
Sakura berjalan gontai menuju mansion miliknya, ia mengingat jelas isi buku diary Sean. Saat sudah sampai mansion miliknya, tidak ada tanda-tanda keberadaan Sean palsu itu. Sakura berjalan menuju kamarnya diikuti oleh Sebastian.
Sakura mengambil sebuah album foto di rak buku di kamarnya. Lalu duduk di atas ranjang miliknya dengan lesu. Dibukanya album foto itu.
Lembar pertama, foto bersama Sean saat ia baru saja menjadi butler pribadi Sakura. Teringat kembali isi buku diary Sean di kepala cantiknya.
21 January 2027
Hari ini adalah hari pertamaku melayani keluarga bangsawan Michaelis. Tuan Leonardo Michaelis memilihku untuk menjadi butler putrinya. Sungguh aku sangat senang sekali. Aku mendapatkan rumor, bahwa Putri satu-satunya bangsawan nomor satu di Jepang itu sangatlah cantik, manis, ramah, dan baik hati.
Dan apa yang kulihat hari ini begitu mengagumkan. Rumor itu benar adanya, namanya adalah Sakura Michaelis, ia cantik seperti bunga sakura. Rambut merah mudanya senada dengan warna bunga sakura. Iris matanya bak berlian hijau tosca dan senyumnya sehangat matahari di pagi hari. Hari-hariku mungkin akan menyenangkan.
"Kau sungguh menilaiku seperti itu, Sean?" gumam Sakura. Ia melihat lembar berikutnya.
Foto Sean dengan memaksa senyumnya,
3 Juny 2027
Hari ini adalah hari yang paling buruk, tanpa sengaja aku mendengarkan pembicaraan Tuan Leonardo dengan seorang lelaki. Dan lelaki itu bukanlah manusia, dia adalah iblis. Dengan sangat terpaksa, Tuan Leonardo menceritakan apa yang terjadi. Dan itu membuatku sangat terkejut, dengan mudahnya dirinya menukar nyawa istri dan anaknya kelak untuk kekayaan. Ayah macam apa dia.
Aku akan melindungi Sakura apa pun caranya.
"Kau menanggungnya sendirian?!" mata Sakura mulai berkaca-kaca.
Sakura membuka lembar selanjutnya, fotonya bersama Sean saat bermain di halaman mansion ayahnya.
15 December 2027
Hari ini Sakura sangat aktif sekali, setiap harinya ia selalu bercerita tentang apa yang terjadi padanya. Anak ini sangat lucu dan menggemaskan. Ia tidak mau di panggil nona ataupun yang berhubungan dengan formalitas. Dan Sakura selalu memanggilku kakak jika kami hanya berdua. Aku pasti akan jadi kakak yang baik untuknya, aku menyayanginya.
Sakura masih bisa menahan air matanya yang sudah memanas. Dibukanya lembar selanjutnya. Saat dirinya yang berfoto bersama Sean, tetapi Sakura hanya mengenakan selimut tidurnya untuk menutupi tubuhnya.
25 January 2028
Tidak terasa sudah satu tahun aku melayani keluarga Michaelis. Tidak ada keluhan tentang kinerja kerjaku hanya saja, Sakura selalu kesal jika aku menasehatinya tentang dirinya yang selalu tidur tidak mengenakan sehelai benang pun.
Tidak tahu kah aku menahan napasku ketika ia dengan masa bodohnya berjalan di depanku dengan tidak memakai apa pun. Hey aku ini pria normal !!! Ingin sekali aku berteriak seperti itu. Tetapi apa daya, aku hanya memalingkan wajahku agar tidak melihat tubuh indahnya.
"Kau memang menjengkelkan, Sean," gumam Sakura, Sebastian hanya menatap Sakura dengan sedih.
Sakura menutup album foto itu, ia sudah tidak kuat menahan air matanya. Sakura menutup wajahnya dan menangis. Sebastian langsung saja memeluk tubuh gadis itu untuk menenangkannya.
