STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 44


__ADS_3

...***...


Pada saat itu Bell sangat tidak mengerti sama sekali dengan apa yang tertulis di dalam buku itu. Sehingga ia membacakan apa saja yang ada di dalam kepalanya saja?.


"Ajakdheu!. Ajsje!." Ia malah pusing sendiri dengan bahasa yang ia gunakan saat itu.


"Dia ini baca apa sih?!." Dalam hati Mamejirou sangat tidak mengerti dengan apa yang telah dikatakan Bell.


"Bell-san. Sebaiknya jangan bacakan itu, rasanya tidak enak di dengar sama sekali." Yanagi Fuyumi jadi pusing mendengarkan ucapan Bell yang sama sekali tidak bisa diterjemahkan dengan bahasa manusia biasa.


"Hadeh!." Wolf yang masih berbaring terlentang malah menghela nafasnya dengan sangat lelah. "Kau ini bikin pekerjaan semakin rumit saja staz." Ia melihat ke arah Staz yang masih saja mengupil dengan santainya.


"Aku tidak menambah pekerjaan. Hanya saja buku itu yang membuat kita pusing. Jangan salahkan aku." Tentunya Staz tidak ingin disalahkan begitu saja oleh Staz.


"Dia itu memang tidak bertanggung jawab sama sekali." Dalam hati Kiji sangat kesal dengan sikap Staz. "Hampir saja kami kehilangan bos kami!." Ingin rasanya ia berkata seperti itu, namun ia takut kena masalah nantinya. "Andai saja aku tidak sayang dengan nyawaku?. Mungkin saja sudah hajar vampir sinting ini." Ucapnya dalam hati dengan perasaan jengkel.


"Tuh, kan?. Tidak ada yang bisa membaca buku itu dengan sangat benar." Staz masih belum mengubah posisinya. "Bagaimana denganmu mamejirou?. Apakah kau bisa membacakannya untukku?." Staz ingin mendengarkan bagaimana pendapat Mamejirou. "Bukankah kau dapat melihat segala hal?." Itulah pertanyaan yang ia lontarkan saat itu, namun ia masih mengupil?.


"Aku juga tidak bisa membaca buku ini. Bahasanya sangat rumit sekali." Mamejirou berulang kali telah mencobanya, namun hasilnya tetap sama saja. "Bahasanya sama sekali tidak aku mengerti. Jadinya aku tidak bisa menerjemahkan bahasa ini bahasa apa." Lanjutnya dengan sangat kecewa.


"Ho?. Bahkan kau tidak bisa." Staz sangat kecewa.


"Berisik!. Aku tidak meminta pendapat darimu vampir goblok!." Dengan kesalnya ia berkata seperti itu. "Ini seperti sebuah kode yang sangat rahasia!. Kau ini jangan meremehkan aku. Ini sangat susah karena menggunakan kode tertentu!." Lanjutnya dengan sangat kesal.


"Apa?. Kode katamu?!." Staz langsung bereaksi setelah mendengarkan apa yang dikatakan Mamejirou.


"Eh?." Yanagi Fuyumi dan Bell terkejut mendengarnya.


"Aku pikir tadi itu mantram sihir." Bell tadinya membacakan mantram sihir yang gunanya entah untuk apa.


"Aku tadi berpikiran itu resep makanan." Yanagi Fuyumi malah berpikiran entah ke mana.

__ADS_1


"Ahaha!. Aneh-aneh saja." Dalam hati Kiji dan Tobi sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka.


"Terus masalahnya apa?. Sehingga kau tidak bisa membacanya?." Staz mendekat, ia ingin mengetahui alasan kenapa itu bisa terjadi.


"Aku tidak bisa membaca itu karena ini adalah kode yang bisa jadi ditulis dalam anagram." Jawabnya. "Anagram itu memang susah untuk dibaca. Jadi aku sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk membaca anagram itu." Ia sangat kecewa pada dirinya, karena ia tidak bisa membaca itu dengan benar.


"Aku sama sekali tidak paham dengan apa yang kau jelaskan." Staz mengambil buku itu dari tangan Bell.


"Oi!. Aku belum bisa membacanya." Bell sedikit kesal.


"Percuma saja kau baca jika tidak mengerti." Balas Staz sambil melirik ke arah Bell.


"Ya. Memang seperti itulah kenyataan. Kita semua tidak bisa membacanya." Mamejirou menghela nafasnya dengan sangat lelah. "Ini adalah pekerjaan yang paling merepotkan, jika kita harus menerjemahkan anagram ini." Lanjutnya.


