
...**...
Staz yang pada saat itu telah sampai pada sebuah ruangan yang sangat rahasia?. Meskipun ia tidak yakin apakah ruangan Itu benar-benar adalah sebuah ruangan rahasia?.
Deg!.
Staz pada saat itu sangat terkejut sekaligus sangat kecewa ketika ia berada di ruangan itu ia malah melihat sebuah ****** loreng yang sangat mengerikan untuk dilihat.
"Ini adalah ****** iblis." Dengan nada menggoda menjaga toko itu malah berkata dengan nada seperti itu?.
"He?. Ini sangat mengerikan." Dalam hati Staz sangat heran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Ini adalah ****** legendaris yang dipakai dan tidak dicuci oleh orang dari kita yaitunya iblis. Sumpah ini tidak dicuci selama beberapa abad." Dengan penuh kebanggaan ia berkata seperti itu?. "Ini ****** legendaris lho!." Dengan nada penuh penegasan ia berkata pada Staz, karena pemuda vampir itu malah tercengang melihat apa yang ditunjukkan oleh penjaga toko itu.
Dengan perasaan yang sangat tidak enak Staz hampir saja kehilangan kata-kata. "Alasannya ini ataupun itu bodo amat lah!." Dalam hati Staz merasa tidak berselera lagi untuk melakukan apapun hanya karena mendengarkan kata ****** iblis yang tidak dicuci selama berabad-abad.
"Masalahnya adalah, tidak ada label harganya di sana." Penjaga toko itu masih saja berani berkata tentang harga?. "Tapi, jika kau menginginkannya. Cara mendapatkannya akan berbeda lagi." Dengan senyuman yang berbeda ia memperhatikan Staz yang seperti ogah-ogahan pada saat itu. "Karena bukan sepak sembarangan, maka ****** ini memilih calon pemakainya." Lanjutnya lagi. Pada saat itu ia benar-benar tidak bisa membaca situasi bagaimana perasaan Staz yang mendengarkan apa yang ia katakan.
"Hah?!." Staz sedikit bingung dengan apa yang dijelaskan oleh penjaga toko itu.
__ADS_1
Namun apa yang didapatkan oleh Staz pada saat itu?. Tiba-tiba saja ketika ia mengedipkan matanya dua kali?. Penjaga toko itu malam pokoknya dengan sangat keras hingga ia terpental menabrak tembok dinding yang berada di belakangnya. Itu adalah pukulan yang sangat keras sehingga membuat tubuh Staz menghancurkan tembok itu.
"Yang aku maksudkan adalah, ****** ini memilih orang yang lebih jantan dariku." Saat itu ia menunjukkan hawa iblis yang sesungguhnya. Bagaimana kekuatan yang ia miliki pada saat itu, sehingga dengan penuh percaya diri ia memukul Staz hingga terpental sangat jauh.
"Uhuk!. Uhuk!. Uhuk!." Staz sedikit terbatuk-batuk setelah menerima pukulan itu. Ia menyentuh perut atas kirinya itu yang terasa nyeri setelah mendapatkan pukulan yang sangat keras. Efek dari pukulan seorang iblis memanglah sangat berbeda dengan pukulan manusia biasa. Lihatlah?. Sebagian bangunan itu hancur karena pukulan, juga kekuatan yang sangat berbeda.
"Walah?!. Kau teriak sangat lemah sekali." Menjaga toko itu sangat merendahkan Staz.
Staz menyeka darah yang ada di sudut bibirnya, sepertinya pukulan itu memang sangat keras, sehingga ia memuntahkan darah pada saat itu. "Tunjukkanlah kemampuan dari penjaga putik dunia manusia padaku." Staz tidak akan kanker hanya karena ia menerima pukulan yang sedikit menyakitkan baginya. "Orang yang menjaga ****** yang begitu legendaris dekilnya ini. Tunjukkan padaku bagaimana kekuatan." Staz malah menentang penjaga toko itu.
Penjaga toko itu benar-benar sangat emosi ketika mendengarkan aku ucapan dari Staz. "****** yang begitu dekil?. Berani sekali kau berkata seperti itu!." Pada saat itu amarahnya sedang bergejolak mendengarkan penghinaan seperti itu. "Jika seperti itu cara bicaramu!. Aku tidak akan menahan kekuatanku lagi!." Ada perasaan sakit hati yang ia rasakan karena ia tidak menerima penghinaan itu.
"Oh tidak!. Ini sangat gawat!. Tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali." Penjaga toko itu sangat panik ketika ia tidak bisa bergerak sama sekali. "Apa yang terjadi sebenarnya padaku?!. Kenapa aku tidak bisa mendekatinya?!." Setidaknya itulah pertanyaan yang ada di dalam benaknya pada saat itu.
"Tidak ada satupun yang bisa memberikan ancaman padaku. Termasuk kau, dan kau akan tunduk pada tatapanku ini." Itu adalah kekuatan lain yang dimiliki oleh Staz selain kekuatan meremas kan jantung seseorang.
"Hah?!." Penjaga toko itu sangat terkejut, dan yang paling lebih mengejutkan pada saat itu adalah, ketika Staz melayangkan tamparan yang terlihat lemah?. Akan tetapi apa yang terjadi padanya?. Tubuhnya melayang begitu saja seperti kapas yang ditiup oleh angin. Sangat mudah bagi pemuda vampir itu melakukannya.
"Berani sekali kau bercanda padaku seperti itu." Dengan amarah yang sangat kental yang ia rasakan pada saat itu ia memberikan pukulan yang sangat bertenaga pada penjaga toko itu.
__ADS_1
"Apa?!. Apa yang telah kau lakukan padaku?!." Menjaga toko berbadan keker itu sangat terkejut karena tiba-tiba saja ia terlempar dan pipinya merasakan sakit yang sangat luar biasa. Namun sepertinya bukan hanya itu saja, ada darah segar yang mengalir di hidungnya dan di bibirnya pada saat itu.
"Aku akan mengambil ini, walaupun sebenarnya tidak membutuhkan ini." Ucap Staz setelah berhasil melumpuhkan penjaga toko itu. Ia mendekati ****** iblis yang sangat jorok itu menurutnya.
"Apaan itu coba?!. Kau terdengar sangat kejam sekali!." Penjaga toko itu bangkit, dan ia merasa heran dengan apa yang ia dengar dari pemuda vampir itu.
Namun apa yang terjadi setelah itu?. Bell yang datang entah dari mana menyapa mereka?.
"Ya sudah!. Aku pun juga tidak membutuhkan itu, tapi-." Ucapnya sambil memperlihatkan mereka. "Kerja bagus!." Dengan santainya ia berkata seperti itu seakan-akan tidak terjadi apa-apa di antara keduanya.
Sedangkan Staz dan penjaga toko itu hampir saja saling membunuh satu sama lain hanya karena ****** iblis yang super jorok itu.
"Hah?!." Staz yang mendengarkan ucapan itu sangat emosi jiwa, hingga suaranya terdengar sangat keras.
"Bell?. Bagaimana bisa kau berbuat kejam seperti itu padaku?!." Penjaga toko itu sangat tidak terima meskipun ia adalah kenalan Bell.
"Yang ada di sini, kataku, kan?!." Bell hanya menanggapi seperti itu?. Ia mendekati Staz yang seperti sedang marah besar padanya, apalagi ketika ia menahan tawanya setelah apa yang dilakukan Staz.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana nasib Staz?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...