Six Husband From Hell

Six Husband From Hell
Episode 17


__ADS_3

Setelah beberapa minggu dari kejadian di mana Sakura mendapat telepon dari Sebastian, dan sudah berpuluh-puluh kali Sakura dihubungi oleh Sebastian. Kini mereka semakin dekat dan sangat dekat. Hari ini Sakura tidak henti-hentinya menyunggingkan senyum manisnya. Entah apa yang membuatnya senang. Mungkin masalah di perusahaan miliknya yang sudah mulai bisa ditangani oleh bawahan kepercayaannya.


Sarapan pagi kali ini tidak seperti biasanya, di mana Sakura selalu memasang wajah dinginnya dan enggan untuk berbicara. Dan lihatlah ia saat ini, wajahnya terus saja memperlihatkan senyuman manisnya yang membuat keenam suaminya jatuh bertekuk lutut.


"Aku melihat bidadari turun dari surga," gumam Shine sambil menatap Sakura.


"Benar-benar seperti bidadari," timpal Lazark yang juga menatap Sakura penuh cinta.


"Ada apa dengan Hime?" tanya Viper menatap Sakura dengan tatapan aneh.


"Ehm ... sepertinya aku tidak perlu mengatakannya saat ini," jawab Shine sambil tersenyum masam.


"Hari ini hari bebasku, jadi aku tidak ingin kalian mengikutiku. Aku akan pergi, tenang saja aku bisa mengendalikan kekuatanku," ucap Sakura setelah selesai menyantap sarapannya.


Sebelum mereka sempat bertanya, seorang pelayan wanita datang dan menyampaikan sesuatu.


"Nona Sakura, Tuan Lacretia sudah menjemput Anda," ucap pelayan itu sambil menunduk memberi hormat, Sakura semakin tersenyum lebar.


"Baiklah, sampai jumpa besok, Viper. Dan ingatlah, jangan ada yang mengikutiku hari ini," jawab Sakura sambil berlalu dan menghilang di balik pintu.


Mereka diam sejenak, mencerna apa yang dikatakan istrinya barusan. Seketika Shine tertawa melihat raut wajah yang lain.


"Shine, jelaskan apa yang terjadi," kata Lazark yang wajahnya kebingungan.


"Apa kalian tidak menyadari tingkahnya sedari tadi?" tanya Shine sambil terkekeh.


"Bersenandung sendiri, tersenyum sendiri dan tertawa sendiri. Seperti manusia yang sedang jatuh cinta," gumam Shin sambil memainkan makanannya.


"Ehh...," Shin baru menyadari perkataannya.


"Jangan katakan," jawab Mysth dengan suara bergetar.


"Ya, Hime sedang jatuh cinta. Bagus, bukan?!" jawab Shine tertawa kecil.


"Siapa yang dia cintai?" tanya Rozenth penasaran.


Shine berhenti tersenyum, rahangnya mengeras dengan kedua tangannya yang terkepal kuat-kuat. Ruang makan itu kini sedikit bergetar, Viper yang merasa tidak beres dengan sahabatnya itu dengan segera menenangkan sang Pangeran Iblis.


"Shine! Tenangkan dirimu, kau bisa menghancurkan mansion Hime," ucap Viper menenangkan Shine.


Shine mencoba menenangkan dirinya, ia bisa saja dibenci oleh Sakura jika ia menghancurkan mansion besar itu. Shine menghembuskan napasnya perlahan lalu kembali tertawa kecil.


"Hime mencintai orang itu," jawab Shine setengah tertawa.


"Jangan bercanda, Shine. Ini tidak lucu," jawab Lazark menyipitkan matanya.


"Apa aku terlihat seperti bercanda?" jawab Shine, matanya memerah dan rambutnya memanjang.


"Hentikan perubahanmu itu, Shine," kata Viper sambil menyeruput tehnya.


"Hime selalu bercerita padaku, bercerita tentang kalian, tentang hatinya, bahkan tentang lelaki itu. Kalian tahu apa yang kurasakan saat ia bercerita? Terasa sakit di sini," jawab Shine lalu menunjuk dadanya.


"Apa yang akan kita lakukan, Viper? Aku tidak bisa selalu tersenyum manis menahan amarahku untuk membunuh lelaki itu," lanjut Shine.


Dari mereka berenam memang Shine lah yang selalu ceria, jahil dan bersemangat, sedangkan Viper selalu bersikap layaknya bangsawan yang kaku. Lazark selalu berpikiran mesum selaras dengan ucapan bahkan tindakannya. Shin dan Mysth sifatnya seperti kembar tetapi mereka tidaklah kembar, pendiam, itulah sifat mereka berdua. Shin lebih banyak tersenyum dan berbicara dibanding dengan Mysth yang selalu berwajah datar dan dingin, apalagi jarang berbicara bahkan menjawab pertanyaan temannya sendiri.


