
Stella hanya tersenyum nyengir kemudian membalas pelukan raga.
Dan tiba tiba pintu ruangan raga terbuka membuat keduanya terkejut.
"Sayang aku lupa bawa..., lhoo aku ganggu ya ??" ucap keyla melihat raga dan stella nampak berdiri berdua sambil melihat berkas yang raga pegang.
"enng...enggakk sayang, aku lagi jelasin ke stella masalah isi dari berkas yang harus ada buat rapat besok" ucap raga sedikit kikuk.
Sedangkan stella juga terlihat tersenyum kikuk.
"Kamu ngapain balik lagi?? ada yang ketinggalan???" tanya raga.
"Iya ponsel aku ketinggalan, tuh disofa, nanti kalau nggak bawa ponsel kan binggung juga mau ngapain pas antri" ucap keyla nampak berjalan mengambil ponselnya disofa.
"Ya udah lanjutin aja, aku keluar dulu ya sayang" ucap keyla tiba tiba mencium bibir raga didepan stella membuat stella memalingkan wajahnya.
Tak lupa keyla tersenyum sinis kearah stella sebelum ia keluar meninggalkan ruangan raga.
Keyla membanting pintu mobil, terlihat diraut wajahnya yang emosi. Siapa yang tak emosi jika melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain.
Ya ia dengan mata kepalanya sendiri melihat raga memeluk stella.
Setelah memasuki mobil tadi memang keyla sengaja memasuki ruangan raga kembali untuk memastikan jika apa yang ia pikirkan benar adanya, dengan alasan keyla mengambil ponsel yang memang sengaja ia tinggal.
Dan melihat kenyataan tadi sungguh keyla tak menyangka akan merasakan sakit yang sesakit ini.
Karena perasaan untuk raga terlalu dalam.
Karena perasaan untuk raga terlalu banyak hingga membuat ia jatuh sejatuh nya.
Tetapi ia juga menyadari, apa yang raga lakukan karena ia memang tak bisa menjadi istri yang baik untuk raga.
Jika saja ia selalu ada untuk raga..
jika saja ia tak mengkhianati raga ...
Dan jika saja tak mengikuti keinginan papahnya pasti raga tak akan pernah berubah , pasti raga akan selalu mencintainya.
Tanpa keyla sadaari ia menangis sambil menyetir mobil, semua ini sangat menyakiti hatinya.
...
Sementara itu diruangan raga, stella seperti lelah ingin mengakhiri tapi lagi lagi raga tak mau menuruti keinginan stella.
"Apa kau tak kasihan pada istrimu??? apa kau tak menyanyangginya ??? jujur aku sungguh tak apa jika kamu ingin mengakhirinya sekarang dan iingin memperbaiki hubungan dengan istrimu, aku akan pergi " ucap stella tampak memohon pada raga.
"Tidak stella, aku mencintaimu .. sangat dan aku tak akan membiarkan kamu pergi" ucap raga lebih keras kepala.
__ADS_1
"Terserah, lebih baik aku pulang saja , aku lelah , aku mohon mengertilah" ucap stella pada raga.
"Baiklah, jika kamu ingin pulang tak apa asal kamu tak mengakhiri hubungan dengan ku" ucap raga dan stella hanya mengangguk saja kemudian pergi meninggalkan ruangan raga.
...
Stella berjalan meninggalkan kantor, sebenarnya ia membawa mobil hanya saja ia meinggalkanya karena stella ingin berjalan jalan menikmati udara malam ini.
"Stell..." panggil seseorang yang tak asing bagi stella dan setelah stella berbalik benar saja itu satria.
"Hay" sapa stella yang entah mendapat angin dari mana ia sangat ramah pada mantan suaminya itu.
"Emm , kenapa pulang jalan kaki??" tanya satria tampak kikuk, pasalnya satria sedikit terkejut dengan keramahan stella.
"Hanya ingin, lalu kamu??? mengapa lewat jalan sini??" tanya stella balik.
"Aku membawa mobil dan melihatmu berjalan sendiri " jelas satria sambil menunjuk mobilnya.
"Ahh ya, ya sudah aku duluan ya ???" ucap stellaa.
"Kamu udah makan malam??" tanya satria membuat stella yang menghentikan langkahnya.
