Six Husband From Hell

Six Husband From Hell
Episode 29


__ADS_3

Di Kerajaan Lucifer, Viper dan para Raja lainnya mulai mendiskusikan peperangan yang akan terjadi karena kematian Shin. Suasana duka masih menyelimuti mereka, mereka masih tidak menyangka seorang Raja iblis dari organisasi The Kings dan masuk dalam peringkat 10 Raja iblis terkuat, mati dengan mudahnya.


Tidak bisa dipungkiri, kekuatan iblis yang diterima Sakura begitu besar dengan mudahnya memanggil penghuni dunia kartu.Yang seharusnya mustahil dilakukan manusia, tetapi suatu ramalan mengatakan.


"Terlahirnya bunga kegelapan yang akan menyinari dunia iblis, bunga itu akan terus tumbuh dengan cantik hingga menjadikan dirinya satu-satunya bunga terindah. Pengorbanan terjadi dalam memperebutkan sang bunga kegelapan, hingga awan hitam terlihat lebih pekat dari apa pun."


Itulah isi ramalan itu, mereka tahu Sakura adalah bunga kegelapan yang disebutkan dalam ramalan karena itu, mereka mengambil tindakan dengan menikahi Sakura. Dengan maksud membuat Sakura tunduk dan mengagalkan ramalan itu. Singkat cerita, jika mereka bisa merebut hati Sakura maka mereka akan mendapatkan kekuatan yang tak terkalahkan. Akan tetapi, rencana yang mereka susun dengan rapi gagal sehingga ramalan itu berubah menjadi nyata.


Sampai ramalan yang mengatakan ‘pengorbanan terjadi dalam memperebutkan sang bunga kegelapan’ dan ramalan itu sudah terbukti dengan kematian Shin. Hanya tinggal peperangan besar saja mereka belum membuktikannya, ramalan yang mengatakan bahwa ‘awan hitam terlihat lebih pekat dari apa pun’, membuat mereka kalang kabut karena Sakura berada dipihak musuh. Akankah perang ini memusnahkan para Raja iblis? Belum ada yang tahu pasti.


Bagaimanapun juga mereka akan mencari cara untuk mendapatkan Sakura kembali. Dengan diamnya mereka kembali ke pikiran mereka masing-masing. Terdengarnya suara guntur menggelegar membuat siapapun akan bergidik ngeri. Shine melangkah mendekati jendela dan menatap guntur-guntur yang saling bersahutan.


"Ada yang mengubah seorang manusia menjadi Iblis," kata Shine tanpa menoleh.


"Itu sudah biasa terjadi," celetuk Lazark.


"Aku mendapat firasat buruk tentang ini," kata Viper yang juga sedang melihat guntur dari tempat duduknya.


"Bagaimana jika itu adalah Hime-sama?" tanya Mysth.


"Tidak mungkin, Hime tidak akan mau menjadi Iblis," jawab Viper sedikit geram.


"Kecuali, Hime dijebak untuk dijadikan Iblis," sambung Rozenth yang kini malah bersikap tenang.


"Mengapa sikapmu tenang sekali?" tanya Shine yang terus menatap guntur.


"Lalu aku harus seperti apa? Aku tidak peduli dengan gadis itu lagi," jawab Rozenth ketus.


"Zen, ada apa denganmu sebenarnya?" tanya Lazark.


"Tidak ada, aku rasa kita salah mencintainya," jawab Rozenth lalu berjalan keluar ruangan.


"Apa salahnya mencintai? Kita adalah Iblis, Iblis juga adalah makhluk ciptaan Tuhan. Kita bahkan selalu mengingat Tuhan daripada manusia. Kita berhak mencintai siapapun. Hanya orang bodoh yang berkata 'Iblis dilarang memiliki rasa cinta' meski pun rasa cinta itu adalah kutukan untuk kaum kita," gerutu Mysth.


"Berhentilah mengerutu, kepalaku mulai sakit mendengar suaramu," jawab Lazark lalu memasang earphone ke telinganya.


