
...***...
Entah apa tujuan Staz menuju dunia iblis bagian barat?. Apakah memang ingin bertemu dengan Wolf yang merupakan temannya itu?. Apakah benar keduanya pernah berteman?.
Sementara itu, Wolf malah menghadapi kedua anak buahnya yang masih saja mengeluh?.
"Bos!. Sebaiknya kita panggil kereta saja." Rengek Tobi sudah tidak tahan lagi karena cucu yang sangat panas. "Kalau pakai kereta, kita akan lebih cepat sampai di tujuan." Ucap Tobi sambil terus membujuk Wolf.
Namun saat itu Wolf menghentikan langkahnya ketika ia mendengarkan ucapan Tobi. "Apa yang kau katakan barusan?." Entah kenapa ia merasa sangat jengkel menden ucapan seperti itu dari anak buahnya itu. "Barusan kau telah mengatakan kalau kakiku jauh lebih lamban dari pada mereka?." Hawa yang ditunjukkannya saat itu sangat mengerikan. "Hah?!." Wolf malah menarik kerah baju Kiji.
"Maaf bos, sepertinya kau salah orang bos. Yang mengatakan itu bukan aku akan tetapi dia." Kiji sangat takut dengan kemarahan yang ditunjukkan oleh Wolf saat itu.
"Oh!. Ayolah bos!." Tobi yang merupakan pelakunya berusaha untuk menenangkan Bosnya agar tidak marah-marah.
"Hah?!." Kali ini Wolf melihat ke arah Tobi.
"Sekarang bos adalah bintang di barat." Tobi sedang berusaha untuk menjelaskan sesuatu. "Kami hanya khawatir para fans anda telah lelah menunggu kedatangan anda." Demi menyenangkan hati bosnya ia berkata seperti itu. "Di tambah lagi, pasti sudah banyak para gadis yang mengantri ingin bertemu dengan anda." Tobi saat itu benar-benar sangat panik ketika melihat kemarahan yang ditunjukkan oleh Wolf.
Perlahan-lahan Wolf melepaskan cengkraman kerah baju Kiji. Sepertinya ia benar-benar mendengarkan ucapan Tobi?. Keduanya terlihat sangat pucat dan tidak berani melawan jika Wolf telah marah.
"Kalau begitu bisa repot juga masalahnya." Wolf malah arah membelakangi keduanya untuk menyembunyikan rona merah yang ada di pipinya, saat ia mendengar kata perempuan yang menunggu dirinya?.
"Hiya!." Tobi dan Kiji tiba-tiba saja merinding mendengarkan ucapan Bos mereka.
Namun di sisi lain, Staz yang pada saat itu telah naik kereta dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Sial!. Kecepatan laju keretanya sangat gila." Dalam hati Staz hampir saja mabuk. "Nah?!. Bagaimana pendapatmu dengan si pemilik kaki tercepat di dunia iblis?." Apakah saat itu Staz meminta pendapat Mamejirou?. Atau pada Yanagi Fuyumi?.
"Bufh." Yanagi Fuyumi tidak sanggup menjawabnya. Perutnya terasa sangat mual saat itu.
"Tolong lepaskan rantai ini!." Teriak Mamejirou dengan putus asa. Bukannya menjawab pertanyaan Staz, pada saat itu ya semakin histeris dengan keadaannya yang dirantai lehernya oleh Staz. "Aku bisa bermandian muntah!." Entah kenapa pada saat itu ia dapat merasakan hal buruk yang akan menimpa dirinya.
Akan tetapi tanpa perasaan Staz malah mengangkat tubuhnya yang kecil itu?. "Lupakan dia, sekarang giliranmu beraksi." Ucap Staz dengan tenangnya?.
Staz memang pemuda vampir yang sangat gila. Bagaimana mungkin dia terlihat tenang ketika mereka berada di dalam kereta yang dibawa dengan kecepatan yang sangat tinggi oleh dua ekor ayam?.
"Lepaskan aku!. Aku semakin tercekik!." Mamejirou mencoba untuk melepaskan diri, sedangkan Yanagi Fuyumi terlihat seperti mayat hidup pada saat itu.
