
...***...
Staz merasa sangat kesal jika ada seseorang yang berani marah dirinya. Sungguh gadis yang sangat menyebalkan baginya pada saat itu, berani sekali dia meminta uang padanya?. Apa lagi ketika gadis aneh itu mengancamnya dengan menjual informasi tentang dirinya yang sedang berada di luar pada saat ini.
Tentunya itu membuat Staz semakin kesal dan sakit hati mendengarkan ancaman itu.
"Kau benar-benar setan!." Staz yang pada saat itu benar-benar sangat kesal ingin menyerang gadis aneh itu.
"Haik!." Akan tetapi sangat disayangkan sekali, Bell melayangkan benda aneh ke arah Staz.
Benda aneh yang berbentuk segi panjang itu melewati Staz?. Dan lihat apa yang terjadi pada saat itu?. Dengan ajaibnya Staz menghilang seakan-akan ditelan oleh benda persegi panjang itu.
"Eh?. Kok ilang?." Yanagi Fuyumi sangat terkejut melihat apa yang telah terjadi di depan matanya itu. "Staz-san pergi ke mana?." Dengan sangat paniknya ia mencari keberadaan Staz.
Sedangkan orang yang dicari berada di sebuah tempat yang sangat aneh. "Ini di mana?." Staz memperhatikan sekitarnya yang benar-benar sangat berbeda. "Padahal tadi aku sedang berada di kamar fuyumi. Tapi kenapa aku malah berada di sini?. Apakah benar yang dia katakan?. Jika dia bisa memindahkan sesuatu dengan sangat mudahnya dengan menggunakan sihir yang ia miliki?." Entah kenapa pada saat itu ia ingat dengan apa yang telah dikatakan oleh Bell.
Sementara itu Bell merasa senang karena telah berhasil mengirim Staz menuju ke tempat yang seharusnya ia berada?.
"Yosh!. Sepertinya dia sudah sampai." Ucapnya tanpa merasa bersalah karena telah memindahkan seseorang tanpa izin dari orang itu.
"Staz-san menghilang?." Yanagi Fuyumi masih mencari keberadaan Staz.
"Asal kau tahu saja, aku ini bisa memindahkan seseorang hanya dengan sebuah bingkai." Bell Yanagi Fuyumi. "Bahkan aku mengirimmu ke tempat yang aku inginkan loh?." Ucapnya sambil menggoyang-goyangkan bingkai yang ada di tangannya itu.
__ADS_1
"Hua!. Hua!. Hua!." Yanagi Fuyumi terlihat ketakutan ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bell.
"Nah!. Sekarang adalah giliranmu!." Kali ini Bell bersiap-siap untuk melakukan hal yang sama pada Yanagi Fuyumi. Sehingga gadis hantu itu benar-benar sangat ketakutan ia tidak bisa bergerak sama sekali dari tempat dia berdiri. "Hilang, loh?." Bell benar-benar menggoda gadis hantu itu.
"A-a-a-a-a-a-a." Yanagi Fuyumi semakin ketakutan dengan apa yang akan dilakukan oleh Bell padanya. Ia tidak bisa membayangkan akan kemana dikirim oleh Bell.
"Hei!. Cobalah bergerak atau apa?. Dia ini benar-benar sangat bodoh." Bell memperhatikan bagaimana wajah ketakutan Yanagi Fuyumi ketika ia mengancam akan memindahkan gadis hantu itu ke sebuah tempat yang tidak diketahui sama sekali.
Apakah yang akan dilakukan oleh Bell pada Yanagi Fuyumi?. Lalu bagaimana dengan Staz?.
Saat itu ia mencoba menelusuri jalan itu, meskipun ia tidak melihat ada sebuah celah atau sebuah pintu yang dapat membuatnya kembali ke kamar Yanagi Fuyumi. "Dia memang tidak terlihat seperti manusia, tetapi." Staz mencoba memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Bell. "Perempuan itu?. Apa tujuannya dia membuatku berada di sini?." Itulah yang membuatnya penasaran. "Apa dia benar-benar akan menjualkan informasi tentang diriku pada orang lain?." Staz sangat gelisah dengan apa yang dikatakan oleh Bell tadi.
