
Adelia duduk dengan sabar menunggu abizard meeting. Katanya Adelia akan jadi asisten abizard tapi entah kenapa laki-laki itu malah menyuruhnya duduk diam di sopa ruangan laki-laki itu tampa melakukan apapun. Ada rasa bosan dalam diri adelia saat ia tak melakukan apapun, tapi ia mencoba tetap tenang dan menurut saja pada abizard dari pada membuat laki-laki itu emosi padanya.
Saat jam makan siang, belum ada tanda-tanda abizard selesai meeting dan masuk ke ruangannya.
Sampai ada seseorang yang masuk keruangan abizard tanpa mengetuk pintu dulu. Dan membuat adelia langsung berdiri karena ia berpikir itu pasti abizard.
"assalamualaikum sayang mama bawain makan si." Ucapan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya dan baru saya masuk keruangan anak nya itu terhenti saat maniknya melihat sosok wanita cantik bergamis toska dan hijab senada itu berdiri dekat sopa ruangan anaknya.
"kamu ngapain di ruangan anak saya?." tanya wanita paruh baya itu menatap adelia curiga. Tidak biasanya ada wanita berhijab nyasar ke ruangan anaknya.
"sa. saya menunggu pak abi tante." ucap adelia dengan menundukan kepala tak berani manatap lawan bicara nya yang terus menatapnya.
__ADS_1
"Emang kamu siapanya abi?."
"sa.sa.saya," ucapan adelia yang tergagap itu, terhenti saat ada orang lain yang juga masuk ke ruangan abizard.
"mamah, kapan datang." Abizard yang baru masuk ke ruangannya dan mendapati ibunya ada di ruangannya langsung bertanya sembari mencium tangan ibunya khidmat.
"Baru aja, mama bawain makan siang buat kamu." Sembari memperlihatkan tas yang ia bawa pada anak laki-laki itu. "kamu mau makan di sini atau sama papah di lantai atas?. Mending di lantai atas aja yah biar rame-rame makannya." lanjut wanita paruh baya yang masih terlihat ayu itu pada abizard yang maniknya tak henti menatap adelia yang sedang menundukan kepalanya. Abizard mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan atau bisa di sebut ajakan yang tidak bisa di tolak abizard. Karena manik abizard yang tak henti nya memandang adelia, ibu abizard mengikuti arah pandang anaknya, yang melihat sosok wanita cantik dengan balutan gamis dan hijabnya yang sempat ia lupakan sesaat kehadirannya, karena kedatangan putranya.
"Oh mamah tau, jangan-jangan dia ini wanita yang mau kamu kenalin ke mama calon istri kamu ya." tebakan mamanya abizard itu sukses membuat adelia dan abizard syok.
"bu.buka." Ucapan adelia terpotong kembali oleh mama abizard.
__ADS_1
"udah kamu gak usah malu-malu buat ngakuin kalo anak nakal mama ini calon suami kamu. Sini ikut mama kita makan siang bareng di ruangan papa." Adelia ingin bicara menyuarakan isi hatinya untuk membenarkan kesalah pahaman ibunya abizard. Tapi, setiap ia ingin bicara selalu di sela mamanya abizard sedang kan laki-laki yang membuatnya dalam masalah hanya diam saja sedari tadi sambil tersenyum-senyum entah kenapa.
"Eh mamah sampe lupa. Nama kamu siapa sayang?."
"Adelia tante."
"jangan tante dong manggilnya, kan bentar lagi kamu bakalan jadi mantu mama."
"Tapi say......"
"udah ayo kita ke atas." ucapan adelia terpotong lagi oleh ibunya abizard, ia di di gandeng ibunya abizard entah di bawa kemana. Manik adelia menatap abizard memberi isarat lewat mata agar laki-laki itu menjelaskan apa yang sebenarnya pada ibunya. Tapi, abizard hanya mengangkat bahu tak peduli, Dan itu sukses membuat adelia dongkol setengah mati pada laki-laki bernama lengkap abizard rahendra itu.
__ADS_1