STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 41


__ADS_3

...***...


Pada saat itu siapa yang menduga, Jika Staz telah mempersiapkan semuanya dengan cara matang meskipun pertandingan itu mendadak diubah sebelumnya.


"Heh!. Kau pikir aku akan mengalah begitu saja?. Maaf saja, meskipun gadis itu tidak ada artinya bagiku, Aku tidak akan menyerahkan gadis itu secara cuma-cuma padamu hanya karena aku kalah dalam pertandingan ini." Dalam hati Staz sangat benci akan kekalahan sehingga ia menggunakan teknik itu untuk menjatuhkan Wolf. "Ternyata kau sangat lemah sekali, aku tidak menduga akan mengalahkanmu dengan cara seperti ini." Ucap Staz sambil mengamati Wolf yang sudah tidak berdaya.


"Kau memang bajingan!. Apakah hanya karena buku itu?. Kau melakukan ini padaku?." Wolf sangat kesal, meskipun kondisi tubuhnya pada saat ditangkap para namun ia berusaha untuk bangun. "Tapi aku rasa bukan itu alasan utamanya kan?." Saat itu matanya melirik ke arah Yanagi Fuyumi yang terlihat sedikit aku dengan pertarungan itu. "Apakah kau benar-benar membutuhkan buku itu?." Ia kembali bertanya ingin memastikan apakah yang dilakukan Staz. "Beritahu aku yang sebenarnya!." Dengan perasaan kesal ia bertanya seperti itu. Karena ia telah dipermalukan di tempat di keramaian oleh Staz. "Apa yang sebenarnya kau inginkan?!." Hatinya saat itu sangat panas.


"Dia ini kenapa?. Masih saja tidak mau menerima kekalahannya kah?." Dalam hati Staz mengamati penampilan Wolf yang perlahan-lahan berubah menjadi siluman serigala?. "Apakah kau ingin menunjukkan wujud setengah siluman mu itu padaku?." Staz masih menahan dirinya.


Akan tetapi pada saat itu Wolf terlanjur marah, ia sangat geram setelah apa yang dilakukan Staz padanya. "Beraninya kau menggunakan cara itu hanya untuk mendapatkan buku itu!." Dengan penuh amarah, ia benar-benar telah berubah wujud. "Apa yang sebenarnya kau inginkan?!. Sehingga membuat aku kesal!. Sampai-sampai membuatku berubah seperti ini, staz!." Amarahnya meledak begitu saja, pada saat itu yang mengalami perubahan yang sangat luar biasa.


"Bos?!." Tobi yang dari tadi memimpin pertandingan itu sangat terkejut melihat perubahan bosnya.


"Heh!. Sudah aku duga, karena kekuatannya hanya setengah makanya perubahannya pun setengah juga. Dasar siluman setengah-setengah. Heh!." Staz berkata seperti itu sehingga memperkeruh keadaan.


"Diam kau vampir sinting!." Bentak Wolf dengan penuh amarah. "Jawab pertanyaanku!." Tentunya amarahnya semakin membencah saat itu. "Apakah karena gadis itu?!. Kau melakukan sejauh ini karena gadis itu?!." Ia sangat heran. "Karena selama ini kau tidak akan pernah melakukan hal yang membosankan seperti itu!." Wolf memang kenal dengan Staz, ia kenal dengan sikap Staz yang memiliki sikap cuek yang sangat luar biasa. "Jadi mustahil kau melakukan itu sehingga kau berani berbuat curang padaku!." Sungguh. Wolf tidak dapat lagi menahan amarah yang ia rasakan saat itu.


"Ya. Memang benar. Aku melakukannya karena yanagi fuyumi. Lalu kau mau apa?." Staz akhirnya menjawabnya.

__ADS_1


"Eh?." Yanagi Fuyumi dan Mamejirou terkejut dengan apa yang mereka dengar saat itu.


"Demi aku?." Yanagi Fuyumi benar-benar hampir tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat itu.


"Aku rasa dia memang sinting, aku rasa ada yang salah darinya." Dalam hati Mamejirou sangat terkejut dengan pengakuan Staz.


"Kenapa?. Kenapa kau melakukan itu?!." Wolf semakin penasaran. Suaranya semakin terdengar berbeda dari yang sebelumnya, itu karena ia mengalami perubahan yang sangat berbeda.