Mysth hanya membuang muka mendengar perkataan Lazark, Mysth sudah terbiasa dengan hinaan Lazark. Mysth juga menyadari suaranya yang unik bisa membunuh iblis ataupun makhluk lain yang mendengarnya. Hanya Sakura yang tahan bahkan tidak berefek mendengar suara Mysth.


Kembali, mereka terdiam kepikiran masing-masing, sambil menunggu persiapan perang besar yang akan mereka hadapi, tetapi hati mereka masih saja meragukan kematian Shin yang dibunuh oleh Sakura. Mereka yakin jika Sakura dihasut oleh Raja Iblis Phanthom untuk membunuh Shin.


Dan saat ini keturunan Astaroth yang terakhir adalah sepupu Shin bernama Jave Astaroth menggantikan posisi Shin menjadi Raja dari Kerajaan Astaroth, tetapi Viper tidak memasukan Jave ke dalam The Kings karena sangat beresiko jika Jave juga mati di saat perang besar nanti.


Sedangkan kerajaan lainnya, memilih untuk menjadi penonton saat perang berlangsung. Mereka akan menilai apa masih pantaskah anggota The Kings menyandang gelar 10 Iblis terkuat sepanjang masa.


***


Apa yang sebenarnya terjadi? Hime tidak mungkin membunuh Shin, kecuali Hime mengetahui tentang kematian Sean lalu dihasut oleh Sebastian untuk membalaskan dendamnya.


Rozenth adalah salah satu pion terkuat, bahkan sangat sulit diajak bekerja sama. Kali ini mungkin Rozenth tidak akan ikut dalam perang nanti. Aku tahu persis apa yang ada dalam otaknya, ia hanya menginginkan kekuatan dan tidak membutuhkan Hime. Atau mungkin sebenarnya ia juga mencintai Hime tetapi menyembunyikan perasaannya?


Masalah ini membuatku pusing, andai saja Hime tidak mendengar perkataan kami saat itu. Pasti ramalan itu tidak akan pernah terjadi, padahal kami sudah mengantisipasi mengenai ramalan itu, tetapi tetap saja berjalan dengan mulusnya.


"Your Highness," panggil Jack yang tiba-tiba saja datang entah dari mana.


"Ada apa?" jawabku datar.

__ADS_1


"Hamba memiliki informasi tentang Lady Sakura," jawab Jack membuatku langsung menatap tajam ke arahnya.


"Seorang Iblis bawahan hamba melihat Lady Sakura kini berada di bumi, dan Lady Sakura bersama Sebastian, Raja Phanthom," jawab Jack sambil berbisik.


"Kerja bagus, kita akan menunda peperangan ini," jawabku sambil mengusir Jack dengan halus.


"Hey kalian, dengarkan aku dan jangan mencela dulu," kataku pada mereka, Shine kembali ke tempat duduknya dan kini mereka melihatku dengan wajah serius.


"Hime saat ini berada di dunia manusia, tentunya bersama Raja Phanthom itu. Aku akan menunda penyerangan dan mendapatkan Hime di dunia manusia lebih mudah daripada di Kerajaan Phanthom. Aku tidak yakin Zen akan ikut dalam hal ini, setidaknya kita sudah memiliki rencana untuk mendapatkan Hime kembali," lanjutku panjang lebar, melihat raut terkejut dari wajah mereka sepertinya baru aku saja yang mengetahui keberadaan Hime.


"Bagaimana jika Jave ikut dalam misi ini?" tawar Lazark.


"Jangan berkata bodoh, Jave bukanlah suami Hime. Apa yang sebenarnya kau pikirkan?" jawabku menahan kesal.


Aku tahu ia tidak bermaksud apa-apa tapi satu hal yang ia lupa, Jave bukanlah Shin. Dan Jave bukanlah suami Hime.


"Maaf, pikiranku sedang kacau. Beri aku kabar tentang rencana nanti, aku pergi dulu," jawab Lazark lalu menghilang entah ke mana.


"Anak itu, tidak sekuat seperti kelihatannya," gumam Shine yang masih terdengar olehku.


