
Aku tidak apa jika mereka tak menerima ku, tapi aku hanya takut saat mereka tau keadaan aku, mereka membuat keributan bak di sinetron.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada jam 8 malam pak Abizard dan keluarganya datang ke rumahku. Tak ada sama sekali dari mereka yang mempertanyakan keadaanku. Bahkan orang tua pak Abizard dengan terang-terangan memanggil Aska cucu mereka. Berbagai pertanyaan bergelayut di pikiranku.
"Apakah pak Abizard sudah mengatakan keadaan ku pada orang tuanya?"
Tak bisa dipungkiri senyum terukir indah di bibirku. Hatiku menghangat melihat keluarga pak Abizard yang ramah dan hangat pada keluargaku, terutama pada Aska. Tanpa ragu aku menerima pinangan pak Abizard dengan mengucapkan بسم الله الرحمن الرحيم dalam awal kalimat aku menerima pinangan pak Abizard, dengan banyak makna yang tersirat, dengan banyak doa yang tersemat.
__ADS_1
"Semoga, semoga awal baru ini, untukku dan Aska menjadi keberkahan, kebahagiaan pada masa yang akan datang. Aku dapat melupakan masa lalu dan memulai hidup baru yang bahagia, meskipun dalam kenyataannya itu sangatlah sulit aku melupakan masa lalu."
Pernikahan akan di langsungkan dalam waktu 1 bulan. Aku menginginkan acara pernikahanku biasa saja. Bukan tidak ingin merayakan pernikahan, hanya saja aku merasa tidak nyaman jika harus merayakan pernikahan, tapi Bunda dan ibunya Pak Abizard justru kekeh ingin merayakan pernikahan pertamaku juga pernikahan pertama pak Abizard. Keluarga pak Abizard adalah keluarga yang cukup terpandang di kota ini, mana mungkin mereka tidak merayakan pernikahan putra pertama dan satu-satunya itu.
Begitupun juga keluarga besar ayah yang pasti menginginkan melihat putri ayah satu-satunya menikah. Aku pasrah dengan apa yang di lakukan para ibu-ibu yang terlihat kompak itu. Pantas saja mereka juga tinggal di kompleks yang sama, meskipun beda blok. Kemungkinan besar mereka sering bertemu walaupun hanya sekedar bertegur sapa.
Mempersiapkan acara pernikahan yang akan di gelar 3 Minggu lagi, hari ini aku dan keluargaku datang ke salah satu butik milik ibunya Pak Abizard, untuk memesan gaun pernikahan ku juga seragam untuk keluarga.
Semua keluarga berkumpul di sana. Nenek dan kakek ku pun juga hadir. Di antara mereka semua tidak ada bertanya ataupun menyinggungku atau bahkan Aska. Hanya saja keluarga bibi, adiknya ayah yang justru terlihat sangat berbeda padaku.
__ADS_1
Tidak ku sangka, di tempat ini aku di pertemukan dengan keluarga Rio juga Rio yang sedang memilih gaun pernikahan untuk seorang wanita cantik, tinggi semampai. Wajah eloknya jelas terlihat sangat cantik. Aku melihat beberapa yang ku kenal di sana, siapa lagi jika bukan buk Fatimah yang menatapku dengan tatapan meremehkan.
Aku tidak ambil pusing dengan keberadaan mereka, justru aku malah sibuk bercerita dan bercanda dengan keluarga ku, apalagi dengan nenek dan kakek yang terlihat sangat bahagia. Aku juga sangat bahagia bisa bertemu mereka lagi setelah sekian tahun.
Dan aku tidak ingin kebahagiaan ini hilang begitu saja hanya karena ada keluarga seseorang yang telah menggoreskan luka pada masa laluku.
Jelas, jelas sekali aku melihat tatapan meremehkan dari buk Fatimah, dan tatapan sendu dari Rio dari ekor mataku. Entahlah itu hanya dugaan ku saja. Kebetulan bertemu saat ini dengan keluarga mereka membuat aku merasa tidak nyaman.
Sehingga tak berapa lama keluarga pak Abizard datang dan kami sekeluarga yang terlebih dahulu sampai, menyambut mereka dengan suka cita.
__ADS_1