
Sudah satu bulan adelia hanya diam di rumah.
Bosan.
Tentu saja, adelia yang biasanya bekerja di kompeksi bersama Bu siti , sekarang hanya berdiam diri di rumah, karena adelia di larang keluar rumah sebelum sembuh oleh orang tua, karin yang menemani adelia di rumah setiap harinya, di saat adelio yang bekerja dan Aska yang sekolah. Adelia hanya keluar rumah untuk kerumah sakit untuk terapi. Adelia sudah bisa berjalan tapi harus menggunakan tongkat, tangan kanan adelia juga sudah sembuh tapi masih belum bebas di gerakan seperti tangan kirinya yang sehat.
Saat waktunya sarapan adelia keluar dari kamar nya, dengan tongkat, adelia masih menggrutu kebodohan nya dalam hati. Hanya ingin menghindari Rio ia sampai tidak hati-hati, dan mengakibatkan kecelakaan. Beruntung Aska tidak apa-apa.
adelia juga bersyukur karena kejadian itu adelia dapat bertemu kembali dengan orang tuanya.
Adelia duduk di kursi nya. Sudah terlihat orang tuanya, juga aska.
"selamat pagi"sapa adelia.
"pagi "jawab semuanya.
..."sayang kamu mau gak bantuan papa kelola kafe kita" ucap adelio pada adelia....
"kelola kafe? "adelia mengerutkan kening nya.
__ADS_1
Adelia tidak mengerti soal kafe. Selama 16tahun berpisah dengan orang tuanya, adelia hanya bekerja sebagai penjahit kompeksi, ia tidak mengerti soal bisnis.
" Iya, kafe yang daerah sini aja dulu "ucap adelio.
" tapi kan adel gak ngerti kafe yah "adelia mengutarakan apa yang di pikirkan nya, adelia hanya takut kafe orang tuanya, yang di bangun susah payah harus bangkrut karena di kelola olehnya. Adelia tidak berpendidikan, ia hanya lulusan smp. Itu membuat adelia harus berfikir dua kali untuk menyetujui permintaan ayah nya.
"kan belajar, nanti kamu di ajarin sama bunda, kalo ayah gak sibuk nanti ayah bantu ajarin kamu ya "adelia diam, tidak merespon ayahnya, mengiyakan takut kesalahan di kemudian hari karena ia tak mengerti apa-apa, menolakpun sepertinya adelia tak mampu permintaan orang tuanya." nanti kamu liat dulu deh kafenya "lanjut adelio yang sedang menatap putrinya menunggu jawaban putrinya, tapi adelia hanya diam.
" kapan aku boleh lihat kafenya "ucap adelio.
" kalo kamu udah merasa sehat kamu boleh liat kafenya hari ini "adelia langsung menatap ayah. Ada sedikit rasa kebahagiaan menyrlusup ke relung hatinya, mendengar ucapan ayahnya. Perasaan bosan yang sempat ia rasakan, karena hanya berdiam diri di rumah, sepertinya akan segera berakhir.
"yaudah. Selesai sarapan kamu siap-siap, kita berangkat bersama, sambil nganterin Aska sekolah "ucap karin.
" Iya bu"ucap adelia.
....
Selesai sarapan. Adelia, karin, Aska dan adelio berangkat bersama. Setelah mengantar Aska ke sekolah mereka pergi ke kafe nya.
__ADS_1
"selamat pagi pak, bu dan mbak nya" saat masuk, seorang karyawan menyapa mereka.
"selamat pagi. Rendi kenalin ini adelia anak saya, dia yang akan menjadi mengejar baru di kafe ini ya, saya harap kamu bisa menghormati dia sebagai atasan kamu, begitupun dengan yang lain "ucap adelio
" baik pak "pria muda yang di panggil rendi oleh adelio mengangguk hormat pada adelia.
"sayang kamu di sini sama bunda dulu ya, ayah mau ke restoran dulu, nanti kalo mau pulang, di jemput mang diman yah" ucap adelio sambil mengusap lembut kepada adelia.
"Iya ayah"jawab adelia.
"sayang aku berangkat dulu ya "ucap adelio pada karin.
" Iya ayah "setelah adelio berlalu karin mengajak adelia ke ruangan, di lantai atas. Karin mengajarkan adelia tentang cara mengelola kafe.
🍒🍒🍒
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,,
Like, komen and pavori
__ADS_1