6 May 2028
Aku kini tahu iblis apa yang menanti Sakura saat ia remaja nanti. 6 Iblis itu akan menikahi Sakura sekaligus. Dasar iblis, apa mereka ingin menyiksa Sakura?
Aku akan mencoba menolong Sakura dari mereka. Apa pun caranya, keselamatan dan kebahagiaan Sakura adalah nomor satu. Tunggu, apa aku mulai jatuh cinta padanya?
"Sean... aku tidak tahu dia mencintaiku," ucap Sakura sambil terisak di pelukan Sebastian, Ssbastian hanya diam dan mengelus punggung Sakura.
Sakura mengingat kembali saat Sean menjadi sangat protektif padanya.
19 October 2028
Ya aku mencintai Sakura, aku benar-benar mencintainya. Sampai para iblis itu mengetahuinya. Salah satu dari mereka bernama Shin. Ia mengancamku akan membunuh Sakura jika aku tidak membuat kontrak dengannya. Dengan amat terpaksa aku melakukannya. Ini demi keselamatan Sakura. Aku tidak mau Sakura tersakiti sedikit pun, apalagi terbunuh.
Isi kontrak itu menyatakan aku tidak akan memberitahu Sakura tentang 'mereka'. Jika Sakura mengetahuinya, Sakura akan mati atau aku yang akan mati jika mencoba membawa Sakura kabur dari 'mereka'. Dewa, ku mohon tolonglah Sakura, aku begitu mencintainya. Jagalah ia dari para Iblis terkutuk itu. Ku mohon.
"Pantas saja, Sean semenjak hari itu menjadi sangat protektif padaku," lanjut Sakura, Sebastian terus mendengarkannya.
27 February 2029
__ADS_1
Hari ini, aku baru saja mengetahui jika Sakura memiliki 5 perusahaan yang tidak diketahui oleh Leonardo. Selama ini ia berkata sibuk dan sering berada di perpustakaan pribadinya. Ternyata, Sakura mengelola perusahaannya di perpustakaan itu. Sakura gadis yang hebat, mandiri dan pintar.
Aku semakin mengaguminya, dan hanya kami saja yang mengetahuinya, tetapi mengapa Tuan Leonardo tidak boleh mengetahuinya?
"Aku ingat, Sean sangat terkejut saat itu mendengar aku memiliki 5 perusahaan yang aku dirikan," gumam Sakura tersenyum kecut.
20 July 2029
Seperti biasa, Sakura selalu ceria, aktif, dan penuh misteri. Meski sudah 2 tahun aku melayaninya ia tidak pernah sekalipun mengeluh tentang hidupnya. Dan sepertinya ia sedang menyukai seseorang. Tetapi 'mereka' selalu menyingkirkan orang-orang yang disukai Sakura.
Kesedihan, kekecewaan yang tidak pernah diperlihatkan olehnya membuatku takut. Takut jika Sakura akan depresi, aku akan mencoba membuatnya tersenyum selalu. Agar ia dapat melupakan apa yang terjadi.
"Sean sangat baik dan perhatian padaku. Bukan karena aku majikannya, tetapi ia mencintaiku," gumam Sakura kini isakan tangisnya mereda.
25 December 2029
Hari Natal yang indah, seperti biasa hanya kami berdua yang merayakannya. Para pelayan dipulangkan oleh Sakura kecuali diriku. Aku diliburkan tetapi aku tidak mau, tidak ada yang menjaganya. Aku takut para iblis itu macam-macam dengannya.
Sedangkan Tuan Leonardo sedang sibuk di negara lain. Semoga saja Sakura tidak bersedih dengan hal itu. Aku selalu memikirkannya, bagaimana untuk menyelamatkannya. Dewa, ku mohon tolonglah Sakura...