"Sekarang dia memang adalah sosok hantu. Namun sebelumnya Dia adalah seorang manusia." Jawab Staz dengan senyuman kecil. "Aku ingin mengembalikannya seperti semula." Lanjutnya.


"Hah?!. Kau ini melawak sekali!. Ingin mengembalikannya katamu?!." Entah karena kesal atau apa, namun itulah yang ia rasakan saat itu. Sungguh, hatinya sangat sakit. "Kau pikir?!. Vampir sinting seperti kau bisa melakukannya?!. Kau mencoba menjadi orang baik?. Kau ini sungguh sangat lucu sekali!. Jangan buat aku tertawa!. Vampir goblok!." Saking tidak percayanya dengan apa yang dikatakan Staz, Wolf malah mengatai Staz seperti itu. .


"Me-mereka berdua ini kenapa?." Dalam hati Yanagi Fuyumi, Mamejirou, Tobi, dan Kiji sangat heran melihat tingkah kedua iblis aneh itu.


"Memangnya apa yang akan kau lakukan?. Jika kau berhasil mengembalikan dia ke semula?." Wolf sedikit penasaran dengan itu, meskipun amarahnya pada saat itu masih membuncah. "Apa yang akan kau lakukan?!. Setelah dia kembali menjadi gadis manusia?!." Namun rasa kesal itu seakan-akan menyempil di hatinya, sehingga mendorong hasratnya untuk bertanya seperti itu.


"Berisik!." Staz terlihat geram. "Banyak bicara." Staz tadinya memang sedang berusaha menahan amarahnya. "Sepertinya kau tidak bisa didiamkan begitu saja." Ia sangat kesal. "Bukan hanya perubahan setengah saja, otakmu pun juga setengah-setengah dalam berpikir." Ia menatap tajam ke arah Wolf.


Saat itu Staz telah menggunakan kekuatan tenaga dalamnya untuk melakukan Zip remas jantung.

__ADS_1


"Ekgh!." Wolf saat itu meringis sakit. "Apa yang kau lakukan vampir sinting." Ia melihat ke arah Staz yang seperti sedang mengepal tangan.


"Apa yang akan aku lakukan tidak ada urusannya denganmu. Kau terlalu banyak bicara untuk bertanya seperti itu padaku." Dengan kesalnya ia berkata seperti itu.


"Jadi kau menggunakan zip padaku?!. Terkutuk lah kau vampir sinting!." Wolf semakin meringis kesakitan karena ia mengetahui kondisinya saat itu. "Heh!. Sekarang siapa yang setengah-setengah?!." Meskipun dalam keadaan sakit, ia masih saja bisa berkata seperti itu. "Di saat terdesak!. Kau langsung menggunakan kekuatan!." Ia sangat kenal dengan watak Staz.


"Diam kau serigala dekil!." Balas Staz dengan kesalnya. "Jika kau masih ingin hidup, maka kau jangan banyak bicara. Hidupmu saat ini berada di dalam genggaman ku, loh?!." Staz sedikit memberikan peringatan.


"Heh!. Kau ini benar-benar sinting." Wolf berusaha untuk bersikap biasa saja, karena mentalnya pada saat itu masih tersambung dengan utuh. "Apakah tujuan lain yang tersembunyi di dalam hatimu sebenarnya adalah menginginkan darah gadis itu?. Aku sangat percaya dengan apa yang aku rasakan saat ini." Ucapnya dengan penuh percaya diri.


"Diam kau." Staz kembali membantah dengan apa yang diucapkan oleh Wolf.


Sedangkan para penonton yang menyimak itu hanya terpelongo saja. Apakah benar pemuda Vampir itu memiliki niat seperti itu?. Ketika ia berhasil menghidupkan gadis manusia itu ia akan menghisap darahnya hingga mati?.


"Heh!. Kau ini memang vampir yang memiliki jiwa peri kemanusiaan?. Kau ini sedang melawa atau apa?!. Hah?!." Wolf saat itu merendahkan Staz dihadapan semua orang.


"Sudah aku katakan tutup mulutmu itu!. Dasar serigala kampung busuk!." Bentak Staz dengan penuh kemarahan. Hatinya sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan Wolf tentang dirinya?. Staz marah?. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2