
Sudah satu minggu aku dan Aska tinggal di rumah ini , dan besok Aska mulai sekolah pertamanya, Hari ini aku dan Aska pergi ke supermarket untuk belanja keperluan rumah, juga belanja apa saja yang di butuhkan Aska untuk masak Orientasi Siswa atau (MOS).
mos merupakan kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap ajaran baru, guna menyambut Kedatangan para peserta didik baru, karena itu aku dan Aska Belanja bersama. di supermarket aku bertemu lagi dengan Bu Bu Fatimah, yang kemarin bertemu di toko elektronik, tidak menyangka Kenapa kebetulan selalu bertemu, atau memang Rumahnya dekat sini pikirku.
"Nak Putri eh kita ketemu lagi" siapa Bu Fatimah
" Eh Iya Bu"jawab ku
"Sendiri aja "tanya bu Fatimah
"Engga Buk, saya sama Aska, itu lagi pilih-pilih, kan besok mau mulai sekolah, jadi lagi cari buat MOS nya Bu, ibu sendiri? "tanya ku sambil memilih buah yang bagus untuk di masukan keranjang.
" Enggak, ibu juga di temenin anak ibu kebetulan hari ini, hari minggu jadi libur kerja"ucap bu Fatimah.
Aku mengangguk mengerti.
"Bu berasnya segini cukup"ucap orang di belakang ku, mungkin anaknya bu Fatimah.
"Iya cukup "ucap bu Fatimah.
"Eh Nak Putri, kenalin ini anak ibu Rio," ucap Bu Fatimah memperkenalkanku pada anaknya,
Perasaanku menjadi tidak enak, jantungku berdebar tak karuan, saat Bu Fatimah menyebut nama anak nya , Mengapa nama anak Bu Fatimah sama dengan nama orang yang sudah membuat ku mengalami hidup sulit selama ini, aku berbalik untuk melihat anaknya Bu Fatimah, aku terkejut Bukan main begitupun juga dia sepertinya.
Aku tak menyangka anak Bu Fatimah ternyata orang yang sama, dengan orang yang telah merusak ku.
__ADS_1
"Adelia"ucap Rio.
"Maaf bu sepertinya saya harus pergi sekarang Assalamualaikum, "Aku buru-buru pergi tanpa mendengar jawaban dari Bu Fatimah, Bu Fatimah mungkin heran dengan sikap ku tapi aku tak peduli, aku menghampiri Aska dan menarik tangannya.
"Mah kenapa "tanya Aska.
" gak papah, kita belanja nya di tempat lain aja yah"ucap ku, aku tak ingin berlama-lama ada di sini. Bertemu Rio membuat luka lama yang sudah mulai mengering kembali basah,aku ingin berdamai dengan masa lalu, tapi entah kenapa hati ini sulit menerima nya.
" Adelia tunggu," Teriak Rio yang masih mengejar ku , aku berlari tak tentu arah hingga tak sadar sudah sampai di jalan raya, aku tak menengok kanan kiri karena sekarang tujuan ku adalah satu, lari dari Rio. Hingga aku tak sadar ada mobil yang melaju cepat ke arahku.
Author pov
Tak dapat dihindari, Adelia dengan pikiran kalutnya, tak menyadari ada mobil yang melaju ke arahnya, hingga akhirnya Adelia tertabrak, dan terpental, Aska yang ditarik Adelia juga terjatuh, tapi hanya luka di lutut dan siku saja.
"Maafin Aska mah, gak bisa jaga mamah, kenapa mama lari dari om itu, kalo om nya jahat mama bisa bilang sama aku, biar aku kasih pelajaran om nya biar gak jahatin mama," Aska dengan tangis yang memilukan terus saja berbicara.
Tak ada respon dari Adelia. Adelia masih sadar tapi tidak bicara, mungkin Adelia sedang menahan sakit yang di alami nya.
"Jangan tinggalin Aska mah, Aska gak punya siapa-siapa lagi selain mama, Aska gak mau hidup tanpa mama "Aska masih terus saja bicara dengan isak tangis nya.
Orang-orang yang melihat itu, menatap pedih pada anak, yang menangis memeluk ibunya itu.
Rio menghampiri Adelia dan Aska.
"Adel maafin aku Adel" ucap Rio
__ADS_1
"om jangan sentuh mamah aku"rio yang tadinya mau menggakat adelia ke mobil nya untuk di bawa kerumah sakit, urung karena teriakan Aska.
"kita bawa ke rumah sakit, mama nya dek"ucap Rio
"gak mau sama om, om jahat udah bikin mama aku kaya gini "ucap Aska dengan marah.
Rio hanya menahan kecewa dengan penolakan anaknya itu, meskipun belum tentu anak Adelia itu anaknya, tapi melihat dari wajah dan perkiraan umur anak itu, Rio yakin itu anaknya.
"yaudah de mama nya di bawa ke rumah sakit bareng saya saja ya, kasian mamanya harus cepat di bawa ke rumah sakit"ucap wanita paruh baya yang menghentikan mobil nya saat melihat kejadian yang mengorbankan Adelia dan Aska.
"Iya bu, makasih ya "ucap Aska.
" ayah bantu angkat "ucap wanita paruh baya itu.
" Jangan bu, mama gak pernah di pegang laki-laki yang bukan muhrim, selain aku, biar aku aja yang angkat "ucap Aska.
"""Anak ini lagi darurat aja masih mikirin bukan muhrim" fikir wanita paruh baya itu.
"Tapi kan ade juga luka"ucap bapak yang bersama wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik itu. Mungkin suami nya.
"gak papa aku kuat"ucap aska
" yaudah ayo ibu bantu"saat wanita paruh baya itu melihat wajah adelia yang semula di peluk oleh aska, dia sangat terkejut melihat wanita yang sedang kecelakaan itu.
"Bunda" ucap adelia sebelum kesadaran nya menghilang.
__ADS_1