
Sebastian kini tengah duduk di singgasana dengan senyum simpul yang menghiasi wajah tampannya. Tangannya yang menopang dagu menjadikannya terlihat seperti patung Dewa Yunani dengan segala ketampanannya.
Bagai Raja dari kerajaan salju, singgasana Sebastian kini bertemakan es. Dengan mahkota kerajaan yang menghiasi kepalanya dan pakaiannya yang berjubah bermotif butiran salju. Dengan rubah putih berekor enam tersampir di pundaknya.
Sakura baru saja masuk ke dalam aula singgasana Sebastian, terkejut dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Sakura menghampiri Sebastian menunduk sedikit memberi hormat.
"Salam pada Yang Mulia Raja," ucap Sakura sambil membungkuk hormat.
"Apa yang kau lakukan, My Queen?" Sebastian menatap tidak suka dengan apa yang dilakukan Sakura.
"Memberi salam hormat pada Anda tentunya," jawab Sakura polos.
"Tidak, kau tidak boleh seperti itu. Kau adalah seorang Ratu, seorang Ratu tidak memberi salam seperti itu pada Raja," sergah Sebastian.
"Maafkan aku, di Kerajaan Viper aku diberitahu untuk seperti itu," jawab Sakura.
"Kau tidak perlu minta maaf, My Queen. Kemarilah!" jawab Sebastian sambil mengulurkan tangannya ke arah Sakura.
Sakura menghampiri dan menyambut uluran tangan Sebastian. Sebastian menarik tangan Sakura hingga wajahnya dekat dengan wajah iblis itu. Sebastian langsung saja melumat bibir manis milik Sakura, setelah merasa cukup Sebastian melepaskan tautan bibirnya. Wajah Sakura merona seketika.
"Itu adalah salam dari Ratu kepada Raja di Kerajaan Phanthom," bisik Sebastian.
"Kau gila! Bagaimana jika orang lain melihatnya," pekik Sakura dengan wajah yang masih merona.
"Itulah yang ingin dilihat orang lain, betapa kau mencintaiku dan betapa aku mencintaimu," jawab Sebastian enteng.
"Terserah! Tapi Sebastian, hari ini bukankah hari perayaan?" tanya Sakura dengan menaikkan satu alisnya.
"Ya, inilah harinya. Perayaan ini bertema salju. Karena bulan ini tempat ini akan bersalju," jawab Sebastian.
"Dan kau memakai pakaian itu?" tanya Sakura sambil menahan tawanya.
"Ya, apa ada yang aneh?" seketika Sakura tertawa hampir menangis.
"Ha...hahaha...hahaha...."
"Sayang, katakan padaku." Sebastian hanya tersenyum melihat tingkah Sakura yang di luar dari kebiasaannya.
"Kau tahu, kau seperti wanita jika berpakaian seperti itu," jawab Sakura setelah lelah tertawa dengan puasnya.
"Hmmm ... padahal ini pakaian kesukaanku saat ada perayaan," jawab Sebastian tertunduk lesu.
Sakura menangkup wajah Sebastian dengan kedua tangannya dan mengecup sekilas bibirnya. Sakura tersenyum dengan manisnya membuat Sebastian terlena dengan perlakuan Sakura yang romantis itu.
"Aku hanya bercanda, tapi kau memang lucu memakai itu. Hahaha...," ucap Sakura.
"Ohh... kau akan mendapatkan hukumanmu di ranjang," jawab Sebastian dengan senyum jahilnya.
"Kau akan kubuat lemas semalaman hingga pagi dan~"
"Ya, ya, maafkan aku. Aku tidak ingin mendapat hukuman seperti itu," potong Sakura sambil berkacak pinggang.
"Kau lucu sekali, My Queen," jawab Sebastian terkekeh.
Pintu singgasana terbuka menghadirkan Nico dengan raut wajah serius. Tidak menyadari akan kehadiran Sakura, Nico datang lalu bersujud hormat pada Sebastian.
