
...***...
Saat itu mereka benar-benar telah sampai di rumah Yanagi Fuyumi. Apakah yang dikatakan Staz sebelumnya hanyalah demi menghibur dirinya saja?. Bisa jadi seperti itu, karena ia sangat mudah bosan, akan tetapi pada saat itu ia malah bertanya hal yang lain yang berhubungan dengan Yanagi Fuyumi.
"Lalu bagaimana dengan ibumu?. Kemana ibumu?." Dengan perasaan yang penasaran ia bertanya seperti itu. "Apakah beliau telah tiada?." Belum mendengarkan jawaban dari Yanagi Fuyumi ia malah bertanya seperti itu padanya?.
Sedangkan Yanagi Fuyumi hanya diam sambil membuka kunci pintu rumahnya. Ia belum menjawab pertanyaan itu, karena ia merasa keberatan?. Bisa jadi seperti itu. Suasana hatinya sangat sedih jika seseorang bertanya padanya mengenai ibunya. "Aku tidak tahu mengenai ibuku." Ucapnya dengan perasaan yang sangat sedih. "Sebelum aku mengerti apa-apa, beliau sudah tidak ada." Lanjutnya sambil menahan perasaan sedih yang ada di dalam hatinya. "Bahkan ketika aku bertanya pada ayahku, beliau pun tidak menjawabnya." Yanagi Fuyumi masih ingat ketika ia bertanya pada ayahnya mengenai ibunya.
"He?." Staz tidak menduga akan hal seperti itu.
Saat itu mereka telah sampai di kamar Yanagi Fuyumi, namun ketika mereka membuka pintu kamar itu?. Ada seseorang yang melompat-lompat di atas tempat tidur Yanagi Fuyumi. Staz dan Yanagi Fuyumi benar-benar terdiam melihat seorang wanita dengan santainya melompat-lompat di atas tempat tidur. Tapi yang lebih aneh lagi, wanita itu membawa bundalan kain besar di punggungnya.
"Apakah wanita itu sangat kuat?. Sehingga dengan santainya ia melompat-lompat seperti itu dengan bawaan barang yang sebesar itu?." Setidaknya itulah yang ada di dalam kepala Staz ketika melihat bagaimana penampilan wanita misterius itu.
"Yho!. Selamat datang kembali." Dengan santai pula iya malah Staz dan Yanagi Fuyumi.
__ADS_1
"Hum?." Staz dan Yanagi Fuyumi belum berkomentar apapun mengenai gadis aneh itu?. Keduanya masih mengamati dengan tatapan cengo, sungguh orang yang sangat mencurigakan.
"Kau ini siapa?." Setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran keduanya pada saat itu.
Bagaimana jawaban dari gadis aneh itu?. Namun sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat bagaimana kondisi dunia iblis ketika tidak adanya Staz?.
Di kamar Staz?.
Yoshida dengan santainya membaca semua manga milik Staz?. Apakah dia tidak takut jika pemuda vampir itu akan marah padanya?.
"Manga ini sangat menarik sekali. Sangat menarik untuk dibaca. Manga-nya sangat bagus, tidak ada yang jelek." Ia benar-benar membaca semua manga yang ada di ruangan itu. Bahkan ia sampai di tiduran di kasur Staz?. "Sekarang kamar ini jadi milikku." Bukan hanya menyentuh barang Staz saja?. Bahkan ia berani mengklaim bahwa kamar itu sekarang menjadi miliknya?. "Wah?. Itu perpustakaan milik bos?!." Matanya benar-benar memperhatikan bagaimana isi ruangan itu. "Sungguh selera yang tinggi!. Semua isinya sangat keren!. Ini sungguh sangat luar biasa sekali." Yoshida benar-benar sangat kagum dengan apa yang ada di ruangan itu. Ia tidak pernah menduga akan melihat isi sebuah ruangan yang sangat lengkap seperti itu.
