
"Apakah Papah sering menemuimu ???" tanya Nyonya Tirta yang membuat Keyla sedikit kebingungan harus menjawab apa.
"Tidak sering kok Mah, kadang kadang saja.." ucap Keyla .
Kini Keyla dan Mamahnya sibuk didapur untuk membuatkan makan malam.
Sedangkan itu Tirta nampak sedang menerima panggilan seseorang.
"Jadi kamu sudah menemukan nya ???" tanya Tirta.
"Bagus sekali... culik dia dan bawa keapartemen mu...malam ini kita akan tukaran mangsa " ucap Tirta tersenyum menyerigai kemudian menutup telepon nya.
"Akhirnya aku bisa menikmatimu lagi sayang..." ucap Tirta sambil menyerigai.
....
Stella berjalan pelan menuju lift , sambil sesekali menengok kekanan dan kekiri melihat keadaan apakah aman atau tidak dan Stella bersyukur karena keadaannya aman bahkan sampai didepan apartemen nya tak ada yang mengikuti Stella.
Stella mulai menekan tombol sandi masuk apartemen nya, Stella berharap Raga tak mengubah sandi pintu apartemen nya dan benar saja ia memang tak merubah sandi nya.
Stella memasuki apartemen nya dan cukup terkejut dengan ruangan yang sedikit berubah , didinding apartemen banyak foto foto yang terpajang disana.
Ya foto Stella dan Raga namun ada sesuatu yang mengalihkan perhatian Stella yaitu sebuah bingkai foto dirinya dan kedua orangtua nya yang terpajang disana dengan ukuran yang sangat besar , jujur pertama kali melihat bingkai foto itu Stella cukup kagum karena ternyata foto nya bisa diperbesar sedemikian rupa.
"Suka sayang...." bisik seseorang dibelakang Stella tampak melingkarka tangan dipinggang Stella kemudian memeluknya dari belakang.
Stella terkejut dan takut setengah mati karena ia mengenal suara itu, ya itu suara Raga ,.. seseorang yang ia rindukan, sungguh Stella tak ingin munafik karena ia juga sangat merindukan pria ini. Bau tubuhnya, tangan kekarnya, pelukan nya , suara romantisnya .
Tak terasa air matanya menetes, tanpa ia sempat menjawab jika ia sangat menyukai bingkai itu, sangat menyukainya.
Dari mana Raga tau jika bingkai Foto itu sangat berharga untuknya.
"Hey... miss you. ." bisik Raga semakin memperrat pelukan nya. membuat jantung Stella berdegup tak karuan.
Raga nampak membalikan tubuh Stella dan memghapus air mata Stella.
"Jangan pergi lagi, aku nggak sanggup , nggak akan sanggup kehilangan kamu... tetep disini aku nggak akan nyakitin kamu..." ucap Raga sambil menghapus air mata Stella.
"Tapi kamu .. sudah beristri Raga... aku nggak mau gangguin kamu " ucap Stella yang sudah mereda tangisnya.
__ADS_1
"Ini calon istri aku..." ucap Raga terlihat mengenggam tangan Stella.
"Maksud kamu...??" tanya Stella.
"Aku udah cerai sama Keyla, sekarang aku sendiri dan aku udah persiapin segalanya buat hidup bareng sama kamu, meskipun kamu sempet ninggalin aku entah kemana tapi aku percaya kalau kamu bakalan kembali kesini.."ucap Raga ..
"Aku cuma mau ambil..." belum sempat Stella melanjutkan ucapn nya kini Raga sudah bersujud dihadapan nya.
"Stella will you marry me " ucap Raga nampak membuka sebuah cincin berlian yang sangat Indah.
"Raga aku..." ucap Stella sangat binggung.
"Sekarang aku nggak bakal maksa kamu kalau memang itu bikin kamu sedih, aku bakal nunggu sampai kamu mau sama aku.." ucap Raga penuh keyakinan.
"Jadi Stella .. mau kah kamu menikah dengan ku..??" tanya Raga lagi.
"Raga ... maafkan aku...aku sudah bertunangan.." ucap Stella yang membuat Cincin yang Raga bawa jatuh ke lantai.
....
Keyla kini tengah menikmati makan malam bersama kedua orangtuanya hasil masakan dirinya dengan mamanya .
