STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
PENGKHIANAT 2


__ADS_3

Stella berjalan memasuki pekarangan rumah dan melihat Andi sudah berada didepan rumah seperti nya sedang menunggu dirinya pulang.


Stella tersenyum dengan Andi , begitupun dengan Andi yang membalas senyuman Stella membuat Stella bertanya tanya apakah Pria itu sudah tak marah lagi dengan nya ???


"Bunda bilang kamu pergi ke supermarket ???" Tanya Andi.


"Iya, kemarin ada yang lupa nggak aku beli pas belanja sama Bibi... " jawab Stella


"Tapi kamu pulang kok nggak bawa apa apa ?? Mana belanjaan kamu ??" selidik Andi yang membuat Stella ingin memukul kepalanya, bodoh sekali Stella harusnya ia tadi mampir ke supermarket .


"Anu.. tadi aku. " ucap Stella gugup.


"Kamu habis dari mana ?" Tanya Andi.


"Aku tadi pulang ke Apartemen aku , aku mau ambil barang yang tertinggal disana, maafin aku nggak bilang soalnya kalau aku bilang takut kamu nggak bolehin..." ucap Stellla sedikit takut , sedangkan itu Andi sangat terkejut dengan pengakuan Stella baru saja.


"Apa ???! Apa kamu sudah Gila ???'" tanya Andi kasar membuat Stella terkejut tak percaya Andi mengatakan itu dengan kasar.


"Maafkan aku tapi bukankah aku tak apa apa???!! " ucap Stella sebal.


"Tapi bagaiman jika kamu bertemu Raga karena kecerobohanmu itu???!" bentak Andi lagi.


"Aku bahkan sudah bertemu denganya " ucap Stella kesal melihat Andi membentaknya, sebenarnya ia tak ingin mengatakan jika ia bertemu dengan Raga namun Andi sangat menyebalkan akhirnya ia mengakui nya.


"Gila...." ucap Andi nampak berlari dipinggir jalan melihat apakah Raga mengikuti Stella namun ia tak melihat keberadaan Raga disana.


"Bagaimana jika dia mengikutimu... bagaimana jika ia menyuruh orang untuk mengawasimu ??!" ucap Andi kesal.


"Tidak, bahkan dia meninggalkanku tidak mengurungku saat tau aku sudah bertunangan" ucap Stella.


"Apa ??? jadi kamu mengakuinya ?" tanya Andi tak percaya.


"Ya , dia mengatakan sudah bercerai dengan Keyla.." ucap Stella.

__ADS_1


"Lalu apa kau menyesal sudah menerima lamaranku ???" tanya Andi sinis.


"Tidak...aku lelah mau istirahat, lebih baik kamu juga harus istirahat bukankah kamu baru pulang kerja m??!" ucap Stella berjalan memasuki rumah tanpa memperdulikan Andi yang masih ingin marah marah dengan nya.


Sunggu Stella lelah dan kesal menghadapi sikap Andi yang berubah total dengan nya , ada apa dengan Andi sebenarnya??? padahal selama ini dia juga bersikap baik dengan Andi tapi malah Andi yang selalu berpikiran negatif dengannya.


Stella memasuki kamarnya dan meletakan bingkai foto disamping ranjangnya.


Ia nampak mengelus Bingkai itu.


"Pa ... Ma... Stella binggung, Stella nggak tau apa yang harus Stella lakuin sekarang" gumam Stella sambil masih melihat bingkai Foto Itu.


Tok Tok ... " Non ... bibik masuk yaa ???" ucap suara dari luar yang membuyarkan lamunan Stella.


"Masuk aja Bi..." ucap Stella .


Terlihat Asisten rumah tAngga Andi yang terlihat sudah Tua namun masih sehat itu memasuki kamar Stella dan duduk disamping Stella.


"Non Stella habis dari supermarket yaa ???" Tanya Bibi.


"Besok besok kalau mau ke supermarket bilang sama Bibi aja non, biar Bibi yang beliin soalnya Tuan Andi suka marah marah kalau pulang tau Nona Stella nggak dirumah" ucap Bibi dengan hati hati.