"Sean mengerti apa yang aku rasakan. Tetapi aku tidak mengerti dirinya," kata Sakura lirih.
"Sean menutup dirinya darimu, Sayang," jawab Sebastian, kini ia mulai bersuara.
6 Maret 2030
Terlambat... Sakura diambil oleh para iblis itu dan kontrakku dengan iblis itu selesai. Sakura dibawa ke dunia iblis dan melaksanakan acara pernikahan di sana. Aku hanya bisa memberitahu apa yang terjadi padanya. Seandainya aku adalah malaikat.
Maafkan aku Sakura, aku tidak sempat menolongmu.
"Seandainya ia malaikat, mungkin Sean bisa menolongmu," kata Sebastian memeluk Sakura dengan erat.
Kini datang seorang lelaki yang mendekati Sakura, Sakura selalu bercerita tentang lelaki itu. Lelaki itu bernama Sebastian Lacretia. Tampan, nan rupawan, seorang bangsawan. Kurasa ia cocok dengan Sakura. Meski hatiku seperti teriris-iris, tetapi aku tidak bisa melakukan apa pun. Mengapa aku selemah ini?!
"Sean berusaha menyembunyikan perasaannya darimu. Dia begitu mencintaimu," lanjut Sebastian.
"Tapi, aku hanya menyayanginya sebagai seorang kakak," jawab Sakura.
29 July 2030
Sudah beberapa hari ini para iblis itu tidak datang menemui Sakura, lebih baik Sakura bersama Sebastian daripada para iblis itu. Entah mengapa rasa cinta ini semakin besar dan rasa ingin memiliki Sakura semakin besar.
Aku harus menahannya, aku belum mau mati di tangan para iblis itu. Maafkan aku Sakura, karena memiliki perasaan ini. Aku ingin kau bahagia bersama Sebastian.
"Sean menitipkanmu padaku, Sakura," lanjut Sebastian.
"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu." Sebatian menggendong tubuh Sakura dan keluar dari kamar menuju perpustakaan.
Gelap dan dingin menjadi satu, Sakura ingin menyalahkan lampu tetapi dicegah oleh Sebastian.
"Biarkan, mari kita lihat apa yang terjadi tanggal 30 Juli," kata Sebastian lalu menjentikkan jarinya dan terlihatlah sebuah hologram menggambarkan suatu kejadian di mana membuat Sakura menangis sejadi-jadinya.
Gadis itu melihat dirinya sedang duduk di sebuah sofa. Dan melihat Mysth dan Shin berada di pojok ruangan seperti sedang mengamati.
Tiba-tiba Sean masuk dan menaruh secangkir teh untuk Sakura. Sakura yang tersadar dengan kedatangan Sean langsung mengubah posisi yang berbaring menjadi duduk.
"Terima kasih," ucap Sakura, Sean mengangguk lalu duduk di kursi lainnya.
"Nona, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Sean tiba-tiba.
Sakura tidak menjawab, bukan karena ia tidak dengar pertanyaan Sean. Tetapi, ia hanya tidak merasa sanggup membicarakan kejadian itu. Mysth dan Shin yang sudah memasang telinga apa yang akan dikatakan Sakura kini terlihat sangat antusias.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, Sean. Aku melihat mereka menggandeng wanita lain. Aku tidak ingin kembali mencintai mereka tetapi, sepertinya ... aku kalah," jawab Sakura pada akhirnya sambil melempar asal earphone miliknya.
"Aku kalah...," ucap Sakura lirih.
Mysth dan Shin membeku mendengar jawaban Sakura. Mereka berdua seakan diterbangkan ke langit tertinggi mendengarnya. Shin mengusap wajahnya dengan kasar, tetapi wajahnya terlihat bahagia.
"Nona, Anda tidak perlu merasa jatuh cinta pada mereka lagi. Tuan Lacretia sudah sangat cocok menggantikan mereka semua. Anda hanya perlu jatuh cinta pada Tuan Lacretia," jawab Sean.
