STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
PENGUNDURAN DIRI TASYA


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan???" tanya seseorang yang baru saja memasuki apartmen stella.


Dan stella sangat terkejut melihat siapa yang datang....


Tasya...


Ya itu tasya sahabatnya.


"Tasya...." ucap stella lirih.


"Ohh jadi ini pacar baru elo ... enggak nyangka gue stell" ucap tasya sinis kemudian meninggalkan stella yang masih sangat shock sedangkan raga nampak tak memeperdulikan malah menggengam tangan stella semakin erat.


Stella nampak ingin berlari mengejar tasya tapi sayangnya tangannya masih dicengkeram kuat oleh raga.


"Lepasin...." ucap stella memberontak.


"Enggak,?!!! sebelum kamu janji nggak bakalan ninggalin aku!!" ucap raga keras kepala.


"You crazyyy!!!! " ucap stella emosi.


"Yes ... im crazy because you!!!' ucap raga lantang.


Stella menyerah, ya mau berusaha melepaskan seperti apapun ia tak akan menang dengan raga.


stella nampak diam membuat raga binggung kemudian memeluk stella.


"I love you... l love you moree " ucap raga lirih masih memeluk stella.


"Aku lelah dan aku butuh istirahat. !! mengertilah" ucap stella lirih.


"Baiklah, selama kamu bisa janji nggak bakalan ninggalin aku, aku bakalan lepasin kamu" ucap raga.


Aqilla nampak mengangguk pasrah.


"Miss you.." ucap raga lagi sebelum melepaskan pelukan nya .


Stella nampak berjalan menuju kamarnya dan langsung mencari ponselnya, ia mencoba mendial nomer tasya berkali kali namun sayangnya tasya tak mengubris panggilan nya dan malah mematikan ponselnya karena nomernya sudah tak aktif.


Sekarang Stella benar benar takut, pasti Tasya sudah tak mau berteman dengan pelakor seperti Stella lagi, yahh karena Tasya sangat membenci yang namanya pelakor.


Mungkin besok jika Stella menemui tasya dan menjelaskan pada Tasya, Tasya akan lebih mengerti lalu memaafkan nya.


Ya besok stella akan mencoba menemui tasya dan menjelaskan segalanya.


....


Pagi hari wajah Stella terlihat pucat sebab ia tak bisa tidur semalaman.


Memikirkan jika sahabatnya satu satunya tak bisa memaafkanya.


Sesampainya dikantor Stella masih menunggu Tasya di parkiran kantor, namun sayangnya hingga jam kerja tiba stella sama sekali tak menemukan Tasya, akhirnya dia memutuskan bekerja dan berharap setelah istirahat ia bisa menemui Tasya.

__ADS_1


Sampai jam pulang pun Stella masih tak menemukan Tasya, hingga akhirnya ia bertanya pada salah satu rekan Tasya.


"Apa hari ini Tasya tak masuk kantor ???" Tanya Stella pada salah satu rekan Tasya.


"Jadi kamu belum tahu ya??" ucap rekan Tasya itu.


"Belum tau kalau Tasya udah ngundurin diri hari ini dan anehnya lagi si bosss langsung acc penguduran diri Tasya" ucap rekan Tasya sedikit heran, pasalnya Raga seringkali menolak pengunduran diri karyawan yang dianggap teladan, apalagi Tasya terkenal sebagai karyawan yang pintar dan gesit.


"Apaaaa???" ucap Stella terkejut.


"Masa kamu nggak tau sih, kalian kan temen deket??" ucap rekan Tasya sedikit terkejut.


"Hmm ya sudah makasih ya" Ucap Stella nampak meninggalkan rekan Tasya karena tak ingin ghibah lebih lama.


Stella sangat sedih hanya karena nya Tasya jadi mengundurkan dari kantor.


Dan mengapa juga Raga menyetujui tanpa membantunya agar Tasya bertahan dikantornya.


Stella berjalan menuju ruangan Raga untuk mempertanyakan ini.


"Hello beby, apa kau sudah merindukan aku lagi??" tanya Raga sesaat setelah Stella memasuki ruanganya.


"Apa benar Tasya mengundurkan diri ???" Tanya Stella tidak basa basi.


"Hmm tadi pagi pagi sekali ia mengantarkan surat pengunduran diri kerumahku" ucap Raga membuat Stella cukup terkejut karena Tasya mengetahui tempat tinggal Raga.