"My Lord, ada kabar buruk," kata Nico langsung memberikan laporan.
"Ada apa?" tanya Sebastian sedikit kesal karena Nico tidak memberi hormat pada Sakura.
"Lord Orlando berencana berkunjung mengikuti perayaan hari ini," jawab Nico.
"Kini Lord Orlando sedang menunggu di depan kabut terlarang menunggu untuk dijemput," lanjut Nico.
"Aku tidak mengundangnya, untuk apa dia datang kemari?" tanya Sebastian.
"Beberapa waktu lalu, Lord Orlando ingin berbicara dengan Anda, My Lord. Tetapi Anda sedang tidak ada di istana," jawab Nico sedikit gugup.
"Lalu kau mengundangnya saat perayaan ini, begitu?" Sebastian menatap tajam tangan kanannya itu.
"Maafkan hamba yang telah lancang, My Lord," jawab Nico masih bersujud.
"Kau-"
__ADS_1
"Sebastian, sudahlah," potong Sakura mencoba menenangkan Sebastian.
Sebastian mengetahui apa yang dilakukan Lord Orlando. Padahal Sebastian tidak ingin berurusan lagi dengan Lord Orlando, karena pasti akan menyusahkannya. Membawa orang dari luar yang jelas bukan dari Kerajaan Phanthom akan sangat menyusahkan, rakyatnya pasti tidak ingin menerima orang luar.
"Baiklah, jemputlah dia dengan beberapa pengawal," jawab Sebastian.
"Yes, My Lord," jawab Nico dan menghilang ditelan angin hitam.
"Aku tidak tahu kau mengenal Lord Orlando. Apa kalian berteman?" tanya Sakura.
"Aku tidak menganggapnya teman. Dia itu pengganggu," jawab Sebastian dingin membuat Sakura bungkam.
"Kemarilah!" panggil Sebastian lagi, karena kedatangan Nico membuat Sakura menjaga jarak.
Sakura mendekat dengan ragu, didudukannya Sakura di pangkuan Sebastian.
"Biarkan tetap seperti ini," bisik Sebastian sambil memeluk pinggang Sakura dengan eratnya.
"Kau manja sekali." Sakura menyentuh wajah Sebastian.
Dingin, itulah yang dirasakan Sakura saat menyentuh wajah Sebastian. Tak mau membuang waktu, Sebastian langsung menarik kepala Sakura sampai bibir mereka saling bertemu. Sebastian terus memperdalam ciumannya sambil menekan tengkuk leher Sakura.
Bibir Sebastian yang terasa dingin kini mulai menghangat, seperti tidak ada hari esok, Sebastian terus memainkan lidahnya di dalam mulut Sakura. Sakura yang mulai terengah-engah membuat Sebastian terpaksa melepas ciumannya.
"Bibirmu membuatku kecanduan," bisik Sebastian di telinga Sakura sukses membuat wajahnya kini semerah tomat.
"Ehem... My Lord, maaf mengganggu aktifitas Anda. Saya sudah membawa Lord Orlando dan Beliau kini di depan pintu menunggu izin dari Anda." Nico kembali menginterupsi kegiatan Sebastian.
"Akanku bunuh kau setelah ini," jawab Sebastian kesal.
Sakura dan Nico hanya terkekeh, meski Sebastian sering mengatakan akan membunuhnya. Kenyataannya Sebastian akan melupakan dengan cepat kesalahan kecil yang diperbuat Nico. Nico sudah mengabdi pada Sebastian selama 10.000 tahun lamanya jelas mengetahui sifat Tuannya.
Meski terbilang muda, Nico adalah orang yang paling dipercaya oleh Sebastian. Orang kepercayaan terdahulunya adalah kakek buyut dari keluarga Ermes, turun temurun sang Lord dipercayakan pada cucu sampai cicitnya.
Sebastian terkenal akan keloyalannya dan kepemimpinannya yang sangat memukau di mata rakyatnya. Kharisma yang dimilikinya tidak ada yang bisa melampauinya. Nico sangat mengidolakan Sebastian sedari ia masih kecil. Dan bahkan sempat pingsan saat Sebastian menyatakan bahwa Nico adalah temannya yang berharga di depan para bangsawan iblis.