"Ayo kita makan malam dulu, bukankan disana ada kedai mie langganan kita dulu, gimana kalau kita makan disana??" ajak satria.
"Hmm , maaf aku nggak bisa" ucap stella menolak ramah.
"Hmm ya udah, tapi kamu yang traktir yaa ???" ucap stella sambil terkekeh.
"Iyalah, kan aku yang ngajakin" ucap satria tersenyum.
"Aku bercanda kok, ya udah ayo!!" ucap stella.
Keduanya nampak berjalan menuju kedai mie yang sudah menjadi langganan mereka itu.
"Bah mie 2 biasa yaa" ucap satria pada abah abah penjual mie.
"Eh bang satria sama non stella kok udah lama nggak keliatan" tanya abah penjual mie.
"Iya nih bah, sibuk trus" ucap satria sedangkan stella hanya senyum saja.
"Sibuk ngurusin anak ya bang?? kok nggak diajakin kesini??" tanya abah yang membuat keduanya terdiam cukup lama kemudian barulah satria yang menjawab.
"Iya bang biasa kan udah jadi bapak sama emak, ya kan sayang??" ucap satria nampak memberikan kode pada stella.
"Iya bah, ini mumpung pulang bareng makanya mampir dulu" ucap stella menambahi sambil tersenyum.
"Iya memang pasangan suami istri harus gitu, harus ada waktu buat berduaan biarpun sudah punya anak, biar hubungannya awet sampai kakek nenek" ucap abah sambil mengaduk mie pesanannya.
__ADS_1
"Iya bah" ucap stella dan satria bersamaan.
"Ya sudah kalian duduk dulu sana, malah abah ngajakin cerita terus" perintah abah, stella dan satria hanya terkekeh.
Abah memang sudah mengetahui jika stella dan satria telah menikah ,bahkan abah juga sudah tahu jika stella sempat hamil waktu itu ia tak sengaja berpapasan dengan stella sewaktu akan memeriksakan kandunganya.
Dan itulah yang membuat abah berpikir stella sudah melahirkan karena memang sudah setahun yang lalu.
Tetapi abah memang belum mengetahui perihal perceraian satria dengan stella.
Karena setelah bercerai baik stella maupun satria belum pernah sekalipun datang kekedai mie abah, padahal kedai inilah tempat favorit mereka sewaktu pacaran dan saking seringnya kesini membuat keduanya akrab dengan abah sang penjual mie dikedai ini.
"Ini abang , ini nona ... silahkan dinikmati " ucap abah sambil menyodorkan dua piring mie goreng seafood kesukaan mereka.
"Makasih abah, duh bakalan nambah ini" ucap satria cengegesan.
"Makanya sering sering kesini" ucap abah sambil tertawa kemudian meninggalkan satria dan stella yang tengah menikmati mie buatanya.
"Tuh abah nyuruh kita sering sering kesini" ucap satria disela sela makan nya.
Stella hanya tersenyum menanggapi satria tanpa menjawab apapun.
Keduanya kembali makan tanpa ada obrolan serius, sesekali stella melirik kearah jari manis satria yang terdapat cincin ring seperti cincin tunangan.
Apakah satria sudah memiliki tunangan ??? batin stella sedari tadi .
Selesai makan keduanya membayar bill dan keluar kedai bersamaa.
"Aku antar ya, udah malem, bahaya kalau kamu jalan sendirian???" ajak satria pada stella.
"Nggak perlu, aku naik taksi aja nggak apa apa" ucap stella menolak.
"Hmm yakin , ya udah aku tungguin kamu sampai dapet taksi ya ??" ucap satria.
"Aku nggak apa apa , kamu pulang duluan aja" ucap stella.
"Ya udah kamu pilih salah satu, mau aku anter apa aku temenin nunggu taksi??" ucap satria sedikit memaksa.
"Ya udah ya udah, nemenin nunggu taksi aja kalau gitu" ucap stella pasrah.
"Kenapa nggak mau aku anter ? padahal aku berharap kamu mau aku anter" ucap satria.
"Nggak apa apa, ntar pacar kamu marah lagi kalau tau kamu nganterin aku " ucap stella tersenyum.
Satria cukup mengerti apa maksud stella dan ia hanya diam saja sambil melihat cincin yang melingkar dijari manisnya.
Ya itu memang cincin pertunangan nya ....
__ADS_1
BERSAMBUNG....