STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
SEBUAH FAKTA YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Stella terbangun dan terkejut melihat ia masih di mansion Raga. dilirik nya jam sudah pukul 9 pagi . Apa ??? jadi ia semalaman tidur disini . Ya Stella ingat semalam ia bergumul dengan Raga semalaman , entahlah Raga memang membuatnya mabuk kepayang hingga melupakan jika ia harus pulang dan pastilah Andi mengkhawatirkanya.


Stella bergegas bangun hingga membuat Raga yang berada disampingnya itu ikut terbangun .


"Mau kemana ???" tanya Raga.


"Aku harus pulang Raga , Andi pasti mengkhawatirkan ku karena aku tidak pulang semalaman." ucap Stella.


"Ahh jadi pria itu Andi ???' tanya Raga membuat Stella tersentak karena ia baru saja ingat telah mengatakan siapa pria itu.


"Aku bahkan lupa jika aku sedang membawa pergi tunangan orang." cibir Raga.


Stella hanya mendesah pelan kemudian meninggalkan Raga memasuki kamar mandi.


"Aku akan mengantarmu..." ucap Raga saat Stella keluar dari kamar mandi.


"Tidak perlu, aku akan naik taksi saja " ucap Stella.


"Tidak aku akan tetap mengantarmu meskipun kau menolak" ucap Raga lagi yang kini melingkarkan tangan nya dipinggang Stella.


'' aku hanya tak ingin Andi melihat" ucap Stella yang seketika merubah Raut wajah Raga.


"Apa kau benar benar akan menikah dengan nya ??' tanya Raga dengan suara marah.


"Aku harus tetap melanjutkan ini Raga, aku tak ingin menyakiti Andi yang selama ini sudah baik dengan ku dan selalu ada untuk ku" ucap Stella.


"Maafkan aku Raga.." lirih Stella.


"Kau hanya belum tau seperti apa pria itu, aku harap kau tak menyesal karena memilih pria yang salah" ucap Raga.


"pulanglah, tapi biarkan diantar oleh sopirku" ucap Raga kemudian pergi meninggalkan Stella yang pikiran nya menjadi kalut karena ucapan Raga barusan .

__ADS_1


...


"Terimakasih pak.." ucap Stella pada sopir Raga yang mengantarkan Stella sampai depan rumah.


Dengan perasaan takut Stella memasuki rumah Andi yang sepi, tentu saja sepi karena ini sudah pukul 10 siang pastilah Andi sudah berangkat kerja.


Stella memasuki rumah dan betapa terkejutnya Stella kala melihat Andi duduk disofa ruang tamu dalam keadaan berantakan, ya ia masih mengenakan seragam yang kemarin ia pakai kekantor yang kini sudah lusuh dan sepertinya ia tak mandi semalaman, dan melihat botol botol minuman keras dimeja sudah Stella pastikan jika Andi mabuk karena mata merahnya menatap Stella tajam.


"Apa yang terjadi ? dimana Bibi ?" tanya Stella memberanikan diri mendekati Andi yang masih bau alkohol.


Terlihat Andi tersenyum sinis pada Stella.


"Untuk apa kau pulang ??? Dasar ****** ???!" desis Andi yang membuat Stella terkejut karena baru saja dikatakan ****** oleh Andi, pria yang selama ini ia anggap baik nyatanya menganggapnya ******, meskipun memang benar ia ****** ya ****** nya Raga.


Stella hendak bangkit untuk pergi menjauh dari Andi karena jujur hatinya sakit sekali mendengar Andi yang mengatai nya ******.


"Mau kemana kau ****** ???'ucap Andi menarik tangan Stella hingga Stella jatuh tak sampai disitu saja Andi kini mencekik leher Stella membuat Stella ketakutan setengah mati.


Stella kembali teringat kata kata Raga . memamg benar ia belum mengenal Andi lebih dalam , ia tak tau Andi yang ia pikir pria lembut dan baik nyatanya bisa berbuat sekasar ini padanya.


"Aku sudah membuatmu terbebas dari Raga brengsek itu dan inikah balasan mu ???!" teriak Andi yang kini menendangi perut Stella hingga membuat Stella menjerit tak kuasa menahan sakit.


