
...***...
Saat itu Staz masih bingung dengan kehadiran gadis yang bernama Bell itu. Ucapannya sungguh-sungguh tidak masuk apa sama sekali baginya. Staz yang memikirkan hubungan antara tirai hitam itu dengan kepergiannya ke dunia manusia, mungkin itu baginya adalah sebuah jebakan yang dilakukan oleh gadis aneh itu.
"Jangan katakan padaku jika rencana maunya sebenarnya adalah ingin menguasai daerahku. Sehingga kau menjebakku dengan menggunakan tirai hitam itu?. Oh?. Jadi begitu?." Staz mengambilkan kesimpulan seperti itu.
Akan tetapi Apa yang dilakukan oleh gadis aneh itu?. Ia sama sekali tidak mendengarkan ucapan Staz, dan yang lebih parahnya adalah?. Ia malah makan nasi kepal yang sangat besar. "Selamat makan!." Dengan santainya ia malah makan di hadapan Staz?!.
"Eh?!." Staz sangat terkejut ketika melihat nasi kepal yang sebesar itu. Nasi kepal dengan ukurannya sangat jumbo yang pernah ada di dunia ini.
"Maaf, aku tidak mendengarkan apa yang kau katakan tadi. Apakah kau bisa mengulanginya lagi?." Dengan raut wajah yang tidak berdosa, ia malah bertanya seperti itu pada Staz.
"Apa?. Kau ini mudah sekali mengabai seseorang yang sedang berbicara." Balas Staz dengan sangat kesalnya.
"Mudah?. Apakah kau sedang memuji seseorang?." Ucapnya sambil terus makan nasi kepal itu.
"Hah?. Sebenarnya kau ingin bicara apa?." Staz semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh gadis aneh itu.
__ADS_1
"Ah benar juga!." Kalau ini ia malah berpose aneh lagi. "Aku ini bisa membuat lubang berhubungan dengan mudah, dan aku bisa bepergian ke manapun dengan mudahnya." Ada suatu kebanggaan yang ia rasakan pada saat itu. Kata mudah, yang keluar dari mulut Staz tadi itu baginya adalah sebuah pujian yang sangat luar biasa. Karena ia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa yang dapat bepergian dengan mudahnya, atau memindahkan sesuatu dengan mudahnya. "Kau bisa menyebutku sebagai pelintas dunia." Sungguh gadis yang sangat aneh. Meskipun banyak orang aneh, namun keanehan yang terletak pada gadis itu adalah yang memuji dirinya sendiri setelah dibilang dengan mudahnya mengabaikan seseorang oleh Staz tadi. "Hobiku adalah mencari harta karun!. Semua yang tempat memiliki ada harta karunnya tentunya akan aku cari dan aku temui harta karun terbesar di sana!. Hantu itu di dunia manusia ataupun di dunia iblis sekalipun. Aku bisa kemanapun ke tempat yang aku tunggu dengan sangat mudahnya." Sepertinya ia sedang memamerkan kekuatan yang ia miliki pada saat itu. "Tidak sih ada seorangpun yang bisa menghalangi jalanku!." Saat itu ya keluar ke jendela?. Minta apa yang dipikirkannya pada saat itu.
"Emang bener, sepertinya memang tidak bisa." Staz rasanya sangat bosan mendengarkan ucapan gadis aneh itu. Bahkan Yanagi Fuyumi tidak sempat berkomentar apapun ketika mendengarkan ucapan gadis aneh itu yang tidak nyambung sama sekali dengan apa yang ditanyakan oleh Staz tadi.
"Tolong lepaskan sepatunya." Sebagai tuan rumah mungkin hanya itu saja yang bisa ia katakan. Karena sendiri bingung cara menanggapi gadis itu berbicara.
Bell?. Ia sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Staz, ataupun yang dikatakan oleh Yanagi Fuyumi. Ia benar-benar mengabaikan keduanya, bukannya sedang sibuk membanggakan dirinya?.
