
...***...
Entah apa yang direncanakan Staz untuk menuju wilayah barat, akan tetapi pada saat itu ia meminta bantuan Deku untuk mencarikan kendaraan yang tepat untuk menuju ke sana. Deku mengatakan jika ia telah berhasil mendapatkan sebuah kereta yang akan mengangkut mereka ke sana?. Tapi entah kenapa Mamejirou malah panik dan bertanya kereta apa yang akan membawa mereka ke sana?.
Tak lama berselang, saat itu terdengar suara gemuruh yang sangat kuat?. Tentunya itu membuat mereka sangat terkejut?. Memangnya suara gemuruh apa itu?.
"Sepertinya telah sampai." Ucap Staz seakan-akan mengetahui apa yang bergemuruh itu?.
Dan benar saja, dari jarak yang cukup jauh, ada benda yang bergerak dengan sangat cepat?. Benda yang disebut kereta?. Benarkah itu adalah kereta?. Tidak butuh waktu yang lama kereta itu telah mendarat dengan sempurna melewati Staz.
"Eh?. Buset?!. Anginnya kencang amat." Ingin rasanya Staz berkata seperti itu.
"Jasa antar hotomune siap melayani anda tuan." Ucap kedua orang aneh?. Burung aneh?. Itulah yang menjadi pertanyaan.
"Hatamume siap keliling dunia iblis." Ucap salah satunya lagi.
"Perasaan ini ayam ya?." Staz memperhatikan penampilan dua ayam yang membawa kereta angkutan dunia iblis?. "Apakah itu nama mereka?." Ia malah bertanya-tanya.
"Jangan tanyakan padaku." Mamejirou malas menjawabnya.
"Heh!. Siapa yang peduli dengan jawabannya." Balas Staz malah berkata seperti itu.
"Siapa yang akan kami antar untuk berkeliling ke dunia iblis?." Hotomune kembali memberikan bantuan kepada mereka.
"Tolong antarkan kami ke bagian barat dengan iblis." Jawab Staz sambil mengeluarkan uang yang cukup banyak.
Hotomune dan Hatamume sedikit berkeringat dingin melihat uang yang diberikan oleh Staz. Apakah yang akan mereka lakukan?. Apakah kedua saudara ayam itu akan menerima uang dari Staz sebagai pembayaran jasa angkut di dunia iblis?. Simak terus ceritanya.
...**...
Sementara itu di dunia iblis bagian wilayah barat.
Kiji dan Tobi masih setia mengikuti Wolf. Pada siang yang sangat panas itu, keduanya sudah tidak sanggup lagi berjalan sehingga keduanya mengeluh pada Wolf.
"Bos!. Sebaiknya kita memanggil jasa antar kereta saja bos!." Keluh Tobi yang sudah tidak sanggup lagi merasakan bagaimana panasnya dunia iblis pada saat itu.
"Jangan berkata bodoh seperti itu, dan kau jangan mengeluh terus padaku." Balas Wolf setengah jengkel.
__ADS_1
"Walaupun anda berbicara seperti itu. Dari tempat kita sekarang, kita harus menempuh 500 km lagi." Tobi masih saja mengeluh.
Sepertinya cuaca dunia iblis pada saat itu memang sangat panas, sehingga keduanya benar-benar sangat mengeluh.
"Sungguh aku tidak sanggup lagi untuk berjalan." Keluh Tobi.
"Sudahlah. Jangan terlalu memaksakan bos." Kiji mencoba untuk memberikan peringatan pada temannya itu.
Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah memangnya mereka akan ke mana?. Sehingga Tobi mengeluh ingin naik kereta jasa angkutan di dunia iblis?. Apakah mereka akan menaklukkan dunia iblis ini secara keseluruhan?. Simak terus ceritanya.
...***...
Kembali ke Staz.
Hatamura menerima uang dari Staz, dan dengan hati-hati mereka menghitung jumlah uang tersebut?.
"Hm?. Mau sampai kapan mereka menghitung uang itu?. Benar-benar sangat menyebalkan." Staz sangat tidak suka mengunggu.
"Sabar sedikit lah bos." Deku merasa tidak enak hati melihat bos-nya yang terlihat sangat tidak sabaran seperti itu.
"Benar itu bos. Mungkin mereka agak lama menghitung uangnya." Yoshida juga ikut mencoba menenangkan Staz.