"Aku mohon Andi jangan lakukan ini, maafkan aku" ucap Stella sambil menangis namun ucapan nya sama sekali tak digubris oleh Andi malah dirinya semakin menjadi menyiksa Stella.


Stella yang sudah tak tahan berusaha bangkit dan masuk kekamar namun Kalah cepat oleh Andi yang kini melemparkan Stella diranjang milik Stella.


Andi tersenyum puas melihat Stella tersiksa, ini masih belum seberapa dibanddingkan sakit yang ia rasakan karena pengkhianatan Stella.


Sedangkan Stella yang sudah lemas tak berdaya hanya pasrah kala Andi mencambuki dirinya dengan Sabuk nya.


Hingga Stella yang tak tahan dengan perlakuan kasar Andi pun pingsan dan samar samar Stella masih mendengar dua orang wanita menjerit yang Stella yakini itu Bunda dan Bibi.

__ADS_1


...


Stella bangun dan melihat sebuah ruangan yang asing untuknya. Wajahnya terasa sakit tak hanya itu seluruh tubuhnya pun sakit dan perih akibat memar yang ia dapatkan dari Andi. dan Ia sekarang berada dirumah sakit karena bau ruangan yang dipenuhi obat.


Stella mengedarkan pandangan dan tak menemukam siapapun kecuali dirinya sendiri yang berada diruangan itu.


Tak berapa lama pintu terbuka dan ia melihat Bunda memasuki ruangan Stella dengan mata sembab.


Bisa Stella tebak pasti bunda habis menangis.


"Bundaa..." ucap Stella lirih dan Stella bisa melihat raut wajah bunda dan penuh rasa bersalahnya.


"Maafin Stella bunda ...semua ini karena Stella " Ucap Stella sambil menangis.


"kalau saja Bunda nggak terlambat pulang pasti semuanya nggak akan kayak gini , pasti kamu masih baik baik saja " ucap Bunda yang kini menjatuhkan bulir bening dari matanya. Bunda menangis , ya Bunda menangisinya. Semalam Bibi menyusul Bunda keluar kota dan mengatakan keadaan Andi yang mabuk mabukn dan akhiirnya Bunda memutuskan segera pulang namun sayangnya ia terlambat karena melihat calon menantunya yang sudah terkapar diranjangnya akibat perlakuan Andi.


"Maafin Bunda sayang , karena Bunda tak bisa mendidik Andi dengan baik hingga membuatmu merasakan ini" ucap Bunda menangis dan kini mengenggam tangan ku erat.


"Bunda.. ini bukan salah Bunda .. ini salah Stlla, Stella udah bikin mas Andi kecewa makanya mas Andi marah sama Stella" ucap Stella sedikit susah karena memang memar di wajahnya membuatnya tidak leluasa berbicara.


"Enggak... ini bukan salah kamu... bunda yang salah, bunda yang salah karena mengira Andi sudah sembuh dan berubah namun nyatanya Bunda tak bisa mempercayai itu sekarang" ucap Bunda membuat Stella terkejut, Jadi andi sakit selama ini?? batin Stella.


"Andi mengalami Trauma akibat dulu ayahnya suka kasar sama Bunda dan Andi, bunda pikir semuanya baik baik saja tapi Bunda salah karena mental Andi terganggu dan ia berubah kasar... " bunda nampak menjeda .


"Faktanya dulu tunangan Andi meninggalkan Andi karena tak tahan dengan perlakuan Andi yang selalu main kasar , dia memutuskan sepihak hingga membuat Andi depresi dan Bunda sudah mendatangi banyak psikiater , namun saat bertemu dengan mu banyak perubahan dari sikap Andi yang membuat Bunda yakin jika Andi sudah sembuh.. tapi hari ini..." bunda tak sanggup meneruskan ucapan nya dan malah menangis.


"Jadi selama ini Andi sudah cukup menderita dan aku kembali menambahkan luka yang membuat Andi semakin menderita. Maafkan aku Andi.." tak terasa air mataku menetes .


Bersambung...


jangan lupa.like vote dan komen...

__ADS_1


__ADS_2