"Tahan dirimu, jangan sampai membuat Hime marah dengan kau membunuh lelaki itu di depan Hime," jawab Viper tenang.


"Ada yang aneh dengan lelaki itu. Jika Hime mencintai lelaki itu, sudah dipastikan saat ini Hime akan tewas," lanjut Viper.


"Berarti tidaklah mungkin jika Hime mencintai lelaki itu, bukan?" tanya Lazark, Viper hanya mengangkat bahu tidak tahu.


"Aku masih tidak bisa melacak di mana lelaki itu. Apa dia juga seorang iblis?" ucap Shin sambil terlihat berpikir keras.


"Aku tidak merasakan orang itu beraura iblis, tetapi ... aku juga tidak merasakan lelaki itu adalah manusia. Lelaki itu selalu mengawasi Hime tanpa sepengetahuan kita," jawab Rozenth.


"Aku akan pergi menyelidiki lelaki itu, tetapi jika sekarang Hime pasti akan tambah membenciku," Mysth mendesah pasrah.


"Hime sangat membencimu," celetuk Shine dan sukses membuatnya mendapat tatapan tajam dari Mysth.


"Buatlah dia mencintaimu kembali, Mysth. Tetapi, jika kau tidak mencintainya lebih baik kau bersabar. Menunggu bertahun-tahun atau kau menunjukan jika kau memang mencintainya," jawab Shin menenangkan.


Mysth tidak menjawab, iblis bersuara siren itu menundukkan wajahnya, merenungkan apa yang dikatakan Shin tadi. Tanpa sepatah kata apa pun Mysth bergegas pergi dari ruang makan.


"Shin, awasi Mysth. Dia pasti akan membuat Hime marah," titah Viper setelah Mysth hilang di balik pintu.


"Tanpa kau suruh pun aku akan mengawasinya," jawab Shin acuh lalu menghilang dari tempat duduknya.



Sakura duduk bersama Sebastian, semua orang menatap Sakura dan Sebastian dengan raut wajah memuja. Bahkan ada yang bilang terang-terangan bahwa mereka seperti model.


"Maafkan aku hanya mengajakmu ke taman bermain," ucap Sebastian.


"Kau tidak perlu meminta maaf, aku senang datang ke sini. Bahkan aku baru pertama kali ke tempat seperti ini. Membuatku terasa kembali menjadi manusia," jawab Sakura dengan senangnya.


"Hahaha ... memangnya kau bukan manusia? Kau sangat lucu," jawab Sebastian sambil terkekeh.

__ADS_1


Wajah Sakura merona melihat Sebastian yang seperti itu. Senyum simpul dan kekehannya membuatnya kadang tidak bisa tidur.


'Ada apa sebenarnya denganku?!' batin Sakura.


"Sudah puas melihat wajahku, Nona manis?" sindir Sebastian.


"Ahh ... maafkan aku, kau tahu kan menjadi orang terlalu kaya membuatmu diincar banyak orang. Karena itu, aku tidak bisa keluar rumah untuk bersenang-senang," jawab Sakura sambil menundukkan kepalanya


"Kalau begitu, hari ini kita akan bersenang-senang," jawab Sebastian langsung disambut dengan senyum merekah di wajah cantik Sakura.


"Ayo...," jawab Sakura senang.


Sebastian ingin sekali menanyakan perihal tentang suami Sakura. Akan tetapi, Sakura sudah berkata di awal ia tidak ingin membahas tentang suaminya. Entah apa yang membuat Sakura membenci suaminya sendiri, Sebastian ingin sekali mengetahuinya.


Sudah hampir menjelang siang hari, tampak dari kejauhan terlihat banyak sekali wanita yang mengerubuti seseorang. Sakura yang tadinya tidak peduli kini terusik karena teriakan para gadis. Sakura menghentikan langkahnya bersama Sebastian di dekat kerumunan. Sakura melihat dua orang yang ia kenal tengah dikerumuni oleh para wanita. Sakura membulatkan matanya saat mengetahui siapa dua orang lelaki tampan itu. Shin dan Mysth.


Shin dan Mysth melihat arah lain dan mendapati Sakura bersama dengan seorang lelaki dan itu membuat darah mereka mendidih. Sakura yang menyadari jika Shin dan Mysth sudah seperti kepiting rebus, menarik lengan Sebastian untuk menjauh dari sana.


