Stains Of The Past

Stains Of The Past
14


__ADS_3

"sebelumnya perkenalkan nama saya adelia, saya menejer kafe ini. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada bapak, atas kecerebohan kami hingga membuat bapak tidak nyaman."ucap adelia. " jika bapak memerlukan ganti rugi...mmm... bapa bisa hubungi saya, saya akan usahakan mengganti kerugian bapak atas kejadian tadi."ucap adelia. Sebenarnya adelia tidak yakin bisa mengganti kerugian p******nnya yang satu ini. Tapi mau gimana lagi, dari pada p*****n ini menuntut kafenya, bisa hilang kepercayaan orang tuanya untuk mengeloala kafe yang baru di percayakan kepada adelia itu.


"Sebernarnya tidak ada masalah dengan kerusakan leptop saya mbak." adelia meringis saat laki-laki itu menjawab 'tidak ada masalah dengan kerusakan leptonya, padahal itu merek leptop termahal. Adelia memang tidak pernah beli barang mahal, tapi adelia tahu harga leptop yang di gunakan laki-laki itu sama dengan leptop yang ayahnya gunakan.


"tapi fail-fail perusahan saya ada dalam leptop saya gimana ini mbak?." ucap laki-laki itu, membuat adelia bingung.


"ya trus saya harus bagaimana pak?." ucap adelia.


"gimana kalo mbak bantu saya di perusahan saya untuk menyelesaikan kembali fail yang rusak." ucap laki-laki itu.


"tapi saya tidak mengerti...." sebelum adelia selesai bicara laki-laki itu sudah memotong ucapan adelia.


"nanti saya ajarkan."


"tapi bagai mana dengan kafe saya pak" ucap adelia bingung. jika ia berkerja dengan orang lain, bagai mana dengan nasib kafe yang di amanahkan orang tuanya ini.

__ADS_1


"saya tidak peduli" ucap laki-laki itu.


"Apa tidak ada solusi lain pak" ucap bang rende yang sedari tadi hanya menjadi pendengar saja.


"tidak ada." ucap laki-laki itu tegas.


adelia menghela napas mendengar jawaban laki-laki itu. laki-laki yang duduk di depan adelia ini mengambil dompetnya dari saku celana belakangnya. Mengambil kertas kecil dar dalam dompetnya, dan menyerahkannya pasa adelia.


"ini kartu tama saya, mbak besok datang ke perusahan saya pagi-pagi jam masuk kantor yah, saya tunggu kehadirannya." ucap laki-laki itu seraya berdiri.


Setelah kepergian laki-laki yang menjadi korban kecerobohan pegawainya itu adelia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan menghela napas kasarnya. melihat nama yang tertara di kartu nama yang di berikan laki-laki itu.


"abizard rahendra" gumam adelia menyubut nama yang tertara di kertas kecil yang di pegangnya.


" Rahendra corp. Menarik, perusahanya sendiri." gumam adelia

__ADS_1


"huh padahal aku hanya lulusan smp tapi, di kasih kepercayaan kafe ini saja udah bikin aku engap, ini harus bantu dia di perusahan yang sama sekali tidak aku mengerti. Lebih baik aku pulang untuk bertemu aska biar pikiranku ngak trlalu pusing" gumam adelia seraya berdiri dan keluar dari ruangannya.


"mbak adel" panggil riri saat melihat bosnya itu keluar dari ruangannya.


"iya mbak riri ada apa?." ucap adelia.


"saya mau minta maaf soal kejadian tadi mbak, saya tadi tidak sengaja. Sekali lagi saya mintaaaf mbak. Jangan pecat saya ya mbak anak saya masih kecil."ucap riri dengan mata berkaca-kaca takut di pecat.


" yaampun mbak gak apa-apa, saya gak akan pecat mbak."ucap adelia membuat riri tersenyum senang.


"beneran mbak?." ucap riri dengan senyum sejuta watnya.


"beneran mbak. Tapi jangan di ulangi lagi yah, kan gak lucu dong kalo kejadian itu terulang kembali, saya yang harus jadi korban mempertanggung jawabkan perbuatan mbak. Iyakan mbak?."adelia yang pada dasarnya pendendam ulung balas dendam dengan caranya sendiri. kata-kata yang ia ucapkan dengan biasa saja bahkan dengan senyumnya, selalu berhasil menyentil orang yang membuatnya dalam masalah, hingga orang itu terus-menerus merasa bersalah padanya.


" iya mbak, sekali lagi saya mohon maaf. " riri yang tadinya tersenyum, menundukan Kepalanya. ia merasa bersalah pasa bos nya itu karena telas menjerumuskan bonya dalam masalah. Apalagi setelah mendengar sindiran bosnya itu.

__ADS_1


Adelia mengangguk dengan senyumnya lalu berlalu setelah menyampaikan pesan pada rendi untuk menutup kafe di waktu seperti biasa.


__ADS_2