
Pukul 2 pagi namun masih ada seorang pria yang masih terjaga dan berkutat dengan laptopnya.
Raga, ya Raga memang tak kenal lelah, setelah berhasil mendirikan perusahaan nya sendiri, ia bekerja siang dan malam untuk memajukan perusahaanya sambil sesekali melirik bingkai foto seorang wanita yang tersenyum memperlihatkan Gigi putihnya yang rapi dimana foto itu dirinya lah yang memotret.
Stella... satu satunya wanita yang kini selalu dirindukan Raga. Selalu diimpikan Raga, Bahkan Raga telah mengerahkan segala cara untuk menemukan Stella.
.
Termasuk tinggal diapartemen Stella yang kini Raga lakukan. Raga hanya berharap Stellla pulang ke apartemen nya namun hingga beberapa bulan Stella belum juga kembali, padahal sidang cerai nya dengan Keyla sudah selesai dan kini ia sudah menyandang status Duda, namun Stella malah menghilang entah kemana.
Raga juga tak tau siapa yang membantu Stella bersembunyi sampai sekarang, karena Raga yakin Stella sembunyi dibantu seseorang namun Raga masih belum mengetahui siapa itu.
Jika Raga sampai tau siapa yang membantu Stella bersembunyi , Raga bisa memastikan tidak akan membuat Orang itu hidup tenang siapapun dia.
...
Stella nampak mencari cari ditas nya sebuah bingkai foto masa kecil nya bersama kedua orang tuanya, satu satunya kenangan Stella dengan orangtuanya.
Stella berniat memajang foto kedua orangtuanya itu saat pernikahanya nanti namun sedari tadi Stella mencari cari tak mememukanya padahal Stella yakin sudah memasukan kedalam tas sewaktu kabur , karena Stella menganggap bingkai foto itu adalaj jimatnya.
"Apa masih tertinggal di apartemen ?" gumam Stella.
"Tidak mungkin , aku sudah memasukan , ya Tuhan bagaimana ini..." gumam stella lagi.
"Apa aku harus mencarinya diapartemen ???" batin Stella.
"Tapi bagaimana jika bertemu dengan Raga " batin Stella lagi.
Stella benar benar binggung, sepertinya Stella berencana nekat kembali ke apartmen tanpa sepengetahuan Andi namun Stella juga takut jika Raga disana.
Apa Stella ke apartemen saat siang hari saja kan pasti Raga tak disana karena masih dikantor batin Stella mencoba menimang nimang.
Dan fix akhirnya Stella pulang ke apartemen nya siang ini, dengan bermodalkan nekat dan tanpa ijin Andi.
Baginya bingkai foto itu barang berharga untuk Stella sampai kapanpun, ia tak akan membuangnya atau meninggalkanya dimanapun ,ia sudah berjanji akan selalu membawanya kemanapun.
"Lhoo Stella udah rapi gitu mau kemana???" tanya Bunda saat melihat Stella keluar kamar mengenakan Dress panjang dengan motif bunga bunga.
"Bunda , Stella ijin keluar dulu yaa... Stella lupa kemarin belum sempet beli pembalut waktu belnja bulanan" ucap Stella terpaksa berbohong pada Bunda karena jika Stella jujur Bunda pasti tak akan mengijinkan Stella pulang ke apartemen.
__ADS_1
"Kenapa nggak minta tolong sama bibik aja ??"Tanya Bunda seperti tak mengijinkan Stella keluar.
"Sekalian Stella mau jalan jalan Bunda.." ucap Stella.
"Bunda temenin ya nak ..." tawar Bunda Retno.
"Engga perlu Bunda, Bunda istirahat saja" ucap Stella.
"Ya sudah, tapi jangan pulang malem malem ya takut nanti kalau Andi marah.." ucap Bunda dan Stella memgangguk paham, Stella mencium tangan Bunda Retno .
"Eh tunggu bentar ..." ucap Bunda Retno saat Stella akan melangkah keluar, Tampak Bunda memasuki kamarnya sebentar kemudian keluar membawa sesuatu.
.
"Bawa ini, nanti kalau kamu kenapa napa atau kamu pengen dijemput kamu bisa menelepon Andi , disana ada nomernya Andi." ucap Bunda nampak menyerahkah sebuah benda pipih kepada Stella.
