Stains Of The Past

Stains Of The Past
25


__ADS_3

Setelah pembicaraan nya dengan Adelio. Abizard pulang dengan pikiran yang kalut.


Bukan karena Adelio melarang Abizard mendekati Adelia, justru Adelio memberi lampu hijau untuknya. Hanya saja, Adelio mengatakan status Adelia yang memiliki anak tapi belum pernah menikah, membuat Abizard bingung sendiri. Abizard tidak mempermasalah kan status Adelia, karena ia mencintai Adelia dengan tulus. Tapi yang ia pikir kan adalah perkataan Adelio yang mengatakan 'Jika kamu ingin serius dengan anak saya, kamu dan keluarga kamu harus tau tentang Adelia agar tidak menjadi masalah di kemudian hari'


Bagaimana cara ia memberi tau pada mama dan papa nya. Apa mereka akan menerima Adelia apa adanya atau sebaliknya. Keadaan ini membuat Abizard pusing. Tanpa sadar ia memukul setir.


""aaaah. Ini semua gara-gara cowok brengsek itu." Abizard jadi geram sendiri, mengingat cerita Adelio tentang Adelia.


"Awas aja lo kalo ketemu gue hajar, "Abizard trus saja menggerutu sendiri, sampai tak terasa mobilnya sudah masuk ke pekarangan rumahnya.


Abizard masuk kedalam rumahnya setelah ia mengucapkan salam.


"Abi" panggilan mamanya menghentikan langkah Abizard yang akan naik ke kamarnya. Abizard menoleh pada mamanya yang sedang duduk di sofa sembari menonton siaran televisi


"Sini sebentar," Lanjutnya.


Abizard duduk di samping ibunya, ia mengambil kripik singkong dari dalam toples yang ada di meja, yang sedari tadi menemani Noura, ibunya Abizard, menonton siaran televisi di sore hari.


"Kamu tadi nganterin Adelia pulang ya,"Abizard menoleh pada ibunya.

__ADS_1


"Lah mama tau aku nganterin Adel pulang?, "


" Iya kata papah. Papa liat kamu tadi di parkiran kantor." Abizard mengangguk mengerti, sedangkan maniknya tak hentinya melihat sinetron yang sedang tren di kalangan ibu-ibu itu.


"Papa sekarang di mana? Tumben gak temenin mama nonton."


"Lagi mandi dia." Abizard mengangguk.


"Kamu kapan ngelamar Ade? "ucap noura sembari melihat tayangan di televisi. "Tuh liat mbak Denok juga udah hamil, udah mau punya anak. Masa kamu belum," tunjuk nya pada sinetron yang sedang tayang di televisi.


" Lah Itu kan cuma sandiwara mah." Abizard jadi kesal sendiri. Ibunya ini selalu saja seperti itu, kadang juga membanding-bandingkannya dengan anak tetangga.


"Iya, itu cuma sandiwara. Tapi, meskipun sandiwara umur segitu mereka udah mau punya anak. Nah kamu kenyataan nya umur udah tua masih aja perjaka." Dengan susah payah Abizard menelan salvina nya.


"Selalu aja menghindar kalo bicarain soal nikah. Nanti, nanti, nanti. Pantes aja gak laku udah tua gitu."


" Bukan gitu mah. MashaAllah. Setelah makan malam aku janji deh bicarain tentang Adelia yak."


"Awas ya kalo bohong. Nyawa mu melayang nanti."ucap Noura sembari meletakkan jari telunjuknya di leher.

__ADS_1


"Ngeri amat ibu negara ancaman nya."Ucap Abizard sembari berlalu naik ke kamarnya.


....


Sementara di rumah Adelia. Adelia sedang membantu ibunya untuk menyiapkan makan malam.


Setelah makan malam, Karin mengajak Adelia duduk di ruang keluarga sembari menonton televisi bersama Adelio. Sedangkan Aska pergi ke kamarnya. Karena ada PR katanya.


"Kamu tadi pulang di anterin siapa?." Tanya Karin.


"Pak Abizard bun," Jawab Adelia.


"Ganteng juga."


"Ayah gak marah apa bunda bilang cowok lain ganteng?."ucap Adelia.


"Enggak, emang dia ganteng."ucap Adelio.


"Mukanya ganteng, gak tau hatinya,"Adelia dengan malas menyatakannya.

__ADS_1


"Is kamu gak boleh seuzon gitu sama orang. "


" Iya bun, maaf."


__ADS_2