STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 42


__ADS_3

...***...


Pada saat itu Staz benar-benar sangat marah dengan apa yang telah dikatakan oleh Wolf yang seakan-akan hendak memancing amarah yang ia rasakan saat itu.


"Apapun yang kau lakukan?!. Kau tetaplah vampir sinting yang nantinya akan menghisap darah gadis itu itu mati!. Jadi kau tidak usah bersikap sok baik di hadapan ku!." Bentaknya dengan penuh amarah yang sangat membara. "Berhentilah kau membuat aku tertawa gila!. Dasar kau vampir sinting!." Lanjutnya sambil sesekali mengerang sakit karena jantungnya masih diremas kuat oleh Staz?.


"Diam kau serigala kampung sialan!." Amarah Staz telah memuncak dengan apa yang dikatakan Wolf. "Jika kau memang ingin mati!. Maka aku akan membunuhmu di sini!." Amarahnya tidak bisa ia tahan lagi saat itu.


Namun apa yang terjadi saat itu?. Ia mendapatkan sebuah tamparan yang sangat keras dari Yanagi Fuyumi yang entah kapan masuk ke arena pertandingan?.


Plak!.


Mereka semua yang melihat itu sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh gadis manusia itu?. Termasuk Staz yang saat itu ditampar langsung oleh Yanagi Fuyumi?. Sedangkan Wolf terjatuh terduduk ambruk di ring karena tadinya ia sangat kalut melihat Staz yang hendak memberikan sebuah pukulan yang sangat keras padanya. Tapi siapa yang menduga jika Yanagi Fuyumi malah menghadiahi sebuah tamparan yang sangat keras ke pipi kiri Staz, sehingga terlihat bekas telapak tangan Yanagi Fuyumi di pipi kirinya.


Deg!.


Staz terbelalak terkejut dengan apa yang ia alami saat itu. Ia kehilangan kata-kata setelah menerima tanda merah pipi dari Yanagi Fuyumi.


"Moh!. Cukup!. Jangan lanjutkan lagi." Ucap Yanagi Fuyumi dengan sedihnya, suaranya bergetar menahan tangisnya saat itu. Yanagi Fuyumi mundur beberapa langkah dari Staz. "Kalian ini adalah teman, kan?." Yanagi Fuyumi melempari keduanya dengan pertanyaan seperti itu. "Bagaimana mungkin kalian bisa menyakiti satu sama lain?. Apakah hanya sebatas itu saja pertemanan kalian?." Ia merasa bersalah karena pertengkaran Staz dan Wolf. "Jika kalian bertarung sampai memiliki niat membunuh. Kalian tidak layak disebut teman, karena itu bukanlah pertandingan antara dua sahabat. Akan tetapi pertarungan dua orang musuh." Ia kembali berusaha menguatkan hatinya saat itu dengan hatinya yang sangat tertekan setelah melihat pertarungan mereka yang memiliki niat membunuh satu sama lain. "Kenapa kalian malah memiliki niat buruk seperti itu?. Padahal kalian ini teman?." Yanagi Fuyumi menangis sedih, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada keduanya jika memang mereka ingin membunuh satu sama lain?.


Wolf tersentuh dengan apa yang ia dengar saat itu, terlihat dengan jelas raut wajahnya yang berubah mendengarkan ucapan Yanagi Fuyumi. "Apakah kalian tidak bisa akur setelah sekian lama tidak bertemu?. Apakah kalian memang memiliki niat membunuh satu sama lain di tempat seperti ini?!." Ada perasaan sedih yang memang ia sampaikan saat itu pada kedua iblis beda jenis itu.

__ADS_1


Deg!.


Staz dan Wolf benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Yanagi Fuyumi. Sungguh. Keduanya merasa bingung dengan tujuan mereka bertautnya saat itu. "Aku-." Ucap Yanagi Fuyumi tidak tahan lag, hingga ia benar-benar memperlihatkan air mata kesedihannya pada mereka semua. "Aku masih belum mengerti tentang dunia iblis, bahkan aku belum mengerti tentang kalian berdua." Ucapnya dengan sesegukan. "Tapi ini sudah sangat keterlaluan." Lanjutnya sambil mengusap sedih.