"Ini ponsel siapa Bunda ???" tanya Stella.
"Itu ponsel Bunda yang satu, kamu bawa aja nggak apa apa " ucap Bunda yang mengerti jika Stella tak membawa ponsel karena tertinggal diapartemen.
"Makasih Bunda, kalau gitu Stella pamit dulu" ucap Stella kemudian keluar dari rumah Andi.
Bunda Retno nampak melihat kepergian Stella cemas , entah mengapa dirinya takut jika terjadi sesuatu dengan Stella, entah hanya perasaan nya atau apa.
Seorang wanita berjalan memasuki sebuah rumah mewah, tampak para pelayan menunduk melihat kedatangan nya.
"Mamah dimana ???" tanya Wanita itu.
"Ada ditaman belakang nona..." ucap Salah satu pelayan dengan sopan.
Wanita itu mengangguk dan berjalan menuju taman yang terletak dibelakang rumahnya.
Ia melihat wanita yang sudah paruh baya masih telaten merawat kebun bunga yang saat ini bunga bunga disana sudah bermekaran , nampak indah sekali.
"Mamah..." Sapa wanita itu dan wanita Tua yang ia panggil Mamah langsung melihat kedatangan putrinya dan tersenyum.
"Keyla sayang..." ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah Mamah Keyla istri Tirta.
Keyla.berjalan menghampiri sang mamah dan keduanya saling menautkan pelukan tanda Rindu.
__ADS_1
"Kamu kok udah lama nggak jengguk Mama " ucap Nyonya Tirta sambil cemberut.
"Maaf Ma, keyla sibuk akhir akhir ini.." ucap Keyla yang kini nampak memandang wajah sang mama.
"Mama denger kamu udah cerai dengan Raga ???" tanya Nyonya Tirta.
"Iya Mah... Keyla nggak apa apa kok ma, mama jangan pikirin ini yaa, mama fokus aja sama pengobatan mama" ucap Keyla sedikit sebal , pasti papa nya yang bercerita pada mama batin keyla padahal Keyla tak ingin Mama nya tau akan masalah yang ia hadapi kini termasuk tentang perselingkuhan papah nya, Jangan... jangan sampai Mamah tau.
"Kamu yang sabar ya sayang.. Mama yakin Keyla pasti dapetin yang lebih baik dari Raga.." ucap Sang Mama.
"Iya mah, pasti...ya udah mah masuk yukk , Keyla kangen masak bareng Mama.." ucap Keyla dan tanpa sengaja Keyla melihat lebam di lengan sang mama yang membuat keyla terkejut.
"Mama... tangan mama kenapa ??? siapa yang sudah melakukan ini ??!!" tanya Keyla panik.
Terlihat Nyonya Tirta sedikit kebinggungan .
"Nggak apa apa sayang , kemarin nggak sengaja Mama kena pintu dan jadi lebam deh ..." ucap Nyonya Tirta.
"Mama yakin???" tanya Keyla memicing.
"Iya sayang...udah yukk masuk, kamu bilang mau masak sama mama" ucap Nyonya Tirta dan kedunya memasuki rumah.
"Wah wah ... kapan Keyla pulang kok Papah nggak tau.." ucap Tirta yang baru saja masuk rumah.
"Mas... kamu sudah pulang ...??" tanya Nyonya Tirta nampak senang.
"Tentu saja aku pulang, bukankah setiap hari aku selalu pulang sayang ??!" ucap Tirta dengan senyum yang tak biasa.
"Ahh iya..." nyonya Tirta nampak kaku menjawab ucapan Suaminya membuat Keyla sedikit curiga jika ada sesuatu dengan mereka.
"Bukankah Papah baru pulang, lebih baik Papah istirahat , pasti Papah lelah, aku dan Mamah akan menyiapkan makan malam" ucap Keyla.
"Ahh iya kamu hanya merindukan mamahmu yaa tak merindukan Papah.." ucap Tirta sedikit terkekeh.
"Bukankah setiap hati kita sudah bertemu pah.." sindir Keyla dan Tirta hanya tersenyum
"Baiklah...aku rasa harus istirahat.." ucap Tirta meninggalkan istri dan anakanya.
"Jadi Papah sering menemuimu ?!" tanya Nyonya Tirta yang membuat Keyla binggung harus menjawab apa.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komen ..