"Gimana mas ... kamu suka ???" tanya Nyonya Tirta kepada suaminya.
"Papah yakin ??? Keyla pikir papah suka sama masakaan salah satu asisten rumah tangga Keyla soalnya Papah suka kalap kalau makan dirumah Keyla .." ucap Keyla dengan nada menyindir.
"Tentu saja disana papah juga suka ...ahh iya apa malam ini kamu pulang ???" tanya Tirta .
"Tidak... aku ingin menginap disini" jawab Keyla.
"Lebih baik kamu nanti pulang biar Papa antar ada yang mau papa bicarakan, kamu tak ingin mama mu sampai tau kan.." tanya Tirta penuh serigaian membuat Keyla sedikit takut, takut jika Mama tau kebenaranya dan akan membuat Mama semakin sakit.
"Ya sudah kalau begitu nanti aku pulamg diamtar papa" ucap Keyla membuat Tirta menyerigai.
"Kalian mau ngomongin apa sih , kok pake rahasia sama mama ???" tanya Nyonya Tirta.
"Masalah perusahaan kok Ma... maaf ya Ma keyla nggak jadi nginep lagi " ucap Keyla merasa sebal dengan Papa nya.
"Nggak apa apa, yang penting kamu harus sering sering kesini yaa." pinta sang Mama.
__ADS_1
"Iya Ma." jawab Keyla.
Kini Keyla sudah berada dimobil Tirta papahnya dan keduanya diam sampai Keyla protes pada Papahnya.
"Kok lewat sini sih Pah.. bukan nya kita mau pulang. " ucap Keyla .
"Papa mau ketemu sama temen Papah sebemtar " Jawab Tirta dan hanya diangguki oleh Keyla sampai mobil Tirta berhenti ditempat yang sepi dan gelap.
"Papa mau ngapain ???" tanya Keyla melihat Papanya melepas seatbelt nya hendak keluar dari mobil.
"Kamu diem disini sebentar" ucap Tirta dan jujur perasaan Keyla saat ini sangat takut.
Berhenti ditempat gelap dan melihat Papa bertemu dengan pria asing yang tak ia kenali, jujur saat Keyla melihat pria yang kini sedang berbincang dengan papanya didepan mobil nya sedikit takut karena tubuh pria itu yang kekar dan terdapat banyak tatto disana. Pria itu hanya mengenakan singlet hitam namun jika diperhatikan lebih dekat ia sedikit tampan karena memang masih muda , mungkin seumuran dengan nya.
Mengapa Papa bisa mempunyai Teman semuda itu batin Keyla.
Dan entah penglihatan Keyla atau memang benar jika Pria itu nampak mengambil kunci mobil Papa dan berjalan mendekati Keyla.
Apa yang sebenarnya terjadi batin Keyla.
Dan benar saja Pria itu memasuki mobil Keyla dan kini berada disamping Keyla membuat jantung Keyla berdegup.
"Hay Nona..." sapa pria itu dan nampak tersenyum nakal.pada Keyla.
"Kena.. kenapa... kamu bisa memasuki mobil ini , dan kemana Papah ???!" tanya Keyla yang melihat mobil hitam depan nya sudah pergi membawa sang Papa entah kemana.
"Tuan Tirta menyuruhku untuk mengantarkamu Nona karena Tuan Tirta ada urusan..." ucap Pria itu yang kini mulai mengemudikan mobilnya.
"Urusan apa memang nya ??? tadi Papah tak mengatakan itu " protes Keyla tak terima.
"Apa setiap permasalahnya harus ia ceritakan pada anak nya ???" ucap pria itu dingin dan membuat Keyla bungkam tak bersuara.
Hingga Keyla sadar jika ini bukan jalan menuju rumahnya ,barulah Keyla kembali protes .
"Kemana kau akan membawaku??? disini bukan jalan rumahku ??!!" ucap Keyla sedikit keras.
"Memang bukan ... lagi pula siapa yang akan mengantarmu pulang kerumahmu.. tentu kita akan pulang kerumah kita sayang.." ucap pria tadi dengan suara nakal membuat Keyla menjerit kebingunggan.
"APA MAKSUDMU ?? ???!!" TERIAK Keyla yang hanya mendapat kekehan pria kekar itu...
__ADS_1
Bersambung....
Jamgan lupa like vote dan komen...