
"Itu siapa di teras?"
"Itu ayah saya pak."
Adelia ingin sekali tertawa melihat wajah tegang abizard yang seperti akan ketemu calon mertua yang galak. Padahalkan Abizard hanya mengantar ia pulang.
"Terimakasih banyak pak, sudah mengantar saya. Mari pak mampir dulu."Lanjut Adelia .
Abizard tersenyum kaku dan mengangguk.
Tidak mungkin ia langsung pergi tanpa bertemu dengan ayah nya adelia yang sudah menungu anaknya di teras. Setidaknya ia kenalin dulu sama calon mertua sebelum pulang.
"Yaudah ayo. " Adelia membulatkan matanya mendengar abizard bilang ayo. Ia pikir abizard akan menolak ajakannya karena melihat reaksi abizard tadi yang tegang.
" Kenapa? "Tanya Abizard ketika Adelia hanya duduk diam saja di saat ia sudah membuka salbet nya.
" hah apanya?. "
" kamu jangan mangap gitu nanti laler masuk" Adelia langsung menutup mulut dengan tangan nya.
"malu banget"
Tok tok tok
Karena terlalu lama menunggu orang yang ada di dalam mobil yang parkir di depan rumahnya tak kunjung keluar, akhirnya Adelio mendekat dan mengetuk kaca mobil bagian pengemudi.
__ADS_1
Abizard menurunkan kaca mobil nya.
"Halo om."ucap Abizard seraya tersenyum kaku.
Adelia langsung keluar dari mobil Abizard setelah tau ayahnya yang mengetuk kaca mobil Abizard.
"Assalamualaikum ayah,"Adelia menghampiri ayahnya dan mencium tangan ayah khidmat.
"Waalaikum salam. Baru pulang?"
"Iya."
"Assalamualaikum om."
"Kamu bos sementara nya Adelia kan."Abizard menelan salvina nya dengan susah payah karena Adelio menjabat tangan Abizard terlalu erat.
"I.iya om."Abizard berusaha agar tidak meringis dan tetap tersenyum.
"Emang besar ya kesalahan Adelia sampe kamu tahan di seperti ini. " Adelio semakin mengeratkan tangannya.
" Eng-engak om. "
Abizard melihat ke arah Adelia yang juga sedang melihatnya berharap Adelia menolong nya.
Netra mereka bertemu Adelia tersenyum geli melihat Abizard yang tengah menahan sakit karena ulah ayahnya. Abizard yang melihat Adelia tersenyum seperti itu tentu saja ikut tersenyum. Mengabaikan rasa sakit di tangan nya.
__ADS_1
"Ayah udah kasian." Adelio melepaskan tangan Abizard setelah di Adelia menyurujnya. Adelio juga merasa ada kejanggalan melihat tatapan anak muda yang ia sebut bos sementara Adelia itu kepada anaknya.
Abizard memegang tangan nya yang terasa panas setelah berjabat tangan dengan ayah wanita yang ia cintai sejak dulu itu.
"Kamu masuk gih. Ayah mau bicara dulu sama bos sementara kamu ini."
"Ayah, "ucapan Adelia kembali di potong oleh Adelia.
" Udah kamu masuk gih. Ayah gak akan tembak dia ko." Adelia tersenyum dan mengangguk patuh pada ayahnya. Meski ia kurang nyaman meninggalkan Abizard dengan Ayahnya karena melihat perlakuan ayah nya tadi pada Abizard.
"Saya ke dalam dulu pak" Abizard mengangguk dan membalas senyum Adelia meski ia merasa tak rela di tinggalkan berdua saja dengan ayah Adelia.
Setelah kepergian Adelia. Adelio mengajak Abizard untuk duduk di kursi yang ada di teras rumahnya. Ia juga menyuruh karena untuk membawakan minum untuk bos sementara anaknya itu.
Adelio masih diam memperhatikan Abizard yang sedang salah tingkah dengan Adelio yang sedari tadi memperhatikan nya. Setelah Karin membawa kan dua cangkir teh untuk suaminya dan tamu. Ia kembali masuk ke dalam setelah menyapa sebentar Abizard. Adelio dengan tenang meminum tehnya.
"silakan di minum tehnya"Ujar Adelio.
"I..iya om." Abizard mulai meminum tehnya.
"Kamu serius sama anak saya?. "
Uhuk. Abizard menyemburkan tehnya ke arah wajah Adelia yang duduk di depannya.
" Kamu apa-apaan sih pelan-pelan dong minum nya.
__ADS_1