STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
SEBUAH RAHASIA


__ADS_3

Pagi harinya stella terburu buru karena ia terlambat berangkat kekantor dan sialnya lagi ia lupa jika mobilnya masih ada diparkiran kantor.


Segera stella menghubungi tasya sahabatnya agar menjemputnya tapi siapa sangka jika yang menjemputnya bukan tasya melainkan kak andi.


"Lhoo kok kak andi pagi pagi udah kesiini??" tanya stella binggung.


"Masuk stella ,ayo berangkat nanti terlambat" ucap andi dan stella hanya menurut memasuki mobil.


"Aku nungguin tasya kak, nanti kalau dia dateng gimana??" tanya stella pada andi.


"Ngga usah khawatir, tasya aman sama pacarnya" ucap andi cengegesan.


" kok gitu kak??" tanya stella binggung.


"Tadi tasya mampir kerumah bilang kalau nggak bisa jemput kamu, katanya dia hari ini cuti mau jalan jalan sama pacarnya" jelas andi.


"Lah kok nggak bilang sama aku ya kak malah nyamperin kak andi " ucap stella kesal sendiri.


"Mungkin dia nggak enak sama kamu kali stell, makanya ga bilang" ucap andi.


"Ya harusnya kan bilang aja pas telpon tadi, aku kan jadi nggak enak sama kak andi, tau gitu tadi aku naik taksi aja kak" ucap stella nampak tak enak.


"Biasa aja kali stell, aku malah seneng bisa jemput kamu, lagian kamu udah sering mau aku jemput tiap pagi, kamunya aja yang nggak mau!!" ucap andi.


"hehehe ya maaf kak" jawab stella nyengir.


"Oh ya udah sarapan belum??" tanya andi.


"Emm udah kok kak tadi maem roti, " jawab stella.


"Yakin udah ??? , aku nggak mau kamu kelaperan gara gara takut telat!!" ucap andi lagi.


"Iya kak beneran serius ini" jawab stella.


"ya udah kita langsung kekantor nih??? nggak nyari sarapan dulu??" tanya andi.


"Seriusan kak, engga usah" ucap stella dan andi hanya mengangguk paham.


Mobil andi melaju menuju kantor mereka dan beruntung pagi ini jalanan tidak semacet biasanya.


Sesampainya dikantor, sebelum turun stella celinggukan kanan kiri takut takut jika raga melihat.


"Nyari siapa sih ???" tanya andi sambil melepaskan seatbeltnya.


"Ehh enggak kak, aku cuma heran aja kok tumben udah sepi" ucap stella mencari alasan.

__ADS_1


"Ya iyalah sepi, ini udah jam kerja" jawab andi santai.


"Duhh telat donk kak kita ???" ucap stella nampak panik.


"Enggak apa apa cuma telat 5menit " ucap andi kemudian keduanya keluar dari mobil.


"Lhoo mas andi, bukanya tadi udah sampai yaa ???" tanya pak ali salah satu satpam dikantor mereka.


"Masa sih pak???, saya baru datang gini, mungkin bapak salah lihat kali" ucap andi dengan raut wajah sedikit panik.


"Kak aku duluan yaa??" ucap stella merasa tak enak dengan percakapan kak andi dan pak ali.


Jika benar apa yang baru saja pak ali katakan berarti kak andi bela belain puter balik ke apartemen stella hanya untuk menjemput stella saja, duh emang kampret si tasya bikin gue tambah enggak enak sama kak andi batin stella sambil berjalan memasuki kantor.


Sementara itu saat hendak memasuki ruangannya tak sengaja ia melihat raga sedang digandeng oleh seorang wanita, siapa lagi kalau bukan istrinya.


"Hufft..." stella tampak menghela nafas melihat pemandangan yang menyakiti peerasaan nya dipagi hari.


Lagi pula apa salahanya jika keyla menemaninya toh memang raga miilik keyla, seharusnya ia sadar itu dan juga stella benar benar tak ada hak untuk marah meskipun ini semua menyakitinya.


