STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 26


__ADS_3

...***...


Saat itu Staz marah besar pada Bell yang ternyata mempermainkan dirinya?. Mereka hampir saja saling membunuh jika Bell tidak datang?.


"Ngapain kau malah berkelahi sama penjaga butik hanya untuk sehelai ****** *****?." Dengan nada mengejek ia malah bertanya seperti itu?.


Tentunya Staz semakin emosi mendengarkan apa yang dikatakan Bell saat itu. Hingga urat kemarahannya hampir saja putus karena Bell?. "Terserah kau saja. Tapi setidaknya kau bisa menjamin jika fuyumi dalam keadaan aman, kan?." Ingin rasanya ia menggunakan kekuatannya untuk membunuh Bell, hanya saja karena mengingat kondisi Yanagi Fuyumi, ia urungkan niatnya itu.


"Kalo dia sih aman. Dan sekarang dia malah berada di sini." Balasnya tanpa perasaan bersalah, meskipun setelah menyandra seseorang, dan mempermainkan orang lain demi menguji orang itu?.


"Staz-san." Yanagi Fuyumi memanggil nama Staz?. Sepertinya gadis itu memang terlihat sangat baik.


"Kau menjauh lah dari sana. Biarkan aku menghajar perempuan itu." Staz sepertinya tidak dapat menahan dirinya ketika ia melihat Yanagi Fuyumi baikan.


Sedangkan menjaga toko itu mencoba menenangkan dirinya setelah dihajar oleh Staz. Ia masih menyimak apa yang terjadi sebenarnya?. Ada permasalahan apa yang terjadi di antara mereka, sehingga pada saat itu ia dilibatkan dalam masalah yang tidak ia ketahui sama sekali.


"Tidak!. Tidak!. Tidak!. Tunggu sebentar. Ini ada alasannya, dan aku bisa menjelaskannya padamu." Yanagi Fuyumi sedikit panik ketika melihat Staz yang saat itu menggeretak tangannya, seakan-akan ia sudah siap untuk menghajar Bell.


"Hah?!. Apakah kau sedang mencoba membelanya?." Staz tidak suka dengan apa yang dikatakan Yanagi Fuyumi.


"Tidak!. Tidak!. Sebenarnya bell san sedang mencari seseorang yang memiliki kekuatan hebat." Yanagi Fuyumi mencoba memberikan penjelasan pada Staz. "Sepertinya kau memiliki kekuatan yang sangat hebat!. Karena itulah dia memujimu." Lanjutnya dengan sangat panik?.


"Hah?!. Alasan macam apa itu?!. Jadi kau ingin mengatakan padaku jika aku ini adalah korban percobaannya?!." Staz semakin kesal mendengarkan ucapan Yanagi Fuyumi.


"Tidak tahu aku jika itu yang dilakukan bell san." Yanagi Fuyumi melirik ke arah Bell yang terlihat sangat cuek?.


"Apakah kau tidak mengetahui?. Jika aku hampir saja mau membunuh penjaga butik ini loh?!." Staz menunjuk ke arah penjaga toko itu yang masih rebahan bak model saat itu.

__ADS_1


"Eh?!." Penjaga toko itu sangat terkejut mendengarnya. Hingga ia beranjak dari tempatnya sambil berlutut ketakutan?. "Dih!. Ternyata kau cukup menyeramkan juga." Dengan nada bergetar ia berkata seperti itu.


"Jangan salahkan aku. Salahkan dia!. Karena dia yang menyuruh aku mengambil ****** dekil itu." Staz masih bisa mengendalikan amarahnya?.


"Kau memang sangat menyeramkan. Kau benar-benar ingin membunuhku ya?!." Dengan perasaan takut ia berkata seperti itu.


"Aku tadi hanya berkata hampir, dan itu belum terlaksanakan." Staz sedikit jengkel.


"Yak?!. Karena itu pun aku juga tahu banyak tentang dirimu." Akhirnya Bell membuka suaranya setelah mendengarkan ucapan mereka?. Ia malas mendengarkan perdebatan keduanya.


"Hah?!. Apa yang kau katakan setan!. Jangan main-main denganku!." Staz semakin kesal, urat marahnya hampir saja putus mendengarkan apa yang dikatakan Bell.