"He?." Staz dan Wolf tidak tahu harus merespon seperti apa melihat Yanagi Fuyumi yang telah menangis seperti itu.


Namun, pada saat itu Bell yang entah dimana selama pertandingan?. Ia mulai muncul di hadapan mereka semua, ketika keadaan telah kacau seperti itu?. Entah apa yang diinginkan olehnya setelah apa yang terjadi?.


"Ok!. Semuanya?. Aku rasa sampai di sana saja." Ucapnya tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Ia berdiri dengan santainya di sisi ring?.


"Eh?. Siapa lagi dia?." Dalam hati Tobi dan Kiji sangat heran melihat Bell.


"He?. Siapa dia?." Dalam hati Mamejirou sangat heran, dan belum melihat siapa gadis montok yang membawa tas besar yang ia sandang di punggungnya?.


"Pertandingan ini, dihentikan. Karena kalian telah membuat seorang wanita menangis." Ucapnya sambil berkacak pinggang.


"Sialan kau!. Jawab pertanyaan ku!." Dengan penuh amarah Staz membentak Bell.


"Siapa dia berani memutuskan dengan seenak jidatnya saja?." Dalam hati Kiji dan Tobi sangat kesal mendengarkan itu.


"Menurut keputusan ku!. Kalian berdua ini kalah, dan sangat lemah. Tidak berguna sama sekali." Ucapnya lagi dengan sangat merendahkan Staz dan Wolf?.

__ADS_1


"Hah?." Staz dan Wolf sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Bell.


"Hah?. Dia ini sangat aneh sekali." Mamejirou mencoba menggunakan mata batinnya untuk mengetahui siapa yang telah datang tanpa diundang itu?.


"Drama yang kalian mainkan sama sekali tidak enak untuk ditonton. Jadi kalian bukan lah aktor berbakat yang aku cari." Lanjutnya lagi tanpa melihat bagaimana perubahan raut wajah Staz dan Wolf yang sangat marah dengan ucapannya. "Keputusan terakhirku adalah, menyingkirkan kalian berdua yang sama sekali tidak berguna untuk membuat pembaca merasa puas dengan pertunjukan yang telah kalian lakukan tadi." Ucapnya sambil membuat pola sihir dengan kedua tangannya. Setalah itu ia sedikit berjongkok, lau ia tekan sedikit tali ring pembatas. Saat itu arena pertarungan telah berubah menjadi ruang sihir yang dapat membawa seseorang ke alam lain?. Bukan alam kematian ya?.


"Huwhoh!." Staz dan Wolf sangat terkejut, mereka tidak menduga akan mendapatkan serangan seperti itu?.


"He?." Mamejirou sangat terkejut, karena kakinya seperti terserap ke alur waktu yang telah diciptakan Bell?. "Apaan ini?." Untungnya ia masih sempat berpegangan pada tali pembatas, sehingga ia tidak terhisap oleh alur waktu sihir.


"Bos?!." Tobi dan Kiji sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat itu.


Seketika tempat arena pertandingan mendadak ribut, karena mereka yang berada di arena menghilang dengan sangat misterius?. Apakah yang terjadi?. Alur waktu sihir telah lenyap, begitu juga dengan Staz dan Wolf yang berada di arena?. Lalu bagaimana dengan Yanagi Fuyumi?. Tentunya ia juga ikut menghilang.


"Hiye!. Bagaimana mungkin bos menghilang?!." Tobi sangat histeris dengan apa yang telah terjadi.


"Karena pertandingannya telah selesai, jadi kalian boleh kembali saja." Ucap Bell dengan sangat santainya pada mereka semua. "Selamat istirahat ya?. Ikan teri busuk." Lanjutnya tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


Namun apa yang ia dapatkan saat itu?. Mereka semua melempari arena itu dengan apa saja yang ada di tangan mereka semua. Apa yang terjadi saat itu?. Next.


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2