Memang sudah sepantasnya ia rasakan karena memang posisinya hanya wanita kedua.


......


Dulu ia hanyalah wakil manager sementara stella hanya karyawan biasa.


Setelah mereka bercerai memang stella memilih resign diperusahaan itu karena ia tak ingin melihat satria lebih lama, lebih tepatnya stella ingin segera move on dari satria.


Satria nampak melamun sambil melihat cincin yang melingkar dijari manisnya. Entah apa yang ia pikirnya hingga ia tak mennyadari seseorang memeluknya dari belakang.


"Lagi mikirin apa sih???" tanya seoraang wanita.


"Lhoo kapan datang sayang ??'' tanya satria pada agnes, ya agnes adalah tunangan satria .


"Baru aja, lagi mikirin apa sih, aku masuk aja sampe nggak tau" gerutu agnes pada satria .


"Maaf sayang, kerjaan numpuk banget jadi sedikit pusing" ucap satria membalas pelukan agnes.


"Aku kangen... semalem kok susah banget dihubungi ??' tanya agnes .


"Aku lupa charger ponsel trus sampai rumah langsung tidur, maaf ya sayang" ucap satria membujuk agnes yang cemberut .


"Ya deh , kamu nggak lupa kan sayang??" tanya agnes pada satria.


"Lupa apa yank??" tanya satria binggung.

__ADS_1


"Tuh kan lupa??!, bukanya udah janji besok bakalan ngajakin nonton??!" protes agnes.


"Maaf sayang, iya sayang jadi donk nemenin nonton.. pokonya kamu besok mau kemana aja aku anterin" ucap satria membuat raut wajah agnes kembali ceria.


"Aku pikir kamu tadi ngalamun lagi mikirin mantan istri kamu" ucap agnes membuat jantung satria berdegup .


"Enggak kan sayang??? kamu enggak mikirin dia ? hmmm..." tanya agnes pada satria yang terlihat terkejut.


"Enggak sayang, ngapain sih mikirin dia, kan udah ada kamu disini" ucap satria sambil memegang tangan agnes membawanya kedada satria membuat agnes nampak tersipu.


"Makasih sayang" ucap agnes kemudian memeluk satria lagi.


Terlihat satria menghela nafas lelah.


Pukul 9 malam satria sudah sampai dirumahnya, setelah mengantar agnes pulang yang rumahnya tak jauh dari rumah satria.


Seharian ini memang agnes menemaninya dikantor.


Agnes memang sering kekantor karena memang itu kantor milik papah agnes dan satria diangkat menjadi ceo tentu saja berkat bantuan agnes, satu satunya putri pewaris perusahaan sang papah.


"Baru pulang??!" tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah mama satria.


"Hmm" jawab satria seadanya.


"Jadi kapan kamu akan menikahi agnes ???" tanya sang mama.


"Satria belum siap ma!!" jawab satria.


"Apa yang kamu maksud belum siap???!!! tinggal selangkah lagi satria apa yang kamu inginkan terwujud??" ucap mama nya sedikit berteriak.


"Maa... satria capek, bisa nggak usah bahas ini" pinta satria pada mamanya.


"Apa karena wanita itu????" tanya mama satria membuat satria menghentikan langkahnya.


"Apa karna kamu masih mencintainya???" tanya mama lagi.


"Maa... sudah ... cukup!! satria lelah" ucap satria melanjutkan langkahnya.


"Apa mama harus membuat stella pergi jauh agar kamu bisa melupakanya !!!" teriak sang mama.


"Maa... cukup maa... bukanya satria sudah menuruti semua keinginan mama untuk berpisah dengan stella dan sekarng apa lagi ma, jika memang mama ingin satria menikah dengan agnes , jujur satria masih butuh waktu ma..." ucap satria .


"Mama nggak peduli satria, jangan sampai keluarga pak wijaya membatalkan pernikahan kamu dengan agnes hanya karena kamu belum siap, pertahankan posisi kamu sekarang satria karena mama engga mau kita jatuh miskin lagi!!... " ucap sang mama kemudian meninggalkan satria yang nampak frustasi.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2