"Sebastian, ayo kita naik wahana lain," ajak Sakura dengan menatap Sebastian lembut.


"Apa kau tidak tertarik dengan mereka berdua?" tanya Sebastian mengalihkan pembicaraan.


"Tidak. Ayo pergi kita tidak mungkin menghabiskan waktu untuk melihat mereka, kan?!" jawab Sakura tenang.


"Ya, kau benar. Lalu kau ingin naik ap-" sebelum Sebastian menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba ada yang memanggil Sakura.


"Hime," panggil seorang lelaki, Sakura membalikkan tubuhnya dan mendapati Mysth dan Shin yang sudah di belakangnya.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Sakura sinis.


"Hime, aku-"


"Cukup. Sudah kukatakan untuk tidak menggangguku hari ini. Sekarang kalian pergi," potong Sakura tanpa ingin mendengar alasan Shin.


"Sakura, siapa mereka?" tanya Sebastian, Sakura tidak menjawab.


"Kami adalah suaminya, jadi bisakah kau jauhkan tanganmu dari Istri kami, Iblis?!" jawab Shin sedikit mendesis.


"Pergi kubilang," titah Sakura menurunkan suaranya.


"Baiklah 1 hal yang harus kau tahu, Hime. Pria di sampingmu itu bukanlah manusia, dia seperti kami jadi berhati-hatilah. Atau nyawamu yang akan melayang," jawab Shin sambil menarik lengan Mysth untuk menjauh.


Wajah Mysth seperti tidak rela meninggalkan Sakura yang tanpa penjagaan dari salah satu suaminya. Dan wajah Sakura tidak terlihat terkejut sama sekali, wajahnya terkesan tidak peduli dengan apa yang dikatakan Shin.


Sakura berbalik dan menatap penuh maaf kepada Sebastian. Sebastian hanya tersenyum simpul dan terlihat tidak ambil pusing dengan perkataan Shin.


"Kau tidak salah, Sakura. Mereka yang salah, jadi mari kita bersenang-senang hari ini," jawab Sebastian sambil menggenggam jemari Sakura.


Sakura terkejut untuk yang kesekian kalinya, lelaki di sampingnya ini sudah sangat mempesona, tampan, baik hati, dan tidak ambil pusing.


"Andai kau saja yang menjadi suamiku," ucap Sakura lirih tetapi terdengar jelas di telinga Sebastian.


Sebastian hanya tersenyum simpul kembali, sangat manis sampai membuat Sakura merona untuk kesekian kalinya. Sebastian tiba-tiba berhenti lalu menghadap Sakura. Sakura yang bingung dengan apa yang dilakukan Sebastian hanya menatap mata kelam milik Sebastian.


"Ada apa?" tanya Sakura.


Sebastian diam tidak menjawab, ia hanya menduduk dan wajahnya mendekati wajah Sakura. Seketika membuat wajah Sakura merona merah dan jantungnya berdegup kencang.


"Bagaimana jika aku memang Suamimu juga?" tanya Sebastian raut wajahnya kini serius.


Wajah Sakura yang bertanya-tanya kini hilang dengan tawa kecil miliknya.


"Hahaha... tentu saja kubuat kau menjadi yang paling spesial. Dan akan kuberikan hatiku padamu," jawab Sakura tanpa sadar dengan apa yang dikatakannya.


Saat itu juga Sakura menutup mulutnya, malu karena sudah berkata yang tidak-tidak. Bahkan kini ia terlihat seperti seorang gadis yang ingin berselingkuh. Sepertinya Sakura harus pergi ke psikiater untuk memperbaiki isi kepalanya.


"Lupakan! Sepertinya aku banyak bicara," ucap Sakura memalingkan wajahnya.


"Bagaimana jika aku memang seperti para suamimu? Yang seperti mereka katakan, jika aku bukan manusia?" tanya Sebastian lagi.


"Hey, ada apa denganmu?" Sakura tidak menjawab pertanyaan Sebastian.


"Jawab saja," desak Sebastian.


"Kau tentu bukan iblis seperti mereka, iblis tidak bisa mencintai manusia," jawab Sakura menatap iris ruby Sebastian.


"Jika kau memang mencintaiku, berarti kau adalah manusia," lanjut Sakura sambil tersenyum.


Sebastian hanya tersenyum dan menggenggam lengan Sakura untuk menaiki wahana yang sedang menanti mereka berdua. Mereka berdua benar-benar akan pergi bersenang-senang hari ini.


Hari sudah menjelang sore, Sakura dan Sebastian kini duduk di sebuah cafe. Mereka berdua saling bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing.


