STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
MENGHADAP RAGA 2


__ADS_3

"Bagaimana kabarmu ????" tanya Raga yang kini berada disamping Andi yang sedang sibuk menatap foto foto Stella yang terpajang disetiap dinding Mansion baru Raga.


"Baik pak... bagaimana kabar Anda ??" tanya Andi sopan.


"Masih buruk... sampai sekarang kau tau sendiri kan aku masih belum bisa menemukan Stella " ucap Raga sambil menatap salah satu foto Stella yang tersenyum.


Terlihat Andi sedikit merasa aneh saat Raga membicarakan tentang Stella. Jika biasanya Andi bisa menyembunyikan raut wajahnya namun kali ini berbeda Andi sedikit kikkuk karena ia merasa mungkin sebenarnya Raga sudah mengetahui tentang hubungan dirinya dan Stella namun Raga pura pura tak tahu hanya untuk menjebak Andi. Jadi sekarang Andi harus lebih berhati hati dengan Raga jangan sampai ia terjebak dalam permainan Raga.


"Saya mengerti...padahal Bapak sudah berusaha banyak untuk menemukan Stella" ucap Andi mencoba menyemangati Raga.


"Tentu saja... wanita itu benar benar bisa membuat ku segila ini" Gumam Raga yang masih bisa didengar Andi.


"Jadi ada apa bapak memanggil saya kesini ??? bukankah bapak sekarang sudah tak ada hubungan nya dengan perusahaan ???" tanya Andi penasaran dengan maksud Raga memanggil nya.


"Aku ada satu permintaan untuk mu " ucap Raga yang membuat alis Andi berkerut.


"Bisakah kau membantuku mencari Stella ???" tanya Raga yang sekaligus merubah raut wajah Andi.


"Maaaf pak , tapi.."


"Aku mohon, selama ini kau selalu menolak tanpa aku tau apa alasan nya , kau hanya sedikit membantu tempat tempat yang biasa dikunjungi Stella dan kali ini aku harap kau membantuku menemukan Stella " ucap Raga sedikit memohon.


"Maafkan saya pak... tapi saya benar benar tidak bisa " ucap Andi. Memang benar selama ini Andi hanya membantu memberikan saran tempat tempat yang mungkin dikunjungi oleh Stella, hanya sebatas itu karena maksud dan tujuan Andi agar Raga tak menemukan Stella ditempatnya namun kali ini benar benar diluar dugaan, Raga meminta bahkan memohon pada Andi untuk membantunya mencari Stella. Entah ini hanya trik Raga atau memang Raga yang sudah putus asa karena masih belum berhasil menemukan Stella.


"Apa alasan mu selalu menolak ku ? apa sebenarnya kau tau dimana Stella atau sebenarnya kau yang menyembunyikan Stella ??' tanya Raga santai yang langsung saja merubah wajah Andi menjadi tegang.


"Hahahaha aku hanya bercanda...tak perlu setengang itu jika kamu tak menyembunyikanya " ucap Raga nampak tertawa.


"Tidak pak, saya hanya terkejut saja mengapa Bapak bisa menuduh saya seperti " ungkap Andi yang kini mendatarkan wajahnya.


"Terkadang kita harus lebih berhati hati pada orang terdekat kita karena mungkin yang kita cari sedang bersama orang terdekat kita dan saya pikir kamu tak akan melakukan itu , saya percaya.." ucap Raga yang rasanya seperti menohok untuk Andi.


"Terima kasih pak telah memberikan kepercayaan kepada saya, Bapak tau sendiri saya orang yang bagaimana" ucap Andi tenang.

__ADS_1


"Ya tentu saja.. jadi bagaimana apakah kau bersedia ???' tanya Raga.


"Maafkan saya Pak tapi saya benar benar tak bisa .." ungkap Andi yang seketika merubah raut wajah Raga.


"Sayang sekali... rasanya kecewa melihatmu menolak permintaanku " ucap Raga.


"Sekali lagi maafkan saya pak, " ucap Andi.


"Yasudah... cukup kapanpun jika kamu melihatnya dimanapun segera hubungi aku " ucap Raga.


"Tentu saja pak, aku akan melakukan itu" ucap Andi.


