
Sudah satu minggu Adelia berada di rumah sakit, Aska sudah mulai sekolah di antar kakeknya.
Hari ini hari senin jadi Aska sekolah di antar kakeknya, karena kakeknya juga akan langsung berangkat bekerja ke restorannya, karena Adelio sudah pensiun dua tahun ini dari dunia militer, untuk itu sekarang Adelio meneruskan usaha yang ia bangun bersama karin sejak kuliah, yang selama ini di urus karin, kafe dan distro, usaha yang mereka bangun sejak kuliah, kini merambat ke restoran.
Adelia duduk menyandar di ranjangnya, menatap langit-langit kamar yang dominan dengan warna putih.
Sendiri dengan sepi, karena ibunya sedang ke kantin rumah sakit, pikirannya berkelana kemana, disaat ia bertemu dengan Rio, entah seperti apa dia jika bertemu lagi dengan laki-laki itu.
Seseorang membuka pintu, adelia pikir itu ibunya yang sudah kembali, tapi netra Adelia menatap sosok yang baru saja membuka pintu membuat nya terkejut.
Manik Adelia bertemu dengan Manik sosok yang baru saja datang, saling pandang sebelum akhirnya Adelia menundukkan pandangan nya, mengakhiri kontak mata tersebut.
Rio yang baru datang menatap lekat siluet tubuh Adelia dengan penuh rasa sesal, ia ingin sekali bertemu adelia, baru sekarang terlaksana karena setiap ia datang selalu di usir Adelio ayah Adelia, baru kali ini Rio dapat celah masuk ke ruang rawat Adelia.
Rio mendekati ranjang Adelia dengan pelan, sembari menetral kan hati nya, agar berani bicara dengan orang yang pernah di sakiti nya dengan begitu dalam, orang yang menjalani hidup sulit karenanya, karena itu tak mudah, dengan rasa malu, dan penyesalan yang menggerogoti hati, ia bertekad ingin meminta maaf, memperbaiki hubungan nya dengan adelia agar lebih baik, juga mendengar penjelasan bahwa Aska adalah anaknya.
"jangan mendekat "
Kecewa
Sakit menusuk sembilu hatinya, mendengar penolakan Adelia.
__ADS_1
" untuk apa anda kemari" Adelia memalingkan muka, tak ingin ia melihat ke arah Rio yang berdiri tepat dekat pintu masuk.
"kita perlu bicara adelia," Rio berusaha tersenyum dan berucap lembut.
"Tapi saya tidak ingin bicara dengan anda"
"Kita harus bicara, maafkan aku Adelia karena perbuatan ku dulu, kamu harus menjalani hidup sulit ini "
Adelia yang dari tadi memalingkan muka mentap Rio yang berdiri tak jauh dari ranjannya sebentar, hanya sebentar sebelum ia kembali memalingkan wajahnya.
" Saya tidak ingin membahas masa lalu, saya mohon, di ruangan ini hanya kita berdua, sebaiknya anda keluar, takut terjadi fitnah"
"saya sudah memaafkan anda "
" lalu Aska?"
Sudah Adelia duga pasti suatu saat jika ia dan Aska bertemu kembali dengan Rio, pasti Rio akan mempertanyakan Aska.
"Bukan "dengan suara penlan, dan kepada yang menunduk dalam, Adelia menjawab pertanyaan Rio. Iya memang benar Rio ayah biologis Aska, tapi Adelia belum rela jika tiba-tiba Rio yang baru bertemu Aska, sudah mengklaim Aska sebagai anaknya, dengan susah payah Adelia mengandung Aska, morning sickness yang parah, melahirkan dengan hampir meregang nyawanya, dan harus bekerja keras, untuk memenuhi kebutuhan Aska, seorang diri. membuat Adelia seakan belum rela jika Rio dengan mudah nya mengklaim Aska sebagai anaknya.
""""JANGAN BOHONG ADELIA PUTRI""
__ADS_1
Tak dapat adelia menahan lagi tetesan air mata jatuh dari matanya, mendengar bentakan Rio seakan membuka luka lama di ulu hatinya, yang sudah sedikit tertutup seakan kembali menganga.
"Maafkan aku adelia "bertambah sudah penyesalan Rio, melihat ibu dari anaknya meneteskan air mata, kembali ia menggores luka di hati Adelia, ibu dari anaknya.
Karin yang baru kembali dari kantin, segera membuka pintu, saat mendengar suara bentakan seseorang dari kamar rawat putrinya.
" Adelia, " karin segera mendekat ke arah Adelia memeluk nya, adelia menumpahkan tangisnya di dekapan sang ibunda.
Karin menatap Rio dengan perasaan marah. Tentu saja ,siapa ibu yang rela anaknya di bentak, bahkan anaknya dalam keadaan sakit, oleh orang yang telah membuat ia harus berpisah sekian tahun dengan anak satu-satunya.
"Keluar "
"Maafkan saya tante "hanya kata maaf yang keluar dari lisan Rio.
"Saya bilang keluar "tak ingin membuat ibu Adelia semakin marah, Rio keluar dari ruang rawat adelia, dengan perasaan sesal ia meninggal kan rumah sakit, bahkan ibu adelia yang slalu diam saat ia di usir adelio, sekarang ikut mengusir nya.
🍒🍒🍒
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Guys biar othor tau siapa aja orang baik hati yang mampir ke karya receh othor imut ini 😜😂😂 tingkat PDnya kambuh 😂😂
Satu like dan komentar kalian di setiap bab itu sudah sangat berarti bagiku🤧
__ADS_1