STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
SEBUAH LAMARAN


__ADS_3

Menikah sama aku Stell..." ucap Andi yang seketika membuat Stella terkejut bukan main.


"Mak..maksud Kakak??" tanya Stella tiba tiba merasa gugup.


"Kita nikah dan aku yakin Raga nggak bakal gangguin kamu, Tapi aku juga nggak bakal maksa, terserah kamu aja Stell, kamu pikirin dulu aja" ucap Andi sambil terus melajukan mobilnya.


"Apa kakak nggak malu sama nyesel nikah sama aku nanti nya ??" tanya Stella yang membuat Andi sedikit terkejut.


"Kenapa harus nyesel dan malu ?" tanya Andi binggung.


"Ya kan aku ini Janda kak, trus pernah jadi simpenan suami orang " ucap Stella lirih.


"Aku sama sekali nggak peduli dengan masa lalu kamu Stella... yang penting masa depan Kita, aku yakin kamu wanita baik baik kok" ucap Andi nampak yakin.


"Aku masih takut dengan pernikahan kak, karena aku pernah gagal" ucap Stella sedih.


"Aku bakalan bahagiain kamu Stella asal kamu bisa menerima aku.." ucap Andi sambil memeganggi tangan Stella.


"Gimana ???" tanya Andi pada Stella yang masih berpikir.


"Ya kak .. aku mau ... "ucap Stella nampak mantap dan seketika Andi memeluk erat Stella.


"Makasih Stell.. udah mau ngasih aku kesempatan, setelah ini aku bakalan bilang sama Mama buat minta restu... aku pengen kita segera nikah Stell." ucap Andi mantap dan Stella hanya mengangguk bahagia.


Sejujurnya Stella masih belum yakin tentang perasaan nya dengan Andi apakah ia mencintai Andi atau hanya sebatas pelarian saja namun entahlah ia juga sudah merasa nyaman dengan Andi apalagi sejak pertemuan mereka Andi selalu memperhatikanya walau hanya masalah kecil.


Mobil Andi berhenti didepan pekarangan rumahnya, ternyata sang Mama telah menunggunya diluar.


"Mama khawatir kamu kemana , tadi kamu berangkatnya buru buru" ucap Retno pada putranya itu.


"Maafin Andi Ma, tadi Andi buru buru nggak sempet pamit mama," ucap Andi dan perhatian sang mama langsung melihat kearah Stella yang baru saja keluar dari mobil.


"lhoo ...Nak Stella..." ucap Retno sedikit terkejut.


"Ma aku ngajakin Stella kesini karena nggak tau mau kemana, jadi nggak apa apa kan kalau Stella nginep disini ???" tanya Andi terlihat ragu.


"Ya nggak apa apa dong, mama malah seneng jadi rumahnya makin rame" ucap Retno mencairkan suasana karena mengerti putranya sedang menyembunyikan sesuatu dan ia akan meminta penjelasan nanti.

__ADS_1


"Maaf ya tante kalau ngrepotin.." ucao Stella merasa tidak enak.


"Ya ampun kamu ini ngapain sih pake bilang ngrepotin gitu.. lagian sejak kapan manggilnya jadi tante lagi " ucap Retno pura pura marah membuat Stella dan Andi tersenyum lega karena mungkin ia akan mendapatkan restu dari mama nya dengan mudah.


Setelah memberikan kamar untuk Stella dan Stella memasuki kamar nampak Andi dan Mama nya kini duduk di blankon kamar sang Mama.


"Mama yakin ada sesuatu diantara kamu sama Stella " ucap Retno membuka obrolan.


"Andi mau ngajak Stella nikah Ma..." ucap Andi .


"Apa sudah kamu pikirkan segalanya nak ?? dan apa kamu sudah yakin dengan Stella ??" tanya sang Mama pada Andi .


"Iya Ma...Andi sudah yakin dengan Stella" ucap Andi mantap.


"Ya sudah jika memang itu pilihan kamu... Mama cuma bisa ngasih restu dan doa yang terbaik buat kamu sama Stellla" ucap Retno.


