Six Husband From Hell

Six Husband From Hell
Episode 11


__ADS_3

Dunia iblis...


Seperti biasanya, di tempat ini selalu gelap. Meski ada sinar namun, kegelapannya tak pernah hilang.


Di sebuah kastil megah, seorang iblis berjalan dengan angkuhnya melewati lorong yang cukup panjang dan menghabiskan waktu. Para pelayan yang bertemu dengannya, menunduk memberi hormat.


Tentunya mereka tahu siapa yang kini tengah dengan bebasnya berlenggang masuk ke wilayah Istana Kerajaan Lucifer.


Iblis itu sampai di depan pintu yang sangat besar dengan 4 penjaga di depannya. Penjaga itu menunduk hormat dan membukakan pintu untuk iblis itu. Memasuki sebuah ruangan singgasana, sang iblis bersimpuh di hadapan seorang Raja Iblis yang tengah duduk di singgasananya.


"Hormat hamba kepada Raja Anthonious Lucifer," ucapnya.


Sang Raja hanya mengangkat sedikit tangannya.


"Ada apa, Viper?" tanya sang Raja.


"Ini urusan pribadi, apakah aku boleh membicarakannya di sini?" jawab Viper sambil bangkit berdiri.


"Tentu, katakanlah," jawab sang Raja.


"Ayah, aku ingin mengadakan pernikahan 3 hari lagi tepat pada bulan purnama," jelas Viper.


Anthonious hanya tersenyum samar, ia tahu hari itu akan datang, di mana putranya akan menjalankan ramalan itu. Tetapi sayangnya, istri dan juga putrinya tidak percaya dengan ramalan yang diberikan sang peramal istana.


"Apa kau yakin dengan gadis manusia itu, Viper?" tanya sang Raja.


"Aku sangat yakin, Ayah. Dialah sumber kekuatan terbesar. Aku akan pastikan itu," jawab Viper percaya diri.


"Tapi, tolong lepaskan Adik dan Ibumu dahulu. Baru kau boleh menikah dengan gadis manusia itu," jawab sang Raja sambil menghembuskan napas kasar.


"Tidak akan! Aku tidak ingin ada keributan saat pernikahan kami. Akanku lepaskan mereka berdua tapi, setelah pernikahan selesai," jawab Viper.


"Tapi, Viper-"


"Bersyukurlah aku tidak membunuh mereka berdua. Aku akan melepaskan mereka berdua, aku berjanji. Tetapi, jika mereka melakukan hal bodoh lagi. Aku tidak segan-segan membuatnya menderita sampai mati," potong Viper, rahangnya mengeras menandakan kekesalan yang ia pendam.


"Baiklah, lakukan sesukamu," jawab sang Raja pasrah.


Kesalahan sang istri dan anak keduanya benar-benar fatal akan tetapi, Viper masih mengampuni mereka. Walaupun dengan kemungkinan Viper tidak mendapatkan kekuatan dari Sakura.


Viper meminta izin undur diri dan meninggalkan ruangan itu. Pangeran Iblis itu benar-benar membenci ibu dan adiknya. Hanya karena ayahnya memohon untuk tidak membunuh ibu dan adiknya akhirnya, Viper hanya memasukkan mereka berdua ke dalam penjara, dipasung dan dijaga ketat oleh pasukan pribadinya.


"Jack!" panggil Viper setelah masuk ke dalam kamar miliknya.


"Yes, Your Highness," jawab Jack berlutut di belakang Viper.


"Atur semua pesta pernikahan dan ritual, sekarang," Viper memberi titahnya kepada Jack tanpa melirik sedikit pun ke arah pria itu.


"Yes, your Highness," jawabnya lagi lalu menghilang.


Viper kembali ke mansion Sakura, tidak ada tanda-tanda keberadaan Pangeran yang lain, termasuk Mysth yang suka sekali menempel pada Sakura.


Tengah hari di dunia manusia. Terlihat Sakura berada di taman sedang menikmati tehnya bersama Sean yang sedang berdiri di sampingnya.


Viper menghampiri Sakura dengan langkah santainya.


"Tuan Viper, selamat datang dan selamat siang," ucap Sean mengetahui kedatangan Viper.


Viper hanya tersenyum samar, lalu mendekati Sakura dan duduk di sebelahnya.


