STELLA (Bukan Wanita Simpanan)

STELLA (Bukan Wanita Simpanan)
CINTA TAK BISA DIPAKSA


__ADS_3

"Bukanya aku tak bisa mencintaimmu, aku hanya masih belum bisa " ucap Stella jujur.


"Kenapa, memang apa kurang nya aku untukmu ???" tanya Andi memaksa.


Stella hanya diam tak menjawab ucapan Andi, baginya Andi telah berubah dalam hal apapun bukan Andi yang ia kenal dulu.


"Kenapa Stella ?" tanya Andi lagi.


"Aku tak tau... aku sudah mencoba nya namun aku masih belum bisa.."ucap Stella .


"Lalu mengapa kau menerima lamaran ku dan mau menikah denganku ??? apa aku ini kau anggap pelarian mu saja ?" Tanya Andi dengan nada kesal.


"Tidak, sejak awal aku tak pernah memiliki pemikiran seperti itu " ucap Stella.


"Aku hanya masih belum bisa... maafka aku " ucap Stella nampak menunduk.


Andi mendesah kecewa,


"Pergilah, aku ingin sendiri " ucap Andi dingin.


"Apa kau marah ???' tanya Stella pada Andi.


"Tentu tidak, bagaimana aku bisa marah dengan wanita yang ku cintai ??" Ucap Andi tersenyum miris.


"Maafkan aku... " ucap Stella.


"Semua bukan salahmu, pergilah.. aku hanya ingin sendiri." ucap Andi , melihat raut wajah kecewa Andi, akhirnya Stella pun menurut untuk meninggalkan Andi.


....


Tirta nampak memompa gadis yang kini berada dibawahnya itu. gadis yang tak lain adalah Keke terlihat menangis tak berdaya hingga sebuah ketukan pintu membuat aktifitas Tirta menjadi terganggu.


"Sialan...siapa yang berani berani nya mengangguku" ucap Tirta masih melanjutkan olahraga panasnya tak peduli dengan keke yang menangis kesakitan.


Namun semakin dibiarkan ketukan itu semakin keras hingga membuat Tirta kesal dan menghentikan aktifitasnya.


"Apa yang kau lakukan brengsek !!" ucap Titra kasar pada pengetuk pintu yang tak lain adalah salah satu pembantu ditempat itu.


"Tuan.. maafkan saya tapi didepan ada yang mencari Tuan" Ucap Pembantu itu nampak panik ketakutan.


"Siapa ????" tanya Tirta masih geram.

__ADS_1


"Polisi Tuan .." ucap nya dan membuat Tirta terkejut.


"Untuk apa polisi mencariku " batin Tirta.


Tirta hanya mengangguk pada pembantunya dan segera ia masuk untuk memakai kembali bajunya.


"Kita lanjutin nanti lagi ya sayang..." ucap Tirta mengecup Keke yang masih terisak.


Tirta keluar dan memang benar ada beberapa polisi didepan rumahnya.


"Ada apa ini ???" tanya Tirta pada salah satu polisi itu.


"Apa benar bapak yang bernama Tirta sudraja??" tanya Salah satu polisi itu.


" Ya... ada apa ini sebenarnya ?" tanya Tirta lagi.


"Bapak harus iku kami segera kekantor polisi !!" ucap salah satu polisi itu hendak membawa tangan Tirta namun ditepis oleh Tirta.


"Apa maksud kalian ???!, memang nya apa salah ku ??!" tanya Tirta lagi.


"Bapak dituduh telah menggelapkan dana perusahaan milik pak Tomi " ucap salah satu polisi .


"Apa maksud kalian brengsek ??!" ucap Tirta emosi.


Sementara itu Keke yang tengah menangis mendengar suara ribut ribut diluar akhirnya segera mengenakan pakaianya dan keluar untuk melihat siapa yang datang, siapa tau seseorang itu bisa menolongnya dari perangkap Tuan Tirta.


Keke melihat ada 4 orang polisi yang memborgol Tangan tuan Tirta. betapa senangnya Keke mengetahui 4 orang polisi itu. segera dirinya berlari untuk menemui keempat polisi itu namun saat hendak melangkah tiba-tiba seseorang dari belakang memukul Keke hingga pingsan.


Dikantor polisi Tirta menjelaskan segalanya pada polisi namun tak ada yang mempercayai nya malah berakhit dirinya kini menjadi tahanan .