Mendengar itu Mysth hampir saja beranjak maju untuk melepaskan kepala Sean dari tempatnya, tetapi Shin mencegahnya. Tidak hanya Mysth, Shin pun ingin melepaskan kepala Sean yang sudah sangat kurang ajar mengatakan itu pada Sakura, tetapi Shin lebih harus berpikir jernih untuk saat ini.
"Begitukah? Yah, sepertinya mereka memang hanya mempermainkanku. Berbeda dengan Sebastian. Apa kau pikir Sebastian serius mencintaiku, Sean?" Sakura menjadi terlihat lebih baik saat ini, ia tidak lagi memikirkan para suaminya lagi.
"Tuan Lacretia sangatlah baik, saya melihatnya jika Tuan Lacretia sangat serius mencintai Anda," jawab Sean sambil tersenyum terpaksa.
Senyum yang dipaksakan, ia tahu hari ini mungkin akan menjadi hari terakhir melihat sang Nona. Dan terpaksa karena ia pun mencintai sang Nona. Terdengar suara ponsel membuat Sakura mengalihkan wajahnya dan mengambil ponsel miliknya. Dilihatnya layar ponsel miliknya yang kini membuat iris hijau tosca milik Sakura berbinar-binar. Siapa lagi kalau bukan Sebastian yang meneleponnya.
"Aku akan angkat telepon dulu," ucap Sakura sambil meninggalkan Sean.
Sean tersenyum tenang, lalu sedetik kemudian...
CRAAASHHH !!
Darah berlumuran di lantai, tanpa ada teriakan, tanpa ada perlawanan. Hanya sekali sentakan, kepala Sean terlepas dari tubuhnya.
"Dasar manusia tidak tahu diri. Harusnya kubunuh saja kau sedari dulu," ucap Shin sambil membersihkan jemarinya yang habis menebas leher Sean.
"Kau yang membunuhnya, jadi kau bereskan sendiri. Dan carilah iblis yang pandai menyamar untuk menjadi Sean," kata Mysth langsung menghilang untuk kembali mengawasi Sakura.
"Jadi, kau masih hidup walaupun kepalamu sudah terpisah dengan tubuhmu? Ini menarik," bisik Shin sambil mencengkram kepala Sean.
"Se..tid...aknya a..ku su..dah ber..pe..san pa..da..nya," ucap Sean terbata-bata.
"Kare..na.. a..ku men..cintai Sakura. Me..lebihi ka..lian," kata terakhir Sean sebelum kepalanya dihancurkan oleh Shin.
"Berani-beraninya kau mencintai Hime. Pelayan tidak tahu diri," ucap Shin menahan amarahnya.
Dengan jentikan jarinya semua kembali seperti semula, mayat Sean sudah menjadi abu dan menghilang. Shin memanggil iblis bawahannya untuk menggantikan Sean.
"Doffy, menyamarlah menjadi Sean, dan terus awasi Hime," titah Shin pada bawahannya.
"Yes, My Lord," jawab Doffy.
"Sean ... Sean...” Sakura jatuh terduduk lemas, Sebastian langsung memeluk Sakura erat.
"Mereka membunuhnya dengan keji," kata Sakura sambil terisak, Sebastian hanya mengelus-elus kepala Sakura sambil memeluknya.
"Sean adalah orang baik, mengapa mereka sekejam itu ... mengapa?!"
"Tenangkan dirimu, Sakura." Sebastian mencoba menenangkan Sakura.
"Sean..." Tidak ada lagi air mata yang terjatuh, pandangannya kosong menatap dada Sebastian.
Beberapa menit Sakura terdiam, entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Lalu cahaya di matanya mulai kembali.
"Sebastian...," panggil Sakura lirih.
"Yes, my Queen," jawab Sebastian sambil terus mengusap kepala Sakura.
"Aku punya permintaan…"
__ADS_1