"Padahal Stella nggak apa apa Bi, Stella kan juga mau jalan jalan juga, bosen dirumah trus " ucap Stella sedikit jengkel dengan sikap overprotektif Andi. padahal Ia dan Andi belum menikah, bagaimana jika ia nanti sudah menikah bisa bisa Stellla dikurung dirumah seharian batin Stella kesal.


"Iya Non , Bibi tau... mungkin Den Andi takut Non Stella kenapa napa ...jadi gitu.." ucap Bibi .


"Emang mas Andi suka gitu ya Bi ?" Tanya Stella penasaran, Ia ingin mengetahui sifat asli Andi sebelum menikah.


"Enggak kok Non, Den Andi tu dulu baik dan Ramah sama semua orang, tapi semenjak ia ditinggal nikah sama kekasihnya dulu berubah jadi lebih pendiam, trus ketemu sama Non Stella Den Andi udah balik ceria dan ramah kayak dulu lagi makanya Nyonya Retno sayang banget sama Non Stella karena Nyonya berharap banget sama Non Stella." ucap Bibi yang membuat Stella sedikit terkejut dengan kenyataan ini.


"Jadi Non Stella ngertiin Den Andi yaa.. Bibi percaya kok Den Andi itu sayang sama Non Stella makanya ia takut kehilangan orang yang dia sayangi untuk yang kedua kalinya" ucap Bibi.


"Iya Bi... aku janji nggak bakal ngecewain Bunda , Andi sama Bibi kok" ucap Stella memaksakan senyuman nya.

__ADS_1


"Iya Non, Bibi percaya kok.. ya sudah pokoknya mulai besok kalau Non Stella butuh apa apa bilang sama Bibi aja nggak usah sungkan yaa " ucap Bibi yang diangguki oleh Stella.


Setelah selesai Bibi nampak keluar dari kamar Stella. Stella menghela nafas lelah.


"Mungkin aku memang harus berusaha menerima Andi sepenuhnya" batin Stella memantapkan hatinya.


Sedangkan itu dikamarnya Andi nampak frustasi, Ia kesal dan marah dengan Stella, bisa bisanya Stella kembali ke apartemen dan bertemu Raga.


Jika memang ada barang yang ingin dia ambil seharusnya ia bertanya dulu padanya, tidak langsung pergi begitu saja.


Andi yakin Raga kini pasti sudah bertidak untuk merebut Stella darinya dan Andi tak akan membiarkan itu semua terjadi.


Ya Andi akan tetap memperjuangkan Stella sekalipun nyawanya menjadi taruhan nya ia tak peduli asalkan ia tak kehilangan orang yang ia cintai lagi.


...


"Pengkhianat sialan ??!!!" Amuk Raga nampak membanting botol minuman keras yang sudah kosong.


Raga marah , Raga kesal dan Raga tak menyangka selama ini orang terdekatnya yang menyembunyikan Stella darinya .


Andi... Ya Andi ... pria sialan yang selama ini sangat ia percaya untuk memberikan informasi penting tentang perusahaan , tentang uang yang sudah dikorupsi oleh Tirta nyatanya adaalah orang yang mengkhianatinya dari belakang.


Selama dia kehilangan Stella, Raga telah mengerahkan segala cara untuk mencari Stella dan Andi tau jika Raga sedang mencari Stella.


Bahkan Andi selalu memberikan saran dimana dia harus mencari Stella dan Raga selalu menuruti segala saran dari Andi namun ternyata itu yang mempersulit Raga menemukan Stella.


Stella hanya ada dirumah Andi, ya selama ini Stella sangat dekat dengan nya namun ia malah bodoh terlalu mempercayai Segala ucapan Andi yang menipunya.


Ya Andi sialan itu telah menipu dan mengkhianatinya.


"Andi brengsek ???!!! aku akan membalas dan merebut Stella lagi darimu !! Ya .. Stella milik ku .. sampai kapanpun akan menjadi milik ku ???!!!! " teriak Raga kembali memecahkan botol bir yang kosong.


Raga masih yakin hati Stella hanya untuknya, ya hanya untuknya, Stella tak pernah mencintai Andi, tidak Stella hanya terpaksa menerima Andi ..batin Raga kemudian ia tertawa keras.

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2