"Jika aku tau siapa yang telah menyembunyikan Stella dariku, akan kubuat dia menyesal telah mempermainkan ku" ucap Raga yang masih didengar oleh Andi Dan Andi berusaha tersenyum tanpa memperlihatkan ketakutan nya pada Raga karena Andi tau Raga tak pernah main main dengan ucapan nya.


Setelah cukup lama berbincang bincang, Andi pun pulang diantarkan oleh salah satu anak buah Raga namun berbeda dengan yang tadi.


"Memang benar Tuan jika nona Stella berada dirumah Andi, saya tadi smepat melihatnya " ucap anak buah Raga yang tadi menjemput Andi.


"Ya tentu saja dia memang disana.." ucap Raga sembari menyesap nikotin nya.


"Tidak... jangan sekarang... kita terus ikuti saja bagaimana ia memainkan ini semua..sekarang belum saatnya " ucap Raga yang diangguki oleh anak buahnya itu.


...


Malam ini Raga duduk disebuah bar, ya ia ingin menenangkan jiwanya setelah terguncang beberapa hari yang lalu akibat penolakan Stella.


Tampak dua orang wanita penghibur mendekatinya dan mulai bergelayut manja dan Raga tak menolaknya karena malam ia sepertinya ia butuh pelampiasan.


Sementara itu ada satu wanita yang sedari tadi memperhatikanya dari jauh lalu ia mencoba mendekati Raga.


''apakah kau sedang patah hati atau semacamnya ??" tanya Wanita itu yang tak lain adalah Keyla, ya Keyla malam ini pergi ke bar untuk menemui teman wanita tapi malah tak sengaja bertemu dengan Raga pria yang baru saja menceraikan nya.


Raga tak menjawab pertanyaan Keyla, hanya menatap Keyla dengan tatapan datar kemudian kembali menyesap nikotin nya dan menikmati minuman nya.

__ADS_1


"Pergilah kalian berdua...dia suamiku.." ucap Keyla pada dua wanita yang bergelayut manja di lengan Raga.


Nampak kedua wanita itu pergi dengan gerutuan karena belum sempat mereka mendapatkan pelanggan malah sudah diusir oleh istri sah nya.


Sialan memang.


"Lebih tepatnya mantan suami " ucap Raga yang membuat Keyla bungkam.


"Apa kau masih belum menemukan wanita itu ???" tanya Keyla pada mantan suaminya itu dan Raga hanya diam.


"Mengapa kau tak menemui Tasya saja .." ucap Keyla yang membuat Raga sadar jika Tasya sepupu Keyla adalah teman baik Stella.


Ahh mengapa itu tidak kupikirkan sebelumnya, jika Tasya mencoba membujuk Stella mungkin Stella akan memberikan kesempatan untuknya tanpa perlu ia memaksa Stella tetap bersaamanya karena Raga yakin jika Stella masih sangat mencintainya.


"Mengapa diam ??? apa benar jika kau ditolak oleh nya ??" tanya Keyla masih penasaran.


"Itu bukan urusan mu " ucap Raga Datar.


"Baiklah baiklah... apakah kau butuh teman tidur atau semacamnya ???" tanya Keyla yang bergelayut manja pada Raga membuat Raga jenggah.


"Apa ini sekarang menjadi profesimu ???" tanya Raga yang tentu saja menyakiti Keyla.


"bahkan dulu saat menjadi suamimu , kau jarang sekali memberikanku kehangatan ranjang tapi sekarang kau bahkam menawari ku lebih dulu" ucap Raga sinis.


"Sudahlah percuma memang berbicara dengan mu , karena semua perkataan yang keluar dari mulutmu hanya akan menyakitiku" ucap Keyla.


"Woo bahkan kau sekarang menjadi seseorang yang tersakiti bukan menyakiti lagi huh??!!' ucap Raga sinis.


Keyla hanya diam tak menjawab ucapan Raga karena Keyla sadar dulu memang ia sudah menyakiti Raga.


"Ya sudah, aku pergi dulu , tiba tiba hasrat ku padam saat melihatmu " ucap Raga yang kemudiam beranjak pergi meninggalkan Keyla yang menangis.


Ya Keyla menangis karena ucapan Raga yang sangat menyakitinya.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2