"Persilahkan dirinya masuk," lanjut Sebastian, Nico pun kembali keluar ruangan memanggil Lord Orlando.
Sakura yang sudah berdiri kembali kini duduk di pangkuan Sebastian, lagi-lagi Sebastian menarik tubuhnya. Karena tidak ada kursi untuk Ratu, pelayan iblis belum mendekor ulang kembali ruang Singgasana milik Sebastian.
"Selamat datang di Kerajaan Phanthom," sapa Sebastian pada Lord Orlando.
"Terima kasih atas undangan yang Anda berikan, Lord Phanthom," jawab Lord Orlando membungkuk hormat.
Meski kedudukan Lord Orlando adalah yang paling tinggi, tetapi jika masalah kekuatan, Sebastianlah yang paling unggul. Dari segi umur dan kekuatan, jauh lebih tua dan lebih hebat Sebastian. Karena itu, Lord Orlando menghormati Sebastian.
"Maafkan hamba yang terlalu sibuk sampai tidak bisa menghubungi Anda," ucap Sebastian, Lord Orlando hanya menatap tajam ke arah Sakura.
"Bisakah kita berbicara empat mata saja, Lord Phanthom?" tanya Lord Orlando, membuat pengawal Sebastian bersiaga.
Sebastian mengangkat tangannya mengisyaratkan para pengawalnya untuk meninggalkannya.
"Baiklah. Nico, antarkan Ratu untuk berkeliling istana agar ia tidak bosan," jawab Sebastian sambil menitahkan pada Nico.
"Yes, My Lord," jawab Nico.
"Queen, ikutlah sebentar dengan Nico," bisik Sebastian sambil mengecup bibirnya sekilas dan Sakura mengangguk sambil tersenyum.
"Mari, My Lady." Nico mengulurkan tangannya pada Sakura dan Sakura menyambutnya.
Mereka pun keluar dari ruang singgasana dan diikuti semua para pengawal Sebastian. Kini di ruangan itu hanya tinggal Sebastian dengan Lord Orlando.
"Baiklah, aku langsung saja. Mengapa kau menjadikan Lady Sakura menjadi Ratumu? Kau tahu bukan Beliau juga adalah Ratu dari ke 5 Raja dan Putri dari seorang Pangeran," Lord Orlando berkata sambil mondar mandir tidak menentu di depan Sebastian.
Sepertinya Lord Orlando sedang gugup, atau takut pada Sebastian.
"Baiklah, aku akan menjawabnya dengan satu kalimat. Kuharap kau tidak bertanya lagi," jawab Sebastian dengan senyum simpul, Lord Orlando berhenti lalu menatap Sebastian.
"Aku mencintainya sejak dia menolongku tanpa memikirkan nyawanya sendiri," lanjut Sebastian, membuat Lord Orlando membulatkan matanya.
Seorang manusia yang rela mati menyelamatkan seorang Iblis. Akan selalu diingat oleh sang Iblis. Bagi mereka para Iblis yang mencintai manusia, berarti membuang sisi jahat iblis itu sendiri. Mereka akan mempertaruhkan semuanya untuk mendapatkan cintanya.
"Maafkan aku yang sudah salah sangka pada Anda, Lord Phanthom," kata Lord Orlando sambil membungkuk meminta maaf.
__ADS_1
"Tidak perlu meminta maaf, kau tidak salah. Aku bersalah karena tidak menceritakan itu padamu," jelas Sebastian.
"Mereka bertanya dan meminta bantuanmu untuk menemukan Lady Sakura di kabut terlarang, Lord Phanthom," lanjut Lord Orlando.
"Mengapa kau tidak memberitahu mereka?" tanya Sebastian menatap bingung.
