STAZ SI VAMPIR

STAZ SI VAMPIR
CHAPTER 32


__ADS_3

...***...


World pada saat itu sangat kesal karena kereta yang dibawa oleh dua ayam bersaudara itu sama sekali tidak mau berhenti, sehingga ia memutuskan untuk membelah dua kereta itu dengan kekuatan yang ia miliki.


"Hiye!." Tobi dan Kiji sangat ketakutan pada saat itu karena belahan kereta itu melewati keduanya. Tentunya keduanya sangat takut karena belahan kereta itu bisa mengenai mereka?.


"Sudah berhenti tu." Dengan sangat santainya ia berkata seperti itu setelah melakukan hal yang gila?.


Akan tetapi pada saat itu ia menyadari ada sosok bayangan hitam yang berada di belakangnya?. Sehingga ia segera menyerangnya?. Ia ayunkan tongkat kebanggaannya itu kepada musuh yang mungkin berada di belakangnya?.


"Hyah!." Ayunan tangannya saat itu sangat kuat?. Namun sayangnya itu tidak cukup untuk membuat seseorang takluk begitu saja. Dengan sangat mudahnya ia malah menaiki senjatanya itu tanpa adanya kesulitan?. "Kegh!." Hatinya pada saat itu sangat kesal karena ia melihat ada seorang pemuda yang dengan santainya menginjak pipa miliknya?. Ditambah lagi pemuda itu malah menggendong seorang wanita yang terlihat sedang mabuk?. "Kau?!." Sepertinya Wolf mengenali pemuda itu.


"Lama tidak bertemu, ya?. Wolf-boy?." Staz, ternyata ia masih aman. Meskipun pada saat itu kereta yang ia gunakan terbelah menjadi dua bagian?.


"Hanya kau yang memanggilku seperti itu, staz!." Entah kenapa pada saat itu ia merasa sangat kesal. "Kau adalah staz blood cherry!." Saat itu ia merasakan ada tekanan yang sangat kuat menekan pipanya itu. Apakah Staz telah menggunakan kekuatannya saat itu?. Tapi bagaimana bisa?. Dan tanpa diduga Wolf yang sangat kesal dipanggil Wolf-boy oleh Staz?. Langsung menarik kuat pipanya itu, sehingga Staz terpaksa turun dari sana?.


Sementara itu?. Nasib kedua ayam bersaudara Hatamume dan Hotomune?.


"A-apakah kalian terluka?." Tobi sangat khawatir dengan kedua ayam bersaudara itu.


Deg!.


Tobi dan Kiji sangat takut ketika ditatap oleh kedua ayam bersaudara itu. Mereka sedikit merinding karena tatapan kedua ayam itu sedikit menusuk.


"Anu, maaf?. Ini memang tidak banyak. Tetapi aku harap-." Tobi dengan berbaik hati ingin menggantikan kerugiannya dialami oleh kedua ayam bersaudara itu. "Ambil ini. Ambil lah, mungkin saja ini bisa membantu kalian untuk memperbaiki kerusakannya." Lanjutnya.


Kado ayam bersaudara itu mengamati jumlah uang yang telah diberikan Tobi?.


"Apakah masih kurang?. Kami minta maaf!." Dengan sangat paniknya Tobi dan Kiji meminta maaf pada kedua ayam bersaudara itu.

__ADS_1


Namun apa yang terjadi?. Keduanya malah menghitung jumlah uang yang diberikan Tobi tadi.


"Eh?. Mereka ngapain?." Tobi bertanya pada Kiji.


"Aku rasa mereka sedang menghitung uangnya." Balas Kiji.


Keduanya sangat tidak berani untuk melakukan apapun pada saat itu. Mungkin saja mereka akan menjadi mangsa jika berani melawan kedua ayam bersaudara itu. Tapi nyatanya kedua ayam bersaudara itu hanya menghitung jumlah uang yang diberikan oleh Tobi. Sama seperti yang dikatakan oleh Staz sebelumnya, bahwa kedua ayam bersaudara sangat lambat dalam berhitung meskipun langkah mereka sangat cepat. Baiklah, kita lupakan sejenak masalah yang dihadapi oleh Tobi dan Kiji. Mari kita lihat Staz dan Wolf?.


Saat itu Wolf malah menjatuhkan pipa yang merupakan senjata andalannya dalam menaklukkan orang lain. Sedangkan Staz terpaksa melempar Yanagi Fuyumi dari gendongannya beserta Mamejirou yang entah bagaimana nasibnya saat itu.