"Dasar kau ini ya?. Kau memang boleh sangat terkesan dengan kamar bos. Tapi-." Dengan wajah yang sangat datar, ia berkata seperti itu. "Mukamu kembali saja ke seperti semula." Lanjutnya lagi. Saat itu ia sedang membawa dua minuman kaleng dingin yang mungkin akan ia bagikan pada Yoshida?. Dan benar saja. Salah satu minuman kaleng yang ada di tangannya ia lempar ke arah Yoshida. Minuman kaleng itu ditangkap dengan sempurna oleh Yoshida meskipun ia terlihat sedikit gugup dengan kedatangan Deku. Saat itu juga Yoshida melakukan perubahan wajah?.
"Entah apa yang terjadi jika ada yang melihatnya." Kali ini Deku mencoba untuk tersenyum. "Jadi, kau jangan sampai lengah seperti itu. Akan berbahaya jika ada yang mengetahuinya." Sepertinya ia sangat khawatir jika memang ada yang melihat hal aneh seperti itu. Akan berbahaya jika mereka mengetahui bahwa bos yang menguasai wilayah ini tidak ada di tempat.
__ADS_1
"Osu." Yoshida mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Deku.
Tidak, itu bukan hanyalah sekedar penglihatan pengalihan saja. Ternyata gadis aneh itu yang melihat melalui sihirnya?. Gadis aneh itu ternyata memiliki kekuatan sihir yang sangat aneh sehingga ia dapat melihat apa yang terjadi sebenarnya. "Jadi begitu yang terjadi ya?. Pantas saja bosnya bisa berada di sini." Ucapnya dengan penuh perasaan penasaran. "Ini adalah informasi yang sangat bagus." Matanya benar-benar dapat menangkap apa yang terjadi.
"Kau ini sebenarnya siapa, gadis aneh!." Dengan raut wajah yang sangat tidak suka ia bertanya seperti itu.
Sedangkan Yanagi Fuyumi hanya menyimak saja apa yang terjadi di depannya pada saat itu. Karena ia belum mengerti dan belum dilibatkan dalam masalah itu sehingga ia hanya menyimak saja.
"Namaku hydra bell." Jawab gadis itu sambil memperkenalkan namanya.
"Oh?!." Hanya seperti itu tanggapan darinya.
"Apakah kalian tahu?. Kalau tidak hitam ini adalah penyiar tingkat atas?." Ia malah melemparkan pertanyaan seperti itu pada keduanya. "Panggil saja aku bell-chan!." Dengan tatapan yang genit sambil menghadirkan matanya ke arah mereka dengan tatapan penuh cinta?. Sungguh sangat tidak menyambung apa yang jelek ia katakan pada saat itu. Bukan hanya itu saja ia malah berpuasa aneh di depan tirai hitam itu sehingga membuat Staz dan Yanagi Fuyumi tidak bisa berkata apa-apa selain hanya memperhatikan sikap aneh dari Bell?. Bell pintu?. Bell tamu hotel?. Bell kebakaran?. Mereka sungguh tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh gadis aneh itu yang bernama Bell?.
"Entah kenapa?. Rasanya kesanmu terlalu mengada-ngada. Apakah kau ini seseorang yang tukang kibul?." Staz merasa sangat aneh dengan apa yang dikatakan oleh wanita yang bernama Bell?. Ucapannya itu benar-benar tidak menyambung sama sekali. "Mungkin kau sengaja menaruh tirai hitam itu di sana." Ucapnya sambil mengingat bagaimana datangnya Tirai hitam itu. "Sehingga tidak hitam itu menggiurkan aku untuk ke dunia manusia. Lalu kamu mencoba untuk merebut daerah kekuasaanku." Jika dilihat dari situasinya, Staz malah menyimpulkan seperti itu atas apa yang telah terjadi. "Apakah memang seperti itu yang terjadi?!." Staz malah bertanya pada dirinya sendiri atau bertanya pada gadis aneh itu?.
__ADS_1
Bagaimana tanggapan gadis itu?. Apakah ia akan berkata jujur atas apa yang dituduhkan oleh Staz padanya?. Bagaimana kelanjutannya?. Apakah mereka akan bertarung nantinya?. Lalu bagaimana dengan Yanagi Fuyumi?. Temukan jawabannya.
...***...