Stains Of The Past

Stains Of The Past
31


__ADS_3

Hari itu, di mana Bu Fatimah datang ke cafeku dia pergi dengan marah meninggalkanku sampai membanting pintu. Aku yang hanya diam melihat kemarahannya menghela nafas panjang, tak habis pikir.


Aku tak peduli dengan apa yang dia lakukan yang jelas aku tidak ingin menerima hartanya. Aku juga tidak tahu mengapa Buk Fatimah bisa seperti itu. Padahal awal aku berkenalan dengannya dia tidak terlihat seperti itu. Mungkin ini adalah jawaban dari peribahasa tak kenal maka tak sayang.


Hari ini aku dan Aska akan berangkat ke sekolah, aku berniat mengantarkannya sudah terlalu lama aku tak mengantarkan Aska ke sekolah selalu saja mengandalkan ayah-bunda atau Pak Diman akhir-akhir ini. Aku terlalu sibuk mengurus cafe hingga tak memerhatikan putraku sendiri, selain malam hari ketika kami berkumpul.


Aku memerhatikan Aska sekarang yang lebih bahagia, tidak seperti dulu yang selalu bersikap datar. Aska yang sekarang lebih murah senyum kepada orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


Aku sangat bahagia melihat perubahan Aska, aku tak menyangka kembali ke Jakarta bisa merubah sikap Aska dan memberikan kebahagiaan kepada Aska.


Mungkin di sini ada Ayah dan Bunda yang selalu membuat Aska tertawa bahagia karena begitu banyak candaan dari Ayah.


Meskipun Ayah terlihat seorang yang keras apalagi melihat wajahnya saja orang pasti sudah takut jika melihat badan kekar, kumis tebal dan kepala botak bagian depannya. Tapi meskipun begitu perut Ayah tidak buncit. Kedudukan sebagai mantan Abdi Negara tentu saja membuat orang takut padanya ya walaupun kata mantan melekat di depannya. Di rumah Ayah adalah sosok yang gemar becanda dan humoris.


Selain Aska yang merakasan bahagia aku juga cukup bahagia sekarang melihat keluargaku berkumpul dan bercanda bersama. Ayah dulu marah padaku sekarang sudah memaafkan ku meskipun hatiku masih sangat merasa bersalah.

__ADS_1


Aku juga sudah menerima lamaran dari Abizard. berkat desakan Bunda juga Aska yang memintaku menerima Abidzar aku menerimanya Aku tidak ingin sebenarnya terlalu cepat seperti ini menerima pabrik ya apalagi melihat kondisiku apa Abidzar pantas mendapatkan wanita yang singgel tanpa anak sepertiku aku punya anak tapi belum pernah menikah.


"Bunda tau apa yang kamu cemaskan, Adel. Bunda mengerti apa yang kamu rasakan dan pikir, tapi kamu juga harus memikirkan masa depan kamu juga. Sudah cukup kamu hidup sendiri mengurus Aska, sekarang waktunya kamu melupakan masa lalu dan memulai kisah baru. Berikan orang tua yang utuh untuk Aska dan jadikanlah keluargamu keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Jangan menolak orang yang telah berbaik hati menerima keadaan kamu dan Aska."


Aku hanya mendengarkan apa yang Bunda katakan. Hingga akhirnya aku terus berpikir dan memutuskan menerima Pak Abizard. Bunda benar, aku memang harus berdamai dengan masa lalu. Aku tidak boleh terus terbelenggu dalam kejadian itu.


Hari ini keluarga Pak abidzar datang ke rumah untuk meresmikan ku. Ada perasaan tak nyaman di hatiku saat nanti bagaimana reaksi keluarga Pak abidzar jika tahu sebenarnya aku sudah memiliki putra, tanpa menikah.

__ADS_1


Aku tidak tahu jika seandainya Pak Abizard sudah memberitahu tentang keadaanku pada orang tuanya aku lupa soal itu, terlalu banyak hal yang ku pikirkan hingga aku tak menyadari satu hal aku takut, takut jika nanti respon keluarga Pak Abizard.


Aku tidak apa jika mereka tak menerima ku, tapi aku hanya takut saat mereka tau keadaanku dan Aska, mereka membuat keributan bak di sinetron.


__ADS_2