"Sakit sekali." Ucap Wolf dapat merasakan kesemutan di tangannya. Namun saat itu ia mendekati Staz?.


"Eh?. Dah mau gelud aja tu?." Kiji melihat Wolf yang mendekati Staz?.


"He?. Secepat itu kah?." Tobi mengamati itu. Meskipun tadinya ia sangat takut dengan apa yang akan dilakukan oleh kedua ayam bersaudara itu.


Sementara itu, Staz dan Wolf saling mendekat?. Saat itu mereka seperti hendak mengadu tinju mereka?. Tidak!. Saat itu mereka sedang tos tangan layaknya dua orang sahabat yang sangat dekat?.


"Sepertinya kau pun tidak banyak berubah sama sekali." Staz mengamati bagaimana penampilan temannya itu?.


"Tidak terlalu berubah sih." Balasnya. "Maaf ya?. Aku telah menghancurkan keretamu." Wolf meminta maaf?.


Sedangkan Yanagi Fuyumi yang tersadar?. Sebelumnya saat itu ia belum sadar sepenuhnya karena ia merasakan mabuk berat. Mamejirou juga saat itu setengah hidup, dia masih belum bisa merasakan dirinya.


"Tidak apa-apa. Lagi pula aku memang berniat ingin menemuimu." Balas Staz dengan santainya.


"Eh?. Mereka saling kenal?." Tobi sedikit bingung melihat kedekatan kedua pemuda itu?.


"Sepertinya mereka memang saling kenal." Balas Kiji dengan Pundungan.

__ADS_1


"Memangnya ada gerangan apa kau ingin menemui aku?." Wolf merasa sangat heran dengan apa yang dikatakan oleh pemuda vampir itu.


"Pokoknya aku ingin meminta bantuan darimu. Tolong bantuin aku ya?." Staz belum menceritakan alasan kenapa ia meminta bantuan pada Wolf?.


"Wajah itu, baca itu sama sekali belum pernah aku lihat." Entah kenapa Tobi malah terlihat sangat kesal?. "Apakah kau pernah melihatnya?." Tobi malah bertanya pada Kiji.


"Kita lihat saja." Kiji tidak mau asal menebak saat itu.


"Katakan padaku, bantuan apa yang kau inginkan?." Wolf saat penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Staz.


"Saat ini aku sedang mencari sebuah buku." Jawabnya.


"Kegh!. Aku sama sekali tidak bisa bergerak. Rasanya sangat mual sekali." Yanagi Fuyumi masih merasakan mabuk berat.


"Sebuah buku?. Buku apa yang sedang kau cari?." Wolf semakin penasaran?.


"Aku sedang mencari buku yang berjudul cara menghidupkan manusia." Jawabnya lagi.


"Hah?." Wolf sedikit bingung. "Kau pikir aku akan membaca buku dengan judul serumit itu?." Wolf sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Staz. "Memangnya tidak ada yang bisa kau cari selain buku aneh itu?." Tentunya ia penasaran dengan itu.


"Hm. Tidak juga sih. Hanya saja aku meminta bantuan darimu untuk mencari buku itu di sini." Jawab Staz.


"Hah?. Kau sangat serius mengatakan itu?." Wolf sangat terkejut. Begitu juga dengan Tobi dan Kiji yang telah berdiri di belakang Wolf.


"Tentu saja aku sangat serius. Karena itulah aku meminta bantuan darimu." Balas Staz.


"Tapi masalahnya adalah, wilayahku itu sangat luas. Bukan hanya daerah ini saja. Bahkan sebagian bagian barat ini telah menjadi wilayah kekuasaan ku, loh?!." Entah itu kesombongan atau apa. Tapi kenyataannya memang seperti itu. "Hal merepotkan itu, Aku tidak akan melakukannya kalau tidak ada imbalannya." Lanjutnya.


"He?. Pakai imbalan ya?. Sesuai dengan dugaanku." Staz memang sangat mengetahui bagaimana sikap temannya itu. "Bagaimana kalau kita buat perjanjian?." Staz saat itu telah memberikan sebuah penawaran.

__ADS_1


Perjanjian seperti apa yang akan terjadi di antara keduanya nantinya?. Simak terus ceritanya. Jangan sampai tertinggal.


...***...


__ADS_2