"Kau pikir kau bisa menggunakan tirai hitamku dengan sesuka hatimu?. Aku tidak akan memaafkan siapapun juga yang telah berani menggunakannya sesuka hati." Kali ini wajahnya terlihat sangat serius.
Namun apa yang terjadi ketika ia berbicara dengan serius?. Saat itu Staz dan Yanagi Fuyumi duduk dengan santainya sambil menikmati minuman sambil menyimak apa yang ia katakan. Sepertinya keduanya sangat bosan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bell, sehingga keduanya dapat menikmati minuman itu dengan santainya.
"Kami menggunakannya pun karena tidak ada pilihan lain." Yanagi Fuyumi juga ikut membela Staz, karena memang seperti itulah kondisi yang terjadi sebenarnya.
"Itu juga bukan karena aku mau meninggalkan tirai hitamku di sana juga. Kalian ini sangat keterlaluan sekali!." Tiba-tiba saja Bell merasa sangat kesal dengan apa yang telah dikatakan oleh keduanya. "Memang benar aku menggunakannya untuk ke tempat itu, tapi aku ingat betul aku telah menyimpannya dengan sangat benar." Bell sampai menepuk jidatnya sendiri karena ia sangat ingat dengan apa yang telah ia lakukan. "Aku ini masih muda, aku belum pikun seperti nenek-nenek tua yang telah meletakkan sesuatu pada tempatnya." Ia mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada keduanya.
Namun Staz hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh gadis aneh itu. Ia lanjut meminum minuman yang telah disediakan oleh Yanagi Fuyumi untuknya. "Tidak ada nasi kepal pun tidak apa-apa yang penting ada minuman untuk diminum." Setidaknya itu yang ada di dalam pikiran pemuda vampir itu. "Tapi, kenapa dia bisa keluar sendiri?. Itulah yang menjadi misteri dan pertanyaanku!." Pada saat itu ia sangat kesal karena ia tidak mengetahui sama sekali jika tirainya bisa berada di sana.
__ADS_1
"Haik!." Yanagi Fuyumi bahkan menyimpan cemilan untuk Staz.
"Thank you." Bisik Staz sambil mengambil cemilan yang telah dibuka oleh Yanagi Fuyumi. Keduanya sepertinya tidak sangat serius mendengarkan pembicaraan Bell yang mungkin sedang kebingungan bagaimana seseorang yang dapat mengambil tirai hitam miliknya itu.
"Mungkin kau lupa mengambilnya?. Sehingga tidak itu sebenarnya masih ada di sana." Staz hanya menanggapi seperti itu apa yang dikatakan oleh gadis aneh itu?.
"Yang pastinya pada saat ini adalah, kau harus bayar mahal dengan pemakaian tirai itu. Tidak ada yang gratis setelah menggunakan tirai itu." Bell sehatkah sajakah ada seseorang yang menggunakan tirai hitamnya tanpa izin darinya. "Kau harus membayar uang tunai sebesar tiga puluh triliun." Ucapnya lagi dengan sangat santainya.
"Kau ingin aku membayarnya?." Staz sangat kesel mendengar itu.
"Karena kalian berdua menggunakan itu?. Jadi totalnya enam puluh triliun." Tanpa perasaan bersalah, ia malah semakin meminta pembayaran dua kali lipat dari yang sebelumnya.
"Sudahlah!. Aku tidak punya uang sebanyak itu!. Kau itu sangat kurang ajar sekali ya?!." Staz sangat emosi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bell.
"Kalau begitu, mungkin aku harus menjual informasi ini kepada bos di daerah lainnya. Kurasa ini sangat berguna sekali padaku." Kali ini ia terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. Ia berani mengancam Staz?.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan dilakukan Staz pada Bell?. Apakah ia bisa lolos dari masalah itu?. Simak dengan baik bagaimana kisahnya.
__ADS_1
...***...