STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 29


__ADS_3

...***...


Mungkin pada saat itu Staz memang gagal membujuk Bell wilayah barat iblis. Akan tetapi pada saat ia kembali ke dunia iblis ke wilayah kekuasaannya, ia memiliki sebuah ide. Pada saat itu tangannya menangkap tubuh Mamejirou, karena menurutnya kucing bermata tiga itu dapat membantunya.


"Kau ikutlah denganku." Dengar wajah yang sangat datar ia berkata seperti itu?. Sungguh seorang pemuda vampir yang tidak memiliki perasaan, dan hanya memiliki ambisi yang selalu ia turutkan, walaupun ambisinya itu belum jelas.


"Hah?. Sekarang kamu mau pergi ke mana lagi?." Mamejirou tentunya ingin mengetahui kemana lagi pemuda vampir itu akan pergi kali ini?.


"Ke barat." Jawabnya. "Daerah yang dikuasai oleh wolf." Saat itu imajinasinya benar-benar sampai bagaimana kondisi wilayah barat yang dikuasai oleh seorang pemuda yang bernama Wolf?.


"Hah?!." Deku sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Staz.


Nama siapa yang menyangka jika saat itu, ternyata Bell melihat dari jauh dengan menggunakan kekuatan sihirnya. Bahkan dengan jari telunjuk dan jari jempolnya yang disatukan, ia dapat menggunakan ruang dimensi sihir yang dapat memantau Staz dari jarak jauh. Saat itu ia tertawa dengan sangat puasnya, karena Staz benar-benar melakukan apa yang telah ia inginkan?.


"Bagaimana aku mengatakannya ya?." Ucapnya dengan sangat senang. Ternyata ia masih berada di butik itu. "sepertinya dia menggunakan kekuatannya sendiri." Ucapnya lagi.


"Bukannya lebih bagus jika kau yang mengantarnya dengan kekuatanmu?." Penjaga butik itu merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Bell.


"Sebenarnya aku sih mau saja membantunya menuju ke sana dengan mudahnya. Hanya saja cara dia meminta bantuan padaku itu memang sangat menyebalkan." Itulah yang menjadi masalahnya saat itu.


"Hah?." Penjaga butik itu sangat heran mendengar ucapan itu. "Kau ini sangat merepotkan sekali." Lanjutnya. Ia saat itu masih membaca majalah yang sangat menarik, dan mungkin saja ia dapat menambah koleksi baju yang ada di butiknya.


"Apa kamu masih belum mengerti juga?. Ib1is ini memiliki kekuatan tersembunyi. Jadi aku harus mencari tahu kekuatan apa yang dimilikinya sebenarnya." Itulah jawabannya.

__ADS_1


"Apakah yang kau maksud itu adalah kekuatan yang dimiliki oleh seseorang yang mencuri barang itu?." Kali ini ia mengalihkan pandangannya, saat itu ia melihat ke arah Bell.


"Ya anggap saja seperti itu. Aku tidak menganggap perkataan dari fuyumicchi itu adalah sebuah kebohongan." Balasnya. "Tapi aku tidak yakin kalau staz itu seratus persen benar." Matanya kembali mengamati apa yang ada di dalam penglihatan sihirnya itu. "Aku sangat yakin jika dia memiliki kekuatan tersembunyi. Dia telah menyembunyikan sihirnya dariku." Matanya saat itu melihat Yanagi Fuyumi yang sedang mencemaskan keadaan Staz?.


Penjaga butik itu menangkap ada sesuatu yang sangat berbeda dari Bell. "Tidak biasanya dia bersedih seperti itu terhadap seseorang yang mungkin saja mencuri tirai hitamnya itu." Setidaknya itulah yang ada di dalam pikirannya pada saat itu. "Tapi, apakah pria itu memiliki sihir yang cukup hebat untuk mengalahkan sihirmu?." Ia memberanikan dirinya untuk bertanya seperti itu.


"Karena itulah aku ingin mengetahuinya dari pemuda vampir itu." Jawanya dengan senyuman ramah. Saya itu juga ia telah menghilangkan mantram sihir yang ia gunakan untuk memantau seseorang.


