STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 27


__ADS_3

...***...


Sementara itu di sebuah tempat merupakan wilayah iblis. Saat itu banyak orang yang sedang berkumpul sambil menyaksikan seorang pemuda berambut putih yang telah berhasil menjatuhkan seseorang. Itu adalah perebutan kekuasaan, tentunya akan ada korban yang berjatuhan karena tindakan itu. Mereka semua bersorak kegirangan ketika melihat pemuda itu berhasil mengalahkan bos wilayah dengan sangat mudahnya.


Namun ditengah sorakan kebahagiaan itu, ada seorang pemuda lainnya yang mungkin menjadi pengikut si penakluk wilayah. Dengan suara yang sangat keras ia berkata agar semuanya mendengarkan apa yang ia katakan.


"Hei!. Kalian semua dengarkan apa yang aku katakan." Ia berkata dengan semangatnya. "Mulai hari ini!. Daerah ini berada dalam kekuasaan kita!. Jangan sampaikanlah melupakan itu." Semangatnya pada saat itu benar-benar menggebu-gebu. Ia sangat bangga pada bos-nya itu. "Orang yang menjadi bos daerah ini adalah bos dari semua bos pemegang aturan daerah ini." Entah kenapa ia semakin bersemangat memperkenalkan bosnya. "Biarkan aku pertegas sekali lagi, bos kita bernama king wolf!." Dengan suara yang sangat keras ia berkata seperti itu.


Tentunya mereka semua bersorak gembira ketika mengetahui nama bos baru mereka?. Apakah memang karena itu mereka bersorak kegirangan?. Ya, anggap saja seperti itu. Namun apa yang terjadi pada saat itu?. Wolf memberikan sebuah hadiah tendangan yang sangat keras pada anak buahnya yang super berisik itu.


"Tolong hentikan itu, bicaramu sangat ngawur dan sangat tidak jelas." Pohon jengkolnya ia berkata seperti itu.


Sedangkan mereka yang melihat itu malah tertawa cekikikan, melihat tingkah bos baru mereka yang mungkin malu diperkenalkan seperti itu?.


"Jangan begitulah bos, biarkan saya melanjutkan memperkenalkan diri anda. Rasanya sedikit menyenangkan melakukan itu." Itulah yang ia rasakan pada saat itu.


"Kita masih belum memegang semua daerah kekuasaan." Balas Wolf sedikit kesal.


"Kalau begitu?. Apa yang akan kita lakukan setelah ini?." Ia mengamati wajah bosnya yang sangat datar itu.


"Lakukan saja sesukamu." Balas Wolf dengan cueknya. "Aku mau pulang dulu." Setelah berkata seperti itu ia pergi meninggalkan mereka semua.


Sementara itu mereka semua tidak berani mencegahnya?. Karena ia memang benar-benar sangat kuat.

__ADS_1


"Ya ampun. Tidak satupun dari mereka yang berguna bagiku." Dalam hati Wolf merasa bosan dengan apa yang ia kerjakan pada saat itu. "Sungguh, tidak ada yang menarik sedikit pun dari mereka." Perasaan jenuh pada saat itu melanda suasana hatinya. "Aku benar-benar harus dilakukan sesuatu untuk menghilangkan kebosanan ini." Sepertinya ia ingin melakukan sesuatu yang lebih memacu adrenalinnya saat itu.


Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu, Staz yang masih berada di butik antik.


Staz sedang membahas apa yang akan mereka lakukan untuk mendapatkan buku cara menghidupkan manusia yang ternyata berada di wilayah kekuasaan iblis lainnya?.


"Sepertinya wolf itu sepandai aku, kan?." Dengan penuh percaya diri ia malah berkata seperti itu. "Tapi dia adalah tipe iblis yang menggunakan otot." Lanjutnya lagi, sepertinya ia benar-benar mendapatkan informasi yang menarik, untuk mengalahkan musuhnya itu?. "Tapi aku kenal dengannya sih." Ucapnya sedikit ragu.


Namun pada saat itu, mereka masih sempat menjadikan Yanagi Fuyumi sebagai model pakaian dadakan?. Mereka terpesona dengan penampilan Yanagi Fuyumi.


