STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 37


__ADS_3

...**...


Pertandingan yang sangat tidak terduga sama sekali. Pertarungan yang sangat tidak seimbang?. Pertarungan yang didominasi oleh Wolf, namun siapa yang menduga?. Jika Wolf malah kehabisan tenaga saat itu?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Apa yang telah dilakukan Staz padanya?. Kenapa Staz yang dipukul habis-habisan?. Terlihat sangat tenang?. Dan Wolf yang malah kehabisan tenaga?. Apakah ada yang bisa menjelaskannya?. Simak dengan baik kisahnya.


Suasana arena itu terdiam?. Mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi saat itu?. Apa lagi ketika Staz dengan santainya melewati Wolf?. Sebelum ia bertumpu pada tali pembatas ring tinju?.


"Eh?. Kenapa tiba-tiba saja bos malah loyo seperti itu?." Dalam hati Tobi merasa heran dengan sikap bosnya itu.


"Sial!. Apa yang terjadi padaku?." Tentunya ia bertanya-tanya apa yang terjadi padanya. "Kenapa aku malah kelelahan?." Ia merasakan keanehan pada dirinya. Saat itu keringat bercucur membasahi tubuhnya, seakan-akan ia telah kalah dalam pertandingan itu. Nafasnya juga sedikit ngos-ngosan.


Sementara itu Staz hanya diam sejenak, sambil memperhatikan bagaimana Wolf yang saat itu. Ia menatap pemuda serigala itu dengan tatapan datar.


"Sial!. Kenapa ini bisa terjadi?." Ia mencoba untuk mengingat apa yang telah terjadi sebelum mereka bertarung?.


Deg!.


Perasaannya sama sekali tidak enak, ketika ia ingat apa yang terjadi sebelum bertanding tadi?. Apakah ia tidak salah?. Apakah itu tidak salah?. Ketika Staz memeluknya dengan sangat erat, dan saat itu ia menyadari ada yang tidak beres. Itu bukanlah pelukan biasa, dan itu pasti ada tujuannya. "Jangan-jangan saat itu!." Ucapnya dengan perasaan takut, perasaan yang tidak biasa yang ia rasakan saat itu. "Jangan-jangan saat itu kau!." Wolf melihat ke arah Staz, namun tangan kanannya saat itu meraba leher bagian kanannya. Saat itu ada sesuatu yang ia rasakan, dan saat itu matanya melihat ada gigi patah?.


Lah?. Bagaimana ceritanya itu?. "Ini?. Bukankah ini gigi?." Wolf menyadari sesuatu yang ternyata telah mengganggu dirinya?.


"Jadi kau sudah menyadarinya?." Dengan sangat santainya ia berkata seperti itu. Ia tidak merasa bersalah karena telah melakukan itu.


"Sialan kau!." Wolf sangat kesal dengan apa yang dikatakan Staz. Sungguh, ia tidak terima itu. "Jadi kau menghisap kekuatanku?!. Kau menang licik!." Dengan perasaan yang membuncah ia lempar gigi patah itu ke arah Staz.


Namun Staz malah menghindarinya, hingga gigi itu terlempar ke sisi ring, dan mendarat tak jauh dari Yanagi Fuyumi dan Mamejirou.


"Eh?. Gigi staz?." Yanagi Fuyumi dan Mamejirou memperhatikan itu dengan heran.

__ADS_1


"Kenapa kau lakukan itu?. Kau ini sangat curang sekali!." Wolf merasa tidak terima dengan sikap curang Staz menurut-nya.


"Heh!." Staz malah mendengus. "Memang benar itu adalah gigiku. Dan aku telah menggunakan cara itu untuk menjatuhkan mu." Lanjutnya dengan sangat santai?. Sungguh pemuda vampir yang sangat luar biasa bisa santai berbicara pada orang yang terlihat ingin mematahkan semua tulangnya setelah apa yang telah terjadi. "Sekarang gigiku jadi ompong seperti ini. Kulitmu itu ternyata keras juga, sehingga dapat mematahkan gigiku." Staz memang sangat santai, dan saking santainya tanpa perasaan takut ia menunjukkan bagaimana giginya yang patah setelah mengigit leher Wolf?.


"Hah?." Wolf masih kesal. Namun saat itu ia masih pasang kuda-kuda siaga.