"Dan kamu langsung acc gitu aja ???" tanya Stella heran.


"Bener bener nggak waras !!" ucap Stella dengan nada marah.


"Aku kan nggak waras karena kamu" ucap Raga terlihat membelai rambut Stella namun ditampik oleh Stella.


Stella yang sudah muak dengan Raga akhirnya ia keluar dari ruangan Raga.


Jam pulang kerja telah tiba, Stella berencana untuk pergi ke apartemen Tasya sekalipun Tasya tak ingin menemuinya tapi tak ada salahnya untuk ia mencoba menemui Tasya ke apartemen Tasya.


"Stell.... buru buru amat ???" tanya Andi yang kini sudah berjalan disampingnya.


"Iya nih kak, mau ketempat Tasya " ucap Stella.


"Ohh ya katanya dia keluar ya ???" tanya Andi.


"Kok kak Andi tau ???" tanya Stella cukup terkejut.


"Iya lah, beritanya udah nyebar seluruh kantor" ucap Andi.


"Tapi masih belum pada tau aja kenapa dia ngundurin diiri , kamu tau nggak alesanya apa ??? tanya andi.


Degg.... jantung Stella mendadak berdegup kencang.


Jangan sampai orang kantor tahu jika Tasya berhenti karena nya, jika sampai mereka tau mungkin teman teman yang menyukai kinerja Tasya akan membencinya batin Stella sedikit takut.

__ADS_1


"Lahh malah ngalamun??" ucap Andi membuyarkan lamunan Stella.


"Aku nggak tau kak, makanya ini aku mau nyari tau, kaget juga sih tau Tasya ngundurin diri dari kantor" jelas Stella sedikit kaku.


"Hmm... aneh juga sih kamu temen deketnya aja sampai nggak tau" ucap Andi dan Stella nampak diam saja.


"Mau aku anter nggak ???" tawar Andi setelah sampai di parkiran mobil.


"Enggak usah kak, aku sendirian nggak apa apa " ucap Stella menolak.


"Yakin nihh... aku kan temen nya juga Stell" ucap andi masih berusaha.


"Kali aja dia mau ceritanya cuma sama aku kak" ucap Stella karena ia tak ingin Andi mengetahui permasalahanya dengan Tasya.


"Ohh ... ya udah !! kamu hati hati ya ??" ucap Andi.


"Iya kak, duluan yaa " ucap Stella nampak memasuki mobil nya .


"Mungkin kamu belum siap cerita semuanya sama aku stella, tapi aku bakalan tetep nungguin sampai kamu mau cerita sama aku tentang segalanya, aku siap jadi pendengar yang baik buat kamu" batin Andi yang kini melihat mobil Stella melaju meninggalkan parkiran mobil.


Stella sudah sampai didepan gedung apartemen Tasya.


Ia sedikit gugup karena pertama kalinya untuk Stella dan Tasya marahan.


Dan hal seperti ini, Stella masih tak yakin apa Tasya memaafkanya atau tidak.


Dengan langkah berani Stella berjalan menuju apartemen Tasya dilantai atas.


Stella menekan bel, sebenarnya ia tahu sandi untuk memasuki apartemen Tasya tapi diposisi seperti ini ia cukup sadar diri untuk bertindak bagaimana.


"Ngapain loo kesini??" ucap tasya sinis sesaat ia membuka kan pintu untuk Stellla.


"Tas... masa elo nggak mau dengerin penjelasan gue " ucap Stella yang terlihat sedih melihat sikap Tasya yang dingin padanya.


."Nggak perlu lah, gue juga ogah temenan sama pelakor kayak eloo!!!" ucap Tasya dengan keras.


"Tas... kita sahabat kan??? masa iya karena masalah ini kita jadi kayak gini, dan elo sama sekali nggak mau denger penjelasan gue" ucap Stella sedih.


"Gue emang udah males urusan sama pelakor apalagi itu pelakor dari suami ADIK TIRI GUE !!!! " ucap tasya membuat stella terkejut bukan main.


Adik tiri ?


Apa maksudnya ???


Bersambung.....


helloo ... maaf ya aku ganti judul nya hehehe


semoga kalian tambah suka dengan ceritanya 😊


jangan lupa like vote dan komen nya yaa

__ADS_1


__ADS_2