STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 36


__ADS_3

...***...


Pertandingan itu sepertinya dikuasai oleh Wolf yang memang memiliki kekuatan fisik yang sangat berbeda dengan Staz. Yanagi Fuyumi semakin cemas dengan keadaan Staz?.


"Ini sangat gawat. Jika staz-san sampai kalah?. Maka aku yang akan menjadi budak serigala itu?." Dalam hatinya sangat takut membayangkan itu. "Keluar dari sarang vampir malah masuk ke sarang serigala. Ini sangat mengerikan sekali untukku." Dalam hatinya semakin takut dengan imajinasinya.


"Ini sangat buruk sekali." Mamejirou juga cemas. "Meskipun dia itu sangat menyebalkan, tapi entah kenapa melihatnya dengan keadaan seperti itu aku jadi tidak tega." Dalam hati Mamejirou. "Aku tidak menduga jika wolf memang sangat unggul dalam jarak dekat." Itu juga termasuk yang ia khawatirkan?. "Karena staz adalah seorang vampir, dia hanya bisa menggunakan sihirnya untuk melindungi dirinya dari serangan pukulan bertubi-tubi itu." Mamejirou memang melihat itu dari gerakan yang dilakukan oleh Staz. "Ternyata dia benar. Staz sangat benar dalam perbandingan kekuatan keduanya." Dalam hatinya masih ingat dengan apa yang dikatakan Staz sebelumnya.


"Ini memang sangat gawat. Jika staz-san memang kalah." Dalam hati Yanagi Fuyumi semakin panik setelah mendengarkan penjelasan Mamejirou. "Bukankah itu sangat gawat?." Yanagi Fuyumi dengan perasaan takut bertanya seperti itu.


"Tapi tenang saja. Dengan sihir yang ia miliki, staz tidak akan khawatir jika terluka. Karena sihirnya dapat dengan cepat menyembuhkan luka yang ia miliki." Jawab Mamejirou tanpa perasaan cemas sedikitpun.


"Oh?." Yanagi Fuyumi sedikit lega mendengarnya.


Tapi tetap saja, jika mendapatkan pukulan yang seperti itu. Tetap saja akan merasakan sakit yang sangat luar biasa. Itu bukanlah pukulan yang biasa, sehingga pukulan itu tetap saja menimbulkan rasa sakit.


"Sayangnya tidak selamanya dapat menyembuhkan dalam waktu yang cepat!. Jika diserang seperti itu." Tadinya Mamejirou memang sangat lega, tapi serangan dari Wolf memang sangat tidak terduga sama sekali.


"He?. Jadi gitu ya?." Wolf sedikit terkesan dengan apa yang ia lihat. "Penyembuhan mu itu memang sangat hebat." Entah itu pujian atau apa, namun itulah yang ia rasakan saat itu. "Walaupun kau dihajar habis-habisan, tapi luka itu sembuh dengan sangat cepat?." Wolf memperhatikan bagaimana bekas luka yang diterima Staz setelah mendapatkan pukulan pukulannya saat itu, namun kulit Staz yang putih memang kembali bersih tanpa pukulan yang membuatnya lecet?. "Karena kau vampir, jadi tidak ada gunanya kau menyembuhkan luka yang aku berikan padamu!." Dengan penuh semangat ia berkata seperti itu.


Dengan gerakan yang sangat cepat, ia mencoba untuk menyerang Staz. Suasana hatinya saat itu sedang bergejolak karena ia memang ingin melakukan sesuatu, dan ingin mendapatkan sesuatu. "Meskipun kau adalah seorang vampir!. Itu tidak masalah sama sekali meskipun kau dapat menyembuhkan luka yang aku berikan padamu!." Teriaknya sambil melayangkan sebuah pukulan yang sangat kuat. Ia merasa di atas angin saat itu. Pukulan yang sangat kuat ia layangkan ke tubuh Staz sehingga pemuda vampir itu terlempar ke sisi ring?.

__ADS_1


"Staz!."


"Staz-san!."


Mamejirou dan Yanagi Fuyumi kembali cemas melihat Staz yang dihajar habis-habisan oleh Wolf.