"Semakin banyak pukulan yang aku terima, maka semakin berkurang kekuatanmu karena aku hisap dengan kekuatanku." Staz sedikit menjelaskan bagaimana kekuatan lain yang ia miliki saat itu?.


"Itu dia!." Mamejirou dengan semangatnya berkata seperti itu.


"Eh?." Yanagi Fuyumi yang tidak mengerti apa-apa hanya terkejut mendengarnya. "Memangnya itu jurus apa?." Yanagi Fuyumi masih sempat bertanya seperti itu.


"Itu adalah jurus hisap sampai kering. Jurus yang sangat manjur ketika pertarungan yang sangat meresahkan." Jawab Mamejirou dengan semangatnya. Sepertinya ia sangat kenal dengan jurus yang dimiliki Staz. "Jurus yang sangat merepotkan sih sebenernya." Ia agak cengo mengatakannya. Bahkan ia dapat membayangkan bagaimana Wolf yang dengan sangat membara menyerang Staz. "Dia dapat memulihkan luka yang ia terima dari wolf dengan kekuatan wolf itu sendiri." Namun semakin menyerang, yang lelah justru musuh. Karena rasa sakit, lelah, dan luka-luka yang diakibatkan pertarungan itu malah orang yang memukul itu merasakan itu semua. Ya, kira-kira seperti itulah yang terjadi.


"Karena itu luka yang kau terima dari zero, maka kau tidak akan bisa menggunakan kekuatan yang kau miliki. Saat ini kau sangat kosong." Staz kembali tenang?. Dan ia sedikit melakukan peregangan.


"Kau seharusnya menjauh selagi mengisi kekuatanmu." Dengan sangat santai sambil melompat-lompat melakukan pemanasan. Entah kenapa saat itu ia merasa bersemangat setelah apa yang telah terjadi?.


"Tunggu sebentar!." Mamejirou dapat melihat bagaimana pose Staz saat itu.


"Eh?. Ada apa?." Yanagi Fuyumi sangat heran.


"Jurus ini dinamakan dengan-." Matanya memperhatikan bagaimana Staz yang telah bersiap-siap untuk menggunakan kekuatannya.


Duakh!.


Staz yang merasa prima up, ia segera memukul dagu Wolf dengan sangat keras. Sungguh, itu sangat menyakitkan.

__ADS_1


"Kegh!." Wolf tidak dapat menahan pukulan itu, hingga tubuhnya melayang ke atas.


Namun ada yang aneh saat itu, ada cahaya keemasan yang menyebar ke tubuh Wolf. Sayangnya Staz yang saat itu sedang melampiaskan rasa sakit hatinya karena mendapatkan pukulan bertubi-tubi, ia dapat merasakan sensasi yang sangat berbeda saat itu.


"Ini namanya playback!. Playback!." Dengan semangatnya ia berkata seperti itu sambil memberi kode pada musuhnya untuk jatuh. Kekuatan yang ia miliki saat itu benar-benar telah sempurna?.


"Ohok!." Wolf terbatuk darah, ia tidak menyangka akan mendapatkan serangan mematikan seperti itu.


"Aku tidak akan memberikan kesempatan padamu untuk lari dari sini." Ucapnya dengan sangat sombong?.


Saat itu Wolf telah jatuh ke lantai ring?. Sedangkan mereka pada penonton malah terpaku melihat itu, hingga mereka pertandingan itu.


"Bos?." Kiji dan Tobi sangat takur melihat kondisi Wolf yang terbaring tidak berdaya?.


"Hei!. Wasit!. Cepat hitung." Perintah Staz, ia tidak sabar lagi.


Karena tidak mengerti dengan situasi pertarungan itu, Tobi terpaksa mendengarkan ucapan Staz.


Wolf sedang berusaha untuk bangkit kembali, karena ia merasa tidak senang jika kalah begitu saja.


"Sudahlah, hentikan saja." Staz memberikan peringatan pada Wolf.


"Cuih!." Wolf meludah dengan sangat kasar. "Aku tidak suka dengan itu, bahkan suara mereka sangat parah." Ucapnya dengan kesalnya.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah benar Staz telah melakukan rencana ini dengan matang?. Apakah benar Staz menyayangi Yanagi Fuyumi?. Sehingga ia langsung yang bertindak?. Temukan segera jawabannya ya?.


Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2