"Aku tidak tahu harus berkata apa," jawab Lord Orlando sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya ampun...,"
Sakura yang berjalan-jalan dengan Nico melihat isi istana yang megah itu dengan mata berbinar-binar. Nico hanya terkekeh melihat tingkah Ratunya yang unik itu.
"Nico, kau tahu berapa usia Sebastian?" tanya Sakura.
"Tentu saja, My Lady," jawab Nico bangga.
"Bisa kau memberitahuku?" tanya Sakura lagi.
"Sebaiknya Anda tidak tahu, Anda akan pingsan jika mengetahui usia Lord Sebastian," jawab Nico menahan tawa.
"Ohh ayolah, aku sudah mengetahui Iblis itu abadi dan hidup ribuan tahun," Sakura memohon.
"Baiklah, tapi berjanjilah jangan terkejut," jawab Nico mengalah.
"Tidak akan," jawab Sakura pasti.
"Yang hamba tahu, Lord Sebastian kini berusia sekitar 40.000 tahun. Tetapi, saya tidak tahu pastinya berapa usia Lord Sebastian," jawab Nico menjelaskan.
"40.000 tahun? Bahkan usia Ayah Viper adalah 18.000 tahun jika aku tidak salah," Sakura sedikit terkejut mengetahui suaminya jauh lebih tua dari mertuanya.
"Tentu saja, bahkan usia hamba baru 12.000 tahun. Lord Sebastian adalah Iblis terkuat di dunia bawah. Tetapi, Lord Sebastian tidak menginginkan tahta Maharaja," jawab Nico.
"Mengapa begitu?" tanya Sakura.
"Menurut Beliau, tidak akan ada yang mau menerimanya dan pasti akan ada peperangan besar dan Beliau tidak mau repot-repot melakukan perang itu, karena hanya akan membuat jumlah Iblis berkurang," jawab Nico kini tatapannya lurus ke depan.
"Hey, Nico...," panggil Sakura.
"Yes, My Lady?"
"Mengapa Iblis di sini semua berwujud seperti manusia?" tanya Sakura penasaran.
Nico tersenyum samar lalu menjawab pertanyaan Sakura, "Itu peraturan di Kerajaan Phanthom."
"Peraturan?"
"Ya, Lord Phanthom yang kedua membuat peraturan tersebut. Katanya Beliau ingin membedakan kerajaannya dengan kerajaan lain," jawab Nico.
"Lord Phanthom generasi kedua? Lalu Sebastian generasi ke berapa?"
"Lord Sebastian adalah generasi keempat," jawab Nico.
"Tenang saja, Lord Sebastian menyamakan sistem kerajaan seperti di dunia manusia. Hanya saja di sini lebih santai," lanjut Nico, Sakura mengangguk mengerti.
"Satu hal yang masih kupikirkan," kata Sakura kini wajahnya menjadi murung.
"Apa itu, My Lady?"
"Apa aku pantas untuknya?" jawab Sakura lirih.
Tidak menunggu jawaban, Sakura kembali tersenyum dan berjalan mendahului Nico.
"Abaikan perkataanku," kata Sakura sambil tersenyum paksa lalu berjalan kembali melihat sekeliling.
"Tahukah Anda? Anda sudah menolong seorang Raja Iblis dengan mempertaruhkan nyawa Anda sendiri. Adakah yang lebih pantas dari Anda, My Lady?"
Sebenernya ini udah tamat di sebelah, cuma di sebelah sudah sebagian di unpublish karena sudah di terbitkan dan sudah sold out. Tapi sudah tersedia di Playstore jika kalian berminat, diversi ebook juga ada gambar cast masing-masing Raja Iblis dan tokoh utamanya. :*
Di Playstore juga bahkan sudah sampe season 2 dengan judul King of Zero dengan extra part yang terpisah. Jadi kemungkinan, tidak di update sampai tamat. Tapi, jika viewersnya sudah mencapai 2 juta, akan saya post sampai tamat. :v (maksa nih)
__ADS_1
Jangan lupa klik love, minila 50 love akan saya up chapter selanjutnya :*