"Saya akan meninggalkan Anda berdua, Tuan Viper tolong jaga Nona. Saya permisi," ucap Sean mengetahui situasi yang mengharuskan ia harus pergi dari sana, lelaki itu melangkah pergi meninggalkan dua sejoli yang tidak akrab itu.


"Ada apa?" tanya Sakura tanpa basa-basi.


"Tidak ada, hanya saja aku merindukanmu," goda Viper.


"Jangan membuatku muak," jawab Sakura dingin.


"2 hari lagi kita akan menikah," jawab Viper akhirnya memilih mengatakannya.


"Kenapa kau percepat?" tanya Sakura tidak terima.


Sakura yang tadinya tidak menoleh sedikit pun kini langsung menoleh dan menatap tidak suka ke manik tosca Viper.


"Ini keputusan kami, dan kau tidak bisa menolak,"jawab Viper sinis.

__ADS_1


"Kau dari dulu selalu saja seperti ini," bentak Sakura.


"Karena aku mencintaimu, aku jadi seperti ini," Viper menaikkan 2 oktaf sekaligus.


Perkataan Viper membuat Sakura terdiam, ia mengepalkan tangannya menahan amarahnya. Agar tidak mencabik-cabik wajah tampan Viper.


"Maafkan aku," ucap Viper, Sakura masih terdiam.


"Aku tahu kau masih dendam dan membenciku. Aku mohon maafkan aku," lanjut Viper.


"Tetap saja kau tidak membunuh Adik sialanmu itu. Itu tidak akan mengubah apa pun jika kau masih tetap melindunginya," jawab Sakura lalu berjalan meninggalkan Viper.


Akan tetapi, Viper menarik pergelangan tangan Sakura lalu memeluk Sakura.


"Apa yang kau lakukan, Bodoh? Lepaskan aku!" tanya Sakura sinis sambil meronta-ronta di pelukannya.


"Aku merindukanmu di pelukanku, Hime. Tolong maafkan aku, aku sudah menghukumnya dan begitu pula Ibuku. Kumohon, bisakah kau lupakan itu semua? Aku akan memperbaikinya," jawab Viper sambil membenamkan wajahnya di leher Sakura.


"Hentikan ini semua, kau membuatku jijik padamu," Sakura mendorong tubuh Viper tapi, tidak berefek.


“Hime, kau tidak pernah mendengarkanku," bisik Viper di telinga Sakura.


Hembusan napas Viper membuat Sakura merinding. Iblis itu memeluk tubuh Sakura dan mulai menciumi leher Sakura. Tidak bisa menahan lagi, Viper membawa Sakura ke kamar Viper.


"Viper! Apa yang kau lakukan?" tanya Sakura cemas.


Viper hanya menyeringai lalu mengikat tangan Sakura di kepala ranjang dengan tali. Viper membuka jas miliknya dan hanya menyisakan kemeja yang kedua kancing atasnya terbuka.


"Tenang saja, aku tidak akan melakukan seperti yang mereka lakukan. Akan tetapi, ... jika kita sudah menikah, kau tidak boleh menolakku seperti sekarang, Hime," bisik Viper di telinga Sakura.


Sakura membeku, ia bahkan tidak ingin melihat wajah Viper akan tetapi, ia harus melayani Viper setelah menikah nanti.


"Jangan pernah menyentuhku, Viper," ucap Sakura dengan lantang.


"Aku tidak ingin mendengar itu dari mulut cantikmu itu, Hime," jawab Viper sinis.


Viper membuka eyepatch miliknya dan menampilkan mata merahnya pada Sakura. Seakan terhipnotis, Sakura menikmati setiap sentuhan yang diberikan Viper membuatnya ketagihan.


"Apa yang kau inginkan?" bisik Viper.


"Dirimu," jawab Sakura lirih, Viper menyeringai dan langsung saja melumat bibir manis Sakura dengan lembut.


Tatapan Sakura kosong, tubuhnya pasrah dan ia dapat merasakan sentuhan-sentuhan Viper. Pakaian Sakura dilepas oleh Viper, dipeluknya tubuh Sakura sangat erat.


"Aku mencintaimu," bisik Viper.


Viper kembali melumat bibir Sakura sambil meremas dada Sakura dengan lembut. Viper menahan nafsunya hari ini ia hanya sedikit bermain dengan Sakura.


Setelah puas bermain dengan Sakura, Viper melepas hipnotisnya. Dipakaikannya lagi pakaian Sakura dengan rapi, gadis itu tidak sadarkan diri setelah Viper melepas hipnotisnya.