"Kalau kau sudah tidak sabar lagi, sebaiknya kau lari saja ke sana!." Mamejirou sudah tidak tahan lagi mendengarkan keluhan Staz.
"Diam kau neko!." Staz semakin jengkel.
"Ahaha!. Sebaiknya aku tidak usah terlibat dalam masalah mereka." Dalam hati Yanagi Fuyumi hanya melihat saja.
"Ditambah lagi, kaki mereka memang cepat, tapi otak mereka yang sangat lambat dalam menghitung jumlah uang yang aku berikan." Itulah yang membuat Staz semakin lelah menunggu kedua ayam itu.
"Tapi, apakah kita benar-benar akan menggunakan ini untuk ke sana?." Yanagi Fuyumi merasa sangat penasaran dengan penasaran dengan apa yang akan mereka gunakan untuk ke sana.
"Tentu saja kita akan menggunakan kereta ini. Memangnya apa lagi?." Staz malah balik bertanya.
"Seharusnya kau tidak nanya fuyumi." Mamejirou menatap bosan ke arah Staz yang sangat berkuasa.
"Diam kau kucing." Staz kesal mendengarkan ucapan Mamejirou.
__ADS_1
"Haik!." Balasnya.
"Baiklah. Kalian boleh menggunakannya." Hotomune mempersilahkan mereka masuk.
"Kami telah siap mengantar kalian ke mana saja." Hatamume juga mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Oh?. Kelar juga kalian menghitung uangnya." Staz sangat senang. "Deku, kau dan yoshida-kun tetaplah berada di sini. Jadi jangan tinggalkan wilayah ini. Oke?." Sebelum masuk ke dalam kereta ia masih sempat memberikan pesan pada Deku dan Yoshida.
"Siap bos!." Balas keduanya dengan sangat semangat.
"Kau masuk duluan fuyumi." Staz mempersilahkan Yanagi Fuyumi untuk masuk.
"Jangan bawa aku!. Jangan bawa aku!." Mamejirou sangat panik ketika Yanagi Fuyumi yang menggendongnya masuk ke dalam kereta aneh itu.
"Berisik!. Kau jangan banyak membantah!." Staz semakin jengkel mendengarkan keluhan dari Mamejirou.
"Oh tuhan!. Selamatkan aku dari siksaan ini!." Mamejirou malah menganggap itu adalah sebuah siksaan baginya?.
"Jalan." Perintah Staz tanpa memperdulikan keluhan Mamejirou yang merasa keberatan untuk naik kereta aneh itu.
"Tenanglah neko chan. Aku akan memelukmu dengan erat." Ucap Yanagi Fuyumi dengan raut wajah yang aneh.
"Ucapanmu itu sama sekali tidak bisa meyakinkan aku." Mamejirou seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Yanagi Fuyumi.
"Hn. Kau ini banyak sekali keluhannya. Dasar tidak berguna!." Staz sangat jengkel dengan keluhan dari Mamejirou.
"Kalau begitu turunkan aku!. Kau ini sangat tidak memiliki hati nurani!." Mamejirou masih kesal pada Staz.
"Hoik!. Kalian bisa jalan." Perintah Staz lagi, ia sama sekali tidak peduli dengan keluhan Mamejirou. "Yang penting aku sampai di sana." Setidaknya itu yang ada di dalam pikirannya saat itu juga.
Wush!.
"Ce-cepat sekali!." Yoshida sangat terkejut melihat bagaimana kereta itu lari?. "Di bawa dua ayam?. Memangnya mereka ini ayam yang seperti apa?." Yoshida malah khawatir melihat kepergian mereka.
"Jangan terlalu dipikirkan. Bos akan baik-baik saja." Balas Deku dengan sangat yakin. "Kalau begitu mari kita pergi." Ucap Deku. Tentunya ia tidak ingin berlama-lama di sana.
"Baiklah jika memang seperti itu. Aku harap bos bisa menyelesaikan masalahnya dengan cepat." Hanya itu saja harapan dari Yoshida mengingat bagaimana keluhan Mamejirou.
__ADS_1
Dan saat itu Hatamume dan Hotomune berlari dengan kecepatan tinggi?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka akan sampai dengan selamat?. Simak terus ceritanya.
...***...