Tirta hanya bisa mengamuk didalam sel, namun sebelum ia memasuki sel Tirta sempat menghubungi Han untuk meminta tolong karena sekarang hanya Han lah yang bisa membantunya, termasuk membantu ia menemukan Keke kemarin dengan imbalan Keyla untuk Han.


Selama ini Han selalu meminta Keyla namunn tak pernah diberikan Tirta karena menurut Tirta Han kurang kaya namun kemarin saat di iming imingi akan menemukan Keke barulah Tirta setuju memberikan Keyla pada Han dan sekarang saat di Tomi menipu dirinya akhirnya ia meminta tolong pada Han lagi.


Sekarang Tirta hanya menunggu Han mengeluarkan nya dari sel sialan ini.


...


"Siapa yang menelepon ???" Tanya Keyla yang sedang berbaring diranjang.


"Papah mu ??!" ucap Han kesal karena aktifitasnya diganggu oleh Tirta .

__ADS_1


"Ada apa dengan Papah ???" tanya Keyla dengan raut wajah khawatir.


"Papahmu dijebloskan Tomi ke penjara dan ia meminta tolong padaku untuk mengeluarkan nya " ucap Han kini mulai mngecupi tubuh Keyla .


"Apa ??? pria sialan itu" geram Keyla.


"Aku harus menemui Papa sekarang " ucap Keyla menghentikan aktifitas Han diatasnya.


"Untuk apa ???" tanya Han masih terus mengecupi tubuh Keyla meskipun pemiliknya memberontak.


"Untuk apa kau bilang ??? dia Papahku!!' geram Keyla pada Han.


"Papah mana yang tega menjual putrinya demi keuntungan nya sendiri??!!" ucap Han yang seketika membuat Keyla terdiam.


"Apakah kau yakin kau ini putrinya ???" tanya Han membuat Keyla marah.


"Apa maksudmu ???"Tanya Keyla marah.


"Aku pikir kau bukan putrinya mengingat selama ini ia hanya menjualmu dan selalu berlaku kasar pada Mama mu" ucap Han yang kini menyalakan rokoknya,menghisap secara perlahan kemudian mengeluarkanya.


"Jadi lebam Ditubuh Mama yang selama ini ada karena Papa ??" Tanya Keyla shock.


Ahh sekarang Keyla ingat sewaktu Sma , Keyla pernah diajak Papah ke pesta teman nya dan disana ia ditinggal sendiri saat keyla akan pulang seseorang menculiknya dan memperkosanya. Paginya Keyla mengadukan ini pada Sang Papa namun tak ada respon apapun hanya bilang tidak apa apa meskipun kau sudah tak perawan masih banyak yang mau dengan mu itulah ucapan Papa yang kuingat waktu itu. Dan benar saja setelah itu Papa selalu mengenalkan banyak pria padanya yang hanya berakhir diranjang lalu pria itu mencampakan nya.


Hingga ia mengenal Raga dan Raga yang tak pernah peduli dengan masa lalu Keyla, setelah Keyla menikah Ia pikir sang papah akan berhenti mengenalkan nya pada pria pria hidung belang namun nyatanya semakin menjadi hingga kini ia kehilangan Raga , semua karena papa nya , ya karena keserakahan papahnya.


"Papamu sudah selayaknya mendapatkan ini semua.. sekarang saatnya kamu dan mamah mu bahagia..." ucap Han yang entah sejak kapan sudah memeluknya membuat Keyla merasakan nyaman.


...


Hari ini Stella merasa ada yang berubah dari Andi, ia nampak mengacuhinya, bahkan ketika Stella bertanya sesuatu pada Andi, hanya dijawab seadanya.


Stella pikir apakah Andi merasa marah pada Stella karena Stella yang masih belum bisa mencintai Andi .


Namun mau bagaimana lagi Ia juga tak bisa memaksa perasaan nya.


Kini Stella berada dirumah sendiri karena Andi sudah pergi kekantor, Bunda masih belum pulang sementara Bibi pergi ke pasar.


Bel pintu berbunyi, Stella yang sedang mencuci piring menghentikan aktifitasnya dan melihat siapa yang datang.


Saat membuka pintu, betapa terkejutnya Stella melihat siapa yang datang .

__ADS_1


Bersambung....


jangan lupa like vote dan komen ...


__ADS_2