"Shine, kaulah yang tertua di sini dan sangat berpengalaman. Bisakah kau mengatur strategi untuk mengambil Hime kembali?" kataku datar, kali ini aku ingin mengandalkan Shine yang lebih berpengalaman karena usia Shine dua kali lipat dariku, sudah pasti ia sudah berpengalaman.


"Kau mau mengejekku bahwa aku sudah tua?" gerutu Shine.


"Aku sedang tidak ingin bercanda, Shine," jawabku dingin.


"Baiklah, aku akan pikirkan nanti. Kau ini selalu saja serius, pantas saja wajahmu lebih tua dariku," jawab Shine sambil mengangkat kedua tangannya.


Aku hanya menghembuskan napas dengan kasar, memang mengesalkan jika Shine sudah menyangkutkan soal wajahnya yang muda itu. Tapi setidaknya aku memiliki pesona dan kharisma yang tidak ia miliki. Mungkin itu salah satu kebanggaanku selain kekuatanku.


"Hey, mengapa kau melamun? Aku hanya bercanda tentang wajahmu, okey? Jadi jangan diambil ke hati," kata Shine sambil melihat wajahku dengan tatapan bersalah.


"Aku tidak mempermasalahkan itu, sebaiknya kau mulai berpikir untuk strategi kita ke depannya. Kita berkumpul besok di sini dan jangan ada yang terlambat," jawabku kesal lalu aku pergi dari ruangan itu.


***


Shine hanya menggerutu setelah kepergian Viper, sedangkan Mysth hanya asik mendengarkan sedari tadi. Viper tidak memerlukan pendapat Mysth karena Viper tidak dekat dengan Mysth tidak seperti yang lainnya.


Shine lalu melihat ke arah Mysth yang berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan meninggalkan Shine.


"Mysth, kau ingin ke mana?" tanya Shine berbasa basi.


"Makam Shin," jawab Mysth singkat lalu hilang di kegelapan ruangan itu.


"Tidak biasanya dia menjawab pertanyaan sepele. Akh, karena kematian Shin semua kini telah berubah. Benar-benar sikap mereka berubah meskipun tidak sepenuhnya," kata Shine geram lalu pergi dari ruangan itu.


Sedangkan Mysth yang kini telah sampai di makam Shin hanya memandang lesu makam itu. Di kejauhan seorang iblis melihat Mysth yang berada di makam mantan Raja Shinterious Astaroth. Dengan senyum tipis di bibirnya, iblis itu mendekat ke arah Mysth sampai tepat di sampingnya.


"Masih tetap memikirkan Shin, huh?" tanya iblis itu, Mysth hanya diam tidak menjawab.


"Tenang saja, kau bisa berbicara denganku. Aku bisa tahan mendengar suaramu seperti Shin," lanjut Iblis itu.


"Apa yang kau mau?" tanya Mysth langsung.


"Kau selalu saja bersikap dingin padaku," gerutu iblis itu, Mysth hanya menatap datar iblis itu.

__ADS_1


"Kau selalu saja memakai wujud aslimu," ujar Mysth tanpa menjawab gerutuan iblis itu.


"Tentu saja, aku lebih suka memakai wujud asliku. Karena aku tidak mau dibandingkan dengan Shin," jawabnya lalu mengalihkan pandangannya ke makam Shin.


"Maaf…," gumam Mysth.


"Untuk apa kau meminta maaf? Itu tidak seperti dirimu," jawab iblis itu tanpa menoleh.


"Aku tidak bisa menolongnya," jawab Mysth lirih.


"Aku ingin bertanya padamu," ujar Iblis itu, Mysth kini menatap iblis itu.


Iblis itu tertunduk lalu kepalanya menengadah ke atas melihat langit dengan perasaannya yang terlihat gusar.


"Saat ia mati, apa Shin kesakitan?" tanya iblis itu.


"Tidak," jawab Mysth singkat.


Iblis itu tersenyum, Iblis bertubuh ramping itu memiliki tubuh setinggi Mysth. Pakaiannya hitam ala penyihir tidak lupa naga hitamnya yang bertengger manis di pundaknya. Iblis itulah yang menggantikan Shin menjadi Raja di Kerajaan Astaroth, iblis itu bernama Jave Astaroth.