"Mama beneran???" tanya Andi senang dan tak percaya Mama nya akan semudah itu memberikan restu untuknya dan Stella.


"Emang keliatanya mama nggak beneran yaa??" tanya Retno sedikit cemberut.


"Enggak gitu Ma, Andi pikir mama bakaln ngelarang apa Mama bakalan jodohin Andi sama anak temen Mama" ucap Andi kini memeluk Mama nya.


"Makasih Ma..." ucap Andi semakin erat memeluk Mamanya.


...


.


Pagi ini Andi dan stella akan pergi ke toko perhiasan untuk membelikan cincin nikah untuk Stella.


"Jadi mamah langsung ngasih restu sama kita kak ???" tanya Stella masih tak percaya setelah Andi menceritakam apa yang ia katakan pada Mama nya semalam .


"Iya ... mama kan emang nggak pernah maksain apapun pilihan aku" ucap Andi merasa senang.


"Aku juga ikut seneng kan dengernya" ucao Stella.


"Harus dong... pokoknya mulai sekarang kamu harus bahagia.." ucap Andi nampak mengelus rambut Stella.

__ADS_1


Mereka sampai di toko perhiasan, Andi dan Stella nampak memilih milih cincin yang pas untuk mereka.


"Stella..." panggil seseorang dari arah belakang Stella.


"Satria???..." ucap Stella sedikit terkejut.


"Kamu ngapain kesini ??" tanya Satria seperti mengetahui apa yang kedua orang ini lakukan disini.


"Kita mau nyari cincin buat pernikahan kita nanti.." jawab Andi karena tau Stella mungkin tak bisa menjawab pertanyaan Satria.


"Kalian mau nikah ???!" tanya Satria tak percaya.


"Hmm iya... doain aja semuanyan lancar yaa " ucap Stella kemudian mengajak Andi meninggalkan Satria yang masih sangat terkejut dengan kenyataan.


Satria berjalan lesu keluar dari toko perhiasan, ia bersandar disamping mobilnya dan membuka kotak merah berisi cincin yang baru saja ia beli.


Satria mendesah lesu, ia tak menyangka segalanya akan secepat ini , ia kalah cepat dari Andi.


Sebenarnya Satria membeli sebuah cincin ring untuk mengajak Stella memulai semuanya dari awal lagi, ya ia memang berencana menjelaskan semuanya pada Stella dan meminta Stella kembali padanya namun sekarang sepertinya semuanya sudah terlambat untuk satria karean kini stella telah memiliki penggantinya yang tak laiin adalah Andi.


Mungkin ini memang karma untuk Satria karena dulu sewaktu bersama Stella ia tak berusaha menjaga hubungan mereka malah memutuskan Stella secara sepihak hanya karena sebuah jabatan yang dulu menjadi incarannya.


Menyesal... itulah yang kini dirasakan Satria, disaat ia sudah mempunyai pekerjaan mapan dan jabatan yang tinggi yang sejak dulu ia impikan namun ia sama sekali tak merasakan bahagia.


Ia sadar ternyata kebahagiaan nya adalah Stellla bukan jabatan yang ia miliki sekarang.


Namun apalah sekarang semuanya sudah terlanjur, Stella berhak untuk bahagia dan lebih bahagia dari bersama nya dulu.


Ia sadar dulu belum sempat membahagiakan Stella.


Cukup lama.memandangi kotak cincin itu, Satria menutup kotak itu kemudian memasukan kedalam sakunya.


Satria memasuki mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sementara itu diapartemen Stella Raga nampak mengamuk, mambanting dan memecahkan segala yang ada disana. para penjaga yang ia tugaskan disana pun juga menjadi sasaran amukan dari Raga karena tak becus menjaga Stella.


"Kamu tidak bisa meninggalkan ku Stella. tak akan pernah bisa... !!! Aku akan menemukan kamu dimana pun keberadaan kamu !!" ucap Raga dengan tangan menggepal.

__ADS_1


**Bersambung...


jangan lupa like vote dan komen** ...


__ADS_2