Viper berjalan mendekati jendela besar yang menghubungkan ke balkon. Menatap matahari yang sudah condong menandakan sore hari. Sambil menyesap anggur di gelas miliknya yang entah dari mana sudah berada di tangannya.


Jack datang membawakan pesan bahwa persiapan sudah selesai. Dan sudah mengundang beberapa bangsawan dan kerajaan lain. Sedikit masalah terjadi saat pembagian undangan di kerajaan lain, karena beberapa kerajaan yang bekerjasama dengan kerajaannya tidak menyetujui pernikahan tersebut.


Viper mengabarkan Pangeran lainnya untuk menyelesaikan masalah dengan kerajaan lain. Viper tidak ingin ada kesalahan dan masalah sedikit pun saat nanti upacara pernikahan dilaksanakan.


 


***


 


Kerajaan Asmodeus.


Kerajaan yang terletak di bagian barat dunia iblis. Kerajaan yang sangat suka berperang dengan beberapa kerajaan yang menentang organisasi The Kings.


Lazark sudah memberitahukan kepada sang Raja dan Ratu, jika ia ingin menikah 2 hari lagi tetapi, ia mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan bangsawan.


"Pangeran, tolong dipikirkan kembali tentang pernikahan tersebut. Gadis manusia itu tidak pantas bersanding dengan Anda. Dan lagi ia mau menikahi 6 Pangeran sekaligus, sungguh tidak tahu diri," ucap salah satu menteri menyampaikan pendapatnya.


Detik setelah menteri itu bicara, menteri itu mati dengan badan yang hancur lebur dan menjadi abu. Semua orang yang di dalam rapat bergidik ngeri melihat itu. Raja dan Ratu hanya menggelengkan kepalanya.


"Kita kehilangan orang penting lagi," kata sang Raja lirih, sang Ratu hanya mengangguk.


Siapa lagi kalau bukan ulah Lazark yang tidak terima jika Sakura disebut seperti itu. Rahangnya sudah mengeras dan tampak sangat marah, seketika ruangan rapat itu didominasi aura Lazark yang sangat menyeramkan.

__ADS_1


"Jika ada yang menghina Hime lagi, kupastikan kalian mati saat itu juga. Keputusanku sudah mutlak. Dan untuk calon tunangan yang tidak tahu diri itu, jika ia berbuat sesuatu saat pernikahan maupun sesudah. Kupastikan ia akan menderita seumur hidup. Rapat ini selesai dan kalian pergilah," jawab Lazark sambil melangkah keluar ruangan.


Di Kerajaan Astaroth.


Kerajaan terbesar di bagian tenggara dunia iblis. Berdekatan dengan lautan, kerajaan yang menyukai kedamaian akan tetapi, suka menjajah kerajaan lain untuk memperbesar wilayah kerajaannya. Rakyatnya hanya sedikit dikarenakan pemilihan kualifikasi rakyat yang diharuskan kuat menurut kerajaan. Jika iblis itu lemah akan dibunuh atau dibuang ke kerajaan lain.


Tidak seperti di Kerajaan Asmodeus yang menentang pernikahan sang pangeran. Di Kerajaan Astaroth mendukung penuh tentang pernikahan Pangeran Shin. Pangeran satu-satunya dan Putra Mahkota, Raja dan Ratu Astaroth mendukung penuh keinginan sang Pangeran.


Dengan pernikahan ini bisa menjalinkan kerjasama antar kerajaannya dengan kerajaan tinggi lainnya. Dan diketahuinya Shin menikahi gadis manusia karena akan mendapatkan kekuatan. Maka mereka sangat mendukung keputusan sang Pangeran.


Di Kerajaan Leviathan.


Kerajaan terbesar di lautan di dunia iblis. Terletak di bagian selatan di bawah laut. Saat ini tidak ada siren di dunia iblis karena para siren mengungsi ke dunia manusia karena suatu hal.


Sama halnya dengan Shin, para bangsawan dan petinggi kerajaan menyetujui pernikahan Shine akan tetapi, mereka tidak mendukung pernikahan tersebut. Karena mereka lebih memfokuskan pada sang Putra Mahkota. Bagi mereka pernikahan Pangeran Shine tidak terlalu penting.


Dan Shine menyukai ketidakpedulian mereka.


Di Kerajaan Cimeries.


