
...***...
Pada saat itu Staz sangat sakit hati karena Bell benar-benar tidak berniat untuk menolongnya?.
"Kalau begitu aku terpaksa menggunakan kekerasan padamu!." Bentaknya dengan sangat keras.
"Heh!. Aku telah mengetahui niat jahatmu itu, jadi kau tidak akan bisa melakukannya padaku." Dalam hati Bell dapat melihat gelagat aneh yang ditunjukkan Staz.
Namun apa yang terjadi saat itu?.
Skip.
Di dunia iblis.
Saat itu Mamejirou, Yoshida yang berubah penampilannya menjadi Staz, Saty dan Deku saat itu benar-benar sedang berpesta ria. Saat itu mereka sedang menikmati minum-minuman yang tersaji.
"Ini yang terbaik." Ucap Mamejirou dengan suasana hati yang sangat senang luar biasa. "Ketika dia pergi entah mengapa hari-hari kita terasa tentram." Saat itu Mamejirou benar-benar mengatakan apa yang ia rasakan pada saat itu. "Minum sampai mabok!." Ia memang menikmati harinya. "Yoshida juga tambah hebat sekarang." Lanjutnya dengan penuh kegirangan. "Hidup seperti ini saja tidak apa, kan?." Sepertinya Mamejirou memang terlihat sangat mabuk setelah minum bir?. Segelas penuh?.
Saat itu ia langsung melompat di atas meja tepatnya di depan Yoshida dan Deku. "Kita bisa bertahan hidup tanpa dia juga, ya kan?. Deku?." Tampaknya sangat parah sekali mabuknya, sehingga ia berkelakuan seperti itu.
Akan tetapi sepertinya Deku sedikit terkejut melihat sesuatu yang ada di depannya saat itu?. Apakah itu?.
"Apa?!." Mamejirou juga menyadari wajah Deku yang tampak terkejut, sehingga Mamejirou juga melihat ke arah yang dilihat Deku. "Wuoh?!. Wajahmu boleh juga." Mamejirou sangat terkejut melihat wajah Yoshida yang hampir mati babak belur seperti itu?. "Yoshida emang hebat dalam soal seperti ini." Mamejirou mengelus pelan pipi Yoshida?. Ia sangat kagum dengan bakat akting dari Yoshida.
Tapi apa yang terjadi saat itu?.
"Ini aku!." Ucapnya dengan sangat kesalnya. Dan tangannya saat itu mencengkram kuat leher Mamejirou.
"Eh?." Mamejirou sangat terkejut mendengarnya. Saat itu pula ia melihat ke arah depannya?. Matanya menangkap sosok Yanagi Fuyumi, dan Yoshida?. "Lah?." Ia malah terkejut sendiri. Namun ia mencoba untuk tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat itu. Matanya mencoba memastikannya berkali-kali, hingga sesekali melihat ke arah Staz?. Dan kembali melihat ke arah Yanagi Fuyumi dan Yoshida?. Saat itu ia terlihat sangat pucat sekali, ketika menyadari kesalahan yang telah ia lakukan pada saat itu. "Bos memang hebat." Dalam keadaan yang sangat gugup ia mencoba untuk memuji bosnya itu.
__ADS_1
Duakh!.
Hal yang paling sial yang ia terima pada saat itu adalah?. Tubuhnya yang kecil itu dilempar begitu saja dengan sangat teganya oleh Staz. Sungguh sangat keterlaluan sekali apa yang dilakukan Staz padanya.
Namun sebelum lanjut pada apa yang terjadi pada Staz?. Mari kita lihat bagaimana Bell yang dengan girangnya mendapatkan pakaian Yanagi Fuyumi?.
"Coba kalian lihat?. Apakah aku cocok dengan pakaian ini?." Dengan nada menggoda ia berkata seperti itu. "Bagaimana?." Ia malah bertanya pada penjaga toko?. Sepertinya ia masih betah berada di sana?. Sehingga ia mencoba pakaiannya digunakan oleh Yanagi Fuyumi.
"Setelah kau mencobanya tolong kembalikan ke tempatnya." Itulah yang ia katakan, ia tidak melihat bagaimana penampilan Bell, karena ia sedang fokus membaca majalah yang ada di tangannya dari pada mengomentari penampilan Bell.