"Lihatlah?!. Fuyumi chan adalah hadis yang baik hati." Tanpa perasaan berdosa sedikitpun pada Staz, ia malah memeluk mesra Yanagi Fuyumi. "Sangat disayangkan sekali, setelah apa yang terjadi fuyumi mengetahui jika staz adalah iblis yang sangat bengis." Kali ini tanpa perasaan ia berkata buruk mengenai Staz dihadapan Yanagi Fuyumi?. "Aku berkata benar, kan?. Fuyumi chan?." Dan ia malah bertanya seperti itu pada Yanagi Fuyumi.


"Tidak, aku tidak berkata seperti itu staz-san." Yanagi Fuyumi sangat panik dengan apa yang dikatakan Bell.


"Jangan berkata seperti itu." Yanagi Fuyumi merasa sangat tidak enak hati. "Tadi, aku hanya menceritakan pada bell san, jika kau bukanlah orang yang mencuri tirai hitam miliknya." Yanagi Fuyumi menceritakan yang terjadi sebenarnya. "Jangan dengarkan ucapan dustanya." Bisik Yanagi Fuyumi dengan takut.


"Ayolah fuyumicchi!. Ini adalah rahasia kita sebagai seorang wanita!." Tiba-tiba saja saat itu Bell terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. Ia sangat takut jika Yanagi Fuyumi mengatakan yang sebenarnya pada Staz?. Tapi kenapa ia malah panik seperti itu?. Bahkan ia semakin kuat memeluk Yanagi Fuyumi.


"Setelah itu, aku menanyakan tentang cara menghidupkan kembali-." Sepertinya Yanagi Fuyumi sedang berusaha mengatakan kebenaran itu pada Staz?. "Dan bell san mengatakan padaku, jika dia mengetahui caranya." Lanjut Yanagi Fuyumi dengan suara yang hampir saja putus-putus.


"Eh?. Benaran tu?." Staz masih dapat menangkap apa yang dikatakan Yanagi Fuyumi saat itu.


"Ya, aku memang mengetahuinya kok." Bell mengakui jika ia memang tahu?. Bahkan ia menunjukkan buku itu pada Staz?. "Karena waktu itu aku pernah menemukan buku yang berjudul cara membangkitkan manusia." Ucap Bell. Tidak, saat itu ia tidak menunjukkan buku itu pada Staz. Akan tetapi itu adalah bayangannya saja, alias ingatannya saja.


"Hooh!. Buku itu yang aku cari!. Terus?!. Ada di mana buku itu?!." Dengan perasaan yang berkecamuk ia bertanya pada Bell, dan menunjuk ke arah buku yang dikhayalkan Bell?. Ajaib sekali memang.

__ADS_1


"Sayang sekali. Sudah aku jual." Dengan tampang tidak berdosa, dengan mudahnya mulutnya itu berjaya seperti itu.


"Apa?. Bagaimana dengan isinya?!." Staz sangat panik mendengarkan ucapan Bell.


"Aku sudah lupa." Balasnya lagi. Ia tidak peduli bagaimana raut wajah Staz yang sangat marah saat itu.


"******!. Kau ini kejam sekali!." Bentak Staz dengan amarah yang sangat membara.


"Tapi!. Aku ingat ke mana aku menjualnya!." Bell malah tersenyum lebar.


"Dusta!. Kau jangan berdusta padaku!." Staz belum percaya sama sekali.


"Ya sudah. Kalau begitu cari saja sendiri!." Bell benar-benar menggoda Staz.


"Baiklah!. Katakan!." Staz sangat memaksa.


"Kalau itu sih. Waktu itu, aku jual ke belahan timur dunia iblis." Jawabnya. "Namanya adalah wolf. Penguasa dunia iblis bagian timur." Lanjutnya lagi. Entah rencana apa kali ini yang akan ia gunakan untuk membuat Staz merasa kerepotan karena ucapannya itu.


"Kau ini tidak berbohong, kan?." Staz hanya ingin memastikan, apakah Bell berkata jujur atau tidak.


"Jika kau ingin memastikan kebenarannya, maka kau harus datang ke sana." Bell tersenyum lembut.


"Sebaiknya jangan." Dalam hati Yanagi Fuyumi dan penjaga toko itu sangat khawatir dengan ide Bell.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Staz akan datang ke sana?. Simak dengan baik bagaimana kisahnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2