Stains Of The Past

Stains Of The Past
11


__ADS_3

Sesuai apa yang di katakan dokter hari ini Adelia sudah boleh pulang, Adelia duduk di kursi roda dengan ibunya yang mendorong kursi roda yang di duduki Adelia. Keluar dari rumah sakit, Adelia masuk ke dalam mobil karin, di bantu oleh Karin.


Adelia dan Karin duduk ini di belakang, sementara supir Karin yang mengemudi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, menuju jalan raya, sepanjang perjalanan Karin terus bercerita, sedangkan Adelia diam mendengarkan, hanya sekali-kali Adelia menanggapi. Adelia sibuk dengan pikiran nya sendiri, kembali ke rumah itu, adalah impian Adelia. Bisa berkumpul kembali dengan orang tuanya.


Meski Ada kecemasan di hati Adelia bagaimana nanti jika seandainya nenek, kakek, paman dan tante nya, datang kerumahnya untuk bertemu dengan Adelia, bagaimana jika seandainya mereka mempertanyakan soal Aska yang tidak memiliki ayah, entah bagaimana reaksi mereka. Adelia tidak masalah jika seandainya dia yang tidak di perlakukan tidak baik oleh keluarga besar nya, tapi tidak dengan Aska, Adelia kwartir jika keluarga besar nya tak menerima Aska, dan memperlakukan Aska kurang baik. Jika seandainya itu terjadi lebih baik Adelia tinggal di rumah kecil nya kembali.


"Adelia " Karin menggoyangkan tangan kiri adel yang bebas karena tangan kanan nya di gips, Adelia yang melamun tersentak kaget saat ibunya memanggil namanya.


"eh iya bunda"


"kamu ngelamun ya? " Tanya Karin khawatir karena sejak tadi Karin memanggil Adelia tapi tak kunjung di jawab.


"Nggak bun, aku cuma mikirin aja, baju akukan ada di rumahku bun, ini aja aku pake baju yang di belikan bunda, kita mampir ke rumah aku dulu ya bun" sebenernya bukan itu yang Adelia pikirkan, tapi Adelia tak ingin ibunya tau apa yang iya pikirkan.


""Oh masalah itu, yaudah kalo gitu. Mang diman kita mampir di mall depan ya "ucap Karin dengan tenang.

__ADS_1


"Siap bu"ucap mang diman supir yang sama saat dulu mengantar Adelia ke Terminal Bus saat Adelia akan pergi ke bandung.


"Kita mau ngapain ke mall bunda " Adelia masih bingung kenapa bundanya malah mengajaknya ke mall bukannya tadi ia mengajak bundanya mampir ke rumahnya dulu, untuk membawa bajunya.


"bunda mau beli sesuatu dulu, kamu mau kan temenin bunda, atau mau langsung pulang aja"Karin sebenernya gak tega dengan kondisi anaknya yang kurang baik, untuk di ajak ke mall dulu, tapi dari pada mampir ke rumah adelia dulu untuk mengambil bajunya, yang harus putar balik, lebih baik mampir ke mall dulu untuk membeli keperluan adelia untuk sementara. Setelahnya bisa langsung pulang.


"Iya nggak papa, kalo bunda emang ada yang mau di beli dulu"karin menggunakan kepalanya.


Sampai di parkiran mall Adelia turun dari mobil di bantu ibunya, Adelia duduk di kursi roda, sedangkan karin mendorong nya masuk ke dalam mall.


Adelia menyerengit, kenapa ibunya membawa nya ke toko baju muslimah, apa ibunya juga ingin berhijab seperti dirinya. Tapi Adelia tidak banyak bertanya hanya ikut saja kemana ibunya membawanya.


Karin duduk di kursi meja restoran, sementara Adelia masih duduk di kursi rodanya. Setelah memesan makanan Adelia bertanya pada bundanya kenapa di belikan baju sebanyak itu, bahkan untuk Aska pun bundanya membelikannya, padahal Adelia berniat mengambil baju dulu di rumahnya dulu.


"bunda kenapa belanjaan aku sebanyak itu, kan bisa ambil aja di rumah aku" Adelia ia merasa tidak enak telah terlalu banyak menguras uang orang tua nya, setelah biaya rumah sakit dan sekarang belanja bajunya dan Aska.


"udah gak papah, bunda kangen belanjaan kamu, dulu kita sering belanja bareng, setelah kamu gak ada bunda jadi kesepian "Adelia menunduk sedih, merasa bersalah karena terlalu lama meninggalkan orang tuanya. Karin memegang tangan adelia yang bebas, karena tangan kanan nya masih di gips, mengusap nya, seraya berkata.

__ADS_1


"sekarang makan dulu ya, abis itu pulang, kamu harus banyak istirahat, nanti barang-barang yang ada di rumah kamu biar di bawa sama Aska dan kakeknya" Adelia lia mengangguk dan mulai makan walaupun dengan tangan kiri, karena Adelia tak ingin selalu bergantung dengan orang lain kalau hanya untuk makan saja.


Karin menatap Adelia sendu, ia sangat bahagia bisa di pertemuan kembali dengan anak semata wayang nya, tapi melihat keadaan Adelia yang makan saja harus menggunakan tangan kiri, membuat nya tanpa sadar meneteskan air matanya , segera karin hapus dengan punggung tangannya, agar tak terlihat oleh adelia.


Karin sebenarnya tak ingin mengajak Adelia ke mall dulu, karena kondisi Adelia yang baru pulang dari rumah sakit, tapi harus bagaimana di rumah nya tak ada baju Adelia , masa pakai baju masa kecil Adelia yang kekecilan, atau bajunya yang tidak cocok dengan Adelia yang berhijab.


..


Adelia dan karin pulang sampai di rumah Adelia langsung istirahat di kamarnya, kamar yang dulu ada di lantai atas tapi karena Adelia menggunakan kursi roda, jadi adelia tidur di kamar bawah dulu untuk sementara sampai ia sembuh, agar memudahkan nya, keluar masuk kamar.


Adelia berbaring di kasurnya.


Rio


Satu nama terlintas di benaknya, bagaimana Rio bisa langsung menyimpulkan kalo Aska adalah anaknya, apa karena Aska terlalu mirip dengan Rio, hingga Rio dapat menyimpulkan demikian dalam sekali bertemu, berbagai pertanyaan mampir di benak Adelia , hatinya gelisah, takut kalo Rio tiba-tiba mengambil Aska darinya. Tanpa sadar terus berpikir Adelia akhirnya terlelap.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Maaf ya masih banyak typo..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, jangan sungkan memberi kritik pada karya receh othor.


__ADS_2