Yang Sakura tahu tentang Sebastian saat ini adalah :



__ADS_1


Sebastian adalah anak tunggal dan kini menjadi kepala keluarga di rumahnya.




Memiliki beberapa perusahaan yang tidak terlalu dikenal publik.




Belum pernah memiliki kekasih.




Belum pernah bercinta.




Tampan, baik hati dan gila.




Gila karena ia masih ingin memiliki Sakura walaupun Sakura sudah memiliki suami. Gila karena bisa merasakan cinta pada pandangan pertama. Dan gila akan ambisinya.


"Apa kau serius tidak pernah memiliki kekasih? Kau adalah orang yang bebas, tidak sepertiku yang dikurung oleh Ayahku," tanya Sakura tidak percaya.


"Aku tidak ingin bercinta dengan wanita lain selain Istriku kelak. Aku hanya ingin memilikimu dan bercinta denganmu," jawab Sebastian tidak lupa dengan senyum simpulnya.


Lagi, Sakura dibuat merona oleh Sebastian. Dan Sebastian selalu menikmati pemandangan yang menurutnya lucu. Ya, lucu saat Sakura merona.


'Senyumnya bagai malaikat. Kurasa, aku tidak bisa berpaling darinya. Apa aku sudah terjerat jaring miliknya?' batin Sakura.


Sakura mengalihkan pandangannya, dan tiba-tiba saja ia menangkap sesuatu. Sakura melihat seseorang yang ia kenal. Sangat ia kenal, bergandengan tangan dengan seorang wanita cantik seperti model. Dan seketika matanya membulat menatap tidak percaya. Orang itu mencium wanita itu dengan mesra. Saat itu juga Sakura berdiri dari kursinya lalu beranjak keluar cafe, Sebastian yang kebingungan melihat tingkah Sakura hanya mengikutinya tanpa bertanya.


Kini Sakura berada beberapa meter dari orang itu. Tanpa disadari oleh orang itu, Sakura tertawa melihat orang itu yang berciuman dengan ganasnya. Sebastian memegang pundak Sakura dari belakang.


"Siapa dia?" bisik Sebastian.


"Salah satu Suamiku," jawab Sakura setengah tertawa.


Sedikit terdengar seperti sakit hati di suaranya, mendengar itu Sebastian mengelus-elus kepala Sakura.


"Aku di sini untukmu," bisik Sebastian.


"Aku tahu," jawab Sakura dengan suara sedikit gemetar.


Setelah itu Sakura menatap tajam suami bodohnya itu.


"Apa yang kau lakukan di depanku, Rozenth." ucapan Sakura menginterupsi aktifitas Rozenth dengan wanitanya.


Dengan sesadar-sadarnya, sebuah Limaosin berhenti tepat di belakang Rozenth dan keluarlah mereka. Sang Raja Iblis atau suami Sakura dengan wanita yang memeluk mereka masing-masing. Kecuali Mysth tidak bersama mereka.


"Wow ... ini sangat menarik," ucap Sakura yang kini suaranya terkesan senang.


"Hime-chan...," ucap Shine yang baru menyadari ada Sakura di depannya.


"Hime ... aku akan menjelaskan semua ini," kata Shine sambil mendekati Sakura.


Sedangkan yang lain menutup wajah mereka dengan tangan mereka. Seperti orang yang tertangkap basah berselingkuh. Sakura tertawa melihat raut wajah para suaminya itu.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan." itu bukan Sakura yang menjawab, melainkan Sebastian.


"Kau sudah pahamkan, Sakura? Hanya aku yang benar-benar mencintaimu," bisik Sebastian.


"Hey, jangan berkata seperti itu. Mereka tetaplah Suamiku," jawab Sakura sambil mencubit sedikit tangan Sebastian yang memegang pundaknya.


"Seperti yang lelaki ini katakan, tidak ada yang perlu dijelaskan. Kalian bebas melakukan apa pun dan aku tidak peduli. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa besok, Viper," ucap Sakura tanpa bergetar sedikit pun.


"Hime...," panggil Viper tapi dicegah oleh wanitanya.


Sakura berbalik lalu meninggalkan mereka. Sebastian menghampiri para Iblis itu dengan seringaian kecil di wajahnya.


"Akan kubuat Sakura jatuh cinta padaku, karena aku mencintainya. Tidak seperti kalian yang menyia-nyiakan cintanya," bisik Sebastian dan berlalu begitu saja.


Mendengar perkataan Sebastian membuat mereka menjadi geram. Dihentakkannya wanita yang bergelayut manja pada mereka menjadi debu.


"Akanku bunuh iblis itu nanti," ucap Viper geram.


__ADS_1


__ADS_2