"Kau tahukan, aku sangat mengidolakan Shin," kata Jave lirih dengan aura hitamnya yang mengelilinginya berbentuk seperti naga.


"Kau sangat mengidolakannya sampai hampir membunuhku karena terlalu dekat dengannya," jawab Mysth sedikit kesal mengingat jika Jave hampir pernah membunuh dirinya karena terlalu dekat dengan Shin.


"Maaf, saat itu aku tidak tahu kau memiliki masalah dengan suaramu," jawab Jave membela diri.


"Lalu, apa yang sebenarnya ingin kau katakan?" tanya Mysth langsung memblok agar Jave langsung berbicara inti pembicaraannya.


"Aku ingin tahu siapa yang telah membunuh Shin. Aku tahu kau mengetahuinya, Mysth Azazel."


"Pangeran Bagatto," jawab Mysth singkat, ia tidak mau jika Jave mengetahui siapa yang sebenarnya membunuh Shin.


"Siapa dia?" tanya Jave dengan wajah datarnya.


"Pangeran Bagatto berasal dari dunia kartu," jawab Mysth lagi berjaga-jaga agar Jave tidak mengetahui yang sebenarnya.


"Sial, penghuni dunia kartu tidak akan pernah bisa kita lukai sedikit pun. Lalu siapa yang memanggilnya? Yang aku tahu, memanggil penghuni dunia kartu itu sangatlah sulit 1 : 10.000.000 orang. Apalagi untuk memanggil seorang Pangeran membutuhkan tumbal nyawanya sang pemanggil. Dengan kata lain pembunuh itu sudah mati," jawab Jave kini menatap geram makam Shin.


"Begitulah, karena itu aku meminta maaf karena tidak bisa menolongnya," jawab Mysth, ia tidak ingin Jave ikut serta dalam perang nanti. Seperti yang dikatakan Viper, Jave bukanlah suami Hime dan dia juga bukan anggota The Kings.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Jave kini menoleh ke arah Mysth.


"Mengambil Hime-sama," jawab Mysth singkat, Jave hanya memandang Mysth mengerti lalu membalikkan tubuhnya.


"Kalau begitu, semoga berhasil," ujar Jave lalu menghilang ditelan aura hitam yang berbentuk seperti kepala naga.


Mysth menatap kepergian Jave dengan tatapan bersalah. Jave adalah adik sepupu Shin, ayah Jave adalah adik dari ayah Shin. Hubungan Shin dan Jave bagaikan kakak adik sesungguhnya. Jave mengidolakan Shin yang terlihat sempurna di matanya sejak kecil. Bahkan Jave melindungi Shin dari apa pun yang mengancam nyawa Shin.


Dari segi kekuatan Jave dan Shin dikatakan seimbang bahkan Jave sebenarnya tidak mengeluarkan kekuatan sepenuhnya saat melawan Shin. Jave sangat menghormati dan menyayangi Shin seperti kakaknya sendiri bahkan ia mengalah agar Shin menjadi Putra Mahkota pada saat pemilihan Putra Mahkota.


Dan pada saat Shin mati, betapa hancur dirinya. Jave sudah lebih dari 50 tahun tidak bertemu dengan Shin karena tugasnya. Dan pada saat ingin bertemu, Shin sudah tidak bernyawa. Itu membuatnya hampir menghancurkan Istana miliknya sendiri. Ia bersumpah akan membunuh pelakunya dengan sadis, tetapi sangat disayangkan yang ia tahu pelakunya mati karena memanggil Pangeran penghuni dunia kartu yang sebenarnya masih hidup. Tetapi, Mysth dan yang lainnya menutupi kebenaran yang terjadi.


Mysth terduduk di depan makam Shin, iblis tampan itu menengadahkan kepalanya ke atas. Melihat warna langit yang selalu berwarna jingga kehitaman itu membuat dirinya merasa tenang.


"Semoga ramalan itu tidak akan pernah terjadi."

__ADS_1


***


Menuju ending, thory libur dulu sampe like tembus 300 :*


__ADS_2