
Adelia duduk di sopa yang sama dengan abizard tapi duduk mereka berjauhan, adelia duduk di ujung sopa sebelah kiri dan abizard duduk di ujung sopa sebelah kanan di ruangan ayah abizard CEO perusahan Rahendra Group. Dengan senyum canggung yang juga terlihat di paksakan adelia tersenyum pada orang tua abizard yang sedari tadi menatapnya, yang sukses membuat adelia canggung sekaligus kesal pada abizard yang cuek dan tidak menjelaskan kesalahpahaman ibu laki-laki itu pada adelia.
"Nama kamu siapa?." Suara bas dan menakutkan bagi adelia itu bertanya pada adelia.
"A..adelia om." dengan tergagap adelia menjawab pertanyaan ayahnya abizard yang menakutkan bagi adelia. Ayahnya abizard ini memang tampan, sebelas dua belas dan Abizard tapi, tubuh tinggi sekitar 175an, badan tegap penuh wibawa, dan kumis juga brewok yang agak memutih, juga suara basnya terlihat menakutkan bagi adelia, mungkin lebih tepatnya adelia sungkan dengan orang penuh wibawa seperti ayahnya abizard. Sedang kan abizard dengan tinggi hampis sama dengan Ayahnya tubuh sama tegapnya sama gantengnya. tapi abizard tidak brewokan dan kumisan seperti ayahnya malah terlihat lebih tampan di mata Adelia. Eh kan Adelia lagi kesal sama Abizard ko malah muji sih.
"Kok kamu kayak gugup gitu sih bicara sama om. Santai aja om baik kok." ucap ayahnya abizard sembari terkekeh, melihat Adelia yang tergagap bicara dengannya. Adelia tersenyum canggung mendapati kekehan ayahnya abizard juga ibunya.
Mereka memulai makan bersama. Adelia mengambil makannya sedikit dengan ragu-ragu karena sungkan ikut makan dengan keluarga abizard, yang baru ia temui hari ini.
"Kamu kok makannya dikit banget yang banyak dong."
__ADS_1
"i.iya tan."jawab Adelia dengan tergagap.
" kok masih tante sih manggilnya, panggil mama dong kaya Abi."
"udah lah ma. Senyaman nya dia aja dulu. Sebentar lagi juga dia manggil kamu mamah kalo udah jadi mantu." Adelia membulat kan matanya mendengar ucapan ayah abizard.
..."huff teryata ayah sama ibunya abizard sama saja." fikir Adelia....
"Yaudah makan yang banyak biar kamu kuat mengadapi tingkah anak Tante yah."
"iya tan."
__ADS_1
"Kamu tinggal di mana?."
"di jl.********."
"itukan komplek tempat kita tinggal pah. Kok kita gak pernah ketemu yah, kitakan tetangga berarti." Abizard yang sedari tadi diam tersenyum. Ia memang sudah tau dari lama kalo mereka tinggal di komplek yang sama. hanya saja, dulu ia pergi untuk melanjutkan study ke luar negri dan saat kembali, anak gadis yang sering ia lihat dari kejauhan itu sudah hilang entah kemana.
"Saya baru pindah dari bandung beberapa bulan lalu."
"Oh jadi baru pindah. Di blok apa tinggalnya?,"
"blok B om." keluarga abizard terus saja bertanya pada adelia, sampai selesai makan. Adelia membantu membereskan bekas makan. Adelia juga di ajak ibunya abizard untuk pulang bareng karena rumah mereka searah. Tentu saja Adelia sangat senang di tawari seperti itu. Karena ini adalah kesempatannya untuk kabur dari Abizard. Abizard sempat menolak keinginan mamanya untuk mengantar Adelia pulang, tapi melihat mamanya melotot ia hanya dapat mengangguk lemah. Akhirnya Adelia dan ibunya Abizard pulang bersama.
__ADS_1