"Sepertinya bos memang memiliki motivasi yang sangat kuat untuk memenangkan pertarungan ini." Tobi yang melihat itu sangat senang.


"Heh!. Ternyata taruhan mendapatkan wanita itu membuat bos lebih bersemangat lagi." Dalam hati Kiji sangat senang dengan kemenangan yang akan diraih oleh Wolf.


"Lalu apa yang tertinggal setelah pukulan yang aku berikan padamu?." Wolf merasa sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi pada Staz?. Jika memang dia bisa menyembuhkan lukanya?. Wolf tidak menyerah begitu saja meskipun ia telah berhasil membuat Staz tidak berkutik sama sekali.


Memang Staz tidak melawan sama sekali ketika ia melayangkan pukulan bertubi-tubi padanya. "Apakah kau takut?. Apakah kau tidak takut jika kau kalah?." Wolf semakin bernafsu untuk mengalahkan Staz. "Kau tidak akan bisa menang jika kau tidak memukul balik, loh?!." Namun sebenernya ia sama sekali tidak berharap jika Staz akan memukulnya. "Jika kau kalah kau akan kehilangan gadis mu, loh?!." Tanpa ampun Wolf terus menyerang Staz hingga tidak berkutik sama sekali.


Namun Staz memang sama sekali tidak melawan sama sekali, sungguh!. Staz hanya pasrah saja ketika tubuhnya dihajar bertubi-tubi oleh Wolf, bahkan darahnya beberapa kali muncrat dari hidungnya.


"Lagi!. Dan lagi!. Sembuh lah!. Sembuh!." Wolf semakin menggila menyerang Staz, saat itu suasana hatinya benar-benar bergejolak sangat luar biasa. "Terus lah!. Gunakan kekuatanmu itu!. Gunakan untuk menyembuhkan luka yang kau terima!." Wolf seperti orang kesurupan menyerang Staz, ia tidak memberikan celah pada Staz untuk membalas serangannya. "Lakukanlah itu terus-menerus!. Dan aku akan terus menghajarmu sampai mati!." Teriaknya dengan suara yang semakin bersemangat.


"Kalau terus seperti ini, dia akan kehabisan kekuatan sihir." Mamejirou tidak mengerti apa yang sedang direncanakan Staz sebenarnya. "Dia itu bodoh atau apa?. Kenapa sama sekali tidak melawan?. Dan malah pasrah dengan apa yang dilakukan wolf padanya?." Mamejirou tidak menyangka akan melihat kekalahan telah dari Staz?.


"Apakah staz-san akan mati?." Yanagi Fuyumi malah berpikiran ke arah sana, jika ia melihat Staz yang pasrah seperti itu.

__ADS_1


"Mungkin saja seperti itu." Mamejirou mulai gerah dengan sikap Staz yang seperti itu.


Apa lagi saat itu Wolf mengarahkan pukulan berputar miliknya ke arah Staz. Bisa dikatakan itu adalah pukulan yang sangat mematikan, jadi jangan sampai membuat kesalahan, atau merasa menyesal karena tidak bisa menghindari serangan itu. Sorak pikuk penoton semakin bersemangat, ketika Staz yang seakan-akan telah pasrah menerima pukulan mematikan itu.


"Hajar saja dia!. Si lemah itu tidak ada gunanya!."


"Bunuh saja si lemah itu!."


"Bunuh dia!."


Teriak mereka dengan suara yang semakin bersemangat, karena mereka dapat melihat siapa yang akan menang.


Deg!.


Saat itu Wolf dapat merasakan hal yang berbeda dari tubuhnya. Ketika ia hendak ingin mengerahkan pukulan kuat itu, tiba-tiba saja kekuatannya menghilang begitu saja. Kekuatannya yang semangat membara tadi mendadak kendor?.


"Ekgh!." Saking lemahnya tenaganya saat itu, ia hampir saja tidak bisa bergerak, dan ia terpaksa bertumpu pada tali pembatas ring?.


Apakah yang terjadi padanya?. Kenapa tenaganya mendadak lemah seperti itu?. Apakah ada sesuatu yang membuatnya seperti itu?. Simak terus ceritanya. Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2