"Wakh!." Akan tetapi pada saat itu ia sangat terkejut, ketika ada seseorang yang membuka jendela di bangunan yang tak jauh darinya.
"Cepat kembalikan aku ke tempat fuyumi!." Mintanya dengan keselnya.
"Sialan!. Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!." Bentak Staz dengan sangat kesalnya.
Akan tetapi pada saat itu Staz sangat terkejut karena Bell telah berpindah tempat?. Dengan sangat mudahnya Bell melakukan gerakan perpindahan. "Jadinya, kupikir tubuhmu itu bisa membayarnya sebagian." Ucapannya sambil tersenyum lebar, ia melihat bagaimana wajah ketakutan yang diperlihatkan oleh Staz. Setelah itu ia menutup jendela di bangunan belakang Staz. Karena saat itu Staz seperti berada di lorong bangunan yang memiliki banyak jendela.
"Kurang ajar!." Bentaknya dengan kesalnya. Bahkan ia memukul jendela itu hingga pecah.
Akan tetapi bukan hanya sekali saja, Bell benar-benar telah sangat menguji kesabaran yang dimiliki oleh pemuda vampir itu. Jendela yang ada di bangunan itu benar-benar telah pecah. Entah itu dari tendangan ataupun pukulan Staz yang pada saat itu sedang dilanda oleh kemarahan yang sangat luar biasa. Bukan hanya itu saja?. Saking kesalnya Staz melempari Bell dengan tong sampah yang berada di dekatnya pada saat itu. Namun sangat disayangkan sekali lemparannya itu tidak tepat pada sasarannya. Hanya kaca jendela yang tidak berdosa itu malah pecah. Apakah pemilik bangunan itu tidak marah dengan apa yang telah terjadi?. Ya, anggap saja pemilik bangunan itu tidak mendengarnya sehingga tidak marah sedikitpun meskipun jendela kaca rumahnya telah dihancurkan oleh Staz yang sangat marah besar pada Bell yang telah berani mempermainkan dirinya.
__ADS_1
Akhirnya Staz malah lelah sendiri, karena apa yang ia lakukan pada saat itu tidak tepat sasaran. Hingga pada saat itu ia ingin menggunakan kekuatan yang ada di dalam dirinya.
Deg!.
Staz sangat terkejut dengan apa yang ia lihat pada saat itu. Bell telah menggunakan Yanagi Fuyumi sebagai sandarannya, ia mencoba menarik pelatuk pistol yang ia pegang saat itu.
"Dengan cara seperti ini, mungkin kau akan menuruti apa yang telah aku katakan padamu." Tanpa perasaan ia berkata seperti itu.
"Staz-san." Yanagi Fuyumi merasa bersalah karena telah membuat Staz tidak berkutik sama sekali.
"Aku peringatkan kepadamu. Jangan bermain-main denganku." Staz berusaha menahan emosi yang ada di dalam dirinya pada saat itu.
"Aku sedang tidak bermain-main denganmu. Aku hanya menginginkan satu permintaan padamu. Maka aku akan melepaskan gadis ini." Setidaknya itulah yang ia katakan untuk memenuhi apa yang ada di dalam hatinya pada saat itu.
"Hah?!. Memangnya apa yang kau inginkan?!." Dengan amarah yang sangat membara ia bertanya seperti itu.
"Sangat sederhana." Ucapnya. "Aku sangat yakin kau bisa melakukan ini." Dengan kedipan mata genitnya ya masih bisa santainya berkata seperti itu?.
"Maafkan aku staz-san." Yanagi Fuyumi tidak bermaksud untuk membuat pemuda vampir itu berada di dalam kesulitan.
"Oke!. Nanti saja kalian berbicara." Setelah berkata seperti itu, ia benar-benar mengirim Staz ke sebuah tempat.
"Kegh!." Staz sangat kesal karena berada di sebuah tempat yang gelap. Lorong gelap yang sangat menyebalkan baginya. Apakah yang akan ia lakukan?.
__ADS_1
Next halaman.
...***...