"Waria butik memang sangat hebat." Bell mengamati bagaimana penampilan Yanagi Fuyumi. "Kau memang sangat cantik sekali dengan penampilan seperti itu." Ia memuji penampilan Yanagi Fuyumi. "Kau bisa memilih semua pakaian yang bermodel di sini." Bell terlihat bersemangat.


"Coba pakai ini." Penjaga toko itu memberikan pakaian lainnya pada Yanagi Fuyumi.


Setelah itu ia benar-benar mencobanya, dan hasilnya sangat cantik. "Kau memang model yang sangat cantik." Puji Bell.


"Benar, kan?." Penjaga toko itu sangat senang mendengarkan itu. "Kau memang sangat cantik fuyumi chan." Penjaga toko itu benar-benar memuji penampilan gadis hantu itu. "Kalau begitu gunakan ini, ini, dan ini." Dengan sangat semangatnya ia mengeluarkan berbagai model pakaian terbaru di tokonya.


Sedangkan Staz?.

__ADS_1


"Kurang ajar!. Berani sekali mereka mengabaikan aku setelah apa yang telah terjadi?. Dan mereka malah menjadikan fuyumi mainan mereka." Dalam hatinya sangat mengutuk mereka semua. "Hei!. Setan!. Dengarkan apa yang aku katakan!." Teriak Staz dengan penuh emosi yang sangat membara.


Bell, Yanagi Fuyumi, dan penjaga toko melihat ke arah Staz yang sedang marah-marah. "Maaf saja, aku tidak tertarik untuk membahas masalah lain saat ini." Balas Bell dengan raut wajah ogah-ogahan.


"Sialan!." Staz langsung mendekati Bell. "Aku sedang membahas si wolf, tapi kenapa kau malah mengabaikan aku?. Kau ini niat mau membantuku atau tidak sih?." Ingin rasanya Staz memberikan hadiah pukulan gratis padan Bell yang selalu mempermainkan dirinya.


"Sabar lah sedikit. Jangan mudah marah begitu." Ucap Bell dengan tenangnya.


"Hah?!." Staz semakin kesal.


"Bukannya bagus?. Kau mengatakan jika kau kenal dia. Lalu apa yang mau kau bahas lagi?." Bell mungkin menyimak apa yang dikatakan Staz tadi?. "Minta saja kepadanya buku cara tentang membangkitkan manusia." Lanjutnya sambil mencoba untuk menenangkan amarah yang dirasakan oleh Staz.


"Mungkin kau tidak mengetahuinya. Jika semudah itu boleh saja aku ke sana, maka aku akan segera melakukannya." Staz terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu. "Memang benar kalau kami adalah teman saat kecil, tapi sekarang kami adalah bos masing-masing di daerah iblis ini." Lanjutnya. Akan tetapi saat itu ia tidak menatap mata Bell saya berbicara.


"Akan lebih mudah pergi ke sana menggunakan kekuatanku, maksudmu itu kan?." Bell seperti menangkap gelagat aneh.


"Ya, benar sekali." Balas Staz. Sepertinya Staz memang ingin meminjam kekuatan Bell untuk segera sampai di sana.


Bell menyentuk dagu Staz dengan jari telunjuknya. "Aku menolaknya." Dengan senyuman yang ramah ia berkata seperti itu. "Aku memang suka memperalat orang lain, akan tetapi aku sangat tidak suka jika dijadikan alat." Itulah yang selalu ia pikirkan jika ada yang memanfaatkan dirinya.


"Oke." Staz sebenarnya sangat kesal dengan apa yang ia dengar. "Jadi seperti itu?." Staz menatap kesal, hingga sorot matanya seperti seseorang yang sedang menahan amarah. "Kalau begitu kita akan menggunakan kekerasan untuk memaksa dirimu untuk menggunakan kekuatanmu agar dapat membantuku segera sampai ke wilayah wolf." Saat itu ia sedang bersiap-siap untuk memberikan sebuah pukulan yang sangat keras pada Bell. Wanita itu memang sangat menyebalkan, sehingga ia ingin memberikan pelajaran pada Bell.


Tapi pertanyaannya adalah?. Apakah yang akan terjadi padanya?. Apakah akan bertarung melawan Bell?. Simak terus ceritanya.

__ADS_1


Next.


...**...


__ADS_2