmu menderita seumur hidupnya?!" ancam Viper.
"Kau.. benar-benar-"
"Cukup. Kau akan tinggal di dunia iblis sekarang. Tidak ada penolakan, ingat! Ayahmu yang akan menjadi taruhannya," potong Viper.
Saat itu juga Sakura dibawa mereka dan di tempatkan di istana Viper.
~Flashback Off~
"Apa ada yang lebih buruk dari ini?" ucap Sakura lirih.
"Hime-sama," panggil Mysth.
Sakura menjawabnya hanya dengan melirik sedikit ke arah Mysth.
"Kau cantik sekali, Hime-sama," kata Mysth.
Sakura terdiam melihatnya seseorang yang memanggilnya 'Hime-sama'. Yang memanggilnya seperti itu hanyalah Mysth. Akan tetapi, orang itu bukanlah Mysth.
"Siapa kau?”
***
__ADS_1