"Ya ampun. Kenapa kau malah suka menyiksa seorang pria?. Cuma karena tidak mengatakan kata cinta padamu?." Sepertinya penjaga butik itu sangat mengetahui sifat dan watak yang dimiliki oleh Bell. Sehingga iya sangat bosan ketika mendengarkan ucapan Bell, serta tindakan gadis itu yang merasa penasaran dengan seseorang.


Akan tetapi, Bell sangat jengkel mendengarkan ucapan penjaga butik itu. "Pelakunya!. Aku hanya ingin mencari tahu siapa pelakunya!. Berani sekali kau menyangkut pautkan masalah laki-laki dengan masalah ini!." Bell benar-benar sangat kesal dengan ucapan menjaga butik itu yang seakan-akan tidak peduli padanya.


"Dan kau akan menjadikan pelakunya sebagai suamimu, bukan?." Lanjutnya dengan tampang bosannya.


"Sudah aku duga. Kau memang seperti itu." Dalam hati Penjaga butik itu dapat menebak apa yang telah direncanakan oleh Bell. "Apakah kau tidak takut jika dia akan marah padamu nantinya?." Sebagai seorang teman tentunya ia sangat khawatir jika terjadi sesuatu padanya.


"Kau tidak perlu cemas, aku yakin semuanya akan baik-baik saja." Jangan pernah percaya diri ia berkata seperti itu.


Apakah ia benar-benar akan menjadikan Staz suaminya?. Jika memang Staz adalah orang yang telah mencuri tirai hitam yang berisi sihir miliknya?. Simak terus ceritanya.


***


Sementara itu, Staz saat itu telah berada di luar?. Sepertinya ia telah siap untuk berangkat ke barat?.

__ADS_1


"Yosh!. Bagus!. Apakah kalian sudah siap?." Ia melempari pertanyaan seperti itu?. Senyumannya yang saat itu terlihat sumringah sekali.


"Aku belum siap sama sekali!." Mamejirou sangat panik saat itu. Karena ia dalam keadaan sangat tersiksa.


Sedangkan Deku sedang mencoba menghubungi seseorang?. Siapa yang sedang dihubungi deku?. Entahlah. "Halo?. Ini aku." Ucapnya ketika seseorang menjawab panggilannya.


"Sebelumnya kau meminta ke tempat manusia, setelah ini kau meminta ke tempat Bos lainnya?!." Mamejirou sangat panik, hingga wajahnya terlihat semakin pucat?. "Masalahnya sekarang adalah?!. Kenapa kau harus mengajakku untuk pergi ke wilayah barat?." Mamejirou masih belum mengerti kenapa ia diajak Staz?. Apalagi keadaanya yang saat itu sangat tidak mengenakan sama sekali. Ia yang berada di dalam cengkraman Yanagi Fuyumi?. Bagaimana mungkin ia dalam keadaan seperti itu?.


"Coba saja rantai iblis ini. Dia sangat berisik sekali." Bukannya menjawab pertanyaan dari Mamejirou, ia malah mengatakan hal yang buruk pada Mamejirou.


"Kyah!." Mamejirou sangat histeris mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Staz. "Kau ini memang iblis yang tidak memiliki perasaan sedikitpun!." Mamejirou ingin merobek mulut Staz yang berkata seperti itu padanya. Sangat di sayangkan sekali, karena ia tidak bisa melakukan itu.


"Sabar ya neko chan." Yanagi Fuyumi mencoba untuk menenangkan Mamejirou yang sangat ketakutan dengan sikap parah Staz yang memperlakukan dirinya dengan sangat tidak wajar.


Dan saat itu juga Deku telah mengabari pada Staz, bahwa ia telah berhasil menghubungi sebuah kereta yang akan membawa mereka ke wilayah barat. "Bos, aku telah berhasil memanggil keretanya." Ucapnya.


"Oke." Balas Staz dengan cueknya. Padahal yang akan pergi adalah dia?. Tapi kenapa orang lain yang ia reportkan?.


"Kereta?. Kereta apa?." Mamejirou semakin panik dengan kereta?.


"Hm." Yoshida saat itu hanya memperhatikan Mamejirou yang sangat panik. "Aku harap tidak kereta aneh!." Mamejirou semakin tidak enak dengan perasaanya itu.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah Staz si Vampir.

__ADS_1


...*** ...


__ADS_2