Kerajaan Cimeries terletak di bagian barat dunia timur dan paling besar di dunia iblis. Tidak ada matahari yang membantu penerangan, di sana hanya ada hujan petir yang sedikit membantu penerangan. Terkadang petir selalu menyambar iblis jahat dan membuatnya langsung masuk ke dalam neraka.


Keluarga Cimeries terang-terangan menolak pernikahan yang tidak masuk akal itu akan tetapi, Rozenth tidak mau ambil pusing. Ia menghabisi siapapun yang menentangnya. Termasuk sang Ratu ia bunuh karena tiba-tiba mengumumkan jika Rozenth telah bertunangan dengan Putri Shelena. Rozenth menegaskan ia tidak bertunangan dengan putri manapun. Dan akan segera menikah dengan seorang gadis manusia.


Sang Raja pun tidak bisa berbuat apa-apa, ia tidak ingin dibunuh oleh anaknya sendiri.


Di Kerajaan Azazel.


Kerajaan Azazel terletak di utara dunia iblis, di mana tempat ini selalu turun salju tiada henti ketika malam tiba. Suhu ketika malam akan menjadi ekstrim sekitar -100℃. Dan hanya beberapa kerajaanlah yang bisa bertahan di bagian utara dunia iblis.


Sebelumnya Shin sudah memberitahu keluarga Kerajaan Azazel tentang pernikahan sang Putra Mahkota, Pangeran Mysth. Tetapi, Mysth tetap dipanggil oleh sang Raja dan Ratu, kedua kakak Mysth tidak menerima pernikahan tersebut.


Ketika ditanya Mysth hanya mengangguk dan menggeleng, Shin bertugas menjabarkan jawaban Mysth dengan sabar. Sampai pada satu titik menyulut amarah Mysth, karena lagi-lagi kedua kakak Mysth menghina Sakura.


"Kami berdua tidak menerima gadis manusia bodoh itu menikah denganmu. Apalagi gadis jalang itu menikahi 6 Pangeran sekaligus. Dasar jalang!" ucap Davinci sarkas.


"JAGA UCAPANMU, DAVINCI AZAZEL," bentak Mysth.


Semua terdiam, beberapa pelayan yang mendengar suara Mysth langsung mati dengan darah yang keluar dari telinga. Sang Raja beruntung hanya pingsan, Ratu pun masih bisa bertahan mendengar bentakan Mysth. Davinci dan Ryzer hanya mengeluarkan darah dari telinga. Para penjaga pun mati. Bagaimana dengan Shin?


Shin sudah menyiapkan earphone miliknya sehingga tidak mendengar teriakan Mysth tadi.


"Mysth, kau hampir saja membunuh semua iblis di sini. Untung saja hanya para penjaga dan pelayan yang mati," gerutu Shin.


"Aku tidak suka ada yang menghina Hime-sama," jawab Mysth, Shin berjaga lagi memasang earphone di telinganya ia tahu Mysth akan kembali berteriak.


"Ku peringatkan kalian, jika melakukan sesuatu saat pernikahanku nanti atau menyakiti pengantinku. Akanku pastikan kalian mati saat itu juga," ucap Mysth menahan suaranya agar tidak berteriak.


"Kita kembali, Shin," lanjut Mysth lalu meninggalkan ruangan singgasana Raja diikuti oleh Shin.


 


***


 


Sakura terbangun dari pingsannya, ia melihat atap kamar dan menyadari jika itu bukan kamar miliknya. Matanya mengerjap-ngerjap sambil melihat sekeliling kamar dan mendapati Viper sedang berdiri di dekat jendela. Setelah itu ia mengingat apa yang terjadi sebelum ia pingsan.


"Viper...," panggil Sakura.


Viper menoleh, lalu tersenyum. Dihampirinya Sakura lalu duduk di samping Sakura. Sedikit mengelus kepala Sakura.


"Sudah malam, saatnya kau makan malam, Hime," ucap Viper sambil tersenyum.


"Aku akan tetap membencimu jika kau tidak membunuh Adikmu," jawab Sakura lalu turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar Viper.


Viper hanya terdiam, membunuh adiknya itu yang ia mau akan tetapi, ayahnya memohon untuk mengampuni adiknya.


"Akanku atur agar aku bisa membunuhnya. Tenang saja Hime," ucap Viper meskipun Sakura tidak mendengarnya sekalipun.


 


 


***

__ADS_1


 


 


__ADS_2