"Kau ini sangat tidak peka sekali." Balas Bell sedikit jengkel.
"Memangnya kau tidak peka?. Apakah kau tidak sadar apa yang kau lakukan padanya?." Penjaga toko itu tentunya melihat apa yang telah dilakukan Bell pada Staz.
...***...
Apakah yang terjadi pada Staz?. Mari kita lihat kondisinya saat ia mengatakan akan menggunakan kekerasan pada Bell?.
"Kok jadi babak belur seperti itu?. Emangnya Apa yang terjadi padamu sebenarnya?." Mamejirou sangat penasaran. Meskipun sebelumnya ia telah dilempar dengan sangat kasar oleh Staz, tapi sepertinya ia sangat peduli dengan keadaan Staz.
Deku, Yoshida, Mamejirou, dan Saty tidak akan menduga melihat keadaan Bos mereka kembali dalam keadaan yang sangat mengerikan seperti itu.
"Anu, sebenarnya saat itu." Yanagi Fuyumi saat itu dengan sukarela menceritakan apa yang dialami oleh Staz. "Dia terkena pukulannya sendiri." Dengan takut-takut ia menceritakannya.
"Terima ini!." Staz mencoba memberikan pukulan yang sangat keras pada Bell. Akan tetapi apa yang terjadi pada saat itu?. Bell menggunakan sihirnya untuk membalikkan pukulan keras itu pada Staz, sehingga ia memberikan pukulan kuat itu.
"Dan inilah hasilnya." Yanagi Fuyumi memperhatikan bagaimana penampilan Staz.
Begitu juga dengan mereka yang sangat prihatin akan kondisi Staz yang sangat malang.
__ADS_1
"Itu belum menjelaskan secara detail bagaimana bonyok yang ia dapatkan." Mamejirou masih belum percaya dengan cerita Yanagi Fuyumi.
Sedangkan Staz langsung bereaksi mendengarkan suara cempreng Mamejirou.
"Sadako sialan itu!." Staz merasa sangat jengkel dengan apa yang telah dilakukan Bell padanya.
"Heh?!."
Deku, Yoshida, Mamejirou dan Yanagi Fuyumi saat itu menggamang ketika merasakan hawa yang tidak biasa dari Staz.
"Benar-benar membuat aku marah!." Staz yang sangat kesal meneguk habis minuman bir yang tak jauh darinya. Dalam sekali tegukan ia meminum bir itu untuk melimpahkan kekesalan yang ia rasakan saat itu.
Duakh!.
Saking kesalnya ia sampai menghempaskan gelas minuman yang ia teguk tadi dengan kerasnya, hingga gelas yang tidak berdosa itu retak parah. "Lain kali!. Lain kali akan aku habisi dia!." Staz sangat dendam pada Bell.
"Apakah kau sudah merasa baikan?." Yanagi Fuyumi memberanikan diri untuk bertanya. Sedangkan Deku, Mamejirou, dan Yoshida tidak berani bertanya jika Staz dalam keadaan seperti itu. Tentunya mereka tidak ingin dijadikan tempat pelampiasan kemarahan Staz. Lalu bagaimana dengan Saty?. Saty sangat cuek saja, tidak mungkin Staz akan melakukan hal yang aneh padanya.
"Aku hanya butuh sedikit udara dari dunia ini." Jawabnya merasa sedikit tenang.
"Bos kami memang sangat hebat." Barulah Deku merespon ucapan Staz.
"Pria memang harus seperti itu." Mamejirou juga ikutan memuji.
Mereka mengerti bagaimana perasaan Staz saat mendapatkan perlakuan seperti itu, hanya saja?. Staz yang tidak memiliki perasaan sama sekali pada mereka. Dengan tanpa alasan yang jelas, Staz malah mencengkram tubuh kecil Mamejirou.
"Eh?. Salahku apa?!." Mamejirou sangat panik ketika tubuhnya diangkat seperti itu. Namun Staz tidak peduli sama sekali dengan jeritannya?. "Hah?!. Sekarang kau mau pergi ke mana lagi." Entah kenapa ia merasakan firasat seperti itu. Apalagi ketika ia melihat raut wajah Staz yang sangat menyebalkan seperti itu, seakan-akan ia meminta bantuan darinya.
Next halaman.
__ADS_1
...***...