"Dengan kata lain, kita benar-benar harus mencari siapa yang bisa membacakan buku ini, kan?." Staz sedang membolak-balik halaman buku itu.


"Tumben kau benar." Mamejirou malah berkata seperti itu?.


"Hahaha!. Dia ini memang vampir sinting." Dalam hati Mamejirou, Bell, Wolf, Kiji dan Tobi merasa sangat heran dengan pemikiran Staz.


"Kau ini terlalu ekstrim sekali staz-san." Dalam hati Yanagi Fuyumi sangat heran dengan kelakuan Staz yang main bantai saja. Apakah dia tidak bisa melakukan hal yang lebih ramah lagi pada orang lain?.


"Baiklah. Kalau begitu aku akan memeriksa nama siapa yang tertera di buku ini." Staz sedang berusaha untuk mencari nama yang menuliskan buku itu.


Deg!.


Namun apa yang saat itu?. "Ini adalah fakta yang sangat menyakitkan." Dalam hatinya sangat terkejut ketika membaca nama siapa yang telah menuliskan buku itu. "Sial!. Ini sangat sial!." Dalam hatinya sangat sakit mengingat apa yang akan ia hadapi jika ia sampai berurusan dengan buku itu.


Bukh!.


Tiba-tiba saja tenaganya sangat lemah setelah mengetahui nama siapa yang tertera di sana, hingga tanpa sadar ia malah menjatuhkan buku itu. Tentunya itu membuat mereka semua terkejut melihat itu.

__ADS_1


"Eh?!." Serentak mereka melihat ke arahnya yang saat itu memeluk tiang yang lumayan besar.


"Aku butuh sandaran." Dalam hatinya sangat lemas setelah mengetahui kenyataan itu. Wajahnya semakin pucat, dan ia mengerang sakit?..


"Reaksi macam apa itu?!." Ucap mereka serentak.


"Staz-san?. Memangnya apa yang ada di dalam buku itu?. Siapa yang telah menulis buku itu?. Apakah kau baik-baik saja?." Yanagi Fuyumi terlihat sedikit cemas dengan perubahan sikap Staz yang mendadak aneh.


"Apa yang terjadi staz?. Memangnya kau mengetahui siapa yang telah menulis buku itu?." Wolf penasaran dengan reaksi Staz.


"Memang agak lain si vampir sinting ini." Tobi yang sangat dendam pada Staz malah berpikiran seperti itu mengenai reaksi Staz setelah membaca nama penulis buku itu.


"Dia ini sebenarnya kenapa sih?. Banyak sekali drama yang dia mainkan dari tadi." Dalam hati Kiji sangat heran dengan kelakuan Staz.


"Staz?. Apakah kau dengar?." Bell juga heran dengan Staz.


"Jika kalian menyuruh aku untuk mendatangi raja iblis yang sangat kejam?. Maka aku melakukannya." Staz tidak sanggup membayangkan sesuatu. "Tapi jika kalian menyuruh aku untuk mendatangi dia?. Aku tidak akan pernah melakukan itu." Staz terlihat sangat ketakutan dengan apa yang akan ia lakukan. Tubuhnya sangat kaku, hingga ia sangat sulit untuk menggerakkan tubuhnya saat itu. "Orang itu sangat menyeramkan sekali. Bahkan lebih menyeramkan dari raja iblis, ataupun malaikat maut." Dengan perasaan yang sangat berat ia berkata seperti itu pada mereka semua.


"Dia siapa?!." Serentak mereka menyerbu pertanyaan seperti itu.


"Kau jangan membuat aku bingung staz!." Wolf sangat jengkel. "Apakah kau tidak bisa menjelaskan pada kami dengan cara yang baik?." Wolf malah membentak Staz dengan keras. Ia sangat benci dengan reaksi yang ditunjukkan Staz.


"Kau tidak akan mengerti." Staz semakin terlihat sangat menyeramkan. "Dia itu saat ini berada di dunia iblis bagian acropolis." Lanjutnya dengan suara yang sangat takut. "Kalian tidak akan mengerti dengan sikapnya, kekuatannya, dan juga apa yang akan terjadi jika berurusan dengannya." Staz terdengar semakin ketakutan.


"Memangnya apa yang kau takutnya darinya?. Siapa yang telah membuat buku itu?!. Katakan namanya pada kami!." Wolf lama-lama jadi emosi karena Staz yang terlihat sangat ketakutan.


"Perasaanku tidak enak nih." Dalam hati Yanagi Fuyumi merasakan ada sesuatu yang sedang disembunyikan Staz dari mereka saat itu.


Apakah yang akan terjadi?. Next.


...****...

__ADS_1


__ADS_2