"Karena kita akan mulai melalui perbatasan daerah barat, saat itu gunakanlah penglihatanmu." Ucap Staz sambil melirik bosan ke arah Mamejirou yang selalu saja mengeluh padanya. "Cari, kan lah rute aman agar tidak berurusan dengan bos lainnya selain dia." Sepertinya saat itu ia malas berurusan dengan bos wilayah lainnya selain Wolf yang merupakan tujuan utamanya.
Salah!. Siapa bilang pemuda Vampir itu akan berpikiran seperti itu?. Saat itu ia malah mengarahkan tubuh kecil Mamejirou telah di depan Yanagi Fuyumi yang sepertinya hendak mengeluarkan isi perutnya.
"Hya!." Mamejirou sangat shock dan berteriak dengan sangat kerasnya. "Iya!. Iya!. Akan aku lihat!. Akan aku lihat sebentar!." Teriaknya dengan penuh ketakutan, karena ia tidak ingin menjadi kantong muntahan Yanagi Fuyumi.
Staz menarik kembali tubuh Mamejirou. "Tidak perlu jauh-jauh, kau bisa melakukan itu, kan?." Staz dengan wajah datar memerintahkan seperti itu pada Mamejirou.
"Mau bagaimana lagi." Mamejirou terpaksa melakukan itu. "Penglihatan mata elang!." Saat itu wajahnya terlihat bercahaya dengan sangat terang. Pandangannya begitu jauh mengamati ke depan hingga saat itu ia benar-benar melihat apa saja yang ada di depan sana.
Mamejirou benar-benar dapat melihat rute yang aman?. Akan tetapi apa yang ia lihat saat itu?. "Hiya!." Ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat itu.
"Ada apa?." Staz bingung melihat reaksi dari Mamejirou saat itu.
__ADS_1
"Hentikan keretanya sekarang!. Jika tidak diberhentikan sekarang maka kita akan menabrak orang di depan sana!." Mamejirou terlihat sangat panik.
Sementara itu di depan mereka saat itu. Ternyata Wolf, Kiji, dan Tobi telah melihat ada kereta yang datang dengan kecepatan yang sangat tinggi?.
"Wah?. Belum juga di pesan?. Sepertinya kereta sedang menuju kemari." Tobi mengamati bagaimana kencangnya kereta itu.
Hatamume dan Hotomune benar-benar membawa kereta itu dengan sangat kencang. Sungguh ayam yang sangat mengesankan di dunia iblis, ayam yang dapat berlari dengan sangat kencangnya.
"Tapi rasanya ada yang aneh. Mereka itu kenapa?. Mereka sama sekali tidak terlambat meskipun kita ada di depan mereka." Kiji merasa ada yang tidak beres dengan kereta itu. Sedangkan Tobi?. Entah kenapa pada saat itu ia benar-benar sangat panik karena kereta itu sama sekali tidak melambat meskipun mereka ada di depan mata kereta itu?.
"Hoi!. Kami ada di sini!. Berhentilah!." Bahkan Tobi juga ikut mencoba menghentikan lajunya kereta itu.
Bukannya malah berhenti kedua ayam bersaudara itu malah melanjutkan lari mereka.
"Etdah!." Kiji merinding melihat kecepatan kereta itu.
"Bukankah itu gawat?!." Tobi semakin terlihat sangat panik.
"Mau dikasih sentilan nih!." Wolf pada saat itu melompat dengan sangat tingginya. Tanpa diberi aba-aba ataupun peringatan, Wolf membelah dua kereta yang melaju itu. "Heh!. Benar-benar menyebalkan. Sudah diberi peringatan untuk berhenti, malah jalan terus. Apakah kalian ingin menabrak ku yang sedang jalan?." Dengan perasaan kesal ia berkata seperti itu.
"Hiee!." Tobi dan Kiji sangat histeris ketika melihat kereta itu terbelah dua. Apa lagi kereta itu melewati mereka.
Lah?. Bagaimana dengan nasib Staz?. Yanagi Fuyumi?. Mamejirou?. Yang berada di dalam kereta itu?. Jika kereta itu terbelah menjadi dua bagian?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.
...***...
__ADS_1