
Pada saat itu Staz benar-benar sangat marah dengan apa yang telah dikatakan oleh Wolf yang seakan-akan hendak memancing amarah yang ia rasakan saat itu.
"Apapun yang kau lakukan?!. Kau tetaplah vampir sinting yang nantinya akan menghisap darah gadis itu itu mati!. Jadi kau tidak usah bersikap sok baik di hadapan ku!." Bentaknya dengan penuh amarah yang sangat membara. "Berhentilah kau membuat aku tertawa gila!. Dasar kau vampir sinting!." Lanjutnya sambil sesekali mengerang sakit karena jantungnya masih diremas kuat oleh Staz?.
"Diam kau serigala kampung sialan!." Amarah Staz telah memuncak dengan apa yang dikatakan Wolf. "Jika kau memang ingin mati!. Maka aku akan membunuhmu di sini!." Amarahnya tidak bisa ia tahan lagi saat itu.
Namun apa yang terjadi saat itu?. Ia mendapatkan sebuah tamparan yang sangat keras dari Yanagi Fuyumi yang entah kapan masuk ke arena pertandingan?.
Plak!.
__ADS_1
Mereka semua yang melihat itu sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh gadis manusia itu?. Termasuk Staz yang saat itu ditampar langsung oleh Yanagi Fuyumi?. Sedangkan Wolf terjatuh terduduk ambruk di ring karena tadinya ia sangat kalut melihat Staz yang hendak memberikan sebuah pukulan yang sangat keras padanya. Tapi siapa yang menduga jika Yanagi Fuyumi malah menghadiahi sebuah tamparan yang sangat keras ke pipi kiri Staz, sehingga terlihat bekas telapak tangan Yanagi Fuyumi di pipi kirinya.
Deg!.
Staz terbelalak terkejut dengan apa yang ia alami saat itu. Ia kehilangan kata-kata setelah menerima tanda merah pipi dari Yanagi Fuyumi.
"Moh!. Cukup!. Jangan lanjutkan lagi." Ucap Yanagi Fuyumi dengan sedihnya, suaranya bergetar menahan tangisnya saat itu. Yanagi Fuyumi mundur beberapa langkah dari Staz. "Kalian ini adalah teman, kan?." Yanagi Fuyumi melempari keduanya dengan pertanyaan seperti itu. "Bagaimana mungkin kalian bisa menyakiti satu sama lain?. Apakah hanya sebatas itu saja pertemanan kalian?." Ia merasa bersalah karena pertengkaran Staz dan Wolf. "Jika kalian bertarung sampai memiliki niat membunuh. Kalian tidak layak disebut teman, karena itu bukanlah pertandingan antara dua sahabat. Akan tetapi pertarungan dua orang musuh." Ia kembali berusaha menguatkan hatinya saat itu dengan hatinya yang sangat tertekan setelah melihat pertarungan mereka yang memiliki niat membunuh satu sama lain. "Kenapa kalian malah memiliki niat buruk seperti itu?. Padahal kalian ini teman?." Yanagi Fuyumi menangis sedih, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada keduanya jika memang mereka ingin membunuh satu sama lain?.
Deg!.
__ADS_1
Staz dan Wolf benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Yanagi Fuyumi. Sungguh. Keduanya merasa bingung dengan tujuan mereka bertautnya saat itu. "Aku-." Ucap Yanagi Fuyumi tidak tahan lag, hingga ia benar-benar memperlihatkan air mata kesedihannya pada mereka semua. "Aku masih belum mengerti tentang dunia iblis, bahkan aku belum mengerti tentang kalian berdua." Ucapnya dengan sesegukan. "Tapi ini sudah sangat keterlaluan." Lanjutnya sambil mengusap sedih.
"He?." Staz dan Wolf tidak tahu harus merespon seperti apa melihat Yanagi Fuyumi yang telah menangis seperti itu.
Namun, pada saat itu Bell yang entah dimana selama pertandingan?. Ia mulai muncul di hadapan mereka semua, ketika keadaan telah kacau seperti itu?. Entah apa yang diinginkan olehnya setelah apa yang terjadi?.
Staz on.
Persahabatan sebenarnya tidak bisa hilang begitu saja walaupun kita baku hantam. Namun itu semua adalah ungkapan yang baik, selagi tidak saling membunuh sih. Jadi jangan salah faham dulu, jangan cepat menilai dengan terbawa suasana sesaat melihat pertengkaran itu terjadi, ya?.
__ADS_1
Staz off.